Pabrik di zaman modern sekarang memang  sudah memiliki lingkungan kerja yang jauh lebih baik dibandingkan pada masa revolusi industri dulu.

Meski demikian kebersihan pabrik tetap wajib untuk dijaga baik menjaga kebersihan dengan cara standar seperti membersihkan lantai dan perlengkapan produksi secara rutin, hingga membersihkan dengan metode khusus untuk menjaga sebuah ruangan tetap steril dan bebas kontaminasi misalnya dengan metode fumigasi.

Pabrik yang terjaga kondisi kebersihannya tidak hanya akan terlihat bagus bagi konsumen atau klien perusahaan yang melakukan kunjungan tapi juga bisa menjaga kesehatan dan keamanan para pekerja yang bekerja di dalam pabrik setiap hari. Berikut ini adalah beberapa area pabrik yang paling wajib untuk dibersihkan.

  1. Area kerja atau produksi

Yang pertama tentu saja adalah area yang digunakan untuk kerja karyawan dalam memproduksi produk pabrik tersebut. Area produksi adalah area utama di mana kegiatan produksi yang melibatkan mesin, alat-alat produksi, dan berbagai macam bahan mentah akan meninggalkan residu-residu yang jika tidak dibersihkan bisa menyebabkan masalah keselamatan.

Mesin-mesin yang mengeluarkan asap atau uap, penggunaan bahan bakar, sisa-sisa bahan produksi, permukaan lantai dan area kerja yang berminyak, semuanya harus dibersihkan setiap hari agar hasil produksi pun kualitasnya tidak terkontaminasi.

  1. Gudang

Gudang adalah area tempat penyimpanan hasil jadi produksi yang belum didistribusikan atau untuk menyimpan bahan-bahan yang akan digunakan untuk produksi.

Gudang juga digunakan sebagai tempat penyimpanan alat produksi dan juga aset yang dimiliki oleh pabrik. Dengan banyaknya barang yang ada di gudang wajar jika area ini mudah kotor, berdebu, penuh dengan serpihan-serpihan material, dan hal-hal lain yang mengganggu kebersihannya.

Gudang adalah area pabrik yang juga wajib untuk dibersihkan, pastikan lorong-lorongnya bebas dari kotoran dan minyak, serta pastikan suasana lingkungan di gudang sesuai dengan kebutuhan barang yang disimpan misalnya pengaturan suhu dan juga sirkulasi udaranya.

  1. Ruang penyimpanan dingin

Untuk bahan-bahan maupun produk tertentu dibutuhkan ruang penyimpanan khusus dengan suhu yang dijaga di tingkat yang rendah. Apakah ruangan yang dingin sampai titik beku pun juga harus dibersihkan?

Pada ruangan yang dingin pun kontaminasi tetap bisa terjadi. Tempat penyimpanan yang tidak dibersihkan juga bisa mengurangi daya pendingin yang bekerja menjaga suhu ruangan tetap rendah.

  1. Dinding, langit-langit, dan lantai

Ketika membersihkan area tertentu pada pabrik, tidak hanya lantai saja yang menjadi perhatian namun juga dinding dan langit-langit pun harus dibersihkan. Hal ini karena dinding dan langit-langit pun bisa terkontaminasi dengan debu, kotoran, minyak, abu bekas pembakaran, dan lainnya.

Ketika membersihkan dinding dan langit-langit bersihkan pula kacanya karena kaca yang kotor lama kelamaan akan makin buram dan menghalangi sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Ruangan yang minim matahari akan lebih lembab dan mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman.

  1. Area persiapan bahan produksi

Pada pabrik yang menggunakan bahan basah atau bahan organik untuk membuat produknya, maka akan ada risiko kontaminasi organisme seperti bakteri, jamur, dan juga kuman bahkan virus yang bisa tumbuh dari bahan organik tersebut.

Terutama untuk pabrik industri makanan, area persiapan pembuatan makanan harus dibersihkan yang biasanya dibutuhkan metode yang lebih mutakhir seperti misalnya melakukan fumigasi. Fumigasi dengan menyemprotkan bahan sanitasi berpartikel kecil bisa mematikan organisme kontaminator pada ruangan dan juga peralatan yang digunakan.

  1. Area kantor

Area kantor yang digunakan untuk manajemen pun juga merupakan tempat yang wajib untuk dibersihkan. Housekeeping yang digunakan untuk kantor bisa berbeda dengan yang digunakan pada pabrik di mana kegiatan produksinya berlangsung. Untuk membersihkan kantor cukup dengan menggunakan perlengkapan rumah tangga dan tidak dibutuhkan metode khusus untuk melakukannya. Asalkan dilakukan dengan rutin oleh staff yang profesional, kantor yang bersih pun bisa meningkatkan branding dari perusahaan.

  1. Area R&D

Area R&D (research and development) adalah area yang tidak kalah pentingnya untuk selalu dijaga kondisi kebersihannya. Terutama jika kegiatan R&D yang dilakukan melibatkan bahan-bahan kimia maupun bahan organik untuk menciptakan produk yang berkualitas tinggi. Bahan-bahan tersebut sangat mudah terkena kontaminasi apabila ruangan tidak dibersihkan rutin.

  1. Toilet

Toilet pada lingkungan pabrik adalah fasilitas sanitasi yang sangat penting untuk dijaga kebersihannya. Hal ini karena toilet di pabrik memiliki traffic yang cukup tinggi, artinya digunakan oleh banyak orang yang masing-masing membawa bahan kontaminasinya sendiri dan bisa tertular ke orang lain.

Maka dari itu petugas toilet harus menjaga kebersihan toilet, menyediakan sabun cuci tangan dan juga tisu atau mesin pengering tangan pada setiap toilet agar bahan kontaminasi tidak masuk ke dalam tubuh pekerja pabrik yang menggunakan toilet secara bergiliran.

  1. Area istirahat

Untuk para pekerja yang telah bekerja dengan giat tentunya pabrik memiliki tempat khusus untuk istirahat. Misalnya kantin atau kafetaria yang bisa digunakan sebagai tempat makan siang, atau ruangan khusus untuk pekerja yang ingin merokok. Area-area ini pun juga harus dibersihkan karena merupakan bagian dari pabrik dan jadi tempat aktivitas para pekerja.

Lantai tempat makan juga bisa berminyak karena kegiatan memasak, ruang merokok pun biasanya kotor dengan puntung rokok dan juga abu yang meleset dari tempat sampah yang disediakan. Untuk sanitasi dan kebersihan yang menyeluruh area istirahat tidak boleh ketinggalan untuk dibersihkan.

  1. Area luar pabrik

Tidak hanya area dalam pabrik, area luar pabrik pun juga harus dibersihkan. Misalnya pada area tangga, area pintu masuk, dan juga area loading barang. Jika tidak dibersihkan maka tentunya bisa mengganggu alur jalan orang yang sering kali sedang membawa barang dan bisa membahayakan.

kebersihan jendela

Kebersihan jendela dan atap – Menurut Anda mana yang paling bisa dipercaya untuk diajak bekerja sama, perusahaan dengan kantor yang memiliki jendela terlihat bening dan bersih atau perusahaan dengan kantor yang jendelanya tampak buram dan kotor?

Meski kinerja sebuah perusahaan memang tidak bisa dinilai semata-mata dari tampilan dari kantornya tapi perusahaan dengan jendela kantor yang tampak kotor dan jarang dibersihkan akan membuat perusahaan tersebut tampak kurang bisa dipercaya dan kurang bisa memberikan citra yang baik di mata orang yang melihatnya.

Berbeda dengan perusahaan yang memiliki kantor dengan jendela yang bersih, tampak bening dan berkilau karena rutin dibersihkan. Perusahaan ini akan memberikan citra yang baik dan terlihat prestige sehingga memberikan kesan pertama yang lebih baik.

Tidak hanya berdampak pada brand perusahaan. Kantor dengan jendela-jendela dan juga atap yang bersih memiliki efisiensi penggunaan energi yang lebih baik.

Selain itu biaya pemeliharaan juga akan lebih murah karena jendela dan atap yang dirawat secara rutin akan lebih awet dan tidak harus sering diganti karena rusak.

Untuk lebih lengkapnya berikut adalah pentingnya menjaga kebersihan jendela dan atap dalam dunia industri baik untuk perkantoran maupun pabrik produksi.

Menjaga Struktur Kaca Pada Jendela dan Atap

Meskipun tidak tampak dan memiliki fungsi sebagai pelindung ruangan dari hujan, sebenarnya kaca adalah bahan material yang juga memiliki pori-pori, sehingga jika jendela dan atap perusahaan menggunakan bahan kaca maka jangan beranggapan bahwa kaca tidak bisa menyerap bahan materi yang berada di lingkungannya.

Musuh utama yang bisa menyebabkan struktur kaca jadi rusak adalah karena pori-pori permukaannya menangkap bahan mineral yang keras dari bahan bangunan yang rontok di sekitarnya, oksidasi dari bahan metal yang dijadikan rangka jendela dan atap, kandungan asam pada air hujan, kandungan garam di udara jika perusahaan terletak dekat dengan laut, dan partikel-partikel lainnya yang bisa membuat kaca lama-lama jadi rapuh, kehilangan transparasinya, dan menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme.

Hal yang sama juga terjadi pada atap Anda. Atap memiliki pori-pori yang lebih besar dibandingkan dengan jendela kaca. Pori-pori pada atap bisa menangkap berbagai macam kotoran yang dibawa oleh air hujan, angin, reruntuhan tanaman, kotoran burung, dan sebagainya.

Air hujan bisa membersihkan sebagian besar kotoran pada atap dan jendela namun air hujan juga bisa meninggalkan residu yang membuat atap maupun jendela bisa ditumbuhi lumut dan jamur. Alga tumbuh dengan menggunakan bahan material pada atap sebagai makanannya sehingga alga yang dibiarkan tumbuh pada atap bisa membuat atap lebih rapuh dan mudah aus.

Membuat Penggunaan Energi Menjadi Lebih Besar

Kaca pada jendela dan atap berfungsi sebagai akses agar sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan dengan lebih maksimal, dengan demikian ketika siang hari, perusahaan Anda tidak harus menggunakan beban listrik yang besar untuk menyalakan lampu.

Sebaliknya apabila kaca kotor dan buram karena kotor, sinar matahari akan lebih sulit menembus ke dalam ruangan sehingga ruangan menjadi lebih gelap dan aktivitas yang dilakukan harus menyalakan lampu.

Selain berpengaruh pada penggunaan lampu, kaca yang buram akan memantulkan sinar matahari dan membuat bagian dalam ruangan menjadi lembab karena akses sinar matahari yang tertutup.

Ruangan kantor atau pabrik yang lembab akan membuat jamur dan lumut tumbuh lebih subur, bakteri dan virus berkembang biak lebih banyak, sehingga membuat bagian dalam kantor atau pabrik jadi lingkungan yang kurang sehat bagi manusia.

Mencegah Pengeluaran Besar untuk Memperbaiki yang Rusak

Seperti halnya tubuh manusia, seperti halnya mesin-mesin yang digunakan untuk operasional perusahaan, sesuatu yang dijaga dan dirawat secara rutin memiliki manfaat jangka panjang dengan tidak membuat Anda rugi karena harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan.

Objek yang jarang dirawat akan lebih mudah rusak dan biaya perbaikan untuk mengganti kaca jendela maupun atap yang rusak tidaklah mudah apalagi untuk skala industri.

Begitu jendela atau atap sudah mengalami retak maka akan sulit untuk dikembalikan ke keadaan semula. Padahal jendela atau atap yang sudah retak maka kemampuannya untuk berfungsi dengan baik akan menurun drastis akan makin menurun hingga akhirnya harus diganti.

Untuk menjaga kebersihan jendela dan atap pada skala industri maka sebaiknya gunakan jasa pembersih jendela profesional yang bisa mengerjakan pemeliharaan jendela dan atap pada fasilitas infrastruktur perusahaan Anda dengan metode yang lebih tepat.

Jasa pembersih jendela yang profesional tahu perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk membersihkan jendela dan atap pada gedung perusahaan Anda, kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembersihan, dan  teknik serta bahan pembersih yang bisa bekerja secara efektif dan efisien.

Seberapa seringnya jendela dan atap industri harus dibersihkan? Ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, yaitu:

  1. Tingkat polusi dan penyebab kotoran yang ada di lingkungan perusahaan
  2. Setelah terjadi kondisi cuaca tertentu misalnya setelah ada angin besar yang membawa debu dan puing-puing, setelah hujan badai, dan kondisi cuaca lain
  3. Perusahaan atau pabrik industri yang menggunakan banyak mesin biasanya jendela dan kaca gedungnya lebih cepat kotor dan berminyak
  4. Pabrik atau perusahaan yang berlokasi di daerah pantai harus lebih sering dibersihkan jendela dan atapnya karena kandungan garam di udara bersifat korosif.

Pentingnya membersihkan jendela dan atap pada dunia industri berpengaruh pada kredibilitas perusahaan di mata orang lain, penggunaan energi untuk operasional, dan juga budgeting untuk pemeliharaan infrastruktur.

kebersihan ruang kerja

Kebersihan ruang kerja itu penting. Apakah Anda mendapati karyawan yang bekerja di perusahaan Anda banyak yang sering izin sakit atau masuk kerja dalam kondisi yang tidak fit? Akibatnya tingkat produktivitas menurun dan target perusahaan jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicapai.

Banyaknya level absen karyawan tidak masuk karena sakit bisa jadi disebabkan karena kondisi ruang kerja di perusahaan yang tidak sehat dan kurang bersih.

Bahkan ketika ruang kerja di perusahaan Anda berada di gedung bertingkat dengan dinding-dinding yang tertutup dan jauh dari angin berdebu, kantor tetap harus dibersihkan secara rutin.

Kegiatan membersihkan ruang kerja juga sangat krusial bagi perusahaan produksi barang karena ruang kerja bisa terkena dampak dari residu-residu kegiatan produksi yang dilakukan di pabrik sehingga bisa menyebabkan gangguan masalah kesehatan pada karyawan yang menghabiskan waktu seharian untuk kerja.

Untuk membersihkan ruang kerja perusahaan, Anda bisa memperkejakan jasa bersih-bersih profesional yang menjadi bagian dari perusahaan Anda atau dilakukan secara outsourcing. Menggunakan jasa cleaning service secara outsourcing bisa jadi pilihan perusahaan kecil yang tidak membutuhkan departemen khusus untuk membersihkan ruang kerja. Selain itu bersih-bersih ruang kerja bisa dilakukan oleh karyawan sendiri misalnya dengan cara:

  1. Rutin membersihkan layar komputer dan keyboard menggunakan cairan pembersih khusus
  2. Bersihkan permukaan meja
  3. Bersihkan sisa-sisa makanan dan minuman yang jatuh ke lantai atau ke meja
  4. Siapkan hand sanitizer atau tisu basah
  5. Rutin membersihkan ruang bersama atau break room 
  6. Tempat sampah jangan dibiarkan sampai penuh dan tumpah, gunakan tempat sampah yang tertutup
  7. Sedot debu beberapa hari sekali pada karpet, lantai, maupun permukaan-permukaan ruang kerja lainnya.

Apa akibatnya jika ruang kerja perusahaan tidak dibersihkan secara rutin dan secara menyeluruh? Berikut adalah bahayanya.

  1. Beresiko menyebabkan serangan asma

Orang yang memiliki penyakit asma tidak bisa disembuhkan melainkan harus dijaga lingkungannya agar ia bisa terhindar dari hal-hal yang menyebabkan reaksi asma.

Reaksi asma yang paling umum adalah debu dan juga kotoran yang ada di lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu ruang kerja perusahaan yang jarang dibersihkan, misalnya karpet yang jarang disedot debunya, tumpukan kertas-kertas dokumen yang tidak tertata dengan rapi, pekerja industri yang tidak mengenakan masker atau pelindung pernapasan lainnya, bisa menyebabkan reaksi asma pada karyawan. Gejala asma kambuh yang timbul biasanya adalah sesak nafas dan kesulitan untuk bernafas secara normal.

  1. Menyebabkan reaksi alergi pada karyawan

Selain bisa menyebabkan reaksi asma pada penderita asma, debu yang beterbangan di dalam ruang kerja perusahaan juga bisa menyebabkan reaksi alergi.

Alergi yang timbul karena lingkungan bisa macam-macam sumbernya, selain debu seseorang juga bisa memiliki alergi terhadap ruangan yang lembab, jamur, bisa juga alergi pada hewan bulu peliharaan jika perusahaan Anda memiliki kebijakan boleh membawa hewan peliharaan ke kantor pada hari-hari tertentu, dan sebagainya.

Reaksi alergi yang biasanya ditimbulkan karena ruangan yang kotor dan berdebu adalah hidung yang terus mengendus-endus, bersin-bersin, dan mata yang berair, hingga menimbulkan sesak nafas seperti gejala asma.

  1. Menimbulkan reaksi iritasi pada kulit

Satu lagi kondisi pada karyawan Anda yang bisa muncul karena terpicu ruang kerja yang kotor, yaitu eczema. Eczema adalah kondisi kulit bawaan yang tidak bisa disembuhkan namun bisa dikontrol gejalanya.

Penderita eczema memiliki kondisi kulit yang lebih sensitif dibandingkan dengan orang biasa. Beberapa hal di antara penyebab kambuhnya eczema adalah karena bakteri dan virus yang kemudian menimbulkan reaksi pada kulit menjadi kemerahan, muncul bercak-bercak, bahkan menimbulkan gatal-gatal dan kulit yang mengelupas.

Menjaga kebersihan ruang kerja perusahaan akan mengurangi resiko kontaminasi bakteri dan virus yang bisa memicu kambuhnya eczema pada karyawan perusahaan Anda.

  1. Kontaminasi bakteri, virus, dan jamur di lingkungan kantor

Karyawan Anda yang tidak memiliki penyakit asma, alergi, ataupun eczema pun masih terpapar resiko kontaminasi bakteri, virus, dan jamur yang lain jika bekerja di ruangan yang tidak dijaga kebersihannya.

Misalnya ada pekerja yang sedang sakit di mana ia menggunakan tangannya untuk membuang ingus, kemudian dengan tangan yang sama ia menyalakan kran air di kamar mandi di mana kran tersebut disentuh oleh orang lain, maka bakteri atau virus yang dibawa si pekerja sakit akan pindah ke pekerja yang lainnya dan hal ini bisa meningkatkan resiko penularan penyakit di lingkungan kerja perusahaan Anda.

Untuk mencegahnya diperlukan kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara rutin agar bakteri, virus, dan jamur yang menempel di berbagai macam objek di perusahaan bisa mati sebelum pindah ke orang lain.

  1. Menurunkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan

Bahaya tidak menjaga kebersihan dari ruang kerja perusahaan selain berdampak pada kesehatan fisik juga berdampak pada kesehatan mental para karyawan. Karyawan yang bekerja di ruangan kerja yang berantakan, banyak debu dan kotor, memiliki sirkulasi udara yang buruk memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih rendah dibandingkan dengan kantor yang yang rapi dan bersih.

