Untuk Anda yang memiliki pabrik dengan boiler pasti Anda sudah tahu apa fungsi dari sebuah boiler. Ya, boiler adalah mesin untuk pemanasan. Keberadaan dari boiler ini bisa digunakan untuk kebutuhan produksi air panas atau bisa juga digunakan sebagai tenaga penggerak. Seringkali, jika boiler mengalami masalah, maka kinerja pabrik pun menjadi tersendat. Maka penting untuk selalu merawat dan membersihkannya.

Pentingnya Menjaga Kebersihan dari Boiler

Sesungguhnya apa yang membuat kebersihan boiler menjadi salah satu hal yang penting? Seperti yang kita tahu boiler adalah sebuah unit berupa mesin, yaitu mesin pemanas. Mesin pemanas ini bekerja dengan energi berupa energi panas dari perangkat lain untuk bekerja secara efektif. Maka  bagian-bagian dari boiler harus bersih. Bayangkan jika boiler di pabrik Anda tidak pernah dibersihkan dan muncul kerak di sepanjang permukaan dari boiler. Hal ini pasti akan menjadi masalah di pabrik Anda karena itu menyebabkan boiler bekerja dengan kurang efektif.

Selain menyebabkan kinerja boiler menjadi kurang efektif, biasanya boiler yang jarang dibersihkan akan sering mengalami masalah. Masalah paling berat adalah saat boiler menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Artinya pabrik harus mengganti boiler lama dengan boiler yang baru dan uang harus diturunkan untuk itu. Tapi jika Anda merawatnya, maka boiler akan awet dan pabrik tetap hemat.

Berikut beberapa cara membersihkannya.

Langkah 1: Matikan Boiler Anda

Langkah pertama yang paling masuk akal sebelum membersihan boiler adalah dengan mematikan boiler. Memang, ada kalanya Anda mungkin berpikir bahwa untuk membersihkan bagian luarnya, boiler tidak perlu dimatikan. Tapi sebaiknya boiler dimatikan dulu karena panasnya akan memberi reaksi yang kurang bagus terhadap zat kimia pembersihnya.

Setelah boiler dingin, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuka bagian-bagian penting dari boiler. Bagian ini adalah bagian depan dari boiler dan juga bagian ventilasi atas. Ini akan memudahkan pembersihan dan juga untuk memastikan pekerjaan aman untuk dilakukan.

Langkah 2 : Gosok Tube dan Bersihkan Unit dari Boiler

Setelah bagian depan dan bagian atas boiler dibuka maka hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membersihkan tabung yang ada di dalam boiler. Tabung ini adalah tabung yang lokasinya ada di sistem pertukaran panas dalam boiler.  Untuk membersihkan bagian ini, bisa menggunakan alat seperti sikat yang agak keras. Anda bisa menyikat dari bagian atas heater hingga bagian dasar dari heater. Selain bagian tabung, rak ventilasi yang ada di bagian atas dari boiler juga jangan lupa dibersihkan.

Setelah membersihkan bagian-bagiannya, gunakan air bersih untuk mencuci tube pembakar setelah itu biarkan boiler anda hingga kering. Jika sudah kering, langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah menggunakan mesin vakum. Mesin vakum ini digunakan untuk membersihkan bagian bawah dan juga bagian luar dari boiler agar bebas juga kotoran dan juga debu yang tersisa.

Langkah 3 : Finishing

Setelah dibersihkan, tahap selanjutnya adalah memasang kembali unit yang sudah dilepas sebelumnya yaitu unit bagian depan dan juga bagian atas. Jika sudah dipasang dengan benar dan tepat maka coba kembali untuk menghidupkan boilernya. Biarkan termostat kembali  ke temperatur normalnya dan lihat apakah ada api biru. Jika api sudah biru maka cek juga bagian sistem pemanas atau heating system apakah sudah bekerja dengan baik atau belum.

Perawatan Boiler Tambahan

Setelah membersihkan boiler dengan 3 langkah diatas maka cek apakah boiler yang anda gunakan dapat bekerja dengan baik dan efisien. Caranya adalah seperti berikut.

