Saat ini dunia sudah mulai menerapkan era normal yang baru. Oleh karena itu, kini berbagai tempat kerja sudah memulai operasionalnya tak terkecuali bagi perusahaan dan industri. Tetapi, di era new normal ini bukan berarti kita menjalani hari dengan normal pada zaman sebelum ada pandemi, tetapi normal dengan standar yang baru.

Maksudnya seperti apa? Maksudnya kita akan melakukan berbagai kegiatan seperti biasa akan tetapi juga harus menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus corona yang sangat cepat dan berbahaya ini.

Di bawah ini akan kita bahas mengenai beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan dan industri kepada tenaga kerja agar mereka selalu menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berikut penjelasannya secara lengkap:

1.    Sediakan Tempat Cuci Tangan Bagi Tenaga Kerja Sebelum Masuk Gedung

Pertama, sediakan tempat untuk mencuci tangan di berbagai tempat. Anda bisa menyediakan di luar maupun di dalam gedung. Selalu ingatkan pekerja untuk selalu mencuci tangan mereka, bukan hanya satu saat akan masuk ke tempat kerja saja.

Sediakan sabun cair karena akan digunakan untuk bersama. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan alat yang dilengkapi dengan sensor kulit untuk mengeluarkan sabun dan juga air sehingga dapat mengurangi sentuhan.

Lakukan edukasi kepada para tenaga kerja untuk selalu melakukan cuci tangan dengan baik dan benar dengan menggunakan 5 langkah cuci tangan yang bena sehingga lebih efektif dalam membunuh kuman, bakteri, dan virus.

2.    Ingatkan Pekerja Untuk Tidak Menyentuh Fasilitas Perusahaan dengan Menggunakan Tangan Secara Langsung

Selanjutnya, Ingatkan pekerja untuk tidak menyentuh berbagai fasilitas perusahaan menggunakan tangan secara langsung. Akan tetapi jika terpaksa dan memang harus selalu beritahu untuk segera mencuci tangan atau menggunakan larutan alkohol 70% sebagai anti septik.

Anda bisa menerapkan beberapa cara yang mudah, misalnya dalam membuka pintu sebaiknya dengan menggunakan siku. Menyediakan sarung tangan sekali pakai secara khusus terutama untuk industri makanan sehingga lebih higienis dan lebih aman.

3.    Jangan Membuat Acara yang Membuat Kesempatan Pekerja Melakukan Perkumpulan

Jangan lakukan acara yang membuat tenaga kerja Anda berkumpul. Mungkin pada saat acara Anda sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat akan tetapi ternyata karena ada suatu acara dan mereka berkumpul lalu menjadi kesempatan.

Jika memang harus melakukan acara yang mengundang banyak orang pastikan jangan hanya pada saat acara saja dilakukan pengawasan yang ketat akan tetapi lebih baik juga dilakukan pengawasan setelahnya karena hal ini memungkinkan banyak tenaga kerja yang saling berkumpul dan hal ini akan sangat membahayakan area perusahaan dan industri sendiri.

4.    Bersihkan Area Kerja dengan Disinfektan Secara Berkala dan Siapkan Disinfektan Siap Pakai untuk Para Pekerja

Selalu lakukan pembersihan di area kerja secara berkala, idealnya dilakukan dalam 4 jam sekali. Perusahaan harus ekstra mengeluarkan uang untuk membeli disinfektan namun juga untuk kebaikan diri pekerjaan itu sendiri.

Anda bisa membeli disinfektan dengan jumlah yang banyak secara langsung sehingga biasanya akan lebih murah. Pilih disinfektan yang terbukti efektif untuk membasmi virus sehingga ruangan kerja menjadi aman dan sehat.

Sediakan juga semprotan disinfektan yang dapat langsung digunakan sehingga para pekerja dapat membersihkan tempat kerjanya secara mandiri setiap waktu mereka butuh kan. Selalu tanamkan kepada tenaga kerja Anda untuk selalu peduli dengan kesehatan sendiri, teman kerja, dan juga keberlangsungan perusahaan dan industri.

5.    Hilangkan dan Beri Pengertian Kepada Tenaga Kerja Mengenai Berjabat Tangan

Hilangkan kebiasaan menjabat tangan di area kantor. Hal ini mungkin masih menjadi pro dan kontra karena berjabat tangan merupakan budaya yang sangat kental. Akan tetapi kembali lagi karena penyebaran virus corona ini sangat cepat dan kebanyakan berasal dari tangan sebaiknya hilangkan terlebih dahulu kebiasaan tersebut.

Anda bisa menggantinya dengan cara yang lain seperti membungkuk, salam siku, atau yang lainnya. Bagi tenaga kerja yang merasa kontra dengan kebiasaan baru tersebut maka tugas perusahaan harus bisa memberikan pengertian dengan baik dan benar sehingga mereka bisa paham dengan keadaan yang sebenarnya.

6.    Usahakan Sirkulasi Udara dan Sirkulasi Cahaya Matahari di Setiap Ruangan Dalam Keadaan yang Baik

Selanjutnya, Jangan sampai ruangan kerja hanya memiliki sirkulasi udara dan juga sirkulasi cahaya matahari yang sangat minim. Biasakan untuk sekarang selalu membuka ventilasi sehingga udara dapat keluar dan masuk secara bebas serta pastikan cahaya matahari juga dapat masuk ke ruangan kerja agar udara di dalam tidak lembap yang sangat disukai oleh berbagai mikroorganisme.

Sebaiknya juga tidak menggunakan AC karena sirkulasi udaranya masih kurang baik. Virus yang berada dalam mikro droplet dapat melayang-layang dengan bebas jika sirkulasi udara tidak baik dan hal ini akan sangat membahayakan.

7.    Awasi dengan Ketat Penggunaan Masker Pekerja

Penggunaan masker ini masih sangat rendah di Indonesia karena banyak alasan, dari mulai masker yang membuat pengap, ada yang sering ketinggalan, dan alasan-alasan yang lainnya. Sebagai perusahaan dan industri yang tidak ingin bangkrut karena kehabisan tenaga kerja dan juga kehilangan kepercayaan dari masyarakat akibat corona lebih baik Anda tegas dari sekarang.

Awasi dengan ketat penggunaan masker para tenaga kerja. Pastikan mereka menggunakan masker dengan baik dan benar. Jika sampai ada yang melepas masker di area kerja atau bahkan tidak menggunakan sama sekali lakukan tindakan tegas.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau fase new normal perlahan tapi pasti diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk memasuki tahap ini pun bukan perkara mudah, karena pemerintah pusat maupun daerah memberlakukan PSBB selama kurang lebih tiga bulan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi penyebaran wabah Covid-19 yang kali pertama terdeteksi pada Maret 2020 di Indonesia.

Penerapan new normal di perusahaan

Secara garis besar, new normal merupakan pola kehidupan baru yang diterapkan setelah perubahan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Aturan ini boleh diselenggarakan saat sebuah daerah atau negara mampu menurunkan reproduction rate wabah secara signifikan. Dengan kata lain, lonjakan infeksi sudah tak terjadi lagi dengan peak-curve yang melandai.

Karena setiap daerah mempunyai risiko penularan dan pencegahan berbeda, penerapan new normal di Indonesia tak dilakukan serentak. Namun, beberapa sektor dan industri sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan tersebut. Salah satunya perusahaan-perusahaan yang merasakan efek besar selama pandemi berlangsung.

Seperti saat PSBB, penyesuaian kebiasaan selama fase new normal dilakukan sesuai kebijakan yang diatur masing-masing perusahaan. Berdasarkan Surat Edaran 8/2020 tentang Pengaturan Jam Kerja pada AKB Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19, karyawan yang kembali beraktivitas di perkantoran akan dihadapkan pada dua gelombang jam kerja.

Gelombang kerja satu berlangsung dari pukul tujuh pagi hingga tiga sore, sedangkan gelombang kerja dua dari pukul sepuluh pagi hingga enam sore. Pembagian tersebut bertujuan untuk mencegah penumpukan atau kerumunan di gedung perkantoran. Ada pula perusahaan yang masih menerapkan working from home untuk menekan risiko besar.

