Pada dasarnya, berbagai lini produksi dan industri sangat bergantung pada kebersihan lingkungan, yang mencakup pekerja atau SDM-nya, tempat, hingga mesin dan alat. Penerapan praktik kebersihan ini juga berperan besar dalam menjamin bahwa barang yang diproduksi di pabrik memenuhi standar kualitas maupun standar keamanan yang berlaku.  

Praktik kebersihan yang diterapkan dalam lingkungan industri pabrik, termasuk manufaktur maupun agrikultur, bertujuan untuk menjaga lingkungan kerja yang bersih dan steril, serta melindungi kesehatan para pekerja. Lebih lanjut lagi, penerapan praktik kebersihan yang ideal pun akan dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat lewat jaminan kebersihan pada produk yang diterima para konsumen nantinya. 

Solusi Mudah dan Aman untuk Jaga Kebersihan Pabrik 

Mengingat betapa signifikannya dampak dari upaya menjaga kebersihan di lingkungan pabrik, termasuk pada alat dan mesin produksi selama masa operasionalnya, tentu Anda perlu melakukan berbagai upaya agar aspek sanitasi pabrik selalu terjaga. Meski demikian, tugas tersebut nyatanya tak semudah kedengarannya. Sebab, mengingat bahwa mesin dan alat produksi di pabrik beroperasi dengan menggunakan tenaga listrik, tentu saja penggunaan cairan pembersih umum tidak dapat digunakan karena bisa mengakibatkan korsleting dan merusak komponen kelistrikan yang penting. 

Untungnya, Anda sebenarnya tak perlu bingung mencari solusi untuk menjaga kebersihan pabrik yang mudah, praktis, dan dijamin aman tanpa resiko konsleting maupun kerusakan pada komponen kelistrikan. Sebab, ada Super Electrosafe, yaitu solven siap pakai yang memiliki kandungan dielektrik. Dengan begitu, Super Electrosafe pun dapat digunakan bahkan saat mesin dan alat operasional pabrik sedang dioperasikan, lho! Jadi, Anda pun bisa melakukan proses pembersihan, bahkan ketika proses produksi atau operasional sedang live. 

Bukan hanya itu saja, Super Electrosafe pun merupakan solven siap pakai yang dapat digunakan sebagai alternatif dari solven berklorin, yang selama ini masih sering digunakan di lingkungan pabrik. Karena itu, Super Electrosafe pun lebih aman dan nyaman digunakan, terutama karena tidak menyebabkan bau menyengat yang mengganggu. Apalagi jika pabrik Anda adalah pabrik makanan, di mana aroma klorin yang tajam bisa berisiko menempel pada makanan. 

Di samping kandungan dielektrik yang membuatnya aman digunakan pada alat elektronik dan bebas klorin, Super Electrosafe juga masih memiliki beberapa kelebihan lainnya. Seperti sifat cairan solven yang tidak korosif, sehingga tidak akan merusak logam pada mesin maupun komponennya. Super Electrosafe juga mudah menguap dan tidak akan meninggalkan residu berupa cairan maupun bekas lainnya, sehingga tidak akan menempel pada barang yang diproduksi dalam bentuk apapun. 

Dengan mempertimbangkan seluruh keunggulan Super Electrosafe tersebut, bisa dikatakan bahwa cairan solven ini adalah solusi yang andal, mudah, dan aman untuk menjaga kebersihan di lingkungan pabrik Anda. Masih belum yakin? Silahkan Anda coba dulu, baru rasakan dan lihat sendiri perbedaannya!  

Kontak kami untuk pertanyaan atau pemesanan Super Electrosafe

super electrosafe

Mengapa Kebersihan di Pabrik Penting 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kebersihan di pabrik berperan penting dalam melindungi kesehatan masyarakat, serta menjamin mutu produk yang dihasilkan. Kebersihan di pabrik sendiri juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada produk, yang dapat terjadi karena adanya kontak dengan benda maupun mikroorganisme yang tak diinginkan maupun tak diduga.  

Dan dengan begitu, pabrik yang bersih pun dapat mengurangi kemungkinan terjadinya bukan hanya kontaminasi, tapi juga persebaran hingga perkembangbiakan patogen-patogen maupun organisme lainnya yang berpotensi membahayakan sepanjang aktivitas operasional masih dijalankan di pabrik. Pada akhirnya, upaya praktik kebersihan yang ideal di pabrik pun berpengaruh pada kesehatan masyarakat sebagai konsumen akhir dari barang yang diproduksi di pabrik. 

Anda barangkali sering mendengar kasus penarikan barang-barang tertentu karena diketahui mengakibatkan masalah kesehatan pada masyarakat. Contohnya penarikan jamur enoki yang diketahui mengandung bakteri Listeria Monocytogenes di atas ambang batas, sehingga berisiko lebih besar mengakibatkan infeksi listeriosis. Dampaknya, produk jamur enoki tertentu harus ditarik dari pasaran dan dimusnahkan.  

Hal tersebut tentu mengakibatkan kerugian, baik dari segi material atau finansial karena produk yang tidak terjual, hingga kerugian dari segi kesehatan masyarakat. Apalagi, produsen bisa merasakan dampak berkelanjutan karena turunnya rasa percaya konsumen terhadap produknya, yang membuat mereka jadi enggan untuk membeli produk tersebut. Tentu Anda tak ingin hal serupa terjadi pada bisnis anda, kan? 

Penerapan Praktik Kebersihan di Pabrik 

Oleh karena itu, industri apapun selalu menuntut agar pabrik selalu menerapkan praktik kebersihan dalam seluruh tahapan operasionalnya. Industri manufaktur sendiri biasanya memiliki 4 (empat) tahap dalam operasionalnya – produksi, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi. Di samping itu, ada juga tahap pengujian kualitas untuk mengecek apakah produk akhir yang siap dikemas, disimpan, maupun didistribusikan telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku dan layak diedarkan. 

Hal ini pun berarti bahwa penerapan praktik kebersihan di pabrik mencakup seluruh aktivitas yang terdapat pada keempat tahap operasional tersebut. Jadi, kebersihan dijaga bukan hanya untuk lantai atau ruangannya saja, kebersihan pekerja saja, atau kebersihan mesin produksinya saja. 

Bukan hanya itu saja, masing-masing tahapan pun memiliki ketentuan praktik kebersihan yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, cairan pembersih atau solven yang digunakan untuk membersihkan ruang penyimpanan tentu tidak bisa sembarangan dipakai di area produksi, apalagi pada mesin dan alat yang dioperasikan dengan listrik. Sebab, cairan tersebut akan dapat memicu bahaya keamanan dengan memicu korsleting, dan akhirnya bisa mengakibatkan kebakaran. Oleh karena itu, Anda perlu inspeksi dengan cermat seluruh tahapan operasional yang dijalankan di pabrik Anda untuk membantu Anda dalam merancang desain praktik kebersihan yang tepat dan aman.  

Untuk menjalankan semua ini, Super Electrosafe bisa menjadi solusi yang benar-benar memudahkan Anda.

Kontak kami untuk pertanyaan atau pemesanan Super Electrosafe

tips aman pengunjung rumah sakit

Rumah sakit merupakan tempat layanan kesehatan yang sudah tentu dikunjungi oleh orang-orang yang mempunyai masalah kesehatan dengan harapan mendapatkan kesembuhan setiap harinya.

Tapi, tidak jarang beberapa di antara pasien setelah pulang dari rumah sakit malah mendapatkan penyakit yang baru. Bahkan mereka yang sehat pun cukup sering tertular penyakit setelah mengunjungi rumah sakit.

Maka dari itu, kebersihan rumah sakit menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, apalagi kebersihan pada ruang lingkup ruang perawatan pasien yang biasanya menjadi lokasi yang paling sering dan banyak dikunjungi. Jadi, resiko untuk menularkan penyakit maupun infeksi pada pengunjung tinggi di sana.

Tidak hanya kebersihan rumah sakit saja yang wajib untuk diperhatikan, melainkan kenyamanan pasien juga, terutama pasien yang menjalani rawat inap. Maka dari itu, mulai dari ventilasi udara, suhu ruang dan hal-hal lainnya harus dijaga dengan sebaik-baiknya untuk menjaga kondisi kamar tetap bersih. Selain itu, juga untuk menghindari bau yang tidak sedap.

Untuk menjaga kebersihan rumah sakit, terutama di ruangan pasien sendiri memiliki proses pembersihan yang dilakukan secara rutin. Cara pembersihan rumah sakit tersebut mulai dari membersihkan tempat tidur pasien, permukaan meja, sampai peralatan yang digunakan lainnya. Bagian lantai pun harus tidak luput untuk dibersihkan.

Lantai bisa dibersihkan menggunakan lobby duster lalu di pel setelahnya menggunakan mop microfiber minimal dalam satu hari adalah 2 kali. Sedangkan untuk ruang isolasi, mop yang digunakan membersihkan lantai harus berbeda dan disiapkan tersendiri.

Ini dimaksudkan untuk mengurangi penyebaran virus atau infeksi yang mungkin dapat terjadi kepada para pengunjung maupun petugas kebersihan rumah sakit sendiri.

Permukaan lingkungan rumah sakit juga harus diperhatikan kebersihannya. Biasanya ini akan dibersihkan dengan menggunakan larutan disinfektan seperti natrium hipoklorit atau klorin.

Sedangkan untuk area atau tempat yang sempit bisa menggunakan alkohol dan larutan peroksida dengan kadar 0,5 sampai 1,4% untuk ruang rawat inap dan 2% untuk ruang operasi. Lalu untuk membersihkan udara sekitar bisa dengan melakukan proses dry mist tingkatnya 5 – 35%.

Alat-alat pembersih lingkungan rumah sakit seperti kain pel, sapu ijuk serta pembersih kering lainnya sebaiknya berbeda atau sendiri tidak jadi satu dengan yang digunakan untuk membersihkan ruangan-ruangan di atas.

Hal itu karena bisa menyebabkan aerosolisasi dari kuman patogen sehingga nantinya bisa menimbulkan infeksi bagian pernapasan tubuh.

Tidak hanya itu, cara untuk menjaga kebersihan seperti bagian permukaan di rumah sakit perlu tingkat kesadaran dari semua orang yang berada di dalamnya baik pengunjung, tenaga medis maupun petugas kebersihan. Dengan begitu budaya hidup sehat dan bersih bisa diimplementasikan dengan baik dan benar.

Beberapa hal lain bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan rumah sakit. Misalnya saja tidak membuang sampah secara sembarangan. Kemudian meletakkan atau menata barang-barang yang ada sesuai dengan tempatnya sehingga bisa tertata rapi dan mudah untuk ditemukan ketika akan digunakan. Lalu memisahkan antara barang yang masih bersih dengan barang yang kotor.

Cara pembersihan rumah sakit seperti di atas memang sudah menjadi tanggung jawab bagi semua orang yang ada di sana, terutama bagi petugas kebersihan.

Kenyamanan serta jaminan kesehatan pada pasien bisa saja sangat tergantung pada kebersihan di lingkungan rumah sakit. Namun sebenarnya, kesehatan pengunjung rumah sakit tidaklah hanya menjadi tanggung jawab dari pihak tersebut, melainkan juga tanggung jawab dari diri sendiri. Pengunjung atau pasien yang datang ke rumah sakit haruslah juga mengetahui bagaimana cara menjaga diri mereka supaya tidak tertular penyakit ketika berada di sana.

Lebih utamanya lagi, sekarang sedang masa pandemi covid-19 yang rentan untuk terserang virus tersebut. Semua orang haruslah benar-benar memperhatikan kesehatan dan kebersihan dirinya. Terlebih jika terpaksa harus ke rumah sakit. Untuk menghindari tertular virus corona di rumah sakit, pengunjung perlu menjalankan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan dan diterapkan di sana.

Tidak hanya itu, pengunjung atau pasien rumah sakit juga bisa menerapkan beberapa tips yang bisa dilakukan saat akan berobat ke rumah sakit. Tips-tips tersebut adalah sebagai berikut:

Tips Aman Berobat Ke Rumah Sakit Pada Masa Pandemi Covid-19

1.      Membuat Janji Dulu Dengan Dokter

Sebaiknya sebelum Anda datang ke rumah sakit di masa sekarang ini, Anda membuat janji terlebih dahulu dengan dokter. Pastikan dahulu pula jadwal prakter dokter di rumah sakit yang akan Anda datangi. Jadi, nanti Anda bisa datang sesuai dengan waktunya tanpa harus menunggu antrean dan malah mempunyai risiko tepapar virus.

2.      Daftar Online

Biasanya jika berobat ke rumah sakit, Anda harus menunggu antrean yang cukup banyak. Namun, di masa pandemi ini sebaiknya Anda menghindari antrean yang tentunya akan banyak orang. Untuk itu sebelum ke rumah sakit, Anda bisa mendaftarkan diri dahulu secara online dan nantinya bisa langsung bertemu dengan dokter.