Mengecek ventilasi air

Pengecekan ventilasi air ini dilakukan untuk untuk melihat apakah ada penghalang pada ventilasi atau tidak. Keberadaan penghalang dapat menyebabkan kinerja boiler kurang maksimal.

Perhatikan level air pada boiler

Level air adalah salah satu hal yang penting dalam penggunaan boiler. Boiler akan sangat aman digunakan jika jumlah air yang ada di dalamnya sesuai dengan kebutuhannya. Jika dalam waktu yang cukup lama jumlah air dalam boiler kurang, maka kemungkinan terburuknya adalah terjadinya kerusakan pada boiler anda.

Perhatikan apakah ada kebocoran

Hal selanjutnya adalah mengenai kebocoran. kebocoran adalah hal yang umum dalam penggunaan boiler. Jika hal ini terjadi maka lakukan penambalan.

  • Perhatikan mengenai keberadaan kerak air
  • Pastikan bagian-bagian dari boiler terlumasi dengan baik
  • Lakukan penyiraman air pada boiler untuk menghilangkan kotoran dan juga kotoran yang membandel

Perawatan ini adalah perawatan yang dilakukan secara rutin.

Untuk membersihkan boiler memang bukan perkara yang mudah. jika di pabrik Anda tidak ada orang atau teknisi yang secara rutin membantu membersihkan boiler maka sebaiknya gunakan jasa profesional. Jasa profesional akan membantu anda untuk membersihkan boiler anda dalam waktu yang cepat dan juga dengan kualitas yang terbaik. Jadi jangan ragu untuk menyerahkan pada ahlinya.

Limbah cair

Limbah cair merupakan salah satu masalah utama sebuah pabrik atau perusahaan. Hal ini disebabkan karena limbah cair merupakan limbah yang sulit untuk diolah. Sering kali, limbah cair yg berbahaya dibuang begitu saja dan masuk ke lingkungan sekitar.

Keberadaan limbah yang masuk dalam saluran lingkungan inilah yang menyebabkan masyarakat menjadi resah. Untuk Anda pemilik pabrik atau perusahaan tertentu yang menghasilkan limbah cair dan masih bingung mengenai cara pengolahannya, berikut ini adalah beberapa teknik pengolahan limbah cair yang bisa Anda lakukan.

1. Dekomposisi

Salah satu cara untuk mengolah limbah pabrik adalah dengan mencoba melakukan dekomposisi. Dekomposisi adalah sebuah proses pengolahan limbah cair yang dilakukan jika material limbah adalah makanan dari mikroorganisme. Dalam proses ini akan dilakukan penambahan mikroorganisme ke dalam limbah cair yang memiliki kandungan makanan tersebut sehingga kandungan makanan akan dihabiskan oleh mikroorganisme.

Tujuan dari penambahan mikroorganisme pada limbah ini adalah untuk membantu menghancurkan, menghilangkan dan juga men-dekompomposisi kandungan organik yang ada di dalam limbah cair tersebut. Setelah dekomposisi berhasil dan selesai dilakukan maka air hasil dekomposisi tersebut bisa dimasukkan ke saluran pembuangan air biasa.

2. Filtrasi

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah limbah cair adalah dengan menggunakan cara filtrasi. Filtrasi adalah sebuah teknik untuk menyaring limbah air yang keluar dari pabrik. Proses ini bisa dilakukan dengan cara menyaring dengan menggunakan alat, menggunakan bahan kimia atau menggunakan proses flotasi.

Proses flotasi adalah proses penanganan limbah dengan mengapungkan partikel dalam cairan sehingga penanganannya nanti menjadi lebih mudah. Salah satu contoh filtrasi dengan proses flotasi pada limbah cair adalah proses penanganan limbah yang mengandung minyak, misalnya limbah restoran.

Di restoran, limbah cair akan di masukkan dalam sebuah alat yang fungsunya untuk memisahkan minyak dari air. Jika sudah terpisah maka minyak akan disalurkan ke tempat pembuangan tersendiri yang berbeda dengan tempat pembuangan air ke got. Untuk kebutuhan pabrik mungkin akan dibutuhkan proses yang lebih panjang dan lebih rumit. Tapi secara umum cara ini sangat mudah untuk dilakukan.