Strategi mengatur jam kerja selama new normal

Staf Human Resource atau HR menjadi salah satu pihak yang cukup dipusingkan dengan berbagai perubahan untuk menghadapi fase new normal. Supaya kegiatan perusahaan berjalan lancar seperti biasa tanpa mengorbankan kesehatan karyawan, berikut sejumlah strategi yang dapat diberlakukan dalam mengatur jam kerja.

  • Sistem masuk bergilir

Beberapa perusahaan yang membutuhkan keberadaan karyawan untuk mempertahankan bisnis. Untuk menekan kemungkinan terburuk, staf HR dapat memberlakukan jam masuk bergilir. Misalnya dengan meminta sebagian karyawan masuk kantor seperti biasa, sementara sisanya WFH dengan shift yang diberlakukan.

Ada juga cara membagi shift harian berdasarkan divisi. Sebagai contoh, divisi pemasaran masuk kantor dari Senin sampai Rabu, sementara divisi pemasaran bekerja dari Kamis hingga Jumat/Sabtu.

  • Flexiwork (bekerja fleksibel)

Pada sistem ini, karyawan yang mengatur sendiri jam kerja sesuai kemampuan mereka selama disetujui perusahaan. Misalnya, Anda mulai kerja dari pukul sembilan pagi hingga dua siang di kantor, kemudian melanjutkannya di rumah. Opsi lain adalah mengambil hari-hari tertentu di kantor, lalu sisanya WFH.

Flexiwork tak bergantung pada jumlah kerja, melainkan volume dan tujuan pekerjaan. Karyawan biasanya harus bisa mencapai target tertentu dalam hitungan minggu atau menyelesaikan request dari klien selama sekian hari.

  • Melanjutkan WFH

Seperti yang disinggung, work from home atau WFH menjadi opsi yang paling umum diambil perusahaan selama pandemi. Ada yang menerapkannya hingga akhir tahun, tetapi ada juga yang mengakhirinya begitu masuk fase new normal.

Kemudian seperti flexiwork, penerapan WFH juga memperhatikan kemungkinan tercapainya goals atau tujuan perusahaan. Apabila tujuan yang diinginkan ternyata lambat atau tak terealisasikan dari WFH, perusahaan dapat menggunakan work from office dengan mengikuti protokol kesehatan.

  • Mengandalkan teknologi

Bidang teknologi mengalami peningkatan pesat dalam penggunaan karena anjuran physical distancing untuk mencegah penyebaran virus. Staf HR dalam hal ini dapat mengandalkan aplikasi atau software untuk mendata kehadiran karyawan, cuti, hingga slip gaji. Selain lebih praktis, semua pihak yang terlibat tetap akan menerima laporan yang dibutuhkan.

Protokol kesehatan new normal di perusahaan

Jika Anda termasuk karyawan yang diharuskan masuk kantor selama fase new normal, pastikan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan perusahaan. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dilakukan karyawan agar terhindar dari penyebaran virus di lingkungan kerja:

  • Rutin mencuci tangan

Kebiasaan sehari-hari ini menjadi pencegahan utama selama wabah Covid-19. Sebagian besar perusahaan sudah menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun dan air bersih. Untuk jaga-jaga, bawa juga perlengkapan sanitasi sendiri seperti hand sanitizer. Dengan begitu, tangan Anda akan tetap bersih meski harus melakukan kegiatan di luar ruangan.

  • Mengganti jabat tangan

Jabat tangan merupakan bentuk formal di lingkungan perusahaan yang perlu dihindari saat wabah Covid-19 masih mengancam. Pasalnya, kemungkinan virus pindah melalui kontak fisik sangat besar. Perusahaan perlu menggantinya dengan hal baru yang mudah dilakukan, misalnya membungkik atau menyatukan kedua telapak tangan.

  • Gunakan disinfektan

Bukan hanya tangan, permukaan benda diketahui dapat menjadi tempat penularan karena virus Corona dapat tinggal di sana selama beberapa hari. Kandungan dalam disinfektan diketahui mampu merusak konfirmasi struktur sekaligus primer biomolekul pada virus Corona. Dengan demikian, kemungkinan penularan dapat diturunkan secara signifikan.

Meski begitu, Anda harus melakukan pembersihan dengan disinfektan secara berkala. Beberapa benda yang harus diperhatikan mencakup meja kerja, komputer atau laptop, telepon kantor, jendela, hingga sepatu. Semprotkan disinfektan pada permukaan benda, diamkan selama kurang lebih tiga hingga lima menit, lalu keringkan dengan lap bersih. Lakukan juga pada telepon genggam Anda, karena benda tersebut paling sering bersentuhan dengan tangan dan wajah.

Sekarang, sudah ada banyak produsen terpercaya yang menyediakan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus. Jadi, Anda tak akan kesulitan untuk membelinya.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

 

Selain teknologi, kuliner menjadi industri yang bertahan cukup stabil di tengah pandemi COVID-19. Goncangan yang dihasilkan wabah ini memang sangat serius, bahkan sampai melumpuhkan banyak sektor yang biasanya menghasilkan untung besar.

Walau tak mengalami dampak yang parah, para pelaku industri kuliner harus memutar otak agar mereka dapat menjalankan bisnis di saat-saat tak menentu. Beberapa di antara mereka bahkan ada yang bangkrut karena tak menemukan strategi yang pas untuk bertahan. Sementara sisanya berupaya beradaptasi dengan penerapan aturan di fase new normal.

Lantas apa saja tren dan perubahan yang lahir di industri kuliner pada fase tersebut?

1. Naiknya permintaan bahan baku segar siap masak

Konsumen lebih berhati-hati saat hendak membeli bahan baku, apalagi mereka tak bisa berkunjung ke pasar tradisional atau minimarket seperti biasa. Mereka akhirnya memilih memesan bahan-bahan baku segar siap masak secara online alih-alih makanan matang. Kesempatan ini yang dijadikan peluang supplier untuk menyediakan produk yang dibutuhkan.

Naiknya permintaan bahan baku segar juga tak terlepas dari kesadaran konsumen untuk beralih ke gaya hidup sehat. Mereka memilih mengolah sendiri hidangan sehari-hari dari resep yang diperoleh secara online atau hasil kreasi sendiri. Bukan hanya lebih higienis, tren ini lebih jemat dari segi pengeluaran.

2. Prioritas keamanan karyawan, pelanggan, dan tempat makan

Para karyawan yang bekerja di industri kuliner merupakan salah satu kelompok yang berada di garda terdepan dalam menghadapi COVID-19. Pasalnya mereka harus berinteraksi dengan pelanggan, sementara pegawai dari sektor lain dapat bekerja dari rumah. Oleh karena itu pengelola di tempat makan seperti restoran dan kafe harus memperhatikan prioritas keamanan mereka.

Selain menyiapkan perlengkapan standar untuk melindungi mereka dari penyebaran virus, pengelola dapat memberikan reward seperti cuti. Bonus saat bisnis stabil atau mengalami peningkatan adalah bentuk lain yang akan membuat mereka merasa dihargai. Pantau dan jaga juga kebersihan di dapur agar kualitas makanan tetap terjaga.

3. Bertambahnya konsumsi makanan sehat berbahan sayur

Sejumlah informasi mengatakan bahwa hewan-hewan liar menjadi salah satu sumber utama penyebaran virus Corona. Hal tersebut rupanya menurunkan konsumsi daging secara signifikan di Tiongkok sebagai pusat utama merebaknya wabah COVID-19. Konsumen pun lantas mencari bahan yang lebih aman, dalam hal ini adalah sayur-mayur.

Bukan hanya murah, sayuran juga bisa diolah menjadi macam-macam hidangan yang tidak kalah enak dari makanan berbahan daging. Menyadari hal tersebut, sejumlah pelaku bisnis, terutama mereka yang sudah lama menjual sayuran melalui aplikasi, menambah stok produk sehat dan segar untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah.

4. Layanan food delivery yang terus dioptimalkan

Selanjutnya, ada layanan antar pesan makanan atau food delivery yang menjadi pilihan konsumen yang ingin menikmati menu restoran. Jasa ini sebenarnya sudah mengalami peningkatan pemakaian berkat kerja sama antara pihak pengelola tempat makan dengan start-up transportasi online. Maka dari itu peralihan dengan pemakaian teknologi di industri tak terlalu sulit dilakukan.

