Disinfektan Mengandung Bahan Kimia Yang Lebih Tinggi, Inilah Keunggulannya

Di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi, setiap orang tidak  hanya diwajibkan untuk saling berjaga jarak atau social distancing saja. Tetapi juga wajib untuk menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat guna menekan angka penyebaran dari virus tersebut.

Menjaga kebersihan diri  misalnya dilakukan dengan rajin untuk mencuci tangan menggunakan sabun. Namun selama berlangsungnya pandemi, penggunaan disinfektan menjadi sangat populer digunakan di berbagai tempat untuk disemprotkan pada berbagai benda mati hingga manusia pun juga turut disemprot dengan disinfektan ini.

Hal tersebut karena disinfektan dinilai efektif untuk bisa membunuh virus Covid-19 tersebut. Di mana biasanya disinfektan dipasang pada bilik-bilik atau di jalan yang secara otomatis akan menyemprot ketika sedang dilewati orang. Tujuannya tentu untuk membunuh virus-virus agar tidak menyebar ke tempat yang lain.

Disinfektan sendiri merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membunuh berbagai mikroorganisme, seperti virus, bakteri, dan jamur, yang ada di permukaan benda mati. Dan tidak seharusnya disinfektan ini dipergunakan untuk manusia hingga mengenai kulitnya. Di mana hal tersebut sangatlah berbahaya untuk kesehatan kulit karena bisa menimbulkan adanya iritasi.

Selain itu, pembersih berbahan alkohol pun turut dipilih untuk membersihkan berbagai peralatan dari virus dan kuman. Apalagi di tengah merebaknya Covid-19 saat ini. Di mana produk pembersih berbahan alkohol selalu menjadi buruan masyarakat. Misalnya saja seperti produk hand sanitizer yang bahan dasarnya adalah alkohol.

Sifatnya yang bisa membunuh kuman dengan kemasan yang praktis pun membuat hand sanitizer banyak diminati masyarakat untuk bisa membersihkan tangan di mana saja. Selain itu pembersih kaca mobil juga mengandung alkohol dan metanol. Lalu pada obat kumur yang mengandung sekitar 20 atau 25 persen alkohol.

Jenis-Jenis Disinfekton

Disinfektan yang banyak dimanfaatkan untuk membersihkan benda-benda yang sering disentuh oleh orang ini memiliki beragam jenis. Diantaranya sebagai berikut:

1.    Fenol

Fenol sendiri adalah bahan anti bakteri dengan konsentrasi yang mencapai 1 hingga 2% di dalam air. Fenol pun juga dikenal dengan nama kreolin dan lisol. Sifat dari Fenol ini sendiri memiliki aroma yang tidak sedap, bisa memunculkan iritasi, stabil, toksik, dan tahan lama. Fenol mampu untuk menghancurkan dinding sel dan pengendapan protein sel yang ada pada mikroorganisme. Sehingga bisa membuat mikroorganisme tersebut mengalami kegagalan fungsi.

2.    Klorin

Disinfektan jenis klorin ini mampu untuk menghambat terjadinya oksidasi glukosa yang ada di sel mikroorganisme. Di mana akan menghambat enzim-enzim yang turut ada di dalam metabolisme karbohidrat. Bahkan ada banyak jenis mikroorganisme yang bisa dibunuh dengan Klorin, seperti bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

3.    Iodin

Senyawa Iodin yang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan disinfektan adalah Iodofor. Iodin sendiri adalah jenis disinfektan yang dinilai efektif pada terjadinya desinfeksi air dengan skala yang kecil. Iodin ini bisa secara aktif untuk mematikan semua jenis sel bakteri, terkecuali untuk spora di mana Iodin tidak bisa aktif untuk membunuhnya. Selain itu Iodin juga bisa disimpan secara lama dan sifatnya stabil.