3. Penambahan Klorin

Selanjutnya proses pengelolaan limbah cair juga bisa dilakukan dengan penambahan materi kimia ke dalam limbah tersebut. Salah satu materi kimia yang bisa digunakan adalah klorin. Penambahan klorin juga bisa digunakan untuk mengatasi limbah yang memiliki kandungan organisme penyebab penyakit.

Klorin adalah salah satu senyawa kimia yang sangat populer untuk membantu memerangi bakteri dalam cairan. Misalnya, klorin paling sering digunakan untuk membunuh organisme berbahaya seperti  bakteri pada kolam renang.

4. Pengendapan

Proses selanjutnya adalah proses pengendapan. Proses pengendapan adalah sebuah proses yang dilakukan dengan menambahkan zat tertentu pada limbah. Proses pengendapan ini dilakukan jika komponen limbah dan air tidak bisa dipisahkan dengan mudah atau terlihat seperti benar-benar menyatu.

Jika hal ini terjadi maka proses pengendapan dengan bantuan zat kimia khusus akan sangat diperlukan. Biasanya, akan digunakan elektrolit utk melakukannya. Kandungan elektrolit berfungsi untuk mengikat zat berbahaya didalam limbah sehingga dapat terpisah dengan air secara sempurna. Tapi tentu saja ada banyak zat kimia lain yang juga ampuh, seperti yang diproduksi oleh RMC.

Jika sudah mengendap maka air bersih yang dikeluarkan dari limbah bisa langsung keluar dan masuk ke saluran pembuangan air atau got.

5. Penyerapan

Selanjutnya adalah proses penyerapan. Proses penyerapan merupakan teknik yang dilakukan dengan menggunakan karbon. Dalam proses ini karbon berfungsi untuk menyerap zat yang tidak dibutuhkan di dalam limbah. Karbon yang biasa digunakan pada proses ini adalah karbon aktif. Setelah karbon menyerap zat tidak berguna maka sisa air dapat di salurkan ke tempat pembuangan umum.

6. Penyinaran

Selanjutnya adalah proses penyinaran. Biasanya proses penyinaran ini dilakukan jika limbah hasil dari pabrik memiliki kandungan organik yang tinggi. kandungan organik yang ada di dalam limbah bukan merupakan kandungan yang main-main.

Biasanya kandungan organik tinggi yang ada dalam limbah merupakan kandungan yang menyebabkan penyakit. Jika kandungan organik dalam limbah memang ada dan memiliki sifat yang berbahaya maka penyinaran adalah solusi yang paling mudah dan paling baik untuk dilakukan. Untuk melakukan penyinaran ini dibutuhkan sinar ultra violet dalam jumlah besar.

7. Penyisihan

Ini adalah proses pengolahan limbah yang dilakukan untuk memisahkan zat limbah dari air. Biasanya proses ini dilakukan dengan cara oksidasi. Setelah dioksidasi, limbah dalam sebuah cairan dapat memisahkan dirinya sendiri, sehingga air bisa langsung dibuang ke saluran. Proses ini merupakan proses yang cukup mudah. Tapi bagaimanapun, baiknya adalah, setelah dioksidasi cairan hasil akhir dicek terlebih dahulu untuk mengetahui kondisinya apakah sudah sesuai dengan standar limbah yang aman untuk lingkungan atau belum.

 

Lingkungan yang sehat adalah fokus dari pertumbuhan industri saat ini. Hal ini disebabkan karena pencemaran lingkungan makin parah dan menyebabkan banyak pihak turun tangan untuk menanganinya.

Akibatnya banyak pabrik yang akhirnya mendapatkan protes karena keberadaannya yang menyebabkan masalah lingkungan. Jika sebuah pabrik tidak ingin mendapatkan teguran dan protes dari masyarakat, maka pabrik tersebut wajib mengubah kinerjanya menjadi sebuah pabrik yang ramah lingkungan.

Lalu apa saja yang menyebabkan sebuah pabrik dapat menjadi pabrik yang ramah lingkungan? Berikut ini ulasannya.

Mengurangi Penggunaan Energi

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjadi salah satu pabrik atau perusahaan yang ramah lingkungan adalah dengan mengurangi penggunaan energi. Sumber energi dari sebuah pabrik biasanya berasal dari pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar batu bara yang lebih murah dibandingkan dengan energi lainnya. Oleh karena itu penggunaan pembangkit listrik tenaga uap yang lebih minim akan membantu mengurangi penggunaan batu bara untuk menghasilkan energi sehingga semakin sedikit polusi yg dihasilkan pabrik tersebut.

Cara yang bisa dilakukan untuk melakukan penghematan energi ini adalah dengan cara melalui audit. Audit dilakukan dengan mengecek semua proses dalam pabrik, apakah penggunaan energinya sudah efisien atau belum. Contoh dari unit yang perlu diperiksa antara lain adalah unit boiler, heater, air kompresor dan lain-lain.

Untuk menjalankan audit yang efektif dalam upaya penghematan energi ini cara yang dilakukan adalah dengan mengetahui apa saja peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam sebuah prosesnya dan berapa banyak energi yang harusnya dibutuhkan. Setelah itu dilakukan maka akan lebih mudah bagi perusahaan  untuk mengetahui efektivitas energi dan juga bagian mana yang perlu dibenahi sehingga penghematan energi bisa dilakukan dengan mudah.

Menggunakan Alat Baru

Hal selanjutnya yang bisa dilakukan oleh sebuah pabrik untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan adalah dengan membeli perangkat atau peralatan baru. Setelah dilakukan audit maka akan ditemukan satu atau lebih alat yang memiliki fungsi yang sudah tidak efektif. Fungsi dari alat ini masih bisa dijalankan tapi sudah tidak efektif. Seperti ayam petelur yang usianya sudah tua, ia masih bisa bertelur tapi kualitas telur dan jumlah telur yang dihasilkan tidak sesuai dengan jumlah pakan yang anda berikan.

Jika dalam audit ditemukan hal-hal seperti itu maka salah satu cara tepat untuk dilakukan adalah dengan melakukan penggantian alat. Alat baru akan membantu produksi perusahaan menjadi lebih baik dan lebih tinggi sehingga pengeluaran dan pemasukan yang dimilikinya lebih seimbang. Selain itu penggunaan alat baru juga tentu dapat membuat energi yang digunakan lebih efektif.

Alat baru yang akan dibeli bisa dipilih untuk menggantikan alat lama yang memiliki tipe sejenis atau bisa juga menggunakan alat dengan teknologi baru yang menawarkan penggunaan energi yang lebih bersahabat.

Daur Ulang

Limbah adalah salah satu masalah yang sangat mengganggu lingkungan hidup. Belakangan ini banyak orang yang melakukan protes mengenai seberapa buruk efek limbah pada lingkungan kita. Salah satunya adalah limbah plastik. Keberadaan dan pembuangan limbah secara tidak tepat menjadi salah satu hal yang menyebabkan terjadinya masalah lingkungan. Oleh karena itu, masalah limbah ini harus segera ditangani dengan melakukan daur ulang.

Daur ulang dari limbah dan juga hasil produksi dari pabrik merupakan salah satu langkah yang jitu dan nyata bagi sebuah pabrik untuk menjadi pabrik yang ramah lingkungan. Di luar negeri sudah ada banyak perusahaan yang menarik kembali produk limbah dari pabrik yang dimilikinya kemudian mengolahnya menjadi barang lain yang lebih berguna. Hal ini baiknya juga diterapkan di Indonesia.

Selain melakukan pengolahan terhadap produk atau limbah yang dihasilkan, pabrik juga bisa menggunakan produk-produk hasil daur ulang untuk membantu meningkatkan penggunaan sampah menjadi hal yang berguna. Jika hal ini bisa dilakukan maka langkah perusahaan atau pabrik untuk menjadi sebuah perusahaan yang ramah lingkungan akan menjadi semakin nyata.

Menggunakan Energi Yang Bisa Didaur Ulang

Selain material hasil produksi, penggunaan  produk daur ulang juga menjadi salah satu hal yang dibutuhkan sebuah pabrik agar menjadi ramah lingkungan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, banyak pabrik yang menggunakan energi yang tidak bisa di daur ulang, contohnya adalah energi dari batu bara.