Karyawan yang kurang bahagia akan memiliki etos kerja yang rendah, tidak memiliki motivasi yang tinggi untuk mengembangkan perusahaan sehingga bisa berdampak pada produktivitas perusahaan.

  1. Melukai brand perusahaan

Bayangkan jika ada klien atau calon investor mengunjungi perusahaan Anda kemudian melihat kondisi ruang kerja perusahaan dalam keadaan yang kurang layak.

Hal ini bisa memengaruhi citra perusahaan Anda dan berdampak pada keputusan yang diambil oleh klien atau calon investor perusahaan. Karena perusahaan yang bisa memberikan lingkungan kerja yang baik dan bersih bagi karyawannya adalah perusahaan yang bisa dipercaya dan menjunjung nilai profesionalisme yang tinggi. Ruang kerja perusahaan yang terlihat kotor membuat perusahaan tersebut kurang bisa dipercaya.

hemat energi

7 Cara Membuat Gedung Lebih Hemat Energi – Anda bahwa harga minyak bumi dunia makin lama makin mahal? Hal ini disebabkan karena persediaan energi yang ada di dalam bumi makin lama makin sedikit tapi kebutuhan manusia akan energi makin tinggi.

Penggunaan energi dalam jumlah besar juga akan berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan misalnya dengan gas yang dihasilkan, penggunaan sumber daya yang lain untuk membangun infrastruktur pembangkit energinya, dan lainnya.

Oleh karena itu penting bagi semua aspek kehidupan manusia untuk mulai menjalani gaya hidup yang lebih hemat energi. Salah satunya adalah dengan membuat gedung hemat energi baik gedung komersial, perkantoran, tempat tinggal, hingga gedung industri.

Bagaimana caranya agar desain gedung yang dibangun bisa lebih hemat energi?

  1. Pemilihan Lokasi Gedung

Prinsip pertama ketika akan membuat gedung hemat energi adalah pemilihan lokasi pembangunan. Lokasi gedung tidak hanya dilihat dari segi ekonominya saja tapi juga dari segi dampaknya terhadap lingkungan, transportasi, dan juga penggunaan energi.

Misalnya jika gedung akan menggunakan banyak air maka sumber air yang akan digunakan pastikan dulu tidak mengganggu sumber air untuk dialirkan ke bangunan-bangunan yang lain atau mengganggu irigasi pertanian. Misalnya gedung digunakan untuk kegiatan industri maka pastikan fasilitas pengolahan limbahnya tidak memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan, dan lainnya.

  1. Insulasi Suhu Ruangan

Gedung yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi biasanya akan didesain dengan menggunakan bentuk dan juga bahan material yang bisa menjaga agar suhu ruangan tetap ideal.

Karena Indonesia merupakan negara tropis maka sebaiknya buatlah desain gedung yang bisa membuat ruangan tetap sejuk dan suhu panas udara di luar tidak mudah masuk ke dalam ruangan.

Dengan demikian penggunaan mesin pendingin ruangan bisa diminimalkan jumlahnya dan disetel dengan suhu yang tidak terlalu rendah agar penggunaan listrik untuk pendingin ruangan juga tidak terlalu banyak.

  1. Bahan Material yang Bisa Menyerap Panas

Bahan material yang bisa menyerap panas misalnya adalah dinding batu, batu bata, dan juga beton yang bisa membuat penggunaan alat elektronik pengatur suhu ruangan jadi lebih minimal dan pastinya akan lebih hemat energi.

Hal ini menjadi mungkin karena bahan material tersebut bisa menyerap suhu panas dari luar sehingga ruangan gedung bisa terasa lebih sejuk tanpa menggunakan banyak alat pendingin ruangan. Kemudian ketika suhu ruangan di luar gedung turun, bahan material penyerap panas bisa melepaskan suhu panas yang diserap ke dalam ruangan untuk menjaga ruangan gedung terasa lebih hangat sehingga penggunaan penghangat ruangan bisa dikurangi.

  1. Desain Gedung yang Lebih Rapat

Cara membuat gedung hemat energi yang kedua adalah memastikan bahwa gedung dibuat dengan kerapatan yang tinggi.

Artinya, celah yang ada pada setiap bagian ruangan diminimalkan agar ventilasi udara bisa berjalan dengan lebih efisien.

Ketika menyalakan pendingin ruangan misalnya, ketika itu diatur untuk menjaga suhu ruangan pada tingkat suhu tertentu maka ia akan bekerja hingga suhu ruangan tersebut mencapai titik yang telah ditentukan.

Apabila ruangan tersebut dalam keadaan terbuka atau punya banyak celah maka akan pendingin ruangan akan bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu ruangan tetap stabil untuk mengakomodasi suhu dingin yang hilang kabur melalui celah-celah yang terbuka. Makin keras pendingin ruangan bekerja makin banyak pula energi yang digunakan.

5 Manfaatkan Penerangan Alami

Hal lainnya yang bisa menjadi cara untuk membuat gedung hemat energi adalah memanfaatkan sumber cahaya alami yaitu cahaya matahari sebagai penerangan ruangan di dalam gedung.

Maksimalkan desain dengan instalasi jendela kaca, sunroof, sun pipes, dan akses sinar matahari lainnya yang apabila dilakukan dengan strategis maka penggunaan lampu terutama di siang hari bisa diminimalkan.

Instalasi jendela kaca juga bisa berguna sebagai penghangat ruangan alami yang bisa mengurangi penggunaan penghangat ruangan meski mungkin tidak bisa digantikan secara keseluruhan.

Pemasangan jendela, sunroof, ataupun akses sinar matahari yang lainnya sebaiknya menggunakan bahan material yang memiliki sifat insulasi panas, yang meski harganya memang tidak lebih murah tapi sebenarnya punya nilai jangka panjang yang lebih baik.

  1. Gunakan Teknologi Pembaruan Energi untuk Operasional Gedung

Selain desain gedung, membuat sebuah bangunan bisa lebih hemat energi lebih banyak adalah dengan menggunakan teknologi yang bisa memanfaatkan sumber energi yang dapat diperbarui dibandingkan menggunakan teknologi yang menggunakan sumber enerti tidak terbarukan seperti energi fosil.

Contoh teknologi energi terbarukan untuk operasional gedung misalnya adalah penggunaan panel-panel surya untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik, menggunakan biomass boilers sebagai sumber energi sistem penghangat ruangan menggunakan kotoran hewan ternak, pompa-pompa air yang memanfaatkan air bawah tanah, teknologi untuk mengolah air atau air hujan sehingga bisa digunakan, dan sebagainya.

  1. Gedung yang Tidak Butuh Banyak Pemeliharaan

Secara keseluruhan buatlah desain gedung yang tidak membutuhkan terlalu sering pemeliharaan. Gedung yang menggunakan teknologi yang berkualitas bagus akan lebih jarang membutuhkan pemeliharaan namun tetap harus dilakukan perawatan secara rutin.

Mesin-mesin yang tidak mendapatkan perawatan akan menggunakan lebih banyak energi karena fungsinya yang terganggu dengan kotoran, ada bagian mesin yang sudah aus misalnya, atau ada bagian-bagian mesin yang harus diganti secara rutin tapi tidak diganti karena alasan biaya dan sebagainya.

Kegiatan pemeliharaan gedung dan teknologi biasanya juga menggunakan cukup banyak energi sehingga jika tidak dilakukan terlalu sering, penggunaan energi untuk kegiatan pemeliharaan bisa lebih dihemat.

Demikian adalah beberapa hal yang bisa diperhatikan ketika membuat gedung dengan prinsip hemat energi untuk penggunaan energi yang lebih efisien serta biaya energi yang lebih murah.