Di sisi lain, pengelola tempat makan maupun start-up tetap perlu meningkatkan kualitas pelayanan mereka selama masa pandemi berlangsung. Misalnya dengan menerapkan protokol kesehatan pada pengemasan makanan maupun driver yang hendak mengantarkan pesanan. Buat juga fitur-fitur praktis pada aplikasi yang akan memudahkan pemesanan maupun transaksi.

5. Peningkatan penjualan dessert maupun comfort food lain

Memburuknya keadaan ekonomi akibat wabah COVID-19 tak dinyana membuat orang-orang lebih stres. Dampak tersebut secara tak langsung mengubah pilihan jenis makanan yang ingin disantap. Mereka cenderung memilih jenis makanan yang mampu menghibur diri seperti dessert atau comfort food yang mencakup snack, cokelat batangan, dan es krim.

Disitat dari Kantar, ada peningkatan penjualan es krim sebanyak 30% pada pekan awal Imlek 2020 dibandingkan tahun sebelumnya di Tiongkok. Makanan ringan pun mengalami hal yang sama dengan persentase mencapai 17%. Naiknya permintaan terhadap comfort food maupun dessert adalah peluang menjanjikan bagi pelaku industri kuliner yang ingin mempertahankan bisnisnya.

6. Jangan abaikan situasi, respons, dan kebutuhan konsumen

Perubahan drastis yang diakibatkan COVID-19 membuat orang-orang yang bergelut di industri kuliner untuk berinovasi. Kendati Anda harus berjuang, pastikan untuk tetap memantau situasi yang sedang dihadapi konsumen. Jangan sampai hasil kreasi yang sudah dikembangkan ternyata tak memenuhi kebutuhan mereka atau bukan solusi yang dicari.

Jika Anda belum menemukan ide yang pas, manfaatkan menu-menu yang masuk daftar best seller untuk memudahkan pekerjaan staf dapur. Aktifkan interaksi dengan konsumen di media sosial karena pemakaian platform tersebut ikut melonjak selama pandemi. Siapa tahu dari sana akan ada gagasan-gagasan potensial yang bisa diolah jadi menu baru.

7. Maksimalkan kebersihan produk dan tempat kerja

Kebersihan menjadi aspek utama yang harus diprioritaskan semua pihak, tak terkecuali pebisnis di industri kuliner. Karena konsumen semakin berhati-hati saat memesan, pengelola tempat makan harus mampu menjaga kepercayaan dengan memastikan setiap bahan baku atau makanan matang aman dari risiko penularan penyakit.

Mengikuti protokol kesehatan dari WHO adalah langkah mudah yang dapat dipraktikan. Bersihkan permukaan benda maupun ruangan tertentu dengan disinfektan untuk memutus perkembangan virus dan bakteri lain. Akan lebih bagus kalau pengelola melakukan pembersihan berkala menggunakan disinfektan untuk memperoleh hasil lebih maksimal.

Demikian tujuh tren dan perubahan dalam industri kuliner sepanjang fase new normal.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

Disinfektan Mengandung Bahan Kimia Yang Lebih Tinggi, Inilah Keunggulannya

Di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi, setiap orang tidak  hanya diwajibkan untuk saling berjaga jarak atau social distancing saja. Tetapi juga wajib untuk menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat guna menekan angka penyebaran dari virus tersebut.

Menjaga kebersihan diri  misalnya dilakukan dengan rajin untuk mencuci tangan menggunakan sabun. Namun selama berlangsungnya pandemi, penggunaan disinfektan menjadi sangat populer digunakan di berbagai tempat untuk disemprotkan pada berbagai benda mati hingga manusia pun juga turut disemprot dengan disinfektan ini.

Hal tersebut karena disinfektan dinilai efektif untuk bisa membunuh virus Covid-19 tersebut. Di mana biasanya disinfektan dipasang pada bilik-bilik atau di jalan yang secara otomatis akan menyemprot ketika sedang dilewati orang. Tujuannya tentu untuk membunuh virus-virus agar tidak menyebar ke tempat yang lain.

Disinfektan sendiri merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membunuh berbagai mikroorganisme, seperti virus, bakteri, dan jamur, yang ada di permukaan benda mati. Dan tidak seharusnya disinfektan ini dipergunakan untuk manusia hingga mengenai kulitnya. Di mana hal tersebut sangatlah berbahaya untuk kesehatan kulit karena bisa menimbulkan adanya iritasi.

Selain itu, pembersih berbahan alkohol pun turut dipilih untuk membersihkan berbagai peralatan dari virus dan kuman. Apalagi di tengah merebaknya Covid-19 saat ini. Di mana produk pembersih berbahan alkohol selalu menjadi buruan masyarakat. Misalnya saja seperti produk hand sanitizer yang bahan dasarnya adalah alkohol.

Sifatnya yang bisa membunuh kuman dengan kemasan yang praktis pun membuat hand sanitizer banyak diminati masyarakat untuk bisa membersihkan tangan di mana saja. Selain itu pembersih kaca mobil juga mengandung alkohol dan metanol. Lalu pada obat kumur yang mengandung sekitar 20 atau 25 persen alkohol.

Jenis-Jenis Disinfekton

Disinfektan yang banyak dimanfaatkan untuk membersihkan benda-benda yang sering disentuh oleh orang ini memiliki beragam jenis. Diantaranya sebagai berikut:

1.    Fenol

Fenol sendiri adalah bahan anti bakteri dengan konsentrasi yang mencapai 1 hingga 2% di dalam air. Fenol pun juga dikenal dengan nama kreolin dan lisol. Sifat dari Fenol ini sendiri memiliki aroma yang tidak sedap, bisa memunculkan iritasi, stabil, toksik, dan tahan lama. Fenol mampu untuk menghancurkan dinding sel dan pengendapan protein sel yang ada pada mikroorganisme. Sehingga bisa membuat mikroorganisme tersebut mengalami kegagalan fungsi.

2.    Klorin

Disinfektan jenis klorin ini mampu untuk menghambat terjadinya oksidasi glukosa yang ada di sel mikroorganisme. Di mana akan menghambat enzim-enzim yang turut ada di dalam metabolisme karbohidrat. Bahkan ada banyak jenis mikroorganisme yang bisa dibunuh dengan Klorin, seperti bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

3.    Iodin

Senyawa Iodin yang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan disinfektan adalah Iodofor. Iodin sendiri adalah jenis disinfektan yang dinilai efektif pada terjadinya desinfeksi air dengan skala yang kecil. Iodin ini bisa secara aktif untuk mematikan semua jenis sel bakteri, terkecuali untuk spora di mana Iodin tidak bisa aktif untuk membunuhnya. Selain itu Iodin juga bisa disimpan secara lama dan sifatnya stabil.

4.    Formaldehida

Jenis disinfektan ini mungkin masih terdengar asing, namun secara umum disinfektan ini lebih banyak diketahui dengan nama formalin. Formaldehida sendiri adalah jenis disinfektan yang sifatnya karsinogenik pada konsentrasi yang tinggi, tetapi tidak menimbulkan korosi pada logam. Yang mana di dalamnya terdapat konsentrasi efektif mencapai 8%. Di dalam penggunaannya, Anda haruslah berhati-hati karena dampaknya yang bisa membuat iritasi pada kulit, mata, dan juga pada pernapasan.

Keunggulan Disinfektan Dibanding Pembersih Berbahan Alkohol

Disinfektan ampuh sebagai cairan untuk membunuh virus, kuman, mikroorganisme, dan protozoa yang ada di permukaan benda mati. Walaupun disinfektan dan pembersih berbahan alkohol keduanya sama-sama mengandung bahan kimia, namun bahan kimia yang terdapat di dalam disinfektan secara umum konsentrasinya lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembersih berbahan alkohol. Itulah mengapa, disinfektan tidak dianjurkan untuk diberikan pada manusia karena berisiko tinggi. Berikut adalah beberapa keunggulan disinfektan dibanding pembersih berbahan alkohol.

