Limbah cair

Limbah cair merupakan salah satu masalah utama sebuah pabrik atau perusahaan. Hal ini disebabkan karena limbah cair merupakan limbah yang sulit untuk diolah. Sering kali, limbah cair yg berbahaya dibuang begitu saja dan masuk ke lingkungan sekitar.

Keberadaan limbah yang masuk dalam saluran lingkungan inilah yang menyebabkan masyarakat menjadi resah. Untuk Anda pemilik pabrik atau perusahaan tertentu yang menghasilkan limbah cair dan masih bingung mengenai cara pengolahannya, berikut ini adalah beberapa teknik pengolahan limbah cair yang bisa Anda lakukan.

1. Dekomposisi

Salah satu cara untuk mengolah limbah pabrik adalah dengan mencoba melakukan dekomposisi. Dekomposisi adalah sebuah proses pengolahan limbah cair yang dilakukan jika material limbah adalah makanan dari mikroorganisme. Dalam proses ini akan dilakukan penambahan mikroorganisme ke dalam limbah cair yang memiliki kandungan makanan tersebut sehingga kandungan makanan akan dihabiskan oleh mikroorganisme.

Tujuan dari penambahan mikroorganisme pada limbah ini adalah untuk membantu menghancurkan, menghilangkan dan juga men-dekompomposisi kandungan organik yang ada di dalam limbah cair tersebut. Setelah dekomposisi berhasil dan selesai dilakukan maka air hasil dekomposisi tersebut bisa dimasukkan ke saluran pembuangan air biasa.

2. Filtrasi

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah limbah cair adalah dengan menggunakan cara filtrasi. Filtrasi adalah sebuah teknik untuk menyaring limbah air yang keluar dari pabrik. Proses ini bisa dilakukan dengan cara menyaring dengan menggunakan alat, menggunakan bahan kimia atau menggunakan proses flotasi.

Proses flotasi adalah proses penanganan limbah dengan mengapungkan partikel dalam cairan sehingga penanganannya nanti menjadi lebih mudah. Salah satu contoh filtrasi dengan proses flotasi pada limbah cair adalah proses penanganan limbah yang mengandung minyak, misalnya limbah restoran.

Di restoran, limbah cair akan di masukkan dalam sebuah alat yang fungsunya untuk memisahkan minyak dari air. Jika sudah terpisah maka minyak akan disalurkan ke tempat pembuangan tersendiri yang berbeda dengan tempat pembuangan air ke got. Untuk kebutuhan pabrik mungkin akan dibutuhkan proses yang lebih panjang dan lebih rumit. Tapi secara umum cara ini sangat mudah untuk dilakukan.

3. Penambahan Klorin

Selanjutnya proses pengelolaan limbah cair juga bisa dilakukan dengan penambahan materi kimia ke dalam limbah tersebut. Salah satu materi kimia yang bisa digunakan adalah klorin. Penambahan klorin juga bisa digunakan untuk mengatasi limbah yang memiliki kandungan organisme penyebab penyakit.

Klorin adalah salah satu senyawa kimia yang sangat populer untuk membantu memerangi bakteri dalam cairan. Misalnya, klorin paling sering digunakan untuk membunuh organisme berbahaya seperti  bakteri pada kolam renang.

4. Pengendapan

Proses selanjutnya adalah proses pengendapan. Proses pengendapan adalah sebuah proses yang dilakukan dengan menambahkan zat tertentu pada limbah. Proses pengendapan ini dilakukan jika komponen limbah dan air tidak bisa dipisahkan dengan mudah atau terlihat seperti benar-benar menyatu.

Jika hal ini terjadi maka proses pengendapan dengan bantuan zat kimia khusus akan sangat diperlukan. Biasanya, akan digunakan elektrolit utk melakukannya. Kandungan elektrolit berfungsi untuk mengikat zat berbahaya didalam limbah sehingga dapat terpisah dengan air secara sempurna. Tapi tentu saja ada banyak zat kimia lain yang juga ampuh, seperti yang diproduksi oleh RMC Indonesia.

Jika sudah mengendap maka air bersih yang dikeluarkan dari limbah bisa langsung keluar dan masuk ke saluran pembuangan air atau got.

5. Penyerapan

Selanjutnya adalah proses penyerapan. Proses penyerapan merupakan teknik yang dilakukan dengan menggunakan karbon. Dalam proses ini karbon berfungsi untuk menyerap zat yang tidak dibutuhkan di dalam limbah. Karbon yang biasa digunakan pada proses ini adalah karbon aktif. Setelah karbon menyerap zat tidak berguna maka sisa air dapat di salurkan ke tempat pembuangan umum.

6. Penyinaran

Selanjutnya adalah proses penyinaran. Biasanya proses penyinaran ini dilakukan jika limbah hasil dari pabrik memiliki kandungan organik yang tinggi. kandungan organik yang ada di dalam limbah bukan merupakan kandungan yang main-main.

Biasanya kandungan organik tinggi yang ada dalam limbah merupakan kandungan yang menyebabkan penyakit. Jika kandungan organik dalam limbah memang ada dan memiliki sifat yang berbahaya maka penyinaran adalah solusi yang paling mudah dan paling baik untuk dilakukan. Untuk melakukan penyinaran ini dibutuhkan sinar ultra violet dalam jumlah besar.

7. Penyisihan

Ini adalah proses pengolahan limbah yang dilakukan untuk memisahkan zat limbah dari air. Biasanya proses ini dilakukan dengan cara oksidasi. Setelah dioksidasi, limbah dalam sebuah cairan dapat memisahkan dirinya sendiri, sehingga air bisa langsung dibuang ke saluran. Proses ini merupakan proses yang cukup mudah. Tapi bagaimanapun, baiknya adalah, setelah dioksidasi cairan hasil akhir dicek terlebih dahulu untuk mengetahui kondisinya apakah sudah sesuai dengan standar limbah yang aman untuk lingkungan atau belum.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *