Kebersihan merupakan salah satu hal yang sangat penting di era global seperti sekarang ini. Hal ini disebabkan karena saat ini lebih banyak orang menjadikan kebersihan sebagai salah satu faktor penting ketika akan membeli atau menggunakan produk dan jasa. Hal inilah yang menyebabkan kebersihan harusnya menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk Anda perhatikan termasuk kebersihan gudang. Berikut ini merupakan 4 Cara Untuk Menjaga Kebersihan Warehouse yang harus Anda perhatikan ketika Anda akan membersihkan gudang atau warehouse Anda. Apa saja caranya? Berikut ini adalah ulasannya.

Manfaat membersihkan warehouse

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kebersihan merupakan hal yang sangat penting di era modern seperti sekarang ini. Akan tetapi selain digunakan untuk memastikan konsumen mau menggunakan produk atau jasa yang Anda miliki, kebersihan juga sangat penting bagi performa warehouse Anda.

Kebersihan dari warehouse atau tempat penyimpanan barang merupakan salah satu indikator efektivitas dari gudang penyimpanan perusahaan Anda. Sebuah gudang penyimpanan yang kotor akan membuat area kerja dari para pekerja gudang menjadi berbahaya.

Salah satu contohnya adalah gudang tidak pernah di sapu dan ada plastik yang tidak terlihat, maka plastik ini bisa membuat pegawai gudang mudah terpeleset. Masalah kecelakaan kerja seperti ini bisa berakibat fatal untuk efektivitas kerja di gudang penyimpanan Anda.

Ketika bekerja mengalami trauma atau cedera, pegawai gudang ini tidak mungkin bisa menjalankan tugasnya. Izin mendadak dan tidak adanya persiapan personel yang kurang akan membuat gudang Anda pincang operasionalnya.

Inilah yang membuat kebersihan penting untuk meningkatkan produktivitas dan juga keamanan gudang penyimpanan Anda. Bukan hanya itu, gudang yang lebih bersih dan lebih sehat juga akan terlihat lebih terorganisir sehingga lebih mudah untuk melakukan transaksi.

Selain itu jika Anda tidak menjaga kebersihan gudang penyimpanan, maka peralatan-peralatan yang digunakan di werehouse ini juga lebih cepat rusak. Oleh karena itu pekerjaan bisa terganggu bukan? Nah untuk Anda yang ingin gudang Anda lebih sehat dan lebih bersih, maka berikut ini adalah empat langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu membersihkan gudang Anda.

Tentukan periode pembersihan gudang 

Jika Anda menginginkan gudang Anda lebih bersih dan lebih sehat, maka akan lebih baik jika Anda membersihkan gudang secara teratur. Membersihkan gudang secara teratur dengan aktivitas atau kegiatan pembersihan yang lebih kecil di setiap waktu yang telah ditentukan akan membantu meringankan kegiatan kebersihan.

Ketika akan membuat sebuah aturan kebersihan gudang, Anda harus tahu bahwa pekerjaan menjaga kebersihan ini pada sangat banyak jenisnya. Masing-masing pekerjaan pembersihan gudang ini memiliki kebutuhan dan bebannya sendiri. Hal inilah yang menyebabkan jenis-jenis kegiatan kebersihan ini harus dibagi berdasarkan kategorinya.

Anda bisa memiliki kategori kebersihan ini menjadi kategori kebersihan harian mingguan dan juga bulanan. Dengan memiliki kategori kebersihan ini, maka Anda bisa mendapatkan gudang yang lebih bersih dan lebih sehat setiap harinya.

Aturan-aturan untuk mengambil sampah saat melihatnya

Salah satu dari 4 Cara Untuk Menjaga Kebersihan Warehouse yang paling penting adalah dengan menjaga kebersihan di area kerjanya setiap waktu. Salah satu cara yang bisa Anda aplikasikan untuk memastikan karyawan Anda selalu menjaga kebersihan adalah dengan menggunakan aturan khusus. Anda bisa membuat aturan agar karyawan Anda mengambil sampah yang terlihat saat mereka beraktivitas.

Misalnya ketika karyawan Anda sedang bekerja memindah barang dari satu tempat ke tempat yang lain dan melihat sampah, buat aturan agar karyawan Anda segera mengambilnya saat tidak membawa beban apapun. Hal ini bisa membantu Anda menjaga kebersihan gudang penyimpanan barang di setiap momen.

Tentukan pekerja yang bertanggungjawab dengan kebersihan masing-masing area 

Cara lain yang cocok untuk membantu menjaga kebersihan gudang penyimpanan ini salah satunya adalah dengan membagi area kebersihan di gudang yang Anda miliki. Gudang penyimpanan Anda pasti memiliki ukuran yang sangat luas bukan? Jika seseorang ditugaskan untuk piket satu hari untuk seluruh gudang, maka hal ini akan memberikan beban berat pada pekerja tersebut.

Oleh karena itu, bagi gudang berdasarkan area atau wilayah. Lalu berikan tanggung jawab kebersihan pada masing-masing area pada pekerja yang berbeda. Hal ini akan membantu meringankan pekerjaan kebersihan di gudang Anda.

Sistem ini memiliki banyak kelebihan. Salah satunya adalah untuk memberikan tanggung jawab secara personal dan membuat karyawan tidak bergantung pada karyawan lainnya untuk masalah kebersihan. Selain itu pekerjaan dan beban menjadi lebih ringan sehingga karyawan lebih bersemangat untuk menjalankan kebersihan tersebut. Apalagi jika Anda memberikan reward kepada karyawan yang selalu menjaga kebersihan areanya dan memberikan punishment pada mereka yang lalai.

Tempatkan alat kebersihan di area yang mudah di jangkau 

Memastikan alat kebersihan di area yang mudah dijangkau juga merupakan salah satu cara yang terbaik untuk meningkatkan kebersihan dari gudang penyimpanan Anda. Dengan alat kebersihan yang mudah dijangkau, karyawan tidak akan merasa malas. Jadi siapkan area khusus untuk alat kebersihan dan pastikan penataan dilakukan dengan baik sehingga tidak merusak pemandangan gudang.

Penutup 

Membersihkan gudang merupakan salah satu hal yang sangat membutuhkan komitmen. 4 Cara Untuk Menjaga Kebersihan Warehouse di atas merupakan langkah yang bisa membantu Anda untuk membersihkan gudang dengan baik tanpa pekerjaan yang terlalu berat. Akan tetapi meskipun Anda sudah menerapkan langkah di atas tapi pekerja atau karyawan Anda tidak berkomitmen untuk melaksanakannya, maka langkah-langkah di atas akan terasa sia-sia. Oleh karena itu pastikan Anda membangun kedisiplinan dari karyawan dan juga pengawas lapangan sehingga masalah kebersihan gudang ini.

Coronavirus sudah menjadi pandemi yang tersebar luas hingga saat ini. Akibat dari pandemi coronavirus, berbagai industri di dunia mengalami berbagai perubahan. Perusahaan-perusahaan merupakan salah satu hal yang dipengaruhi oleh coronavirus. Mengingat bahwa coronavirus dapat menyebar melalui kontak antar manusia, maka perusahaan tentunya akan terpengaruh dengan cukup signifikan.

Perusahaan dan organisasi memiliki risiko yang cukup tinggi untuk kontaminasi massal dari coronavirus. Maka dari itu, penting bagi perusahaan untuk menerapkan beberapa hal yang dapat memastikan bahwa perusahaan tersebut bebas dari coronavirus. Inilah 8 cara yang bisa anda terapkan untuk membuat perusahaan anda aman dari ancaman coronavirus.

#1 Lakukan Disinfeksi pada Area Kerja Secara Teratur

Salah satu hal yang bisa anda lakukan untuk membebaskan perusahaan anda dari coronavirus ialah untuk melakukan disinfeksi pada area kerja tiap harinya. Anda bisa melakukan hal tersebut dengan cara membersihkan area kerja anda menggunakan air dan sabun. Setelah itu, anda bisa menggunakan disinfektan berbasis alkohol untuk membersihkan area kerja anda. Selain itu, anda juga sebaiknya membersihkan peralatan-peralatan dalam lingkungan kerja anda dengan disinfektan. Jangan lupa untuk mengenakan sarung tangan ketika anda sedang membersihkan area kerja anda.

#2 Bersihkan Tangan Anda Secara Rutin

Selain area kerja anda, anda juga harus membersihkan tangan anda dengan rutin. Tindakan sesederhana cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu bisa mencegah penularan coronavirus dengan sangat efektif. Anda bisa membersihkan tangan anda dengan cara mencuci tangan menggunakan air dan sabun. Selain itu, anda juga bisa menggunakan hand sanitizer untuk meminimalkan risiko kontaminasi coronavirus. Anda harus membersihkan tangan anda terutama setelah makan, setelah menggunakan kamar mandi, atau setelah batuk dan bersin.

#3 Batasi Akses Staff ke Tempat Kerja

Selanjutnya, anda sebaiknya membatasi jumlah staff yang bisa masuk ke dalam area kerja di dalam perusahaan anda. Hal ini dapat anda lakukan untuk meminimalkan risiko penularan coronavirus di tempat kerja. Selain itu, anda juga sebaiknya menghimbau staff perusahaan anda untuk tidak menggunakan alat bersama dengan sering. Contohnya, hindari penggunaan telepon atau keyboard bersama untuk mengurangi penularan dari virus ini.

#4 Pastikan Area Kerja Memiliki Ventilasi yang Baik

Hal lain yang bisa anda lakukan untuk membuat perusahaan anda bebas dari coronavirus adalah dengan menjaga ventilasi yang baik pada tempat kerja anda. Anda harus memastikan bahwa ada udara yang bersirkuluasi di dalam tempat kerja anda. Seperti yang anda ketahui, ruangan tertutup meningkatkan risiko penularan coronavirus. Maka dari itu, anda sebaiknya membuka beberapa jendela di area kerja perusahaan anda. Dengan begitu, anda bisa mengeliminasi risiko penularan coronavirus.

#5 Pastikan Staff Menggunakan Masker

Penggunaan masker dapat menurunkan risiko penularan coronavirus dengan sangat signifikan. Maka dari itu, anda harus memastikan bahwa setiap staff perusahaan anda mengenakan masker setiap saat di dalam lingkungan kerja. Selain itu, anda juga harus menghimbau staff perusahaan anda untuk mengenakan masker setiap saat ketika di luar rumah, terutama ketika staff perusahaan anda harus naik transportasi umum untuk mencapai tempat kerja. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko penularan coronavirus dari manapun.

Selain menggunakan masker, staff perusahaan anda juga harus dihimbau untuk mengikuti protokol kesehatan berupa social distancing. Maka dari itu, anda harus memastikan bahwa kantor perusahaan anda juga menerapkan aturan social distancing di lingkungan kerja. Pastikan bahwa staff anda tidak berdekatan ketika mereka sedang bekerja. Hal ini akan menurunkan risiko penurunan coronavirus dengan cukup signifikan.

#6 Gunakan Sarung Tangun Sekali Pakai

Selain penggunaan masker, penggunaan sarung tangan sekali pakai juga akan sangat bermanfaat dalam menurunkan risiko penularan coronavirus. Sarung tangan sekali pakai bisa sangat bermanfaat ketika digunakan dengan benar. Sarung tangan jenis ini mampu menurunkan transmisi coronavirus ketika anda harus memegang barang-barang di dalam kantor. Maka dari itu, anda juga harus menghimbau staff perusahaan untuk menggunakan sarung tangan sekali pakai.

Sarung tangan sekali pakai dapat digunakan saat melakukan beberapa hal. Contohnya, anda sebaiknya mengenakan sarung tangan sekali pakai ketika anda sedang membersihkan barang-barang pribadi anda. Selain itu, saat anda memegang barang-barang kantor yang digunakan bersama-sama, sarung tangan sekali pakai juga bisa sangat berguna. Dengan begitu, anda bisa mengurangi risiko kontaminasi barang-barang terhadap coronavirus.

Setelah digunakan, masker dan sarung tangan sekali pakai harus dibuang dengan benar. Anda harus memastikan bahwa pembuangan masker dan sarung tangan sekali pakai tidak digabung dengan pembuangan sampah kantor lainnya. Dengan begitu, sampah yang infeksius tersebut bisa diproses dengan benar untuk mengurangi risiko penularan coronavirus dalam lingkungan kerja.

#7 Himbau Staff untuk Kerja dari Rumah

Banyak sekali perusahaan di luar sana yang sudah menerapkan kerja dari rumah. Ketika staff perusahaan anda tidak terlalu perlu untuk datang ke kantor, maka pekerjaan bisa dilakukan dari rumah saja. Berkat teknologi, hal ini menjadi sangat mungkin. Maka dari itu, anda sebaiknya mempertimbangkan untuk menerapkan kerja dari rumah secara online.

Staff perusahaan anda bisa dengan mudah berkomunikasi dengan satu sama lain melalui internet. Bahkan, rapat yang melibatkan banyak orang juga sudah bisa dilakukan secara online. Tentunya, dengan bekerja dari rumah, anda bisa menurunkan risiko penularan massal dari coronavirus.

#8 Lakukan Disinfeksi Berkala dari Permukaan di Tempat Kerja

Terakhir, anda bisa melakukan disinfeksi secara berkala dari permukaan-permukaan di lingkungan kerja anda. Anda bisa membersihkan meja maupun permukaan-permukaan lain yang bisa terkontaminasi dengan coronavirus. Pembersihan bisa dilakukan dengan cairan disinfektan berbasis alkohol yang sudah cukup efektif untuk menghilangkan coronavirus. Itulah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk memastikan bahwa perusahaan anda bebas dari coronavirus.

Pandemi COVID-19 merupakan sesuatu yang sudah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan kita. Karena virus Corona mampu bertahan di udara, maka kita harus bisa selalu waspada dimanapun kita berada. Terlebih lagi, sekarang kita mengetahui bahwa virus COVID-19 akan lebih mudah menular pada ruangan yang sirkulasinya tidak baik seperti ruangan yang tertutup. Mengingat bahwa ruangan dengan pendingin atau AC merupakan ruangan yang tertutup, kita harus bisa mencari cara untuk mencegah penularan virus ini pada ruangan ber-AC.

Hubungan Antara Virus COVID-19 dengan Ruangan Ber-AC

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai cara mengamankan ruangan dengan pendingin dari COVID-19, anda harus mengerti hubungan antara virus COVID-19 dengan ruangan ber-AC. Dengan begitu, anda akan mampu memahami mengapa mengamankan ruangan yang ber-AC menjadi sesuatu yang sangat penting untuk anda lakukan. Untungnya, kami akan menjelaskan kepada anda segala sesuatu yang perlu anda ketahui mengenai hal tersebut.

Virus COVID-19 merupakan sebuah virus yang baru. Karena hal tersebut, masih banyak hal yang belum kita ketahui mengenai virus ini, termasuk cara penularannya. Namun, ada sebuah hasil studi di Tiongkok yang menunjukkan bahwa ada kemungkinan virus COVID-19 mampu menular pada tempat yang memiliki sirkulasi udara yang buruk. Dalam penelitian ini, terdapat 67 orang penumpang di dalam sebuah bus, dimana 1 orang di dalam bus tersebut terinfeksi COVID-19. Hasil akhirnya ialah 24 orang di dalam bus tersebut terinfeksi dengan COVID-19. Setelah diteliti, ternyata orang-orang yang duduk di samping jendela bus yang terbuka tidak tertular dengan virus ini. Hal ini menunjukkan bahwa virus ini lebih mudah menginfeksi pada area dengan sirkulasi yang buruk.

Seperti yang kita ketahui, ruangan ber-AC pasti merupakan ruangan yang tertutup. Artinya, ruangan dengan pendingin juga tidak akan memiliki sirkulasi yang baik. Hal ini disebabkan karena pendingin di dalam ruangan akan mensirkulasikan udara yang sama. Apabila ada virus COVID-19 di dalam ruangan dengan pendingin tersebut, maka virus tersebut akan terus bersirkulasi di dalam ruangan tersebut. Akibatnya, orang-orang di dalam ruangan akan lebih mudah tertular dengan virus COVID-19. Sayangnya, masih banyak dari kita yang harus beraktivitas di dalam ruangan ber-AC dengan banyak orang. Maka dari itu, penting bagi anda untuk mengetahui cara mencegah penularan virus COVID-19 di dalam ruangan dengan pendingin.

Membuka Jendela Sebagai Solusi

Seperti yang sudah anda ketahui, akar dari permasalahan penularan virus COVID-19 dalam ruangan ber-AC ialah sirkulasi udara yang buruk. Maka dari itu, untuk membuat ruang dengan pendingin tetap aman dari COVID-19, maka anda perlu meningkatkan sirkulasi udara dalam ruangan tersebut. Dengan membuka jendela di dalam ruangan anda, maka udara yang sama tidak akan berputar-putar di dalam ruangan tersebut. Dengan begitu, apabila ada virus di dalam sirkulasi udara, virus tersebut bisa keluar dengan adanya sirkulasi udara yang baik. Namun, membuka jendela bukan satu-satunya solusi yang bisa anda lakukan untuk mencegah penularan COVID-19 pada ruangan tertutup dengan pendingin.

Menjaga Jarak di dalam Ruangan

Walaupun anda sudah membuka jendela di dalam ruangan ber-AC anda, anda harus tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan lainnya. Maka dari itu, sangat penting bagi anda untuk bisa menjaga jarak di dalam ruangan. Sebaiknya, anda tidak berdekatan dengan orang lain saat anda beraktivitas di dalam ruangan tersebut. Pastikan bahwa anda bekerja dengan jarak minimal 1 meter dengan orang di sekitar anda. Dengan begitu, risiko penularan virus COVID-19 akan semakin menurun sehingga anda bisa beraktivitas dengan tenang.

Selain menjaga jarak dengan satu sama lain, sebaiknya jumlah orang di dalam ruangan tersebut juga dibatasi. Dalam sebuah ruangan ber-AC yang tertutup, seharusnya ada regulasi mengenai jumlah maksimal orang yang bisa masuk ke dalam ruangan tersebut. Dengan begitu, anda akan terhindar dari keramaian yang tidak perlu. Keramaian dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19. Maka dari itu, sebaiknya penting bagi anda untuk membatasi jumlah orang yang bisa beraktivitas di dalam ruangan ber-AC tersebut.

Gunakan Masker Setiap Saat

Masker merupakan salah satu hal yang paling penting untuk anda gunakan selama masa pandemi ini. Meskipun anda sudah menjaga jarak, hal tersebut akan percuma apabila anda tidak menggunakan masker. Masker dapat membantu menyaring udara yang masuk ke dalam saluran pernapasan anda. Salah satu hal yang bisa disaring oleh masker ialah bakteri dan virus, termasuk virus COVID-19. Maka dari itu, sangat penting bagi anda untuk terus menggunakan masker di dalam ruangan yang ber-AC. Dengan begitu, risiko penularan COVID-19 akan menjadi semakin rendah.

Kebersihan Tangan Adalah Kunci

Terakhir, anda harus mengingat untuk selalu menjaga kebersihan tangan. Mencuci tangan merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk memutus rantai penularan COVID-19. Melalui kegiatan sederhana ini, anda bisa menghilangkan virus maupun organisme lain yang menempel di tangan anda. Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas apapun. Selain itu, anda juga harus menghindari memegang mata, hidung, mulut, ataupun daerah wajah lainnya, terutama ketika anda belum mencuci tangan. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko masuknya virus COVID-19 ke dalam tubuh anda. Melalui tips-tips tersebut, anda bisa membuat ruang dengan pendingin tetap aman dari COVID-19.

penghematan listrik kantor

Pengaturan pengeluaran dan pemasukan sangat mempengaruhi keberlangsungan bisnis yang dikelola. Bahkan pebisnis yang sudah berpengalaman di bidang ini kadang masih kewalahan saat kurang hati-hati saat menghitung biaya yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, Anda juga harus bijak saat mengambil keputusan alternatif untuk mencegah resiko besar, termasuk untuk penghematan. 

Pengelolaan konsumsi listrik di kantor 

Salah satu kebutuhan yang sering kali menguras biaya pengeluaran adalah konsumsi listrik. Perusahaan yang tergantung pada perangkat elektronik pastinya bakal membutuhkan sumber listrik yang tak sedikit. Di sisi lain, Anda juga harus menyiapkan biaya besar supaya aktivitas di kantor dapat berjalan lancar.  

Namun, bagaimana kalau perusahaan Anda sedang menghadapi kesulitan finansial? Menghemat pemakaian listrik adalah langkah yang bisa diambil, seperti yang dijelaskan berikut ini. 

  1. Memperbarui perlengkapan di kantor 

Tahukah Anda dengan mengganti perangkat seperti komputer, printer, maupun mesin fotokopi dengan model terbaru dapat menghemat konsumsi energi sampai 50-90%? Perbarui perlengkapan tersebut dengan jenis-jenis yang sudah menyertakan fitur hemat energi untuk menunjangnya. Beberapa produsen bahkan sudah menyertakan stiker khusus untuk memudahkan pencarian. 

Terus menggunakan perangkat keluaran lama justru akan menurunkan performa kerja, sementara daya listrik yang disedot justru semakin besar karena harus mengimbangi kinerja Anda. 

  1. Selalu mematikan perangkat di penghujung hari 

Langkah ini mungkin sudah sering Anda dengar. Sayangnya, masih banyak karyawan yang mengabaikan anjuran tersebut karena malas atau merasa bakal menimbulkan masalah besar. Kenyataannya, hal ini turut berkontribusi pada tagihan listrik yang terus naik. Oleh karena itu, biasakan mengingatkan rekan kerja untuk mematikan atau mencabut perangkat saat tak dipakai. 

Jika perangkat seperti laptop atau PC akan dilakukan seharian, aktifkan mode hibernasi alih-alih screen saver untuk menghindari pemborosan energi. 

  1. Beralih dari personal computer ke laptop 

Personal computer atau PC memang punya beberapa keunggulan, terutama dari segi aliran listrik yang stabil. Namun, konsumsi dayanya justru lebih besar karena listrik tak hanya masuk ke monitor, melainkan juga CPU, mouse, hingga speaker. PC ini pun akan membuat ruang kerja lebih sempit karena banyaknya perangkat yang ditempatkan. 

Anda bisa memberikan saran kepada perusahaan untuk membeli laptop yang konsumsi dayanya lebih sedikit apabila ada rencana penggantian perangkat elektronik. 

  1. Jangan nyalakan lampu saat cuaca cerah 

Selain dari perlengkapan kantor, pemborosan listrik bisa datang juga dari pemakaian lampu. Sejumlah orang masih memiliki kebiasaan membiarkan lampu menyala meski cuaca sedang cerah. Kebiasaan tersebut justru bakal membuat tagihan listrik melonjak drastis. Jika hal ini terjadi di kantor Anda, ada baiknya untuk mengubah kebiasaan sebelum pengeluaran semakin membengkak. 

Alih-alih menyalakan lampu, buka tirai jendela untuk membiarkan sinar matahari masuk. Gunakan lampu hemat energi jenis LED atau CFL untuk mengantisipasi konsumsi daya berlebih. 

  1. Memperhatikan saluran udara di ruangan 

Weather strip berfungsi untuk mencegah udara keluar dari ruangan ber-AC. Jika Anda tak menemukan weather strip, lakukan pencegahan dengan menutup rapat pintu ruangan supaya temperatur tetap stabil. Pasalnya, AC akan bekerja lebih keras saat ada pintu atau jendela yang terbuka dan tentunya bakal menggunakan listrik yang lebih banyak. 

Kemudian, cek saluran udara di ruangan. Pastikan tak ada kertas atau benda-benda lain yang menghalangi sistem. Dengan begitu, sirkulasi udara dalam ruangan tetap terjaga. 

  1. Sesuaikan konsumsi listrik dengan musim 

Indonesia memang hanya memiliki dua musim, tetapi perubahan cuaca yang terjadi secara tak langsung berpengaruh pada konsumsi listrik. Sebagai contoh, di musim kemarau, penggunaan AC akan lebih tinggi untuk mengatasi suhu yang panas. Sementara di musim hujan Anda bakal lebih sering memakai lampu karena cuaca yang mendung. 

Dengan mengenali karakteristik cuaca, Anda bisa mengakali pemakaian peralatan maupun alat-alat listrik di kantor. Sehingga konsumsi listrik tak berlebihan tanpa mengganggu kinerja karyawan. 

  1. Menggunakan energi hijau di tempat kerja 

Saran ini memang belum terlalu umum dijumpai di Indonesia, tetapi bisa Anda ajukan ke perusahaan apabila memungkinkan. Di Amerika Serikat, penyedia energi hijau termasuk program yang sudah terakreditasi pemerintah. Mereka menawarkan listrik bersih serta terbarukan yang berpotensi mengurangi emisi rumah kaca. 

Langkah ini bukan hanya menghemat konsumsi listrik di kantor, melainkan juga menekan dampak pemanasan global yang selama beberapa tahun terakhir kian mengancam kehidupan di Bumi.  

  1. Melangsungkan rapat atau pertemuan di pagi hari 

Apa kaitan di antara rapat dengan konsumsi listrik? Rapat yang diselenggarakan di siang atau sore hari ternyata menyebabkan jejak karbon yang cukup banyak dan berkaitan dengan pemborosan energi. Mengalihkan waktu pertemuan ke pagi hari dianggap akan mengurangi hal tersebut, karena Anda maupun klien tak akan menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. 

Selain itu, fokus Anda untuk bekerja di pagi hari masih kuat dan segar, sehingga kesempatan mempresentasikan gagasan di hadapan klien lebih maksimal dan mudah disimak. 

Untuk mewujudkan langkah-langkah di atas, dibutuhkan konsistensi dan tentunya kemauan dari masing-masing pihak. Jangan tunggu rekan kerja atau pimpinan untuk menginisiasi penghematan energi listrik. Anda dapat mengajukannya di pertemuan, terutama kalau rapat sedang membahas seputar pengeluaran biaya. Mulai dari hal-hal simpel yang bisa diikuti semua pihak, sementara yang cukup besar bisa didiskusikan dengan divisi tertentu. 

Itulah delapan cara yang bisa diaplikasikan untuk menghemat pemakaian listrik di kantor. Semoga bermanfaat untuk Anda! 

pembersihan alat listrik

Penggunaan alat listrik sudah menjadi kebutuhan di berbagai aspek kehidupan. Dari rumah tangga hingga yang lebih besar untuk keperluan industri. Kemudian, dibandingkan jenis alat lain, peralatan listrik mempunyai performa yang lebih cepat dan dapat meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, jenis alat seperti ini begitu diandalkan industri karena bisa membantu proses produksi yang tinggi maupun kegiatan lainnya yang membutuhkan kecepatan maksimal. 

Hal-hal yang perlu diperiksa sebelum pembersihan 

Alat-alat listrik di industri tentunya memiliki desain, fungsi, serta komponen yang lebih kompleks daripada yang Anda gunakan di rumah. Hal tersebut ditujukan untuk mengimbangi permintaan yang masuk dari klien maupun konsumen. Industri pun bakal lebih maju karena tak ketinggalan untuk berbagai hal dan mampu menghasilkan profit besar. 

Kendati begitu, keberadaan sumber daya manusia (SDM) masih dibutuhkan untuk melakukan sejumlah, salah satunya untuk merawat atau memelihara alat listrik. Bagaimanapun, peralatan ini merupakan produk yang dirancang manusia. Tanpa teknisi yang melakukan maintenance berkala, alat listrik sebagus dan secanggih apa pun akan berpotensi rusak. 

Teknisi atau pekerja yang diberikan tugas merawat alat listrik pastinya akan mengikuti setiap langkah dalam prosedur yang sudah diberlakukan. Pasalnya kalau sampai salah ambil tindakan, mereka akan menghadapi risiko seperti tersengat aliran listrik atau kecelakaan yang membahayakan nyawa. Lalu, apa saja hal yang sebaiknya mereka waspadai saat membersihkan alat listrik industri? 

  • Tumpukan debu dan kotoran  

Jangan sepelekan tumpukan debu dan kotoran pada peralatan listrik. Meski tampak sepele, keduanya merupakan faktor yang kerap menurunkan nilai ketahanan pada isolator. Akibatnya, alat listrik bakal mengalami masalah seperti short circuit atau ground fault. 

Teknisi profesional tentunya sudah menyadari risiko tersebut, sehingga tak pernah absen untuk membersihkan peralatan kelistrikan. Proses ini dilakukan secara mendetail, terutama pada kabel-kabel yang disambung serta bagian yang bertegangan. Penjadwalan yang dilakukan sebagian besar industri pun diharapkan dapat menekan risiko yang diakibatkan debu maupun kotoran. 

  • Jarak alat listrik dengan sumber air 

Sudah menjadi pengetahuan umum bila listrik dan air adalah dua komponen yang sebaiknya tak ditempatkan berdekatan. Namun, keteledoran di tempat kerja tak jarang mengundang bahaya yang berdampak pada reputasi industri.  

Oleh karenanya, sebelum memulai pembersihan, teknisi harus memeriksa bahwa alat listrik tak berada di sekitar atau berdekatan dengan sumber air. Jika peralatan sudah terlanjur kena air, ada baiknya untuk memutusnya dari aliran listrik. Gunakan perlengkapan kering dan tak menghantarkan listrik saat menangani alat-alat tersebut. 

  • Tingkat kelembapan di dalam ruangan 

Seperti air, tingkat kelembapan juga berpotensi menimbulkan kecelakaan kalau teknisi yang diterjunkan untuk maintenance kurang waspada. Mengapa? Ruangan lembap adalah salah satu musuh besar alat listrik, sebab dapat memicu short circuit dan ground fault. 

Dalam hal ini, teknisi perlu memastikan ruangan hingga perlengkapan perawatan yang digunakan benar-benar kering. Lakukan langkah serupa terhadap bagian insulator serta enclosure untuk mengurangi risiko kegagalan listrik yang umum disebabkan udara maupun suhu lembap. Setelah yakin tak ada air yang tersisa, pembersihan dapat dilakukan. 

  • Pemasangan sambungan listrik 

Hal selanjutnya yang wajib diwaspadai teknisi sebelum membersihkan alat listrik industri adalah pemasangan sambungan. Sambungan kurang kencang atau merenggang yang dibiarkan memicu masalah pada kegagalan skema kelistrikan. 

Bukan hanya itu, sambungan listrik yang kendur dapat menyebabkan overheating pada alat listrik yang bakal berbuntut pada korsleting. Faktor ini pula yang paling umum memicu kebakaran di pabrik kecil hingga besar. Jadi, teknisi pun perlu memperhatikan atau memperbaiki sambungan listrik saat melakukan pembersihan untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan terburuk. 

Panduan penggunaan alat listrik untuk pekerja industri 

Dengan mewaspadai hal-hal di atas, teknisi akan lebih cepat mengaplikasikan solusi dan bisa membersihkan alat listrik tanpa mengalami masalah lanjutan. Hasilnya, peralatan bisa dioperasikan dalam waktu lama. Kalaupun ada perbaikan atau penggantian komponen, langkah tersebut baru diambil saat alat harus segera diperbarui atau batas waktu pemakaian habis. 

Kewaspadaan pun tak hanya diperuntukkan bagi teknisi. Pekerja yang sehari-hari menggunakan alat listrik pun sebaiknya mengikuti panduan berikut agar tak celaka di tempat kerja: 

  1. Hindari penumpukkan stop kontak di satu sumber listrik. Walau hal ini sudah semakin jarang dijumpai di lingkungan industri, beberapa pekerja masih melakukan kebiasaan buruk tersebut dengan alasan praktis atau buru-buru. Padahal, langkah ini bakal mengundang risiko seperti tersetrum hingga korsleting dari beban listrik yang kurang stabil; 
  1. Hentikan penggunaan alat listrik apabila Anda menemukan kabel yang terkelupas atau terbuka meski sedikit. Putus aliran listrik, lalu minta teknisi untuk mengganti kabel tersebut dengan yang baru agar pekerjaan dapat segera diteruskan; 
  1. Steker yang dipakai untuk kebutuhan industri tak boleh longgar. Hal ini sering terjadi karena beberapa pekerja memaksakan diri menghubungkan alat meski lubang colokannya sempit. Jika dilakukan dalam waktu lama, elemen penghantar pada perangkat bisa cepat rusak serta mengurangi kapasitas peranan listrik; 
  1. Untuk instalasi listrik di luar ruangan, pakai steker khusus yang tertutup rapat dan terbuat dari material anti-karat. Selain menekan risiko rusak akibat perubahan cuaca, langkah ini pun akan mencegah kerusakan akibat gigitan binatang; 
  1. Jangan lupa untuk mencabut peralatan dari sumber listrik saat tak digunakan. Dengan begitu, tagihan listrik tak membengkak dan risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin. 

Selamat membersihkan alat-alat listrik untuk memperlancar dan mengoptimalkan kegiatan industri!

Pembersihan gedung dengan efektif tanpa menghambat aktivitas kerja perlu dilakukan. Kebiasaan higienis di lingkungan kantor penting sekali untuk kesehatan Anda beserta orang-orang yang ada di sekitar. Akan tetapi tidak sedikit pekerja yang bahkan tidak menyadari jika mereka mudah menyebarkan kuman dan bakteri berbahaya yang berasal dari toilet hingga ke seluruh ruangan kantor. 

Dimana kontaminasi bahkan bisa terjadi hanya lewat permukaan meja atau gagang pintu sehingga bisa saja mengakibatkan proses penyebaran virus atau kuman ke seluruh gedung. Bahkan hanya lewat beberapa jam saja, virus bisa ditransfer dengan mudah dan dapat dikontaminasi silang ke benda-benda lainnya atau lewat interaksi manusia. 

Pentingnya Kebersihan Tangan 

Kebersihan tangan merupakan hal terpenting yang bisa membantu meminimalisir proses penyebaran virus dan kuman yang ada di kantor. Bahkan beberapa pekerja mengaku langsung meninggalkan toilet dalam keadaan tangan tanpa dicuci terlebih dahulu, sebab fasilitas toilet yang tidak menyediakan alat kebersihan tangan memadai. Sebenarnya memberikan pengalaman di lingkungan toilet dengan baik bisa berdampak langsung terhadap perilaku kebersihan sekaligus bisa mengoptimalkan kebersihan di lingkungan industri atau perusahaan Anda. 

  • Tumbuhkan aktivitas mencuci dan membersihkan tangan dengan efektif melalui kampanye kesadaran serta pemberitahuan di tempat-tempat umum.  
  • Kontaminasi silang lewat kontak permukaan bisa meningkatkan resiko bersarangnya bakteri dan kuman. Anda mungkin sudah melakukan aktivitas bersih-bersih dengan rutin mulai dari membersihkan toilet, tapi Anda mungkin harus tetap mempertimbangkan kebersihan tangan dengan menyediakan sarana dispenser sabun tangan dan sanitizer tangan untuk meminimalisir terjadinya kontak 
  • Tangan yang lembab dapat menyebar sampai 1000 kali jumlah bakteri lebih banyak dibandingkan pada tangan kering. Tentu alangkah baiknya menyediakan fasilitas untuk kebersihan tangan secara terpadu. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, dengan ketersediaan alat pengeringan tangan, dispenser sabun tangan, tisu dan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan secara optimal. 

Menjaga Kebersihan Bilik Toilet 

Kuman bisa menyebar mudah lewat udara ketika toilet disiram langsung tanpa menutup bagian tutuan toilet. Bahkan dalam jangka waktu 60 detik saja proses pembilasan, maka toilet bisa langsung dipenuhi urine, kotoran, dan bakteri. Menekan keberadaan bakteri dan toilet yang terbentuk di toilet bisa membantu meminimalisir penyebaran kuman. 

Dudukan kursi pada toilet merupakan bagian yang paling sering dihinggapi kuman dan juga sebagai tempat terjadinya kontak permukaan tanpa bisa kita hindari. Oleh karenanya, dudukan pada kursi toilet wajib disterilkan dengan cara rutin untuk meminimalisir risiko terjadinya kontaminasi silang. Dalam hal ini Anda bisa mempertimbangkan penyediaan fasilitas pembersih untuk dudukan toilet agar mengoptimalkan standar kebersihan bilik toilet. 

Membersihkan Kaca Gedung atau Kantor yang Kotor 

Pemakaian kaca di gedung perkantoran dan ruang kantor tidak hanya untuk memaksimalkan pencahayaan secara alami di ruangan saja. Kaca juga berperan sebagai elemen penambah kesan artistic. Oleh karena itu, pembersihan kaca di dalam kantor dan gedung harus dilakukan dengan cara telaten supaya kilau alaminya selalu terjaga. Ada beberapa tips yang harus dilakukan untuk membersihkan kaca gedung kantor, diantaranya : 

  1. Hindari Membersihkan Kaca Saat Cuaca Sedang Cerah 

Tidak sedikit orang menganggap jika waktu ideal membersihkan kaca ialah ketika cuaca sedang cerah. Justru anggapan ini sangat keliru. Sebab cuaca yang cerah cenderung membuat cairan yang disemprotkan untuk membersihkan kaca mudah mengering bahkan meninggalkan noda atau kotoran yang sulit untuk dibersihkan. Jadi sebaiknya bersihkan kaca saat cuaca mendung supaya cairan pembersih tak mudah menguap. 

  1. Membersihkan Kotoran dan Debu Terlebih Dahulu 

Kaca gedung perkantoran yang sangat kotor akan terlihat berlumpur saat disemprot menggunakan pembersih kaca. Maka dari itu, sebaiknya awali proses pembersihkan kaca dengan cara menyingkirkan kotoran dan debu memakai vacuum cleaner atau kuas terlebih dahulu. Jika debu pada kaca menghilang, barulah Anda dapat melanjutkan ke proses pembersihan berikutnya dengan menyemprotkan cairan secara merata.  

  1. Pakai Wiper Untuk Memudahkan Pembersihan 

Mengelap kaca menggunakan lap terkadang tidak efektif untuk membersihkan kotoran, debu hingga sisa-sisa dari cairan pembersih yang menempel di permukaan kaca. Oleh karenanya sebaiknya pakai wiper untuk membersihkan kaca bagian atas sampai bawah. Persiapkan wiper yang ukuran gagangnya pas supaya dapat menjangkau kaca gedung yang posisinya tinggi atau rendah. 

  1. Lap Kaca dari Bagian Atas ke Bawah 

Membersihkan kaca tentu akan lebih mudah jika Anda  menyemprotkan larutan pembersih kaca dari kaca bagian atas. Sebab gaya gravitasi membuat cairan pembersih tersebut akan mengalir ke bagian bawah sesudah beberapa detik. Sehingga seluruh bagian pada kaca akan langsung terkena cairan secara merata. Oleh karenanya proses pembersihan akan berlangsung maksimal. 

Ruang Umum di Gedung Perkantoran 

Banyak dari kita yang sering mengabaikan ruang umum di dalam kantor, sebagai tempat yang berpotensi untuk menimbulkan terjadinya kontaminasi sehingga keselamatan dan kesehatan masyarakat bisa terancam. Seperti di bagian pintu masuk gedung perkantoran, bisa saja sebagai titik atau bagian pembawa kotoran yang berasal dari luar ke gedung kantor.  

Selain itu, tanpa disadari penggunaan alat-alat elektronik atau kelistrikan yang ada di gedung kantor maupun pabrik juga terkontaminasi oleh kotoran, debu dan lainnya, yang jika dibiarkan selain bisa mengancam kesehatan juga bisa merusak peralatan itu sendiri. 

Sebagai solusinya, Kami hadirkan Super Electrosafe sebagai solven siap pakai yang memiliki kekuatan dielektrik tinggi untuk memungkinkan pembersihan dilakukan secara live sehingga tidak mengganggu jam kerja atau proses operasional pabrik atau gedung perkantoran. 

Nah, super electrosafe ini disarankan untuk membantu membersihkan elektronik, alat-alat listrik, motor, serta degreaser karena mempunyai kekuatan dielektrik tinggi sehingga bisa mencegah terjadinya korsleting tanpa merusak bagian-bagian vital pada kelistrikan. 

Super Electrosafe adalah solusi membersihkan gedung dengan efektif tanpa menghambat aktivitas kerja Anda.  

Kontak kami untuk pertanyaan atau pemesanan Super Electrosafe

super electrosafe

tips aman pengunjung rumah sakit

Rumah sakit merupakan tempat layanan kesehatan yang sudah tentu dikunjungi oleh orang-orang yang mempunyai masalah kesehatan dengan harapan mendapatkan kesembuhan setiap harinya.

Tapi, tidak jarang beberapa di antara pasien setelah pulang dari rumah sakit malah mendapatkan penyakit yang baru. Bahkan mereka yang sehat pun cukup sering tertular penyakit setelah mengunjungi rumah sakit.

Maka dari itu, kebersihan rumah sakit menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, apalagi kebersihan pada ruang lingkup ruang perawatan pasien yang biasanya menjadi lokasi yang paling sering dan banyak dikunjungi. Jadi, resiko untuk menularkan penyakit maupun infeksi pada pengunjung tinggi di sana.

Tidak hanya kebersihan rumah sakit saja yang wajib untuk diperhatikan, melainkan kenyamanan pasien juga, terutama pasien yang menjalani rawat inap. Maka dari itu, mulai dari ventilasi udara, suhu ruang dan hal-hal lainnya harus dijaga dengan sebaik-baiknya untuk menjaga kondisi kamar tetap bersih. Selain itu, juga untuk menghindari bau yang tidak sedap.

Untuk menjaga kebersihan rumah sakit, terutama di ruangan pasien sendiri memiliki proses pembersihan yang dilakukan secara rutin. Cara pembersihan rumah sakit tersebut mulai dari membersihkan tempat tidur pasien, permukaan meja, sampai peralatan yang digunakan lainnya. Bagian lantai pun harus tidak luput untuk dibersihkan.

Lantai bisa dibersihkan menggunakan lobby duster lalu di pel setelahnya menggunakan mop microfiber minimal dalam satu hari adalah 2 kali. Sedangkan untuk ruang isolasi, mop yang digunakan membersihkan lantai harus berbeda dan disiapkan tersendiri.

Ini dimaksudkan untuk mengurangi penyebaran virus atau infeksi yang mungkin dapat terjadi kepada para pengunjung maupun petugas kebersihan rumah sakit sendiri.

Permukaan lingkungan rumah sakit juga harus diperhatikan kebersihannya. Biasanya ini akan dibersihkan dengan menggunakan larutan disinfektan seperti natrium hipoklorit atau klorin.

Sedangkan untuk area atau tempat yang sempit bisa menggunakan alkohol dan larutan peroksida dengan kadar 0,5 sampai 1,4% untuk ruang rawat inap dan 2% untuk ruang operasi. Lalu untuk membersihkan udara sekitar bisa dengan melakukan proses dry mist tingkatnya 5 – 35%.

Alat-alat pembersih lingkungan rumah sakit seperti kain pel, sapu ijuk serta pembersih kering lainnya sebaiknya berbeda atau sendiri tidak jadi satu dengan yang digunakan untuk membersihkan ruangan-ruangan di atas.

Hal itu karena bisa menyebabkan aerosolisasi dari kuman patogen sehingga nantinya bisa menimbulkan infeksi bagian pernapasan tubuh.

Tidak hanya itu, cara untuk menjaga kebersihan seperti bagian permukaan di rumah sakit perlu tingkat kesadaran dari semua orang yang berada di dalamnya baik pengunjung, tenaga medis maupun petugas kebersihan. Dengan begitu budaya hidup sehat dan bersih bisa diimplementasikan dengan baik dan benar.

Beberapa hal lain bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan rumah sakit. Misalnya saja tidak membuang sampah secara sembarangan. Kemudian meletakkan atau menata barang-barang yang ada sesuai dengan tempatnya sehingga bisa tertata rapi dan mudah untuk ditemukan ketika akan digunakan. Lalu memisahkan antara barang yang masih bersih dengan barang yang kotor.

Cara pembersihan rumah sakit seperti di atas memang sudah menjadi tanggung jawab bagi semua orang yang ada di sana, terutama bagi petugas kebersihan.

Kenyamanan serta jaminan kesehatan pada pasien bisa saja sangat tergantung pada kebersihan di lingkungan rumah sakit. Namun sebenarnya, kesehatan pengunjung rumah sakit tidaklah hanya menjadi tanggung jawab dari pihak tersebut, melainkan juga tanggung jawab dari diri sendiri. Pengunjung atau pasien yang datang ke rumah sakit haruslah juga mengetahui bagaimana cara menjaga diri mereka supaya tidak tertular penyakit ketika berada di sana.

Lebih utamanya lagi, sekarang sedang masa pandemi covid-19 yang rentan untuk terserang virus tersebut. Semua orang haruslah benar-benar memperhatikan kesehatan dan kebersihan dirinya. Terlebih jika terpaksa harus ke rumah sakit. Untuk menghindari tertular virus corona di rumah sakit, pengunjung perlu menjalankan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan dan diterapkan di sana.

Tidak hanya itu, pengunjung atau pasien rumah sakit juga bisa menerapkan beberapa tips yang bisa dilakukan saat akan berobat ke rumah sakit. Tips-tips tersebut adalah sebagai berikut:

Tips Aman Berobat Ke Rumah Sakit Pada Masa Pandemi Covid-19

1.      Membuat Janji Dulu Dengan Dokter

Sebaiknya sebelum Anda datang ke rumah sakit di masa sekarang ini, Anda membuat janji terlebih dahulu dengan dokter. Pastikan dahulu pula jadwal prakter dokter di rumah sakit yang akan Anda datangi. Jadi, nanti Anda bisa datang sesuai dengan waktunya tanpa harus menunggu antrean dan malah mempunyai risiko tepapar virus.

2.      Daftar Online

Biasanya jika berobat ke rumah sakit, Anda harus menunggu antrean yang cukup banyak. Namun, di masa pandemi ini sebaiknya Anda menghindari antrean yang tentunya akan banyak orang. Untuk itu sebelum ke rumah sakit, Anda bisa mendaftarkan diri dahulu secara online dan nantinya bisa langsung bertemu dengan dokter.

3.      Memakai Masker serta Membawa Hand Sanitizer

Menggunakan masker di tempat umum termasuk rumah sakit adalah hal yang diwajibkan saat ini. Hal itu untuk menghindari penularan virus lewat udara ataupun batuk dan bersin dari orang lain yang mungkin terpapar. Selain itu, untuk lebih menjaga kebersihan Anda dianjurkan untuk membawa hand sanitizer. Namun jika ada tempat cuci tangan dengan sabun, dianjurkan Anda sering mencuci tangan. Anda pun tidak dianjurkan untuk menyentuh benda-benda yang ada di rumah sakit karena bisa saja sudah terpapar droplet pasien terinfeksi.

4.      Menjaga Jarak Aman

Jaga jarak dan sebisa mungkin tidak berbicara dengan pasien lain juga sangat dianjurkan ketika di rumah sakit. Ini untuk menghindari terpapar virus dari droplet.

Demikian pembahasan mengenai cara pembersihan rumah sakit serta beberapa tips untuk Anda yang ingin mengunjungi rumah sakit di masa pandemi Covid-19 ini. Dengan kebersihan rumah sakit yang terjaga serta kemampuan pengunjung untuk melindungi diri sendiri, bisa mengurangi potensi penularan penyakit, virus, dan infeksi lainnya ketika berkunjung ke rumah sakit.

kebersihan rumah sakit

Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Tidak bisa dipungkiri bahwa di mana pun, kebersihan harus selalu diprioritaskan, tidak terkecuali di rumah sakit yang merupakan tempat yang seharusnya diperhatikan dengan baik akan kebersihannya.

Rumah sakit menjadi tempat di mana banyak orang menderita berbagai penyakit. Jika tidak dijaga kebersihannya, maka hal ini akan sangat membahayakan bagi seluruh pasiennya, tenaga medis, dan para pengunjung.

Lingkungan rumah sakit yang bersih akan sangat berpengaruh untuk meningkatkan kesehatan bagi para pasiennya. Karena rumah sakit menjadi tujuan bagi para pasien untuk mendapatkan kesembuhannya dan bisa hidup dengan sehat kembali. Bahkan dengan menjaga kebersihan secara baik, hal ini akan menjadi penentu dari mutu rumah sakit itu sendiri.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Rumah Sakit

Lingkungan rumah sakit yang tidak diperhatikan kebersihannya, maka tempat tersebut berpotensi untuk menjadi sarangnya penyakit dan sumber infeksi.

Bakteri yang ada mampu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya maupun dari satu pasien ke pasien lainnya. Oleh karena itu penting sekali agar seluruh fasilitas rumah sakit dijaga selalu kebersihannya.

Hal ini akan membantu di dalam mencegah penyakit maupun infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Semakin sedikit jumlah bakteri yang ada, maka semakin sedikit juga adanya risiko terinfeksi. Oleh karena itu, jika berada di lingkungan rumah sakit, baik pasien, tenaga medis, maupun pengunjung agar selalu menjaga kebersihan diri dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun.

Lalu agar bakteri tidak menular dari benda, maka sterilisasi pun harus rutin dilakukan. Ini menjadi langkah yang efektif untuk tetap menjaga rumah sakit selalu dalam kondisi yang bersih.

Mengutamakan Kenyamanan Pasien

Ada banyak pasien dengan berbagai penyakit yang menginap di rumah sakit. Untuk mendukung kenyamanan mereka selama berhari-hari menjalani perawatan di rumah sakit, maka kebersihan haruslah selalu diperhatikan dengan baik. Terutama pada kamar pasien, di mana pasien banyak menghabiskan waktu di ruangan tersebut.

Perhatikan selalu ventilasi udaranya agar sirkulasi udara bisa berlangsung dengan baik dan pasien tetap bisa menghirup udara yang segar. Selain itu dengan adanya ventilasi yang baik, hal ini juga akan membantu agar udara di dalam kamar tidak pengap. Lalu, kamar mandi di dalam ruang rawat juga harus selalu rutin dibersihkan dan jangan sampai menimbulkan aroma yang tidak sedap di dalam ruang rawat tersebut.

Kemudian dari tempat tidur pasien haruslah rutin untuk selalu mengganti seprai kasur dan sarung bantal dengan yang bersih. Begitu pun dengan perabotan yang ada di dalamnya, baik berupa meja, kursi, kulkas, lemari, dan sebagainya. Dengan selalu menjaga kebersihan ruang rawat pasien, hal ini akan membuat pasien nyaman berada di dalamnya dan mampu mendukung kesembuhannya.

Cara Menjaga Kebersihan Di Rumah Sakit

Siapa pun yang berada di rumah sakit tentu ingin segera keluar dari rumah sakit dalam kondisi yang sehat. Oleh karena itu, penting sekali untuk menerapkan cara menjaga kebersihan rumah sakit berikut ini.

1.    Jaga Tangan Agar Selalu Bersih

Tangan merupakan salah satu organ yang sering menyentuh berbagai benda. Dan tanpa Anda ketahui, benda yang Anda sentuh mengandung banyak bakteri yang sangat berbahaya jika sampai tangan Anda menyentuh wajah maupun orang lain.

Oleh karena itu, penting sekali untuk selalu menjaga kehigienisan tangan dengan rutin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan antiseptik. Karena saat Anda berada di rumah sakit mudah sekali untuk menjumpai antiseptik yang disediakan di setiap sudut untuk bisa digunakan oleh siapa saja agar terhindar dari bakteri.

2.    Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Kebersihan di lingkungan rumah sakit adalah tanggung jawab semua orang yang berada di lingkungan tersebut. Baik tenaga medis, pasien, maupun pengunjung. Jadi, pastikan Anda membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Karena pihak rumah sakit pastinya menyediakan tempat sampah di beberapa titik, bahkan memisahkannya menjadi beberapa jenis sampah.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya menjadi wujud kepedulian Anda pada lingkungan khususnya para pasien yang sedang menjalani proses penyembuhannya.

3.    Tidak Menggunakan Peralatan Milik Pasien

Pastikan Anda menghindari untuk menggunakan peralatan yang digunakan oleh pasien. Jika pasien menderita penyakit tertentu yang menular, maka hal ini akan sangat berbahaya. Pisahkan antara peralatan pasien, baik berupa piring, sendok, gelas, baju, dan sebagainya dengan peralatan untuk orang yang sehat. Hal ini dalam upaya agar Anda terhindar dari penyakit dan juga menghindarkan pasien dari bakteri dari Anda sendiri setelah berada di luar ruangan.

4.    Melepas Alas Kaki

Alas kaki tentunya sudah Anda gunakan dari rumah sampai ke rumah sakit. Dan sebelumnya alas kaki tersebut juga digunakan untuk bepergian ke berbagai tempat yang tanpa Anda sadari banyak bakteri yang menempel. Oleh karena itu, untuk menjaga agar ruang rawat pasien tetap bersih, maka saat Anda menjenguk, lepaslah alas kaki tersebut di luar ruangan.

Meski hal ini sering kali diabaikan, namun Anda bisa memberikan contoh yang baik dan sadar diri bahwa kesehatan pasien di dalam adalah hal yang utama. Sehingga kedatangan Anda dengan niat baik untuk menjenguk tersebut tidak menghadirkan penyakit lainnya untuk pasien.

Dengan begitu, untuk menjaga kesehatan bersama di lingkungan rumah sakit, maka kesadaran bersama untuk menjaga kebersihannya sangatlah penting. Hal ini tidak hanya akan mendukung kesembuhan bagi para pasien saja, tetapi juga memberikan suasana yang nyaman bagi siapa saja yang berada di lingkungan rumah sakit, baik tenaga medis maupun pengunjung. Bahkan dengan menjaga kebersihannya akan bisa membangun citra yang baik bagi rumah sakit itu sendiri.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau fase new normal perlahan tapi pasti diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk memasuki tahap ini pun bukan perkara mudah, karena pemerintah pusat maupun daerah memberlakukan PSBB selama kurang lebih tiga bulan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi penyebaran wabah Covid-19 yang kali pertama terdeteksi pada Maret 2020 di Indonesia.

Penerapan new normal di perusahaan

Secara garis besar, new normal merupakan pola kehidupan baru yang diterapkan setelah perubahan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Aturan ini boleh diselenggarakan saat sebuah daerah atau negara mampu menurunkan reproduction rate wabah secara signifikan. Dengan kata lain, lonjakan infeksi sudah tak terjadi lagi dengan peak-curve yang melandai.

Karena setiap daerah mempunyai risiko penularan dan pencegahan berbeda, penerapan new normal di Indonesia tak dilakukan serentak. Namun, beberapa sektor dan industri sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan tersebut. Salah satunya perusahaan-perusahaan yang merasakan efek besar selama pandemi berlangsung.

Seperti saat PSBB, penyesuaian kebiasaan selama fase new normal dilakukan sesuai kebijakan yang diatur masing-masing perusahaan. Berdasarkan Surat Edaran 8/2020 tentang Pengaturan Jam Kerja pada AKB Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19, karyawan yang kembali beraktivitas di perkantoran akan dihadapkan pada dua gelombang jam kerja.

Gelombang kerja satu berlangsung dari pukul tujuh pagi hingga tiga sore, sedangkan gelombang kerja dua dari pukul sepuluh pagi hingga enam sore. Pembagian tersebut bertujuan untuk mencegah penumpukan atau kerumunan di gedung perkantoran. Ada pula perusahaan yang masih menerapkan working from home untuk menekan risiko besar.

Strategi mengatur jam kerja selama new normal

Staf Human Resource atau HR menjadi salah satu pihak yang cukup dipusingkan dengan berbagai perubahan untuk menghadapi fase new normal. Supaya kegiatan perusahaan berjalan lancar seperti biasa tanpa mengorbankan kesehatan karyawan, berikut sejumlah strategi yang dapat diberlakukan dalam mengatur jam kerja.

  • Sistem masuk bergilir

Beberapa perusahaan yang membutuhkan keberadaan karyawan untuk mempertahankan bisnis. Untuk menekan kemungkinan terburuk, staf HR dapat memberlakukan jam masuk bergilir. Misalnya dengan meminta sebagian karyawan masuk kantor seperti biasa, sementara sisanya WFH dengan shift yang diberlakukan.

Ada juga cara membagi shift harian berdasarkan divisi. Sebagai contoh, divisi pemasaran masuk kantor dari Senin sampai Rabu, sementara divisi pemasaran bekerja dari Kamis hingga Jumat/Sabtu.

  • Flexiwork (bekerja fleksibel)

Pada sistem ini, karyawan yang mengatur sendiri jam kerja sesuai kemampuan mereka selama disetujui perusahaan. Misalnya, Anda mulai kerja dari pukul sembilan pagi hingga dua siang di kantor, kemudian melanjutkannya di rumah. Opsi lain adalah mengambil hari-hari tertentu di kantor, lalu sisanya WFH.

Flexiwork tak bergantung pada jumlah kerja, melainkan volume dan tujuan pekerjaan. Karyawan biasanya harus bisa mencapai target tertentu dalam hitungan minggu atau menyelesaikan request dari klien selama sekian hari.

  • Melanjutkan WFH

Seperti yang disinggung, work from home atau WFH menjadi opsi yang paling umum diambil perusahaan selama pandemi. Ada yang menerapkannya hingga akhir tahun, tetapi ada juga yang mengakhirinya begitu masuk fase new normal.

Kemudian seperti flexiwork, penerapan WFH juga memperhatikan kemungkinan tercapainya goals atau tujuan perusahaan. Apabila tujuan yang diinginkan ternyata lambat atau tak terealisasikan dari WFH, perusahaan dapat menggunakan work from office dengan mengikuti protokol kesehatan.

  • Mengandalkan teknologi

Bidang teknologi mengalami peningkatan pesat dalam penggunaan karena anjuran physical distancing untuk mencegah penyebaran virus. Staf HR dalam hal ini dapat mengandalkan aplikasi atau software untuk mendata kehadiran karyawan, cuti, hingga slip gaji. Selain lebih praktis, semua pihak yang terlibat tetap akan menerima laporan yang dibutuhkan.

Protokol kesehatan new normal di perusahaan

Jika Anda termasuk karyawan yang diharuskan masuk kantor selama fase new normal, pastikan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan perusahaan. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dilakukan karyawan agar terhindar dari penyebaran virus di lingkungan kerja:

  • Rutin mencuci tangan

Kebiasaan sehari-hari ini menjadi pencegahan utama selama wabah Covid-19. Sebagian besar perusahaan sudah menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun dan air bersih. Untuk jaga-jaga, bawa juga perlengkapan sanitasi sendiri seperti hand sanitizer. Dengan begitu, tangan Anda akan tetap bersih meski harus melakukan kegiatan di luar ruangan.

  • Mengganti jabat tangan

Jabat tangan merupakan bentuk formal di lingkungan perusahaan yang perlu dihindari saat wabah Covid-19 masih mengancam. Pasalnya, kemungkinan virus pindah melalui kontak fisik sangat besar. Perusahaan perlu menggantinya dengan hal baru yang mudah dilakukan, misalnya membungkik atau menyatukan kedua telapak tangan.

  • Gunakan disinfektan

Bukan hanya tangan, permukaan benda diketahui dapat menjadi tempat penularan karena virus Corona dapat tinggal di sana selama beberapa hari. Kandungan dalam disinfektan diketahui mampu merusak konfirmasi struktur sekaligus primer biomolekul pada virus Corona. Dengan demikian, kemungkinan penularan dapat diturunkan secara signifikan.

Meski begitu, Anda harus melakukan pembersihan dengan disinfektan secara berkala. Beberapa benda yang harus diperhatikan mencakup meja kerja, komputer atau laptop, telepon kantor, jendela, hingga sepatu. Semprotkan disinfektan pada permukaan benda, diamkan selama kurang lebih tiga hingga lima menit, lalu keringkan dengan lap bersih. Lakukan juga pada telepon genggam Anda, karena benda tersebut paling sering bersentuhan dengan tangan dan wajah.

Sekarang, sudah ada banyak produsen terpercaya yang menyediakan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus. Jadi, Anda tak akan kesulitan untuk membelinya.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

cara mensterilkan ruangan

Cara-cara mensterilkan ruangan dari virus perlu untuk diterapkan dimanapun agar bisa mencegah terjadinya penyebaran virus. Saat ini, salah satu virus yang ditakuti diseluruh dunia adalah virus corona. Penyebaran virus seperti virus corona ternyata bisa dicegah dengan menjaga kesterilan ruangan, diri, dan lingkungan.

Pentingnya Menjaga Ruangan Agar Selalu Steril

Ruangan pastinya ada dibangunan manapun, termasuk didalam rumah. Tentunya, kebersihan serta kesterilan ruangan perlu untuk dijaga untuk mengupayakan pencegahan adanya virus berbahaya didalam rumah. Sebagai lingkungan dimana kita selalu menghabiskan banyak waktu, tentunya cara mensterilkan ruangan dari virus pada rumah sangat penting untuk diterapkan.

Jika ruangan tidak disterilkan, maka bisa berpotensi menjadi tempat yang baik untuk virus berkembang. Tentunya hal ini tidak diinginkan mengingat akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan orang-orang disekitar. Frekuensi sterilisasi perlu ditingkatkan mengingat saat ini sedang terjadi lonjakan penyebaran virus corona.

Bagaimana Mencegah Penyebaran Virus?

Penyebaran virus terutama virus corona saat ini menjadi hal yang sangat dikhawatirkan oleh warga dunia. Tak hanya di Indonesia, berbagai negara lainnya pun sedang berjuang untuk melawan virus ini. Namun, tindakan pencegahan bisa dilakukan untuk menekan penyebaran virus sehingga Anda tidak perlu merasa panik berlebihan.

Salah satu tindakan utama yang ampuh mencegah penyebaran virus adalah dengan melakukan dekontaminasi dengan rutin melakukan sterilisasi pada berbagai ruangan dan barang-barang. Ruangan, kamar mandi, barang-barang, gagang pintu, wastafel, dan lain sebagainya merupakan hal yang perlu untuk disterilkan. Tentunya sterilisasi ini harus dibarengi dengan penggunaan masker dan rutin mencuci tangan untuk mencegah semakin banyak penyebaran virus.

Berbagai Cara Mensterilkan Ruangan Dari Virus

1.Ruang Tamu

Ruang tamu bisa menjadi salah satu tempat yang berpotensi untuk menjadi tempat berkembangnya virus. Hal ini dikarenakan ruang tamu merupakan tempat untuk menerima tamu darimanapun dan kapanpun. Tentu kita tidak mengetahui apakah tamu tersebut dalam kondisi sehat atau tidak. Oleh sebab itu, ruang tamu perlu untuk disterilkan.

Cara mensterilkan ruangan dari virus bisa dimulai dari menyemprotkan cairan disinfektan pada meja, kursi, dan benda-benda lain yang terdapat disana. Selain itu, lantai pun perlu rutin untuk dipel dengan dan akan lebih baik jika menggunakan cairan pembersih yang mempunyai sifat antibakteri.

2. Kamar Tidur dan Kamar Anak

Kamar tidur merupakan salah satu ruangan yang wajib untuk disterilkan karena bisa menjadi tempat bagi berkembangnya virus. Terlebih jika kamar tersebut ditempati oleh orang yang sedang sakit. Kamar anak pun sangat penting untuk dijaga kesterilannya karena anak-anak rawan terkena virus.

Rutin mencuci seprai dan direndam terlebih dahulu pada perendam yang mengandung anti bakteri bisa membantu mengurangi penyebaran virus. Selain itu, berbagai benda-benda yang ada di dalam kamar pun perlu untuk disemprot dengan menggunakan disinfektan. Pastikan juga Anda tidak menggantung pakaian kotor di kamar, langsung cuci untuk menghindari virus.

3. Kamar Mandi

Kamar mandi menjadi tempat yang rawan untuk penyebaran virus karena kondisi lingkungan yang lembab dan terkadang kurang bersih sangat disukai virus untuk tumbuh dan berkembang. Bagian-bagian penting yang perlu menggunakan disinfektan adalah wastafel, kran, shower, bathtub, toilet, dan berbagai benda lain yang terdapat didalam kamar mandi. Biasakan juga untuk tidak menumpuk pakaian kotor di kamar mandi dan langsung mencucinya untuk mencegah penyebaran virus.

4. Dapur

Dapur merupakan ruangan yang digunakan untuk mempersiapkan berbagai makanan yang nantinya akan disantap. Oleh sebab itu, selain orang yang menyiapkan makanan harus dalam kondisi yang sehat dan steril, kondisi dapur pun harus dijaga untuk dibuat sangat steril. Anda bisa memanfaatkan cairan disinfektan yang bersifat food grade untuk bisa membersihkan dapur beserta alat-alat dapur.

5. Ruang Makan

Pada ruangan ini tentunya merupakan tempat dimana Anda dan sekeluarga menyantap makanan. Virus bisa saja menempel pada makanan dan masuk kedalam tubuh apabila kondisi ruang makan tidak steril. Semprotkan cairan disinfektan pada meja makan untuk mencegah penyebarannya. Selain itu, Anda juga perlu menjaga kebersihan alat-alat makan yang digunakan.

Bagaimana Mengetahui Disinfektan yang Baik Untuk Sterilisasi Ruangan?

Disinfektan merupakan agen antimikroba yang biasanya dibuat dari cairan kimia untuk membunuh virus. Prinsip kerja disinfektan adalah dengan menghancurkan dinding sel virus dan membuat metabolismenya terganggu sehingga penyebaran virus bisa dicegah dengan penggunaannya.  Penggunaan disinfektan bisa dimanfaatkan untuk sterilisasi ruangan.

Untuk mengetahui disinfektan mana yang baik untuk sterilisasi ruangan tentunya disinfektan tersebut haruslah mempunyai kemampuan untuk membunuh virus dengan baik. Ada berbagai jenis bahan yang digunakan dalam bahan baku disinfektan, misalnya alkohol.

Alkohol merupakan salah satu disinfektan yang ampuh dalam membunuh virus. Namun tentunya, haruslah diolah langsung oleh perusahaan yang secara khusus memproduksi disinfektan agar kualitasnya terjamin. Untuk ruangan yang terdapat banyak alat makan, pastikan gunakan disinfektan food grade.

Hal yang Perlu Dilakukan Selain Sterilisasi Ruangan Untuk Terhindar Dari Virus

Selain ruangan yang perlu disterilisasi, Anda juga harus berada dalam kondisi steril. Misalnya saja menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Disarankan untuk lebih sering mandi, mencuci tangan dengan air dan sabun anti bakteri (jika tidak ada bisa menggunakan hand sanitizer), menggunakan masker, serta menerapkan pola hidup yang sehat untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik. Cara mensterilkan ruangan dari virus yang sudah disebutkan diatas bisa Anda coba untuk mengurangi penyebaran virus di lingkungan tempat Anda tinggal. 

Simak Produk Disinfektan RMI Disini