Energi dari batu  bara adalah salah satu energi yang cukup murah sehingga sering kali digunakan sebagai salah satu sumber energi dalam jumlah yang besar. Tidak bisa dipungkiri, pabrik adalah sebuah entitas dalam lingkungan sosial yang membutuhkan energi yang sangat besar. Oleh karena itu mereka sering kali menggunakan sumber energi berupa batu bara untuk mengurangi biaya operasional.

Meski bisa hemat dengan batu bara, tapi juga ada banyak hal yang kurang baik yang dihasilkan pembakaran batu bara, yaitu selain ada banyak bagian bumi yang harus dibongkar, energi batu bara yang digunakan juga dapat menghadirkan polusi yang cukup membahayakan bagi kesehatan. Oleh karena itu alangkah baiknya jika pabrik selalu menggunakan energi yang asalnya dari hal-hal yang bisa di daur ulang seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air atau menggunakan cara lain yang lebih ramah lingkungan.

Untuk menjadi sebuah pabrik yang ramah lingkungan sebuah perusahaan memang perlu melakukan perubahan besar-besaran. Hal inilah yang sering kali menjadi pencegah para pemilik perusahaan untuk melakukan upaya nyata dalam membenahi perusahaan yang di pegangnya.

RMC dapat memberi solusi bagi kebutuhan Anda untuk mengubah pabrik Anda menjadi ramah lingkungan dengan penanganan yang tepat. Hubungi kami untuk lebih jelasnya.

Seberapa pentingkah menjaga kebersihan cooling tower itu? Untuk anda yang penasaran, berikut ini adalah ulasannya.

Mengenai Cooling Tower

Cooling tower adalah alat untuk menyalurkan udara panas ke udara. Biasanya alat ini menggunakan sistem evaporasi untuk menghilangkan panas sehingga udara dingin dapat masuk ke ruang yang dituju. Contoh dari penggunaan cooling tower adalah untuk AC, baik AC untuk perusahaan maupun untuk pabrik-pabrik.

Jenis dari cooling tower sangat banyak, ada yang besar dan ada juga yang kecil. Ukuran cooling tower yang kecil bisa cukup kecil sehingga aman untuk dipasang di bagian atap rumah. namun ada juga cooling tower yang ukurannya sangat besar. Biasanya cooling tower yang memiliki ukuran sangat besar ini memiliki bentuk seperti cerobong asap raksasa dan digunakan untuk kepentingan yang sangat besar seperti untuk pabrik-pabrik.

Pabrik adalah salah satu pengguna dari cooling tower yang sangat membutuhkannya, karena keberadaannya yang sangat penting ini membuat kebersihan dari cooling tower juga wajib untuk diperhatikan. mengapa? berikut ini adalah ulasannya.

1. Cooling Tower yang Tidak Dibersihkan Akan Mengandung Banyak Biofilm

Salah satu alasan mengapa cooling tower wajib dibersihkan secara teratur adalah karena adanya kemungkinan hidupnya biofilm di cooling tower. Biofilm adalah sebuah organisme atau mikro organisme yang dapat hidup di tempat lembab, biasanya jenis mikro organisme ini antara lain adalah bakteri, jamur dan juga ganggang.

Jenis mikro organisme ini sangat mudah dan dapat bertumbuh dengan cepat di lingkungan yang lembab seperti yang dimiliki oleh cooling tower. Salah satu tempat hidup dari mikro organisme yang paling disukai di cooling tower adalah pada bagian cooling water yang dimilikinya.

2. Fungsi Cooling Tower Dapat Menurun

Alasan lain mengapa cooling tower perlu dibersihkan secara teratur, ada hubungannya dengan efektivitas penggunaan dari cooling tower itu sendiri. Cooling tower merupakan sebuah alat yang bekerja dengan menggunakan panas, yaitu dengan sistem evaporasi. Karena bekerja dengan panas maka adanya gangguan akan menyebabkan penggunaannya energinya tidak bisa efektif.

Gangguan-gangguan yang  ada di dalam cooling tower juga diperparah dengan adanya biofilm yang tumbuh berkembang dengan bebas jika cooling tower tidak dibersihkan. Makin banyak mikro organisme yang mengganggu cooling tower maka makin rendah efektivitas dari fungsi cooling tower. Selain itu, keberadaan biofilm pada cooling water juga akan membahayakan karena dapat mengontaminasi udara.

3. Mencegah Pertumbuhan Legionella

Salah satu jenis biofilm yang sangat membahayakan yang bisa tumbuh di cooling tower adalah bakteri Legionella. Bakteri ini adalah bakteri yang dapat menyebabkan masalah pernafasan. Biasanya orang yang terkontaminasi bakteri ini cepat atau lambat akan mengalami infeksi saluran pernafasan akut. Jika keberadaannya terus menerus dan tidak segera diatasi maka bisa jadi orang yang mengidap penyakit ini dapat meninggal dunia.

Penyakit dari bakteri Legionella ini awalnya ditandai dengan gejala batuk ringan. Setelah itu penderita akan mengalami demam dan juga pneumonia. Penemuan bakteri yang hidup di cooling tower ini sudah terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dahulu pada saat belum banyak orang sadar dengan masalah kebersihan dari cooling tower banyak pegawai dari perusahaan dan pabrik yang mengidap sakit yang sama yaitu sakit pernafasan dan akhirnya meninggal dunia karena penanganan yang tidak segera dilakukan.

Serangan dari bakteri yang hidup dari cooling tower yang kotor ini tidak terjadi secara langsung melainkan melalui proses yang panjang. Awalnya gejala akan ringan tapi lama kelamaan akan menjadi sangat berat. Bakteri ini menular melalui udara dan juga dari makanan minuman yang terhinggapi bakteri dari udara dari cooling tower yang kotor.

4. Agar Lebih Hemat Energi

Alasan selanjutnya mengapa pembersihan cooling tower adalah hal yang penting untuk rutin dilakukan adalah karena ini akan berpengaruh pada biaya pengoperasiannya. Cooling tower yang bersih dapat bekerja dengan energi yang lebih rendah, sedangkan cooling tower yang kotor membutuhkan energi yang lebih banyak untuk bisa beroperasi tapi hasil yang di berikan tetap tidak efektif.

Hal ini disebabkan terjadinya pengerakan pada permukaan unit pemanasannya sehingga makin banyak energi yang harus digunakan dalam penggeraknya. Jika dilakukan pembersihan secara rutin maka penggunaan energi yang makin efisien bisa didapatkan. Selain itu penggunaan energi yang efisien juga merupakan salah satu cara untuk mengubah perusahaan dan pabrik menjadi perusahaan yang ramah lingkungan.

5. Menghindari Korosi

Cooling tower digunakan untuk mengalirkan air ke dalam ruangan yang panas. Hal ini menyebabkan cooling tower memiliki banyak komponen mesin, jika tidak sering di bersihkan, maka air dari cooling water yang dialirkan ke ruangan dapat menyebabkan masalah. Salah satunya adalah korosi. Jika terjadi korosi bukan hanya penggunaan daya yang makin tinggi, komponen cooling tower  juga akan lebih cepat pensiun dari seharusnya.

6. Melakukan Overhaul

Overhaul adalah sebuah pembongkaran mesin. Hal ini dilakukan untuk mengecek apakah ada bagian mesin yang rusak sehingga dapat dilakukan langkah perawatan yang sepatutnya. Dengan membersihkan maka otomatis akan dilakukan overhaul juga karena bagian cooling tower dalam juga akan dibersihkan.

7. Mencegah Kerak Air

Air dalam cooling tower bisa memiliki banyak kandungan, baik kandungan organik dan anorganik. Membersihkan cooling tower akan membantu anda untuk mengendalikan kerak agar dapat mempertahankan efektivitas penggunaan cooling tower.

Jika perusahaan Anda membutuhkan solusi untuk pembersihan cooling tower, maka silakan hubungi kami. RMC sangat berpengalaman dalam hal ini dan juga menyediakan tenaga ahli maupun produk-produk yang efektif untuk pembersihan cooling tower.