1.    Mengandung Konsentrasi Biosida Yang Tinggi

Sama halnya dengan pembersih berbahan alkohol juga mengandung bahan kimia berupa biosida. Namun konsentrasi biosida pada disinfektan lebih tinggi. Sehingga, sangatlah efektif untuk mencegah munculnya bakteri dan mikroorganisme yang ada pada benda mati yang biasanya sering disentuh manusia.

2.    Dapat Merusak Sel Tubuh Kuman

Dengan menggunakan disinfektan, cairan ini lebih mampu untuk membunuh kuman dengan merusak sel tubuh kuman tersebut. Sedangkan pembersih berbahan alkohol seperti antiseptik yang banyak digunakan orang untuk membersihkan tangan sifatnya lebih kepada menghentikan maupun memperlambat pertumbuhan dari mikroorganisme.

3.    Mampu Mensterilkan Peralatan

Dengan menggunakan disinfektan, Anda akan bisa mensterilkan berbagai peralatan dari adanya bakteri, kuman, maupun virus. Yang mana hal tersebut jika menempel pada manusia bisa mengganggu kesehatan. Misalkan saja pada peralatan kesehatan yang menggunakan disinfektan ini untuk mensterilkannya agar ketika digunakan untuk menangani pasien sudah dalam kondisi yang higienis.

4.    Cepat Menghancurkan Tanpa Merusak

Karakteristik dari disinfektan yang ideal adalah cepat untuk menghancurkan virus, bakteri, protozoa, dan jamur, namun tanpa harus merusak benda-benda yang dikenai cairan tersebut. Sehingga, disinfektan tersebut tidak harus membuat Anda khawatir ketika menggunakannya untuk peralatan Anda.

Dengan demikian, penggunaan disinfektan ini lebih kuat karena mengandung konsentrasi bahan kimia yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembersih berbahan alkohol. Sehingga, penggunaannya pun harus lah dilakukan dengan hati-hati agar tidak terkena tubuh manusia yang sangat berisiko.

terhindar dari coronavirus

Saat ini Bumi sedang tidak baik-baik saja, Seluruh dunia terpaksa harus tunduk akan Coronavirus. Namun bagi beberapa orang masih tidak mengerti akan bahaya dari coronavirus. Virus Corona dapat terinfeksi pada siapapun. Dan akan sangat mudah menyerang orang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah seperti anak bayi atau anak kecil  dan juga orang lanjut usia. Maka dari itu untuk kali kita akan memberikan ulasan mengenai Coronavirus dan 7 area yang harus diwaspadai agar terhindar dari coronavirus.

Dimulai dari apa itu Coronavirus ? Coronavirus adalah Keluarga besar dari virus yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan yang ringan hingga sedang. Penyakit ini hampir sama dengan penyakit Flu. Namun ada beberapa Virus corona yang dapat menimbulkan penyakit yang serius dan berbahaya yaitu :

  • Pneumonia
  • Middle East Respiratory Syndrome ( MERS-coV )
  • Severe Acute Respiratory Syndrome ( SARS –coV )

Penyebab infeksi Coronavirus adalah melalui virus corona dan dapat ditularkan melalui :

  • Tinja atau Feses 
  • Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi
  • Percikan air liur Pengidap dapat terjadi melalui bersin dan batuk
  • Dengan menyentuh mata, mulut dan hidung setelah memegang banyak barang yang terkena percikan air liur pengidap virus Corona.

Dan untuk saat ini kita sangat dianjurkan untuk tetap dirumah saja dan menghindari keramaian. Karena ini merupakan salah satu cara untuk memutuskan mata rantai dari virus corona. Dan juga salah satu langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona yang dapat mengancam jiwa. Meskipun ada beberapa hal yang membuat kita terpaksa untuk keluar rumah. Ada beberapa kondisi dan kegiatan yang harus dilakukan diluar rumah. 

Dan ada terdapat 7 area yang harus diwaspadai agar terhindar dari coronavirus yang membuat anda untuk lebih berhati-hati. Berikut adalah tempat-tempat perlu anda waspadai :

1. Kantor

Kantor adalah salah satu tempat berkumpulnya orang-orang yang sangat mudah terjadi penularan virus Corona. Maka saat berada dikantor sangat dianjurkan untuk memakai masker selama bekerja. kecuali anda hanya berada seorang saja di dalam ruangan maka anda bisa melepaskan masker. Kantor harus bersih dan juga perlu menerapkan pertukaran udara dan sterilisasi rutin. Dan ketika ada rapat maka sebaiknya ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Meja dan kursi perlu disinfeksi mulai dari meja, gagang pintu, dan juga lantai.

2. Lift

Anda juga perlu berhati-hati saat menggunakan lift. Anda harus mencegah penularan virus corona saat berada didalam lift. Selama berada didalam lift anda tetap harus menjaga jarak dari satu orang dengan orang lainnya. Pastikan anda menghindari kontak langsung dengan besi pegangannya dan juga tidak menekan tombol lift langsung dengan tangan tanpa perlindungan. Anda dapat menggunakan siku atau melapisi tangan dengan tisu maupun kain.

3. Tempat Makan

Ini adalah salah satu tempat berkumpulnya banyak orang maka tempat ini juga perlu diwaspadai akan tertularnya virus corona. Anda perlu memakai masker dan menjaga jarak. Anda dapat memilih tempat duduk dengan  ventilasi atau sirkulasi udara yang baik. 

4.Pusat perbelanjaan atau Mall

Salah satu tempat yang tidak pernah sepi dan selalu saja dipadati oleh para pengunjung. Maka tak heran selama pandemi virus corona mall terpaksa untuk ditutup agar menghindari berkumpulnya masyarakat dalam suatu tempat. Dan dapat membahayakan banyak orang. Saat berbelanja maka anda perlu menjaga jaga aman dan jarak. Pastikan anda menggunakan masker dan menjaga kebersihan.

5. Rumah sakit

Dan ini adalah salah satu tempat yang sangat harus anda waspadai maka hindarilah tempat ini jika memang bukan dalam keadaan yang darurat. Selama berada di rumah sakit pastikan selalu menggunakan masker. Anda juga perlu menjaga kebersihan tangan dengan tidak menyentuh benda-benda di rumah sakit dengan tangan telanjang. Jangan lupa untuk mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah.

6. Transportasi Umum

Transportasi umum juga merupakan tempat yang rentan untuk terjadinya penularan virus corona. Berada di dalam angkutan umum seperti MRT, Angkot, bus kereta api dan juga beberapa transportasi umum lainnya. Maka kita akan bertemu banyak orang dan akan sangat berbahaya jika bersentuhan. Anda perlu membatasi bepergian ke luar rumah apalagi jika harus menggunakan angkutan umum.

7. Sekolah / Universitas

Dan tempat yang terakhir yang perlu untuk anda waspadai adalah sekolah maupun Universitas. Ini adalah tempat berkumpulnya orang banyak dan tentunya akan berbahaya jika dalam keadaan seperti saat ini. Pemerintah mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah dan proses mengajar ditiadakan.  Ini adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya penyebaran Virus Corona. 

Dan untuk anda yang sampai saat ini masih sangat sering melakukan aktivitas diluar rumah maka perlu hati hati dan mewaspadai  7 area yang harus diwaspadai agar terhindar dari coronavirus. Dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah virus corona. Maka sebisa mungkin untuk menghindari tempat tempat yang ramai dikunjungi banyak orang. Dan sering-seringlah untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air selama 20 detik. Hindari untuk tidak menyentuh hewan atau unggas liar. Dan hal yang mungkin sangat sering anda lakukan menyentuh bagian wajah, maka anda perlu menghindari hal tersebut.

Pastikan anda menyentuh bagian wajah saat tangan anda dalam keadaan bersih dan tidak kotor.  Gunakan masker dan juga jangan lupa untuk menutup hidung dan mulut saat bersin dan batuk.

Anda dapat menggunakan tisu ataupun kain. Cara untuk mencegah penyebaran virus corona agar tidak semakin menyebar adalah dengan cara melakukan Social Distancing atau menjaga jarak. Dan harapan kita semua agar Virus Corona cepat menghilang dari dunia ini. Dan Bumi kembali membaik seperti semua. 

Anda juga dapat menggunakan disinfektan khusus untuk mensterilkan ruangan kerja dan rumah Anda.

manfaat sarung tangan steril

Penggunaan sarung tangan pelindung dalam pekerjaan tentu sudah bukan menjadi hal yang asing lagi bukan? hal ini tidak lain karena fungsi dari sarung tangan itu sendiri. Ada dua jenis sarung tangan yang digunakan dalam dunia industri yakni sarung tangan steril dan non steril. Sarung tangan steril lebih banyak dipilih karena manfaatnya yang cukup banyak. Lantas apa manfaat sarung tangan steril bagi pelaku industri?

Apa itu sarung tangan steril? 

Sebelum anda mengetahui apa sajakah manfaat dari sarung tangan steril tersebut, anda wajib untuk mengetahui pengertiannya. Nah, sarung tangan steril ini sendiri adalah sebuah sarung tangan atau hand gloves yang mendapatkan perlakuan khusus. Dimana akan mendapatkan sterilisasi terlebih dahulu dengan akan membuat sarung tangan menjadi steril dalam jangka waktu tertentu. 

Adapun tujuan dari proses sterilisasi tersebut adalah berguna agar mikroorganisme berbahaya yang terdapat pada sarung tangan bisa mati dan tidak berpindah ke tubuh manusia. Untuk proses sterilisasi dengan menggunakan metode pemanasan sangat tidak dianjurkan karena akan membuat sarung tangan menjadi rusak.  Teknologi dengan gas ethylene oxide dan electrone beam digunakan untuk melakukan sterilisasi sarung tangan yang satu ini. 

Sarung tangan steril untuk pelaku industri 

Saat ini penggunaan sarung tangan steril ternyata tidak hanya digunakan dalam dunia medis saja, tetapi juga di dalam dunia industri. Sarung tangan yang hanya digunakan sekali ini memang sudah banyak digunakan untuk memberikan perlindungan kepada para pelaku industry sebagai salah satu sistem keamanan. 

Sarung tangan jenis steril ini sudah banyak digunakan dalam dunia industri kesehatan, farmasi, makanan dan minuman hingga elektronik. Untuk mengetahui apa saja manfaat sarung tangan steril bagi pelaku industri, maka anda wajib untuk menyimak ulasan yang ada di bawah ini. 

1. Sebagai alat pelindung saat bekerja 

Manfaat pertama yang dihadirkan oleh sarung tangan steril ini dalam dunia industri adalah digunakan sebagai alat pelindung saat bekerja. Dimana pekerjaan bisa mengakibatkan resiko untuk terkena cedera pada tangan. 

2. Untuk mencegah mikroorganisme berbahaya 

Tidak adanya itu saja, keberadaan sarung tangan steril ini pun ternyata juga bisa menjadi solusi untuk mencegah mikroorganisme berbahaya yang menempel pada benda ataupun makanan yang diproduksi. Mikroorganisme berbahaya yang tidak segera dihilangkan akan sangat berbahaya untuk tubuh kita. 

3. Untuk melindungi tangan dari pekerjaan yang berhubungan dengan zat kimia 

Manfaat sarung tangan steril bagi pelaku industri yang berikutnya adalah digunakan untuk melindungi tangan anda dari pekerjaan yang berhubungan dengan zat kimia berbahaya di dalam sebuah laboratorium. Untuk jenis sarung tangan steril yang satu ini biasanya terbuat dari bahan latex, vinyl dan PVC. 

Seperti yang sudah kita ketahui zat berbahaya didalam sebuah laboratorium memang bisa mengakibatkan cedera pada tangan anda apabila anda tidak berhati-hati dalam bekerja. 

4. Untuk menjaga kualitas dari produk industri 

Manfaat terakhir yang dihadirkan oleh sarung tangan steril adalah digunakan untuk menjaga kualitas dari produk industri dari sebuah perusahaan. Seperti yang telah kita ketahui, kualitas memang menjadi salah satu bahan pertimbangan  bukan? salah satu cara untuk menjaga kualitas tersebut adalah penggunaan sarung tangan steril ini. 

Macam-macam bahan sarung tangan steril

Ada beberapa bahan yang biasanya digunakan untuk pembuatan sarung tangan steril tersebut. diantaranya adalah sebagai berikut ini. 

Sarung tangan latex

Jenis sarung tangan yang satu ini paling banyak digunakan oleh masyarakat. Untuk jenis sarung tangan yang satu ini terbuat dari karet latex dimana menggunakan bahan alami sehingga kualitas yang dimiliki tidak perlu anda ragukan lagi. Sarung tangan jenis ini banyak digunakan dalam dunia industri maupun medis. 

Hal ini tidak lain karena jenis sarung tangan ini mempunyai lapisan yang cukup kuat, solid, anti selip hingga flexible. Sarung tangan jenis ini merupakan sarung tangan berkualitas yang bisa anda pilih. 

Sarung tangan Vinyl 

Adapun bahan lainnya yang biasanya digunakan untuk membuat sarung tangan steril adalah sarung tangan bahan vinyl ini. jenis sarung tangan yang satu ini biasanya digunakan dalam dunia industri makanan maupun rumah tangga. Dibandingkan dengan sarung tangan sebelumnya, jenis sarung tangan yang satu ini memang lebih terjangkau. 

Sarung tangan nitrile 

Jenis sarung tangan yang satu ini terbuat dari karet sintetis. Biasanya jenis sarung tangan ini bisa menjadi alternatif terbaik apabila anda mempunyai alergi dengan jenis sarung tangan sebelumnya. Sarung ini sangat cocok digunakan dalam dunia medis karena anti terhadap kebocoran. 

Tips memilih sarung tangan steril untuk industri 

Pastikan memilih bahan yang berkualitas 

Tips pertama yang akan membantu anda untuk menemukan sarung tangan yang berkualitas adalah pastikan apabila anda memilih bahan yang berkualitas dan sesuaikan dengan industri yang anda miliki 

Ukuran sarung tangan yang pas dengan tangan

Agar memberikan kenyamanan bagi para pelaku industri, pastikan juga apabila sarung tangan tersebut mempunyai ukuran yang pas dengan tangan anda. hal ini sangat penting untuk menghindari selip saat menggunakan sarung tangan. 

Pilih sarung tangan yang menutupi pergelangan tangan juga

Terakhir, anda juga bisa mempertimbangkan sarung tangan yang menutupi pergelangan tangan yang anda miliki tersebut. Hal ini sangat penting agar anda bisa memperoleh perlindungan secara maksimal. 

Penggunaan sarung tangan steril dalam dunia industri memang sudah bukan menjadi hal yang asing lagi bukan? Demikian manfaat sarung tangan steril  bagi pelaku industri yang wajib diketahui. 

Simak Cara RMI Membantu Mengatasi Virus Corona

cara mensterilkan ruangan

Cara-cara mensterilkan ruangan dari virus perlu untuk diterapkan dimanapun agar bisa mencegah terjadinya penyebaran virus. Saat ini, salah satu virus yang ditakuti diseluruh dunia adalah virus corona. Penyebaran virus seperti virus corona ternyata bisa dicegah dengan menjaga kesterilan ruangan, diri, dan lingkungan.

Pentingnya Menjaga Ruangan Agar Selalu Steril

Ruangan pastinya ada dibangunan manapun, termasuk didalam rumah. Tentunya, kebersihan serta kesterilan ruangan perlu untuk dijaga untuk mengupayakan pencegahan adanya virus berbahaya didalam rumah. Sebagai lingkungan dimana kita selalu menghabiskan banyak waktu, tentunya cara mensterilkan ruangan dari virus pada rumah sangat penting untuk diterapkan.

Jika ruangan tidak disterilkan, maka bisa berpotensi menjadi tempat yang baik untuk virus berkembang. Tentunya hal ini tidak diinginkan mengingat akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan orang-orang disekitar. Frekuensi sterilisasi perlu ditingkatkan mengingat saat ini sedang terjadi lonjakan penyebaran virus corona.

Bagaimana Mencegah Penyebaran Virus?

Penyebaran virus terutama virus corona saat ini menjadi hal yang sangat dikhawatirkan oleh warga dunia. Tak hanya di Indonesia, berbagai negara lainnya pun sedang berjuang untuk melawan virus ini. Namun, tindakan pencegahan bisa dilakukan untuk menekan penyebaran virus sehingga Anda tidak perlu merasa panik berlebihan.

Salah satu tindakan utama yang ampuh mencegah penyebaran virus adalah dengan melakukan dekontaminasi dengan rutin melakukan sterilisasi pada berbagai ruangan dan barang-barang. Ruangan, kamar mandi, barang-barang, gagang pintu, wastafel, dan lain sebagainya merupakan hal yang perlu untuk disterilkan. Tentunya sterilisasi ini harus dibarengi dengan penggunaan masker dan rutin mencuci tangan untuk mencegah semakin banyak penyebaran virus.

Berbagai Cara Mensterilkan Ruangan Dari Virus

1.Ruang Tamu

Ruang tamu bisa menjadi salah satu tempat yang berpotensi untuk menjadi tempat berkembangnya virus. Hal ini dikarenakan ruang tamu merupakan tempat untuk menerima tamu darimanapun dan kapanpun. Tentu kita tidak mengetahui apakah tamu tersebut dalam kondisi sehat atau tidak. Oleh sebab itu, ruang tamu perlu untuk disterilkan.

Cara mensterilkan ruangan dari virus bisa dimulai dari menyemprotkan cairan disinfektan pada meja, kursi, dan benda-benda lain yang terdapat disana. Selain itu, lantai pun perlu rutin untuk dipel dengan dan akan lebih baik jika menggunakan cairan pembersih yang mempunyai sifat antibakteri.

2. Kamar Tidur dan Kamar Anak

Kamar tidur merupakan salah satu ruangan yang wajib untuk disterilkan karena bisa menjadi tempat bagi berkembangnya virus. Terlebih jika kamar tersebut ditempati oleh orang yang sedang sakit. Kamar anak pun sangat penting untuk dijaga kesterilannya karena anak-anak rawan terkena virus.

Rutin mencuci seprai dan direndam terlebih dahulu pada perendam yang mengandung anti bakteri bisa membantu mengurangi penyebaran virus. Selain itu, berbagai benda-benda yang ada di dalam kamar pun perlu untuk disemprot dengan menggunakan disinfektan. Pastikan juga Anda tidak menggantung pakaian kotor di kamar, langsung cuci untuk menghindari virus.

3. Kamar Mandi

Kamar mandi menjadi tempat yang rawan untuk penyebaran virus karena kondisi lingkungan yang lembab dan terkadang kurang bersih sangat disukai virus untuk tumbuh dan berkembang. Bagian-bagian penting yang perlu menggunakan disinfektan adalah wastafel, kran, shower, bathtub, toilet, dan berbagai benda lain yang terdapat didalam kamar mandi. Biasakan juga untuk tidak menumpuk pakaian kotor di kamar mandi dan langsung mencucinya untuk mencegah penyebaran virus.

4. Dapur

Dapur merupakan ruangan yang digunakan untuk mempersiapkan berbagai makanan yang nantinya akan disantap. Oleh sebab itu, selain orang yang menyiapkan makanan harus dalam kondisi yang sehat dan steril, kondisi dapur pun harus dijaga untuk dibuat sangat steril. Anda bisa memanfaatkan cairan disinfektan yang bersifat food grade untuk bisa membersihkan dapur beserta alat-alat dapur.

5. Ruang Makan

Pada ruangan ini tentunya merupakan tempat dimana Anda dan sekeluarga menyantap makanan. Virus bisa saja menempel pada makanan dan masuk kedalam tubuh apabila kondisi ruang makan tidak steril. Semprotkan cairan disinfektan pada meja makan untuk mencegah penyebarannya. Selain itu, Anda juga perlu menjaga kebersihan alat-alat makan yang digunakan.

Bagaimana Mengetahui Disinfektan yang Baik Untuk Sterilisasi Ruangan?

Disinfektan merupakan agen antimikroba yang biasanya dibuat dari cairan kimia untuk membunuh virus. Prinsip kerja disinfektan adalah dengan menghancurkan dinding sel virus dan membuat metabolismenya terganggu sehingga penyebaran virus bisa dicegah dengan penggunaannya.  Penggunaan disinfektan bisa dimanfaatkan untuk sterilisasi ruangan.

Untuk mengetahui disinfektan mana yang baik untuk sterilisasi ruangan tentunya disinfektan tersebut haruslah mempunyai kemampuan untuk membunuh virus dengan baik. Ada berbagai jenis bahan yang digunakan dalam bahan baku disinfektan, misalnya alkohol.

Alkohol merupakan salah satu disinfektan yang ampuh dalam membunuh virus. Namun tentunya, haruslah diolah langsung oleh perusahaan yang secara khusus memproduksi disinfektan agar kualitasnya terjamin. Untuk ruangan yang terdapat banyak alat makan, pastikan gunakan disinfektan food grade.

Hal yang Perlu Dilakukan Selain Sterilisasi Ruangan Untuk Terhindar Dari Virus

Selain ruangan yang perlu disterilisasi, Anda juga harus berada dalam kondisi steril. Misalnya saja menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Disarankan untuk lebih sering mandi, mencuci tangan dengan air dan sabun anti bakteri (jika tidak ada bisa menggunakan hand sanitizer), menggunakan masker, serta menerapkan pola hidup yang sehat untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik. Cara mensterilkan ruangan dari virus yang sudah disebutkan diatas bisa Anda coba untuk mengurangi penyebaran virus di lingkungan tempat Anda tinggal. 

Simak Produk Disinfektan RMI Disini

manfaat disinfektan

Manfaat disinfektan adalah hal yang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat karena ditengah pandemi virus corona saat ini, disinfektan menjadi salah satu tips untuk mencegah penularan.

Apa Itu Covid – 19?

Wabah corona virus tengah melanda seluruh dunia. Hampir semua negara berjibaku melawan keganasan virus ini. Banyak orang dan bahkan tenaga medis meninggal akibat virus mematikan yang satu ini. Lalu sebenarnya apa itu corona atau yang dikenal dengan Covid – 19 ini?

Corona virus atau Covid – 19 merupakan virus yang pada dasarnya menyerang saluran pernapasan. Virus ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China. Dan secara bertahap, virus ini mulai meluas ke berbagai negara di seluruh dunia. Banyak negara yang berduka karena kehilangan banyak warganya akibat pandemi ini.

Banyaknya korban berjatuhan membuat dunia memutar otak untuk segera menemukan solusi untuk memutus mata rantai Covid – 19 ini. Namun disinfektan merupakan salah satu cara yang kini banyak digunakan untuk mengatasi corona virus. Disinfektan bermanfaat untuk membunuh kuman, virus dan bakteri yang menempel pada benda – benda mati seperti lantai, gagang pintu, kursi, meja, alat transportasi dan lain sebagainya.

Cara Penularan Covid – 19

Penularan corona virus memang masih sulit dihentikan. Hal ini dilihat dengan masih bertambahnya jumlah pasien yang terbukti positif Covid – 19. Lalu sebenarnya apa sajakah yang menjadi faktor terjadinya penularan virus corona ini?

  • Droplet

Sebenarnya secara garis besarnya penularan virus corona ada dua macam. Yang pertama adalah melalui droplet. Ketika anda terkena droplet dari orang yang terpapar  Covid – 19 baik melalui bersin, berbicara maupun batuk maka resiko tertular sangat tinggi. Terlebih jika anda berjarak sangat dekat dengan orang tersebut serta tidak menggunakan masker.

  • Menyentuh Wajah, Mata dan Mulut

Kadangkala kita seringkali reflek memegang wajah terutama mata, hidung dan mulut. Hal ini perlu dihindari karena kita tidak pernah tahu bakteri, kuman dan virus apa saja yang menempel pada tangan kita setelah memegang berbagai macam barang. Disarankan sebelum memegang area wajah, pastikan tangan dalam keadaan bersih.

Kedua faktor diatas diduga kuat menjadi cara termudah terhadap penularan Covid – 19.

Siapa yang Berisiko Tertular Covid – 19?

Semua orang saat ini tentu khawatir dan merasa takut jika tertular virus Covid – 19 mengingat banyaknya orang yang meninggal akibat virus ini. Namun sebenarnya siapa sajakah yang lebih berpotensi tertular Covid – 19 ini?

  • Bepergian Di Wilayah Terjangkit

Saat ini di Indonesia dan bahan di seluruh dunia sudah memiliki zona – zona daerah terjangkit. Hal ini menjadi peringatan kuat bahwa masyarakat dilarang memasuki wilayah terjangkit untuk mencegah terjadinya penularan. Seseorang yang secara sengaja atau tidak sengaja berkunjung atau bepergian ke wilayah terjangkit biasanya harus melalui proses isolasi mandiri serta melakukan serangkaian tes untuk memastikan kondisinya.

Biasanya isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari. Kemudian jika diperlukan, diminta untuk melakukan rapid test maupun swab untuk mengetahui orang tersebut terpapar virus Corona atau tidak. 

  • Sistem Imun Rendah

Sebenarnya larangan untuk bepergian sangatlah tepat. Hal ini karena penularan virus Corona bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja. Seseorang bisa saja terpapar virus Covid – 19 tanpa mengalami gejala apapun atau disebut dengan OTG (Orang Tanpa Gejala).

Ada pula yang terpapar namun tak mengalami masalah kesehatan apapun karena sistem imunnya bagus. Namun, jika sistem imun sedang turun, maka resiko tertular jelas akan semakin besar. Sehingga sangat disarankan menghindari kunjungan di daerah terjangkit serta jangan bepergian jika memang tidak penting.

  • Pola Hidup yang Buruk

Sistem imun yang rendah menjadi faktor yang berperan seseorang mudah tertular virus Covid – 19. Biasanya orang yang memiliki pola hidup yang buruk, daya tahan tubuhnya cenderung lemah.

Hal ini menandakan bahwa sebisa mungkin anda diwajibkan untuk menghindari beberapa faktor pemicu diatas agar tidak termasuk kedalam orang yang beresiko tertular virus Corona.

Dampak Covid – 19 Bagi Kesehatan

Alasan mengapa masyarakat diwajibkan waspada dan selalu menjaga pola hidup sehat karena virus Covid – 19 ini mampu menyerang saluran pernapasan dan bahkan mengancam jiwa si penderita. Untuk itu informasi mengenai manfaat disinfektan dalam mencegah penularan Coronavirus ini juga perlu diketahui sebagai salah satu penunjang untuk mencegah agar tidak mudah tertular virus Corona.

Cara Mencegah Covid – 19

Banyak orang berlomba – lomba menerapkan berbagai cara untuk mencegah penularan Covid – 19. Lalu bagaimanakah pencegahan yang tepat untuk mengatasi virus Corona ini?

Pola Hidup sehat

Menjaga pola hidup sehat sangatlah penting agar tubuh selalu fit dan sehat sehingga tak mudah sakit dan rentan terkena penyakit akibat kuman, bakteri maupun virus. Pola hidup sehat bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu :

  • Menjaga pola hidup bersih, terutama tajin cuci tangan menggunakan air mengalir dan juga sabun.
  • Menggunakan hand sanitizer jika tidak ada air.
  • Mengenakan masker ketika bepergian.
  • Menerapkan jaga jarak.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari stress.
  • Sempatkan berolahraga.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi.
  • Mengkonsumsi vitamin.

Beberapa cara di atas mampu membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima sehingga badan tak akan mudah drop dan mudah terserang virus Corona.

Penggunaan Disinfektan

Disinfektan dipercaya mampu membunuh virus yang menempel pada benda – benda mati. Sehingga penyemprotan disinfektan ini digalakkan oleh pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid – 19. 

Biasanya penyemprotan disinfektan dilakukan ditempat – tempat umum serta alat transportasi umum yang memungkinkan banyak digunakan dan dikunjungi banyak orang. Namun tak masalah juga jika disinfektan ini diterapkan pada rumah – rumah. Namun yang perlu diingat adalah bahwa disinfektan ini berguna untuk benda – benda mati saja dan justru akan berbahaya jika disemprotkan pada tubuh manusia maupun hewan.

Gunakan Disinfektan Berkualitas Untuk Mengatasi Coronavirus

Sudah kurang lebih 2 bulan ini, masyarakat Indonesia dihantui dengan adanya keberadaan virus covid-19. Maka dari itu, untuk bisa tetap sehat dan terhindar dari penularan virus covid-19 ini, masyarakat hendaknya patuh terhadap ketentuan yang dianjurkan oleh pemerintah. Selain itu, masyarakat juga perlu melakukan beberapa hal yang menunjang pencegahan virus ini menyebar lebih luas lagi. Kira – kira apa saja ya hal – hal yang dapat dilakukan? Penasaran? Yuk, simak informasinya berikut ini ya!

Mencuci Tangan dengan Sabun

Hal pertama yang dapat Anda lakukan guna mencegah penyebaran virus covid-19 ini adalah dengan mencuci tangan Anda dengan menggunakan sabun. Memang, sebelum adanya virus covid-19 ini, sebenarnya mencuci tangan dengan sabun merupakan sebuah hal yang wajar untuk dilakukan dan memang semestinya untuk dilakukan. Namun, dalam rangka pencegahan penyebaran virus ini, proses mencuci tangan yang diharapkan adanya lebih intens dan juga dilengkapi dengan sabun yang dapat membunuh kuman, bakteri, serta virus yang menempel pada tangan Anda. gunakan sabun yang baik dan cuci tangan Anda sesuai ketentuan. Gerakan tangan Anda seperti ketentuan pencucian tangan dan jangan tergesa – gesa. Pastikan tangan Anda sudah benar – benar bersih, barulah Anda bisa membilas tangan Anda tersebut.

Pencucian tangan ada baiknya dilakukan sesering mungkin saat Anda sedang menyentuh barang – barang asing. Misalnya seperti gagang pintu rumah orang lain atau tempat umum, memegang pegangan tangga, ke tempat – tempat umum, dan lain sebagainya. jangan lupa untuk melakukan pencucian tangan saat Anda hendak masuk ke dalam rumah. Agar Anda tidak membawa kotoran dari luar ke dalam rumah.

Jika Anda berada di luar rumah dan kesulitan untuk menemui wastafel atau tempat mencuci tangan, Anda bisa melakukan pencucian tangan dengan menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer dapat digunakan untuk mencuci tangan dengan lebih praktis sehingga Anda tidak perlu membilas tangan Anda kembali. Namun, dalam prakteknya, ada baiknya Anda untuk tidak terlalu sering menggunakan hand sanitizer ini karena malah akan merusak lapisan kulit tangan Anda Jika terlalu sering.

Tidak Menyentuh Wajah

Hal kedua yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 ini adalah dengan menghindari tangan Anda untuk menyentuh wajah Anda, khususnya saat Anda berada di luar rumah, atau di tempat – tempat khalayak ramai. Sebab, dengan menyentuh wajah, maka penyebaran akan lebih rentan terjadi mengingat di bagian wajah, akan lebih mudah terhirup oleh kita serta pori – pori lebih besar sehingga memudahkan virus covid-19 yang ukurannya sangat kecil untuk masuk ke dalam tubuh kita. Maka dari itu, jika Anda terpaksa menyentuh wajah Anda, cucilah tangan Anda dahulu hingga bersih dengan menggunakan sabun, baru kemudian Anda bisa menyentuh wajah Anda.

Menggunakan Masker

Selanjutnya, Hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan masker. Memang, saat awal penyebaran covid-19 ini, diberitahukan bahwa penggunaan masker ada baiknya untuk digunakan oleh para penderitanya saja. Karena yang menentukan virus tersebut menyebar kemana – mana adalah penderitanya sendiri. Namun, semakin seringnya kasus yang muncul akibat virus ini membuat pemerintah menganjurkan untuk setiap orang agar mengenakan masker saat bepergian keluar rumah.

Masker sekali pakai memang saat ini semakin sulit ditemukan dan dijual dengan harga yang mahal, maka dari itu, pemerintah menganjurkan untuk menggunakan masker kain yang dapat digunakan hingga beberapa kali pakai dan bisa dicuci. Namun, jangan biarkan Anda menggunakan masker kain yang sama lebih dari 4 jam berturut – turut. Sebab kabarnya, masker kain yang demikian tidak efektif untuk menjaga Anda dari virus – virus yang ada di luar sana. Penggunaan masker ditujukan agar ada yang menahan kotoran – kotoran asing dari luar untuk masuk ke saluran pernafasan Anda. sehingga potensi tertular virus dapat dikurangi.

Menghindari Keramaian

Selanjutnya, hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghindari keramaian. Memang, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial dimana manusia perlu untuk berinteraksi antar sesama. Meskipun begitu, ada baiknya di masa pandemic ini, Anda menghindari keramaian – keramaian di luar sana. Hal ini dikarenakan keramaian akan sangat rentan menjadi media penularan covid-19 ini. dengan jarak yang tidak berjauhan dapat membuat virus dari satu orang menyebar ke banyak orang yang berada di kawasan yang sama.

Apalagi, tanda – tanda covid-19 tidak bisa langsung diketahui gejalanya meskipun seseorang sudah terinfeksi virus tersebut. Sehingga ada baiknya untuk tetap waspada, dan menjaga jarak dengan orang lain. hindari juga duduk bersebelahan dengan orang lain di tempat umum. Terapkan social distancing sejauh 1,5 meter antara 1 orang dengan orang lainnya untuk memperkecil potensi seseorang tertular covid-19 ini.

Menyediakan Desinfektan

Dan yang terakhir, jangan lupa untuk menyediakan desinfektan di rumah Anda. semprotkan disinfektan ke perabot – perabot rumah Anda dan ke bagian – bagian rumah yang seringkali disentuh anggota keluarga Anda. Anda juga bisa menyemprotkan cairan desinfektan ini ke pagar rumah Anda dan bagian depan rumah Anda yang notabenenya dilalui banyak orang.

Kemudian juga, apabila Anda menggunakan jasa pengiriman barang dalam membeli sesuatu, ada baiknya paket yang sampai dan Anda terima Anda semprotkan terlebih dahulu dengan menggunakan desinfektan untuk memastikan bahwa paket yang Anda terima terbebas dari virus yang berbahaya.

Nah, itu dia beberapa informasi mengenai cara untuk mencegah penyebaran covid-19. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi untuk Anda.

Virus Corona atau Covid-19 telah menjadi bencana dunia yang menyerang tidak hanya satu atau dua negara saja, tetapi hampir semua negara. Berbagai dampak negatif yang disebabkan oleh virus berbahaya ini telah membuat seluruh masyarakat dunia perlu waspada di mana pun mereka berada. Bahkan, hingga beberapa negara memutuskan untuk memberlakukan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebarannya yang semakin masif. Selain kebijakan lockdown, pemberlakukan work from home (WFH) atau bekerja di rumah juga dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus di tempat kerja. Sehingga, cara ini dipilih sebagai cara yang efektif namun tetap bisa produktif untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan di masa pandemi ini dengan mengerjakannya di rumah masing-masing.

Dari serentetan kebijakan yang diberlakukan, yang tidak kalah penting adalah penerapan akan kebersihan, baik kebersihan diri, lingkungan, dan barang belanjaan Anda. Karena tidak bisa dihindari, walaupun terdapat pelarangan untuk berada di tempat yang ramai, setiap orang perlu berbelanja untuk bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari terutama dalam memenuhi kebutuhan asupan gizi keluarga. 

Sehingga, sebagian besar orang pun masih tetap pergi ke pasar maupun supermarket untuk membeli kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dan barang-barang yang Anda beli perlu diperhatikan kebersihannya, mengingat penularan Covid-19 juga bisa melalui permukaan atau barang yang terinfeksi lalu tangan Anda menyentuh bagian dari wajah Anda.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Barang Belanjaan Anda

Sangat tidak mungkin jika selama memberlakukan stay at home dalam masa pandemi Covid-19 ini setiap orang tidak berbelanja, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti sembako, buah, sayur, dan perlengkapan mandi berupa sabun, sampo, dan pasta gigi. Kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer yang digunakan sehari-hari dan akan segera habis. Oleh karena itu, Anda perlu untuk berbelanja. Namun, dalam masa ini kewaspadaan menjadi hal yang sangat penting, di mana menjaga agar barang-barang belanjaan yang berada di luar tersebut dan telah banyak terpapar bisa digunakan secara aman oleh Anda. 

Biasanya ketika berbelanja, para pembeli akan melihat dan mengecek setiap barang dengan menyentuhnya. Hal tersebut pun berpotensi untuk memindahkan virus ke barang-barang tersebut dan kemudian akan dipegang orang lain kembali. Hal ini lah yang membuat proses pemaparan virus semakin meluas. Sehingga, penting sekali untuk menjaga kebersihan barang belanjaan Anda. Terutama ketika sudah sampai di rumah, agar barang tersebut tidak disentuh oleh anggota keluarga yang lain sebelum dibersihkan.

Upaya membersihkan ini adalah bagian dari menjaga dan melindungi keluarga Anda dari paparan virus Covid-19 yang membahayakan tersebut. Selain itu, hal ini juga menjadi upaya untuk bisa memberikan barang-barang dan makanan yang bersih dan sehat untuk keluarga Anda. Dengan makanan yang sehat, maka keluarga juga akan sehat dan mampu mempertahankan kekebalan tubuhnya dari hadirnya virus-virus.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Akan Kebersihan Barang Belanjaan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya pada kebersihan barang-barang belanjaan Anda. Di mana kemungkinan berbagai macam virus bisa saja menempel pada barang belanjaan termasuk Covid-19. Agar Anda tidak terpapar akan virus tersebut, maka berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan barang belanjaan Anda tersebut.

  1. 1.Pastikan Kebersihan Tangan Anda

Tangan menjadi salah satu organ tubuh yang paling mudah dan paling sering terpapar. Karena tangan lah yang lebih aktif untuk menyentuh apa saja. Sehingga kebersihan tangan perlu untuk diperhatikan lebih terutama di tengah pandemi Covid-19 ini. Anda perlu berhati-hati terhadap segala sesuatu yang Anda sentuh. Sering lah untuk membersihkannya dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Begitu pun saat Anda akan berbelanja, juga bersihkan terlebih dahulu tangan Anda sebelum memegang barang belanjaan. Jika Anda menggunakan troli atau keranjang barang, usahakan untuk membersihkan pegangannya karena alat tersebut telah digunakan oleh banyak orang. Selain itu juga usahakan untuk memegang barang-barang yang memang akan Anda beli saja. Sebelumnya Anda bisa membuat daftar belanja agar lebih cepat dan sesuai tujuan. 

  1. Membersihkan Kemasan

Jika Anda membeli makanan kemasan, untuk makanan yang berada di dalam kemasan akan relatif aman dari paparan virus. Namun, tidak untuk kemasannya. Kemasan tersebut bisa saja telah tersentuh oleh beberapa orang yang juga akan membeli. Sehingga, Anda perlu untuk berhati-hati. Sebelum mengkonsumsinya, bersihkan dahulu kemasan makanan tersebut dengan menggunakan cairan disinfektan yang dituangkan ke sebuah kain lalu gunakan untuk membersihkan kemasannya. Baru setelah itu, Anda bisa mengkonsumsinya.

  1. Mencuci Buah Dan Sayur Yang Dibeli

Buah dan sayur yang Anda beli, sesampainya di rumah segera dibersihkan dengan cara mencucinya dengan air bersih yang mengalir serta gunakan sabun khusus untuk mencuci bahan makanan. Hal tersebut dikarenakan, selama buah dan sayur berada di pasar atau supermarket biasanya dipajang, sehingga peluang untuk terpapar sangat lah besar. 

  1. Membersihkan Kantong Plastik Atau Tas Kain

Ketika Anda berbelanja, biasanya Anda akan mendapat kantong plastik sebagai wadah barang-barang belanjaan Anda atau Anda yang membawa tas belanja sendiri dari rumah. Agar plastik bisa digunakan kembali misalnya sebagai tempat sampah, maka plastik tersebut bisa diletakkan di luar rumah terlebih dahulu baru kemudian digunakan. Sedangkan tas kain untuk berbelanja harus segera dicuci agar bisa digunakan untuk berbelanja kembali.

Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Begitu pun dengan barang-barang belanjaan yang bersih tentu akan baik untuk pembelinya. Menjaga kebersihan barang belanjaan haruslah diperhatikan dengan baik agar penularan virus Covid-19 dapat diminimalisir.