4.    Formaldehida

Jenis disinfektan ini mungkin masih terdengar asing, namun secara umum disinfektan ini lebih banyak diketahui dengan nama formalin. Formaldehida sendiri adalah jenis disinfektan yang sifatnya karsinogenik pada konsentrasi yang tinggi, tetapi tidak menimbulkan korosi pada logam. Yang mana di dalamnya terdapat konsentrasi efektif mencapai 8%. Di dalam penggunaannya, Anda haruslah berhati-hati karena dampaknya yang bisa membuat iritasi pada kulit, mata, dan juga pada pernapasan.

Keunggulan Disinfektan Dibanding Pembersih Berbahan Alkohol

Disinfektan ampuh sebagai cairan untuk membunuh virus, kuman, mikroorganisme, dan protozoa yang ada di permukaan benda mati. Walaupun disinfektan dan pembersih berbahan alkohol keduanya sama-sama mengandung bahan kimia, namun bahan kimia yang terdapat di dalam disinfektan secara umum konsentrasinya lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembersih berbahan alkohol. Itulah mengapa, disinfektan tidak dianjurkan untuk diberikan pada manusia karena berisiko tinggi. Berikut adalah beberapa keunggulan disinfektan dibanding pembersih berbahan alkohol.

1.    Mengandung Konsentrasi Biosida Yang Tinggi

Sama halnya dengan pembersih berbahan alkohol juga mengandung bahan kimia berupa biosida. Namun konsentrasi biosida pada disinfektan lebih tinggi. Sehingga, sangatlah efektif untuk mencegah munculnya bakteri dan mikroorganisme yang ada pada benda mati yang biasanya sering disentuh manusia.

2.    Dapat Merusak Sel Tubuh Kuman

Dengan menggunakan disinfektan, cairan ini lebih mampu untuk membunuh kuman dengan merusak sel tubuh kuman tersebut. Sedangkan pembersih berbahan alkohol seperti antiseptik yang banyak digunakan orang untuk membersihkan tangan sifatnya lebih kepada menghentikan maupun memperlambat pertumbuhan dari mikroorganisme.

3.    Mampu Mensterilkan Peralatan

Dengan menggunakan disinfektan, Anda akan bisa mensterilkan berbagai peralatan dari adanya bakteri, kuman, maupun virus. Yang mana hal tersebut jika menempel pada manusia bisa mengganggu kesehatan. Misalkan saja pada peralatan kesehatan yang menggunakan disinfektan ini untuk mensterilkannya agar ketika digunakan untuk menangani pasien sudah dalam kondisi yang higienis.

4.    Cepat Menghancurkan Tanpa Merusak

Karakteristik dari disinfektan yang ideal adalah cepat untuk menghancurkan virus, bakteri, protozoa, dan jamur, namun tanpa harus merusak benda-benda yang dikenai cairan tersebut. Sehingga, disinfektan tersebut tidak harus membuat Anda khawatir ketika menggunakannya untuk peralatan Anda.

Dengan demikian, penggunaan disinfektan ini lebih kuat karena mengandung konsentrasi bahan kimia yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembersih berbahan alkohol. Sehingga, penggunaannya pun harus lah dilakukan dengan hati-hati agar tidak terkena tubuh manusia yang sangat berisiko.

Sterilisasi Pesawat Sebagai Pemulihan Industri Penerbangan dari Dampak Covid-19

Pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintah selama pandemi Covid-19 menyebabkan turbulensi hebat bagi industri penerbangan. Berkurangnya jumlah penumpang secara drastis hingga refund tiket memicu kerugian yang cukup parah. Akibatnya, industri penerbangan harus melakukan perubahan besar-besaran untuk bertahan.

Lantas, sejauh apa dampak yang ditimbulkan Covid-19 terhadap industri penerbangan? Berikut rangkuman fakta yang dihimpun hingga pertengahan Mei 2020.

  1. Terburuk dalam kurun waktu 100 tahun

Maskapai penerbangan British Airways menghadapi situasi yang mereka anggap terburuk dalam kurun waktu 100 tahun. Salah satu maskapai internasional ternama ini terpaksa memangkas sampai 12.000 pekerjaan dari total 42.000 tenaga kerja.

IAG sebagai perusahaan induk mengungkapkan mereka akan melakukan restrukturisasi dan redunsansi hingga permintaan perjalanan pulih seperti 2019. Dalam hal ini, mereka pun menyiapkan solusi yang telah didiskusikan lewat konsultasi.

  1. PHK besar-besaran staf hingga pilot

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi juga di lingkup industri penerbangan. Masih dari British Airways, maskapai ini telah merumahkan puluhan ribu pegawai, termasuk pilot dan pramugara/i yang memegang peran penting dalam industri ini.

Serikat Pilot Balpa mengatakan keputusan tersebut membuat mereka terpukul. Brian Strutton selaku sekretaris menyampaikan bahwa kedatangan Covid-19 yang tiba-tiba membuat maskapai tidak siap dalam menghadapi badai dan terpaksa mendorong mereka mengambil keputusan-keputusan tadi.

  1. Ajuan kebangkrutan dari maskapai tertua

Kabar mengejutkan lainnya datang dari Avianca, maskapai penerbangan asal Kolombia yang mengajukan proteksi kebangkrutan ke pengadilan Amerika Serikat. Penyebab utamanya adalah tekanan berkelanjutan selama wabah Covid-19.

Salah satu maskapai tertua di dunia ini menutup operasinya per Maret 2020. Berkurangnya pendapatan hingga 80% membuat Avianca kesulitan memenuhi kebutuhan yang terus datang. Mereka juga jadi maskapai besar pertama yang jatuh di tengah pandemi.

  1. Menurunnya produksi katering hingga 97%

Di Indonesia, Covid-19 turut memukul Aerofood ACS yang selama ini mengurus katerig untuk maskapai penerbangan. Hal tersebut diungkapkan Sis Handaya Azis selaku Direktur Utama saat menyampaikan dampak dari pelarangan penerbangan komersial terhadap penjualan makanan.

Setidaknya 70% penjualan Aerofood ACS datang dari inflight food services, sementara sisanya dari industrial catering. Persentase yang cukup besar jelas merugikan usaha tersebut. Belum lagi adanya penurunan revenue hingga 97% dari berkurangnya jumlah penerbangan.

  1. Meminta bantuan kepada pemerintah

Sebelum situasi semakin parah, ACS telah mengajukan permintaan berupa insentif pajak kepada pemerintah pusat. Sis Handaya Azis berharap langkah tersebut dapat membantu meringankan beban mereka, terutama di sektor finansial.

Subjek insentif pajak yang mencakup PPN, PPh, hingga penghapusan sanksi atau bunga adalah beberapa hal yang diajukan kepada pemerintah. Bentuk keringanan lain yang diminta ACS adalah pajak restoran kepada pihak pemerintah daerah di Kota Tangerang.

Persiapan maskapai penerbangan saat new normal

Walau terseok-seok, maskapai penerbangan yang berhasil bertahan berupaya menyesuaikan diri dengan perubahan selama wabah Covid-19 belum berakhir. Salah satunya adaptasi dengan new normal atau normal baru yang sudah diterapkan beberapa negara di dunia.

Untuk menyongsong skenario tersebut, maskapai penerbangan melaksanakan persiapan supaya bisnis mereka kembali stabil. Mensterilkan pesawat adalah satu dari sekian langkah yang dilakukan agar penumpang bisa menikmati perjalanan tanpa mencemaskan tingkat penularan. Pihak maskapai pun menjaga kebersihan pesawat dengan:

  • Membersihkan kabin pesawat setiap malam

Dalam jeda penerbangan terbatas, awak kabin hanya membuang sampah dan kotoran lain di pesawat seperti biasanya. Akan tetapi di malam hari, kabin akan dibersihkan secara total dan menyeluruh. Pembersihan dilaksanakan pada setiap bagian meliputi kursi penumpang dan pilot, toilet, bagasi kabin, dan lain sebagainya.

  • Pemakaian disinfektan untuk proteksi dalam kabin

Sejumlah maskapai menyusun jadwal pembersihan menyeluruh untuk rutinitas bulanan. Dalam langkah ini, mereka menggunakan disinfektan yang dianggap mampu memberikan proteksi terhadap mikroba selama sepuluh hari. Disinfektan juga dipercaya sanggup melemahkan berbagai virus yang berpotensi menyerang kesehatan penumpang.

Maskapai pun memastikan disinfektan yang mereka pakai sudah memenuhi standar. Prosedur penggunaan dipenuhi supaya disinfektan tak mengganggu kenyamanan penumpang. Oleh karena itu, produk ini hanya diaplikasikan dalam jangka waktu tertentu.

  • Pengaturan aktivitas di kabin pesawat

Selain sterilisasi memakai disinfektan dan pembersihan menyeluruh, kebersihan dalam kabin juga dilakukan dengan mengatur aktivitas awak dan staf. Misalnya bergantian saat akan memakai kamar mandi. Dalam hal ini, pilot dilarang berbagi kamar mandi atau toilet seperti yang biasanya terjadi untuk menekan peluang penularan. Akan lebih baik kamar mandi untuk pilot dan penumpang biasa dipisahkan, termasuk untuk penumpang anak-anak.

Ketersediaan air bersih, sabun, dan hand sanitizer juga harus dijaga. Pasalnya prosedur kesehatan yang diterbitkan WHO mengharuskan keberadaannya untuk membersihkan tangan.

  • Cara menyediakan makanan dan minuman

Aspek terakhir yang harus diperhatikan maskapai penerbangan adalah cara mereka menyediakan makanan dan minuman kepada penumpang. Troli yang membawa makanan sebaiknya ditutup dengan lembaran plastik steril. Pasalnya, ada kemungkinan penumpang yang sudah terinfeksi menularkan virus saat menyentuh troli.

Kemudian, pastikan troli tak ditempatkan di sekitar kamar mandi atau toilet. Selain riskan terkena virus, posisi tersebut meningkatkan peluang kontaminasi bakteri pada troli atau makanan yang akan disajikan. Bersihkan troli sebelum maupun sesudah memakainya. Memang terkesan merepotkan, tetapi lebih baik daripada menjadi tempat penyebaran virus Corona.

Itulah dampak Covid-19 yang menimpa industri penerbangan hingga persiapan yang bisa dilakukan untuk menjalani new normal

Bagaimana Perusahaan Menerapkan New Normal untuk Menjaga Kesehatan Pegawai?

Meluasnya wabah Covid-19 membawa perubahan besar pada semua bidang dan sektor. Tidak sedikit pelaku bisnis dan profesional mengubah strategi hingga terpaksa menghentikan usahanya semenara.

Lantas, setelah pemerintah mengeluarkan new normal sebagai protokol terbaru dalam menjalankan aktivitas di tengah pandemi, sektor sosial-ekonomi perlahan bangkit. Kebijakan baru diberlakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus menggerakkan roda perekonomian yang sempat terpuruk. Lalu, bagaimana perusahaan beradaptasi dengan new normal tanpa membahayakan para pegawainya?

Langkah yang diambil perusahaan saat new normal

Memberikan pemahaman adalah langkah awal dan utama yang dianjurkan untuk perusahaan sebelum menerapkan new normal. Dimulai dengan informasi valid dan terkini seputar Covid-19 yang mencakup penyebaran virus, identifikasi gejala, hingga pencegahan yang bisa dilakukan untuk menekan penularan.

Kemudian, penerapan sistem untuk memantau dan melaporkan kasus Covid-19 akan membantu perusahaan dalam penanggulangan. Dalam hal ini, keberadaan teknologi akan menunjang dalam penyebaran informasi. Email, media sosial, dan aplikasi chatting adalah sejumlah platfom yang bisa dimanfaatkan mengingat kontak fisik berusaha untuk terus dikurangi.

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan perusahaan adalah pembentukan sebuah tim tanggap atau satuan tugas Covid-19. Tim tersebut harus terdiri atas pegawai-pegawai kompeten dan bertanggung jawab dalam situasi darurat. Begitu tim terbentuk, perusahaan dapat meneruskannya dengan mengimplementasikan kebijakan berikut untuk menjaga kesehatan pegawai:

  1. Menerapkan prosedur kesehatan

Langkah ini sudah menjadi standar yang wajib dilakukan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang menjalankan kegiatan di gedung bertingkat. Prosedur kesehatan untuk menghadapi Covid-19 pun sudah lama dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sejak jauh-jauh hari supaya dampak yang ditimbulkan tak semakin parah.

Perusahaan bisa menyesuaikan prosedur dari WHO sesuai aktivitas dan kebutuhan. Beberapa kebijakan kesehatan mencakup pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk gedung, wajib memakai masker, membersihkan tangan (dengan air dan sabun atau hand sanitizer), hingga pelarangan berkumpul atau berkerumun.

Physical distancing menjadi hal penting lainnya yang patut diikuti, yakni dengan menjaga jarak 1-2 meter dan memasuki ruangan secara bergantian.

  1. Rotasi pegawai atau kerja setengah hari

Dikenal dengan flexi work, rotasi atau shift pegawai adalah langkah yang sudah diambil sebagian perusahaan untuk mengurai kepadatan di kantor. Sistem rotasi dianjurkan untuk perusahaan yang memperkerjakan banyak pegawai, tetapi mempunyai ruang kerja terbatas.

Sebagai contoh, para pegawai dari divisi pemasaran masuk pada minggu pertama, lalu divisi teknologi masuk pada minggu berikutnya. Strategi lainnya yang bisa diambil perusahaan adalah menerapkan kerja setengah hari dengan meminta divisi yang mampu mencapai target untuk meneruskan tugasnya di rumah.

  1. Meneruskan program work from home

Mempertimbangkan risiko tinggi dan prospek yang mengabur, sejumlah perusahaan mengambil keputusan besar dengan penerapan work from home hinga akhir 2020. Salah satu contohnya adalah Twitter yang mengubah pola kerja akibat Covid-19. Perusahaan microblogging ini membebaskan para pegawai bekerja sampai waktu yang belum ditentukan. Lain cerita dengan Barclays dan Microsoft yang mengakhiri masa work from home pada Oktober 2020.

Work from home memang terdengar efektif, tetapi harus disesuaikan pula dengan tujuan serta strategi yang sudah disiapkan sebelumnya. Jika sebagian target sudah tercapai, perusahaan bisa mengaplikasikan work from home maksimal hingga akhir tahun, sementara yang kesulitan dapat mengambil opsi alternatif seperti pembatasan jam kerja dan flexi work.

  1. Menyediakan makanan sehat untuk pegawai

Perusahaan yang menyediakan kantin dapat menunjang kesehatan karyawan dengan mengganti menu. Sediakan makanan dan minuman yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Sabina Valentine selaku pakar nutrisi dari Universitas Alberta di Kanada mengungkapkan bahwa camilan sehat seperti potongan buah dan sayur termasuk yang direkomendasikan untuk dikonsumsi selama pandemi.

Konsumsi sayur dan buah yang kaya akan vitamin C serta vitamin A akan meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus stamina untuk beraktivitas sehari-hari. Dengan begitu, pegawai bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ingin dicapai.

  1. Mengelola pegawai dengan software

Pengurangan kontak fisik telah mendorong sejumlah perusahaan untuk menggunakan software khusus untuk mengelola kebutuhan pegawai. Misalnya memakai payroll untuk membayar gaji dan memberikan slip sebagai bentuk laporan. Beberapa software pun memungkinkan perusahaan untuk memantau daftar presensi dan absensi pegawai sampai jatah cutinya.

Selain praktis, pemakaian software secara tak langsung membatasi interaksi fiisk di antara pegawai. Mereka tak harus berhadapan langsung dengan HRD untuk mengurus gaji maupun cuti, karena data laporan akan dikirimkan lewat email.

Jangan lupa menjaga kesehatan mental para pegawai

Perubahan drastis yang terjadi akibat Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental pegawai. Tak sedikit orang yang semain stres hingga depresi karena tak sanggup menyesuaikan diri dengan perubahan. Maka dari itu, selain menjaga kondisi tubuh, perusahaan harus memastikan kesehatan mental pegawai dengan langkah-langkah berikut:

Kendalikan diri. Kontrol terhadap emosi dibutuhkan pegawai untuk bisa bekerja di tengah situasi yang tak terduga. Pastikan mereka mendapatkan jatah istirahat atau jeda yang cukup untuk membantu proses pengendalian;

Adaptasi dari pikiran. Menerima situasi adalah langkah dalam adaptasi yang sebaiknya dibenamkan para karyawan. Jika pikiran sudah stabil, tak akan sulit bagi mereka untuk bisa melanjutkan pekerjaan;

Sibuk yang produktif. Menyibukkan diri adalah langkah yang dianggap efektif untuk mengalihkan perhatian dari pandemi. Perusahaan pun sebaiknya menyiapkan kegiatan produktif agar hasilnya tak mengecewakan.

New Normal Berjalan, Ini Tips Menjaga Diri di Tempat Kerja dari Virus Corona

Setelah penerapan karantina mandiri (swakarantina) selama kurang lebih tiga bulan, pemerintah secara bertahap memperkenalkan new normal atau normal baru pada masyarakat. Gaya hidup ini hanya akan diterapkan sepanjang pandemi Covid-19 masih merebak dan sampai sekarang belum diketahui kapan akan berakhir.

Dalam new normal, masyarakat diizinkan menjalani rutinitas seperti biasa. Bedanya, ada protokol kesehatan yang wajib diikuti, termasuk pembatasan sosial yang diberlakukan masing-masing daerah. Dengan kata lain, Anda belum benar-benar bebas beraktivitas saat berada di luar ruangan. Di sisi lain menuruti aturan new normal akan membantu Anda dan orang-orang sekitar dari penyebaran virus.

New normal dan protokol yang diberlakukan

Apa Anda termasuk pegawai yang akan kembali ke perkantoran saat new normal berlangsung? Jika jawabannya ya, Anda diharapkan memahami dulu skenario yang disiapkan pemerintah tersebut.

New normal dirancang untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan dan sosial-ekonomi. Rencana implementasi new normal sendiri sudah diumumkan beberapa minggu lalu dengan studi epidemiologis sebagai bahan pertimbangan. Selain itu, new nornal tak akan serentak dilaksanakan di Indonesia mengingat setiap daerah mempunyai tingkat kesiapan berbeda yang terus dipantau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan daerah-daerah yang berhak mengaplikasikan new normal harus memenuhi R-naught di bawah 1 pada kawasan yang terpapar. Penurunan kurva, dukungan sarana serta prasarana, hingga SDM memadai adalah syarat-syarat lainnya yang wajib dipenuhi daerah yang bersangkutan.

Adapun protokol kesehatan yang harus dipatuhi seluruh lapisan masyarakat mencakup:

ï        Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah bepergian ke luar rumah atau menyentuh permukaan benda;

ï        Menahan diri untuk tak menyentuh area wajah, khususnya mulut, mata dan hidung. Apalagi kalau tangan maupun wajah sama-sama dalam keadaan kotor;

ï        Menerapkan etika bersin dan batuk di tempat publik dengan menutup hidung serta mulut memakai lengan atas bagian dalam. Tisu akan sangat membantu untuk menutupnya, lalu segera buang ke tempat sampah;

ï        Mengenakan masker saat bepergian meski hanya sementara. Perhatikan juga jenis masker yang dipakai, karena ada masker sekali pakai dan yang bisa dipakai berulang kali;

ï        Menjaga jarak dalam physical distancing minimal satu meter. Hindari pula tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan untuk mencegah kontak fisik;

ï        Mengisolasi diri secara sukarela apabila Anda merasa kurang enak badan atau sakit;

ï        Menjaga kesehatan tubuh dengan berjemur di bawah sinar matahari, rutin berolahraga, konsumsi makanan sehat, dan membersihkan diri.

Menjaga diri di tempat kantor saat new normal

Menyesuaikan diri di tempat kerja saat new normal memang terasa sulit di awal, sebab Anda belum bisa menjalankan kegiatan sebebas dulu. Namun, mengikuti aturan ini untuk sementara waktu akan menyelamatkan Anda dari peluang terjangkit Covid-19 sampai vaksin ditemukan. Lalu, apa saja cara-cara yang dapat dipraktikkan di kantor?

  • Mengatur jarak antar tempat duduk

Seperti yang disinggung, menjaga jarak menjadi salah satu poin dalam protokol new normal yang sebaiknya diperhatikan. Di perkantoran, para pegawai biasanya akan ditempatkan di satu ruangan sesuai divisi. Hal ini masih bisa dilakukan selama pandemi, tetapi dengan catatan adanya jarak yang dijaga antara satu tempat duduk dengan tempat duduk lainnya minimal satu meter.

Bukan hanya di dalam ruangan, physical distancing pun harus dilaksanakan di tempat ramai lain di kawasan perkantoran, misalnya saja kantin dan area parkir kendaraan.

  • Memakai alat makan masing-masing

Kantor umumnya menyediakan peralatan makan seperti piring, sendok, garpu, hingga gelas yang dapat dipakai bergantian oleh karyawan. Akan tetapi, pada masa pandemi seperti sekarang, Anda dianjurkan membawa alat makan sendiri dari rumah. Pasalnya membagi peralatan makan berisiko menularkan virus Corona.

Selain alat makan, barang-barang seperti sajadah, mukena, dan alas kaki sebaiknya tak digunakan bersama-sama sebagai pencegahan.

  • Menjaga jarak di tangga dan lift

Barangkali menjaga jarak di gedung bertingkat menjadi hal menantang. Pasalnya, perkantoran di kawasan ini selalu padat dan sibuk. Beberapa perusahaan pun mengakalinya dengan shift supaya volume lift maupun tangga berkurang hingga setengahnya. Upaya tersebut dibarengi pula dengan menjaga jarak saat masuk ke lift maupun menaiki anak tangga.

Ketika menggunakan lift, karyawan disarankan mengambil posisi saling membelakangi, sementara untuk pemakaian tangga diharapkan ada pembagian jalur agar tak saling berpapasan.

  • Membersihkan meja kerja secara berkala

Menjaga kebersihan selama pandemi harus diterapkan secara menyeluruh, termasuk pada meja kerja. Anda yang sering membiarkan meja berantakan harus mengubah kebiasaan saat new normal berlangsung. Mulailah dengan menata alat tulis, memilah barang yang sering digunakan, dan segera buang bungkus atau sampah ke tempatnya.

Jangan lupa untuk membersihkan permukaan meja, laptop, dan barang-barang lain memakai disinfektan yang disediakan kantor atau buatan sendiri.

  • Membawa masker dan hand sanitizer sendiri

Walau beberapa kantor sudah menyediakan masker dan hand sanitizer, ada baiknya Anda selalu membawa kedua benda tersebut dalam tas atau ransel. Langkah ini merupakan antisipasi apabila kantor kehabisan stok atau saat Anda harus bekerja di luar ruangan. Dengan begitu, kebersihan tubuh tetap terjaga selama beraktivitas.

Jangan lupa untuk mengganti masker secara berkala, lalu bersihkan wajah setelah memakainya sepulang Anda dari tempat kerja.

Demikian informasi seputar new normal dan penyesuaiannya di tempat kerja. Dengan informasi ini, Anda diharapkan lebih waspada dan mewawas diri selama beraktivitas di kantor. Sehingga peluang tertular bisa ditekan semaksimal mungkin.