3.      Memakai Masker serta Membawa Hand Sanitizer

Menggunakan masker di tempat umum termasuk rumah sakit adalah hal yang diwajibkan saat ini. Hal itu untuk menghindari penularan virus lewat udara ataupun batuk dan bersin dari orang lain yang mungkin terpapar. Selain itu, untuk lebih menjaga kebersihan Anda dianjurkan untuk membawa hand sanitizer. Namun jika ada tempat cuci tangan dengan sabun, dianjurkan Anda sering mencuci tangan. Anda pun tidak dianjurkan untuk menyentuh benda-benda yang ada di rumah sakit karena bisa saja sudah terpapar droplet pasien terinfeksi.

4.      Menjaga Jarak Aman

Jaga jarak dan sebisa mungkin tidak berbicara dengan pasien lain juga sangat dianjurkan ketika di rumah sakit. Ini untuk menghindari terpapar virus dari droplet.

Demikian pembahasan mengenai cara pembersihan rumah sakit serta beberapa tips untuk Anda yang ingin mengunjungi rumah sakit di masa pandemi Covid-19 ini. Dengan kebersihan rumah sakit yang terjaga serta kemampuan pengunjung untuk melindungi diri sendiri, bisa mengurangi potensi penularan penyakit, virus, dan infeksi lainnya ketika berkunjung ke rumah sakit.

kebersihan rumah sakit

Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Tidak bisa dipungkiri bahwa di mana pun, kebersihan harus selalu diprioritaskan, tidak terkecuali di rumah sakit yang merupakan tempat yang seharusnya diperhatikan dengan baik akan kebersihannya.

Rumah sakit menjadi tempat di mana banyak orang menderita berbagai penyakit. Jika tidak dijaga kebersihannya, maka hal ini akan sangat membahayakan bagi seluruh pasiennya, tenaga medis, dan para pengunjung.

Lingkungan rumah sakit yang bersih akan sangat berpengaruh untuk meningkatkan kesehatan bagi para pasiennya. Karena rumah sakit menjadi tujuan bagi para pasien untuk mendapatkan kesembuhannya dan bisa hidup dengan sehat kembali. Bahkan dengan menjaga kebersihan secara baik, hal ini akan menjadi penentu dari mutu rumah sakit itu sendiri.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Rumah Sakit

Lingkungan rumah sakit yang tidak diperhatikan kebersihannya, maka tempat tersebut berpotensi untuk menjadi sarangnya penyakit dan sumber infeksi.

Bakteri yang ada mampu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya maupun dari satu pasien ke pasien lainnya. Oleh karena itu penting sekali agar seluruh fasilitas rumah sakit dijaga selalu kebersihannya.

Hal ini akan membantu di dalam mencegah penyakit maupun infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Semakin sedikit jumlah bakteri yang ada, maka semakin sedikit juga adanya risiko terinfeksi. Oleh karena itu, jika berada di lingkungan rumah sakit, baik pasien, tenaga medis, maupun pengunjung agar selalu menjaga kebersihan diri dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun.

Lalu agar bakteri tidak menular dari benda, maka sterilisasi pun harus rutin dilakukan. Ini menjadi langkah yang efektif untuk tetap menjaga rumah sakit selalu dalam kondisi yang bersih.

Mengutamakan Kenyamanan Pasien

Ada banyak pasien dengan berbagai penyakit yang menginap di rumah sakit. Untuk mendukung kenyamanan mereka selama berhari-hari menjalani perawatan di rumah sakit, maka kebersihan haruslah selalu diperhatikan dengan baik. Terutama pada kamar pasien, di mana pasien banyak menghabiskan waktu di ruangan tersebut.

Perhatikan selalu ventilasi udaranya agar sirkulasi udara bisa berlangsung dengan baik dan pasien tetap bisa menghirup udara yang segar. Selain itu dengan adanya ventilasi yang baik, hal ini juga akan membantu agar udara di dalam kamar tidak pengap. Lalu, kamar mandi di dalam ruang rawat juga harus selalu rutin dibersihkan dan jangan sampai menimbulkan aroma yang tidak sedap di dalam ruang rawat tersebut.

Kemudian dari tempat tidur pasien haruslah rutin untuk selalu mengganti seprai kasur dan sarung bantal dengan yang bersih. Begitu pun dengan perabotan yang ada di dalamnya, baik berupa meja, kursi, kulkas, lemari, dan sebagainya. Dengan selalu menjaga kebersihan ruang rawat pasien, hal ini akan membuat pasien nyaman berada di dalamnya dan mampu mendukung kesembuhannya.

Cara Menjaga Kebersihan Di Rumah Sakit

Siapa pun yang berada di rumah sakit tentu ingin segera keluar dari rumah sakit dalam kondisi yang sehat. Oleh karena itu, penting sekali untuk menerapkan cara menjaga kebersihan rumah sakit berikut ini.

1.    Jaga Tangan Agar Selalu Bersih

Tangan merupakan salah satu organ yang sering menyentuh berbagai benda. Dan tanpa Anda ketahui, benda yang Anda sentuh mengandung banyak bakteri yang sangat berbahaya jika sampai tangan Anda menyentuh wajah maupun orang lain.

Oleh karena itu, penting sekali untuk selalu menjaga kehigienisan tangan dengan rutin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan antiseptik. Karena saat Anda berada di rumah sakit mudah sekali untuk menjumpai antiseptik yang disediakan di setiap sudut untuk bisa digunakan oleh siapa saja agar terhindar dari bakteri.

2.    Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Kebersihan di lingkungan rumah sakit adalah tanggung jawab semua orang yang berada di lingkungan tersebut. Baik tenaga medis, pasien, maupun pengunjung. Jadi, pastikan Anda membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Karena pihak rumah sakit pastinya menyediakan tempat sampah di beberapa titik, bahkan memisahkannya menjadi beberapa jenis sampah.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya menjadi wujud kepedulian Anda pada lingkungan khususnya para pasien yang sedang menjalani proses penyembuhannya.

3.    Tidak Menggunakan Peralatan Milik Pasien

Pastikan Anda menghindari untuk menggunakan peralatan yang digunakan oleh pasien. Jika pasien menderita penyakit tertentu yang menular, maka hal ini akan sangat berbahaya. Pisahkan antara peralatan pasien, baik berupa piring, sendok, gelas, baju, dan sebagainya dengan peralatan untuk orang yang sehat. Hal ini dalam upaya agar Anda terhindar dari penyakit dan juga menghindarkan pasien dari bakteri dari Anda sendiri setelah berada di luar ruangan.

4.    Melepas Alas Kaki

Alas kaki tentunya sudah Anda gunakan dari rumah sampai ke rumah sakit. Dan sebelumnya alas kaki tersebut juga digunakan untuk bepergian ke berbagai tempat yang tanpa Anda sadari banyak bakteri yang menempel. Oleh karena itu, untuk menjaga agar ruang rawat pasien tetap bersih, maka saat Anda menjenguk, lepaslah alas kaki tersebut di luar ruangan.

Meski hal ini sering kali diabaikan, namun Anda bisa memberikan contoh yang baik dan sadar diri bahwa kesehatan pasien di dalam adalah hal yang utama. Sehingga kedatangan Anda dengan niat baik untuk menjenguk tersebut tidak menghadirkan penyakit lainnya untuk pasien.

Dengan begitu, untuk menjaga kesehatan bersama di lingkungan rumah sakit, maka kesadaran bersama untuk menjaga kebersihannya sangatlah penting. Hal ini tidak hanya akan mendukung kesembuhan bagi para pasien saja, tetapi juga memberikan suasana yang nyaman bagi siapa saja yang berada di lingkungan rumah sakit, baik tenaga medis maupun pengunjung. Bahkan dengan menjaga kebersihannya akan bisa membangun citra yang baik bagi rumah sakit itu sendiri.

kebersihan bandara

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini memanglah membawa perubahan yang cukup besar dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Apalagi untuk perjalanan internasional, dimana sempat di tutup selama beberapa waktu dan kini sudah mulai dibuka kembali di beberapa negara. Namun, tentunya hal itu dengan protokol kesehatan serta kebersihan yang ketat agar penularan covid-19 dapat dicegah, terutama ketika di bandara.

Beberapa bandara di seluruh dunia sudah menerapkan berbagai peraturan sebagai cara mencegah penyebaran virus corona terjadi di area publik tersebut.

Berbagai cara membersihkan bandara juga dilakukan untuk tetap menjaga tempat itu tetap bersih dan steril sehingga virus yang menempel pada benda-benda yang ada di sekitar hilang dan tidak menjadi sumber penularan penyakit. Salah satu bandara yang menerapkan berbagai upaya menjaga keamanan para pengunjung maupun pegawainya adalah bandara Changi.

Ada beberapa cara yang dilakukan supaya para pelancong tetap bisa menikmati pengalaman di bandara dengan menyenangkan meski selama pandemi. Misalnya bandara ini, benar-benar menerapkan cara menjaga kebersihan bandara dengan sebaik mungkin dengan melibatkan beberapa teknologi.

Beberapa upaya yang dilakukan seperti menggunakan robot pembersih yang dilengkapi dengan penyemprotan disinfektan karpet. Robot ini bisa untuk membersihkan lantai sampai 1.600 m2/jam. Robot ini memang didesain guna memastikan bandara selalu bersih. Selain itu, dengan dilengkapi penyemprot disinfektan karpet, robot ini akan langsung menyemprot karpet setelah dibersihkan.

Tidak hanya itu, bandara Changi juga menerapkan penggunaan disinfektan yang mempunyai teknologi Ultraviolet C LED di pegangan Travellator serta Eskalator. Disinfektan ini dikenal efektif untuk membasmi patogen, cahaya UV-C sendiri dipancarkan dari perangkat yang dipasang pada bingkai pegangan tangan. Dengan begitu, saat pegangan tangan bergerak lampu UV-C akan dengan otomatis mensterilkan pegangan tersebut supaya bebas dari patogen.

Peningkatan pembersihan terminal pun dilakukan dengan gencar serta penerapan jaga jarak aman juga diatur. Seluruh bandara saat ini memang menerapkan jaga jarak aman, misalnya dalam penggunaan alat maupun fasilitas dengan cara bergantian, serta memberikan jarak antar kursi pada ruang tunggu, restoran hingga lounge istirahat.

Tidak hanya itu, frekuensi pembersihan terminal pun semakin ditingkatkan guna perlindungan jangka panjang pada virus corona. Benda-benda yang permukaannya sering disentuh seperti pegangan troli hingga gagang pintu selalu disemprot dengan pelindung anti-mikroba. Selain itu, di sini tersedia hand sanitizer sebanyak kurang lebih 1.200 yang mana menggunakan sensor sehingga menghindari sentuhan tangan.

Tidak hanya bandara Chagi saja yang selalu berupaya mencegah penularan virus corona agar tidak menginfeksi pengunjung ataupun pegawai yang ada, namun nyatanya hampir semua bandara yang beroperasi saat ini.

Mulai dari semakin meningkatkan pembersihan area bandara, seperti terminal, tempat istirahat, ruang tunggu, toilet, jalur pengeluaran bagasi, hingga kios check-in maupun tempat-tempat lain yang ada di sana.

Pihak bandara juga secara berkala melakukan penyemprotan disinfektan untuk membunuh virus yang mungkin menempel di benda-benda sekitar sebagai upaya lanjutan dalam cara menjaga kebersihan bandara.

Namun, sebenarnya tidak hanya pihak bandara saja yang harus berusaha untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona akan tetapi Anda dan pengunjung bandara lainnya juga harus berusaha untuk hal tersebut.

Anda juga harus menjaga kebersihan diri sendiri maupun sekitar dan juga menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan. Anda pun bisa melakukan beberapa hal untuk meminimalisir risiko dari terpaparnya virus tersebut saat berada di bandara. Beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut.

Cara-Cara Efektif untuk Jaga Diri Supaya Tidak Tertular Covid-19 Ketika Berada di Bandara

  1. Menghindari Keramaian

Salah satu cara pencegahan virus corona yang direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization) adalah menjaga jarak maupun menghindari tempat-tempat ramai atau kerumunan orang.

Hal ini berlaku meski Anda sedang berkunjung ke fasilitas kesehatan, pesta hingga kerumunan yang lain. Begitu pula ketika Anda terpaksa harus ada di bandara.

Sebaiknya Anda mencari tempat-tempat atau sisi ruang yang sepi atau jauh dari keramaian. Anda juga harus menjauh dari orang-orang yang menunjukkan gejala Covid-19, misal batuk, demam, dan pilek.

  1. Bersihkan dan Cuci Tangan dengan Rajin

Saat berada di tempat ramai seperti bandara, Anda sebaiknya lebih rajin dalam membersihkan tangan baik dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, maupun menggunakan hand sanitizer.

Cuci tangan Anda paling tidak selama 20 detik sebelum dan sesudah menggunakan fasilitas umum karena tangan merupakan pusat untuk bertumpuknya virus serta bakteri sehingga penularan bisa mudah terjadi.

Namun, jika Anda tidak memungkinkan untuk terus mencuci tangan ataupun tidak membawa hand sanitizer, Anda bisa menggunakan tisu basah maupun alat pembersih lainnya untuk membersihkan tangan.

  1. Gunakan Masker

Seperti yang diketahui bahwa Covid-19 menyerang sistem pernapasan manusia dan penyebarannya bisa melalui udara maupun droplet atau percikan ludah dari orang yang bersih atau batuk.

Penularan dari cara-cara tersebut terutama melalui udara dapat dicegah dengan penggunaan masker yang menutupi mulut serta hidung. Pastikan saat Anda keluar rumah apalagi akan ke tempat yang ramai seperti bandara untuk selalu menggunakan masker. Gunakan masker dengan benar, kencangkanlah masker di hidung lalu tarik hingga ke dagu.

Anda juga sangat diwajibkan menggunakan masker saat merasa memiliki gejala seperti flu, demam, batuk maupun lainnya. Selain masker, Anda juga bisa menambah dengan menggunakan face shield untuk menghindari terkena droplet pada bagian wajah saat ada orang yang bersin atau batuk di dekat Anda.

Demikian pembahasan mengenai cara menjaga kebersihan bandara yang dilakukan oleh beberapa bandara yang beroperasi terutama bandara Changi serta beberapa cara agar terhindar dari penularan covid-19 yang bisa dilakukan saat berada di area publik tersebut.

Dengan adanya peningkatan dalam cara membersihkan dan cara menjaganya, tentu akan mengecilkan kemungkinan penularan virus corona di bandara baik pada pengunjung maupun pegawainya.

tips aman naik pesawat

Droplet atau tetesan yang keluar ketika orang terinfeksi Covid-19 batuk maupun bersih adalah salah satu jalan penyebaran virus corona. Hal itu karena tetesan tersebut bisa jatuh ke permukaan sebuah benda lalu bertahan selama berhari-hari. Begitu juga di dalam pesawat, dimana mungkin ada penumpang sudah terinfeksi lalu bersin ataupun batuk dan tetesannya jatuh mengenai kursi maupun benda-benda lain yang ada di dalam pesawat.

Hal di atas tentu menjadi alasan untuk beberapa penumpang pesawat merasa ragu untuk terbang. Tapi, pada nyatanya maskapai penerbangan tentu sudah mengantisipasi hal-hal seperti itu terjadi. Mereka melakukan berbagai cara atau langkah pencegahan penularan virus di dalam pesawat. Selain itu, ada beberapa cara membersihkan pesawat yang dilakukan maskapai tersebut supaya pesawat tetap aman dari ancaman berbagai virus, terutama virus corona. Apa saja kira-kira caranya? Berikut pembahasannya.

Beberapa Cara Membersihkan Pesawat untuk Mencegah Virus Corona dan Virus Lainnya

  1. Membersihkan Kabin Pada Tiap Malam Hari

Jeda penerbangan yang umumnya terbatas, awak kabin sangat mungkin untuk hanya membersihkan bagian dalam pesawat, terutama sampahnya. Namun pada malam hari, pesawat akan dibersihkan dengan menyeluruh mulai dari kursi, toilet, bagasi kabin, serta berbagai bagian lainnya.

  1. Menyemprot Pesawat Menggunakan Disinfektan

Pada setiap bulan, maskapai penerbangan mempunyai jadwal pembersihan pesawat secara lebih menyeluruh. Maskapai pun melakukan penyemprotan dengan disinfektan pada pesawat. Penyemprotan disinfektan ini mampu untuk memberikan perlindungan hingga 10 hari pada pesawat. Tidak hanya itu, di saat pandemi seperti ini penyemprotan disinfektan dibutuhkan untuk mematikan berbagai virus yang mungkin terdapat di pesawat. Tentunya cara ini dilakukan untuk menjaga kesehatan para penumpang supaya tidak tertular covid-19 ataupun penyakit yang lainnya selama terbang bersama mereka.

Nah, itulah beberapa cara membersihkan pesawat yang dilakukan maskapai. Namun, mencegah penularan covid-19 di dalam pesawat haruslah tidak hanya diupayakan oleh maskapai penerbangan, melainkan juga dari para penumpang. Caranya adalah dengan mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan. Tidak hanya itu, penumpang pesawat pun bisa mengikuti beberapa tips terbang aman ini agar terbebas dari covid-19. Tips ini sebagaimana dilansir Live Strong, laman informasi kesehatan yang mempunyai basis di Amerika Serikat. Berikut adalah pembahasannya.

Tips Aman Naik Pesawat untuk Penumpang

  1. Teliti Ketika Memilih Maskapai Penerbangan

Meneliti berbagai hal yang memiliki kaitan dengan pesawat yang akan digunakan untuk terbang adalah hal penting dilakukan sebelum memesan tiket. Anda harus mengetahui tentang bagaimana cara maskapai dalam menjaga keamanan dari penumpang maupun pegawainya. Saat ini sudah maskapai-maskapai penerbangan sudah banyak yang menerapkan berbagai peraturan guna mencegah penyebaran covid-19 di dalam pesawat. Bahkan maskapai-maskapai tersebut sudah menginformasikannya di situs resmi mereka. Anda bisa meneliti terlebih dahulu bagaimana maskapai memberlakukan peraturan protokol kesehatan ketika di pesawat, misalnya saja mengenai jarak fisik antar penumpang maupun awak kabin sampai bagaimana pelayanan makanan dan minumannya.

  1. Mengurangi Interaksi Saat Berada di Bandara

Salah satu area public yang bisa menjadi tempat yang sangat berpotensi untuk penularan covid-19 adalah bandara. Maka dari itu, Anda harus benar-benar memperhatikan diri sendiri saat berada di sana. Meskipun mengurangi kontak dengan orang lain adalah hal yang cukup sulit, tapi sebaiknya Anda mencoba meminimalisirnya. Misalnya saja, ketika membeli tiket Anda memilih membeli dengan melalui online serta menggunakan layanan mobile boarding pass. Anda juga bisa membawa hand sanitizer dan rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir karena benda-benda di bandara sangat mungkin disentuh oleh banyak orang.

  1. Membatasi Intensitas untuk ke Kamar Mandi

Saat berada di bandara maupun pesawat, cobalah untuk membatasi intensitas Anda ke kamar mandi. Hal itu karena kamar mandi merupakan salah satu sarang kuman. Benda-benda yang ada di kamar mandi bisa saja menjadi media penularan covid-19 seperti engsel pintu kamar mandi serta closet. Namun, jika Anda harus ke kamar mandi pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Lalu hindari sebisa mungkin menyentuh engsel pintu.

  1. Menyalakan Ventilasi Udara

Jika sudah berada di dalam pesawat, Anda dan penumpang lainnya disarankan untuk menyalakan ventilasi udara yang ada di atas tempat duduk. Hal itu untuk membantu aliran udara menghalau virus serta kuman untuk ke arah kabin.

  1. Menjaga Jarak Fisik dengan Orang Lain

CDC sangat merekomendasikan menerapkan jarak fisik untuk mencegah penularan Covid-19. Jarak fisik yang disarankan CDS adalah minimal 1,8 – 2 meter. Tidak hanya itu, saat membeli pesawat sebaiknya Anda mencari informasi lebih dulu apakah maskapai yang akan digunakan menjamin adanya jarak fisik saat penerbangan.

  1. Memakai Masker

Salah satu cara utama dalam protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona adalah menggunakan masker. Hal itu karena masker tidak hanya untuk menghindari paparan droplet namun juga untuk mengurangi aktivitas Anda menyentuh mulut dan hidung serta bagian wajah lainnya.

  1. Rajin Membersihkan Tangan

Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun serta menggunakan hand sanitizer harus dilakukan untuk memastikan bahwa tangan anda selalu dalam keadaan yang bersih. Lalu saat naik pesawat, pastikan Anda juga membersihkan permukaan benda-benda yang ada di sekitar dengan menggunakan larutan disinfektan.

Demikian pembahasan mengenai berbagai cara membersihkan pesawat yang dilakukan maskapai serta tips untuk penumpang pesawat agar terhindar dari penularan covid-19 selama berada di perjalanan dengan moda transportasi tersebut. Patuhi protokol kesehatan yang diterapkan agar senantiasa merasa aman dan nyaman dari virus corona.

cara bersihkan peralatan dengan disinfektan

Bagaimana cara efektif bersihkan peralatan dengan disinfektan? Virus Covid 19 sekarang ini telah menginfeksi sebanyak 192 negara yang ada dunia. Dimana para ilmuwan dan para ahli pun tetap berusaha untuk meneliti semua hal terkait virus Corona ini. Di samping meneliti vaksin sebagai anti virusnya, ilmuwan dan para ahli pun ikut meneliti disinfektan untuk membasmi virus.

Menurut para ahli sendiri, ada beberapa metode untuk membasmi virus Corona secara efektif. Dimana langkah-langkah ini mungkin dapat dilakukan dalam rangka pencegahan paparan virus Covid 19 di dalam rumah.

Ini Cara Efektif Bersihkan Peralatan Dengan Disinfektan

Menurut para ahli, aturan paling penting dalam membersihkan rumah dengan disinfektan ialah jangan langsung terburu-buru membersihkan disinfektan sesudah digunakan, biarkan cukup lama sampai virus dibasmi oleh disinfektan terlebih dahulu. Berikut beberapa hal terkait penggunaan disinfektan untuk membersihkan rumah :

  1. Barang yang Rutin Dibersihkan

Berdasarkan Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit Amerika Serikat merekomendasikan penggunaan disinfektan setiap hari di permukaan benda tertentu yang rentan dan sering disentuh banyak orang, mulai dari saklar lampu, gagang pintu, meja, telepon, meja dapur, keran, toilet, wastafel dan keyboard. Sebelum disinfekti, sebaiknya bersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun atau deterjen dan air di bagian permukaan yang tampak kotor.

Apabila di rumah Anda ada anggota keluarga yang mempunyai gejala flu, sebaiknya segera mendisinfeksi rumah dengan rutin, sebab virus Corona terbukti dapat bertahan hingga 16 jam dalam material plastik.

Pastikan untuk tidak memakai produk pembersih berbeda dengan bersamaan. Ada beberapa zat kimia rumah tangga yang apabila dicampur bisa menciptakan gas beracun dan berbahaya.

Jika memakai pemutih, sebaiknya aplikasikan ¼ cangkir dalam 1 galon air, namun pastikan untuk tetap mengikuti petunjuk dalam label produk. Sebaiknya encerkan pemutih sesuai dengan kebutuhan dan pakai selama kurun waktu 1 hari atau 24 jam, jika lebih maka kekuatan disinfeksinya bisa berkurang.

  1. Bersihkan Mainan Dengan Mencelupkannya Dalam Cairan Disinfektan

Barang barang seperti mainan dari plastik yang sifatnya tidak keropos, bisa dicelupkan ke cairan pemutih dalam waktu 30 detik saja. Sementara pada permukaan peralatan rumah tangga tertentu yang tak akan rusak terkena pemutih, maka harus didiamkan dan diberikan pemutih paling tidak dalam waktu 10 menit.

Cairan pemutih biasanya bersifat keras dan mengiritasi kulit, karenanya jangan pakai pemutih sebagai pengganti hand sanitizer atau sabun pencuci tangan. Alkohol sendiri mempunyai banyak jenis, salah satunya jenis rubbing alcohol, bersifat bisa membunuh kuman.

Caranya cairkan alkohol ke dalam air namun pastikan agar konsentrasi alkohol tetap terjaga 70% untuk memenuhi persyaratan bisa membunuh virus.

  1. Diamkan Alkohol Pada Permukaan Selama 30 detik

Alkohol kadar 70% wajib didiamkan di dalam permukaan hingga 30 detik, tidak terkecuali pada permukaan ponsel untuk bisa membunuh virus. Kadar alkohol murni yang 100% biasanya akan menguap dengan sangat cepat bila didiamkan di permukaan yang terbuka.

Berbeda dengan larutan pemutih, biasanya larutan alkohol tetap manjur asalkan masih tertutup dan tersegel dengan baik. Namun larutan alkohol 70% ini jika dicampur air akan bersifat keras serta tidak boleh dipakai sebagai pengganti pembersih atau pencuci tangan.

Selain itu, bisa juga memakai formula H2O2 atau hydrogen peroksida yang biasanya dijual dengan konsentrasi 3%. Caranya cukup encerkan dengan konsentrasi 0,5% supaya lebih efektif membasmi virus. Kemudian biarkan dalam permukaan selama 1 menit sebelum dilakukan penggelapan. Tea tree oil dan cuka sebagai bahan kimia alami tidak dianjurkan memerangi virus corona.

  1. Semprotkan Disinfektan Pada Perlengkapan Kerja

Sejumlah perusahaan telah menerapkan kebijakan untuk work from home guna mengurangi penyebaran covid 19. JIka Anda bekerja dari rumah, maka tentunya akan membawa beberapa perlengkapan kantor. Seperti mouse, laptop, kabel, mouse pad,  printer maupun perlengkapan kerja lainnya yang sangat penting digunakan untuk bekerja.

Namun sebelum memakainya, pastikan jika peralatan tersebut sudah dalam kondisi bersih dengan membersihkannya memakai disinfektan.

Adapun cara membersihkan perlengkapan kerja dengan disinfektan, ialah sebagai berikut :

  • Laptop

Anda bisa membalikkan laptop untuk menghilangkan kotoran berukuran besar dan kotoran yang biasanya tersangkut pada sela-sela keyboard. Pakai lap microfiber saat membersihkan tuts-nya. Anda juga dapat memakai kapas yang telah diteteskan disinfektan, atau sanitizer untuk membersihkan keyboard-nya.

Pada bagian layar, Anda cukup membersihkannya saja memakai lap microfiber. Pastikan pula membersihkan mouse pad dan mouse sebab keduanya sering kita gunakan dan sentuh setiap kali memakai laptop/PC.

  • Ponsel

Saat work from home, tentu saja Anda harus selalu siap dihubungi rekan kerja dalam urusan pekerjaan. Maka ponsel pun harus selalu menyala dan dalam genggaman. Maka dari itu, pastikan untuk tidak mengabaikan kebersihannya.

Coba lap ponsel dengan teratur setiap hari. Anda bisa mengelapnya memakai kapas dan lap microfiber yang sudah ditetesi oleh alkohol 70%. Coba bersihkan bagian laptop yang dirasa tidak akan rusak dan aman oleh alkohol.

  • Ear phone atau headphone

Bagi yang sering melakukan video call atau conference meeting untuk keperluan kerja atau berkoordinasi, maka earphone dan headphone sering dipakai. Jangan lupa pula membersihkannya memakai lap bersih atau memakai tisu alkohol secara rutin setiap hari jika sudah selesai dipakai.  Menjaga kebersihan merupakan salah satu upaya untuk menjaga imunitas tubuh yang penting sekali dalam menangkal paparan virus corona.

Ya, itulah cara efektif bersihkan peralatan dengan disinfektan yang bisa Anda ikuti. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

jenis-jenis

Jenis-jenis disinfektan sebenarnya ada banyak sekali yang dapat diaplikasikan di rumah. Mulai dari larutan disinfektan langsung pakai, dan ada pula yang harus dibuat atau diencerkan terlebih dahulu.

Ya, sejak mewabahnya virus corona di Indonesia, mulai banyak orang melirik penggunaan disinfektan sebagai media untuk membasmi virus tersebut. Sebab cairan yang mengandung bahan kimia tersebut dapat membunuh virus dan kuman yang saat ini menjadi musuh bagi umat manusia di dunia.

Dengan memakai disinfektan ini, maka diharapkan dapat memerangi wabah virus corona. Dimana penanganan tersebut dilakukan khususnya untuk benda-benda mati yang sering disentuh, seperti jendela, pintu, kendaraan, pagar, dan lainnya.

Jenis-Jenis Disinfektan Siap Pakai

Berdasarkan informasi dari NBC News sendiri dikemukakan bahwa ada jenis-jenis produk yang dapat digunakan secara langsung untuk membasmi kuman sekaligus virus yang ada di permukaan benda, dimana jenis-jenis tersebut ialah :

  • Alkohol 70%

Salah satu bahan siap pakai untuk membasmi virus dan kuman ialah alkohol 70%. Kandungan bahan kimia ini terdiri dari 70% kandungan alkohol yang ampuh membunuh berbagai jenis virus dan kuman.

Pemakaian alkohol 70% tersebut lebih baik dilakukan dengan digosokkan saja sebab lebih aman bagi permukaan benda itu sendiri. Hanya saja, bahan kimia tersebut tidak direkomendasikan bagi benda-benda berbahan plastik sebab bisa membuat warnanya menghitam.

  • Air dan Sabun

Gabungan kedua bahan ini rasanya memang sudah familiar. Tampak sederhana, tapi justru perpaduan air dan sabun mempunyai tingkat efektivitas yang baik untuk membasmi virus di permukaan meja.

Terlebih lagi, sabun, baik itu sabun pencuci tangan dan detergen bisa dikatakan aman dipakai di kulit. Dengan begitu sangat disarankan bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk membersihkan dan mencuci tangan teratur agar virus bisa mati dan menghilang.

Di samping itu, pastikan Anda membersihkan wajah sesering mungkin memakai sabun jika memiliki kebiasaan sering mengusap wajah.

  • Spray Desinfectant

Merupakan produk larutan disinfektan semprot yang mengandung senyawa aktif. Biasanya dapat digunakan secara langsung pada furniture di dalam rumah, sekaligus efektif membasmi virus, kuman, dan bakteri.

Jenis-Jenis Disinfektan yang Harus Diencerkan 

Selain menggunakan 3 bahan yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa bahan lainnya juga yang dapat dipakai untuk pembuatan disinfektan. Cara tersebut umumnya dilakukan apabila dilakukan penyemprotan berskala besar atau masal. Maka jenis larutan disinfektan yang dapat dipakai ialah :

  • Pemutih

Pemutih adalah sejenis bahan disinfektan yang sedang populer belakangan ini. Anda perlu tahu bahwa dalam pemutih, sudah terkandung bahan sodium hypochlorite atau natrium hipoklorit yang ampuh untuk membasmi virus dan bakteri.

Walaupun persentase tiap-tiap produk berbeda,  namun setiap pemutih baju/pakaian yang mengandung natrium hipoklorit umumnya tetap dapat memberikan manfaat positif. Namun Anda harus memperhatikan dosis atau konsentrasi pengencerannya.

Dimana semakin pekat larutannya, maka akan semakin banyak perbandingan air untuk mengencerkan larutan tersebut agar aman digunakan.

  • Amonium Kuartener

Amonium kuartener adalah sejenis disinfektan lainnya yang cukup populer. Keunggulan garam ammonium kuartener ini ialah ramah bagi material tertentu, tidak beracun, tidak merusak atau mengiritasi kulit, bersifat pengemulsi dan tidak berbau. Namun kekurangannya hanya bisa terbiodegradasi sebagian saja. Selain itu, biasanya tidak efektif jika dipakai pada kain pel, spon, dan pakaian sebab teradsorpsi pada bahan tersebut dan jika bercampur dengan protein atau sabun membuatnya tidak aktif.

  • Hidrogen Peroksida

Hidrogen Peroksida adalah sejenis bahan disinfektan yang sering digunakan dalam produk rumahan. Dimana bahan ini biasanya dijumpai pada produk pemutih gigi hingga obat kumur. Mengenai kekuatannya sendiri, senyawa yang memiliki unsur H2O2 ini memang tak sekuat produk pemutih pakaian. Tapi kelebihannya, senyawa ini tidak dapat menyebabkan kerusakan berarti.

Hindari Penggunaan Jenis Disinfektan Ini

Selain jenis-jenis disinfektan di atas, ternyata ada beberapa yang pemakaiannya perlu diwaspadai terutama bagi orang awam. Adapun jenis tersebut ialah formaldehida dan klorin.

Bahkan belum lama ini telah dilaporkan sebuah kasus orang hampir buta sesudah disemprot memakai cairan disinfektan jenis ini secara langsung. Tentu saja hal tersebut membuat banyak orang lebih waspada akan bahaya penyemprotan massal disinfektan yang mengenai tubuh secara langsung. Jadi sudah sewajarnya jika warga Indonesia mematuhi imbauan dan aturan yang diberikan pemerintah selama berlangsungnya wabah Covid 19.

Faktor yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Disinfektan

Diantara semua jenis bahan disinfektan di atas, tentu saja tak semua bisa efektif untuk diaplikasikan dalam seluruh kondisi. Perbedaan kondisi lingkungan dan mikroorganisme menjadi faktor tertentu yang perlu dipertimbangkan dalam hal resistensi atau sensitivitasnya.

Agar fungsi disinfektan lebih efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih disinfektan, yaitu harus bisa dipakai dalam aktivitas dan spektrum pemakaian yang luas, bisa bekerja dengan baik, menunjukkan daya basmi yang baik bagi mikroorganisme hidup, dan lain sebagainya.

Di samping itu, untuk penggunaannya secara real di lapangan ada kecenderungan pembeli memilih produk disinfektan tertentu yang aman untuk lingkungan, murah, dan mudah digunakan.

Dengan mengenal dan mengetahui jenis jenis disinfektan di atas diharapkan konsumen atau pembeli bisa memilih produk disinfektan yang tepat, yang artinya terjadi kesesuaian antara target mikroorganisme dengan kandungan bahan kimianya itu sendiri. Tujuannya ialah agar pemakaiannya lebih tepat sasaran, berdaya guna dan berhasil guna. Adapun manfaat lainnya ialah dapat mengetahui efek negatif atau resiko yang bisa saja ditimbulkan dari bahan kimia pembuat disinfektan, seperti berkontribusi terhadap polusi lingkungan, resiko keracunan, hingga efek karsinogen.

cara membuat disinfektan

Bagaimana cara membuat disinfektan alami di rumah? Ya, sampai saat ini para peneliti masih melakukan studi tentang virus Corona. Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir karena tetap bisa mencegahnya dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan, tidak terkecuali lewat praktek kebersihan dalam lingkungan masyarakat dan rumah tangga. Salah satu cara menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan rumah ialah dengan memakai disinfektan sebagai pembunuh virus. Namun sebelumnya, ketahui terlebih dahulu tentang disinfektan dan bagaimana cara membuatnya di rumah.

Kenali Apa Itu Disinfektan?

Disinfektan merupakan produk cairan pembersih, biasanya terbuat dari perpaduan alkohol, hydrogen peroksida atau creosote yang digunakan untuk membunuh virus, bakteri, protozoa, maupun mikroorganisme lainnya yang berbahaya dan seringkali hinggap di permukaan ruangan atau benda mati.

Umumnya disinfektan dipakai untuk membersihkan benda-benda bersifat high touch surface, yaitu yang sering disentuh oleh banyak orang, misalnya meja, kamar mandi, gagang pintu, dan tempat tidur.

Selain itu, disinfektan juga memiliki kandungan konsentrasi biosida yang tinggi supaya dapat mencegah timbulnya mikroorganisme dan bakteri dalam benda mati yang menjadi tempat paparan infeksi virus berbahaya jika dihirup atau disentuh oleh manusia.

Cara Membuat Disinfektan Alami di Rumah

Anda bisa membeli disinfektan sebagai produk kebersihan rumah tangga berlisensi EPA (Environmental Protection Agency). Dimana disinfektan yang paling direkomendasikan ialah cairan pembersih dari alkohol 70%.

Selain itu, Anda juga bisa membuat disinfektan alami sendiri menggunakan cara dan bahan sesuai rekomendasi CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menggunakan bahan-bahan diantaranya seperti 4 sdt pemutih dalam 1 liter air atau 5 sdm pemutih ke dalam 3,7 liter air.

Selanjutnya tuangkan disinfektan ke dalam botol semprot, bisa juga dipakai untuk membersihkan tiap sudut ruangan di dalam rumah atau bagian di dalam rumah yang sering sekali disentuh, baik itu meja, gagang pintu, kamar mandi, maupun ruangan yang lainnya. Larutan disinfektan ini bisa membantu membunuh virus di dalam rumah.

Adapun, alternatif cara pembuatan disinfektan alami lainnya, ialah :

  1. Pertama-tama siapkan terlebih dahulu botol semprot dengan volume 0,5 liter.
  2. Siapkan Isopropil alkohol berkadar 70%.
  3. Kemudian tambahkan dengan ½ sdt hydrogen peroksida.
  4. Lalu tambahkan dengan minyak esensial, diantaranya seperti minyak esensial lemon 15 tetes, minyak esensial tree tea oil 30 tetes, minyak esensial eucalyptus 15 tetes, dan minyak esensial lavender 15 tetes.
  5. Kemudian campurkan bahan-bahan di atas, dan masukkan ke botol semprot, lalu beri label larutan disinfektan.
  6. Selanjutnya larutan disinfektan yang Anda buat sudah bisa digunakan.

Itulah langkah-langkah cara membuat disinfektan alami di rumah sendiri. Anda bisa memakai larutan disinfektan yang sudah dibuat di atas untuk membersihkan keran air, permukaan meja, sakelar lampu, remot, gagang pintu, dan lain sebagainya.

Di samping itu, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa produk kebersihan berlabel antivirus yang sudah disetujui oleh EPA. Selanjutnya ikuti petunjuk untuk seluruh produk pembersih serta disinfektan, berikut cara pemakaian, waktu kontak dan konsentrasi.

Pembersihan Rutin dan Disinfeksi

Menurut rekomendasi CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dimana setiap orang harus memperhatikan kebersihan dan melakukan metode pembersihan secara rutin memakai disinfektan khususnya pada benda-benda tertentu yang sering dipegang atau disentuh, baik itu lantai, meja, sakelar, gagang pintu, meja toilet, pegangan, karpet, bak cuci, kamar mandi, dapur, keran, dan peralatan lainnya.

Aktivitas pembersihan memakai disinfektan ini juga direkomendasikan untuk melakukan sterilisasi di area-area yang diduga sering dikunjungi pasien yang telah dikonfirmasi terinfeksi Covid 19 dan beberapa fasilitas umum, seperti mall, kantor, transportasi public, stasiun, bandara, kamar mandi umum, dan beberapa fasilitas umum yang lainnya.

Cara Memakai Disinfektan Untuk Membersihkan Rumah

Disinfektan memang sudah dipercaya ampuh membasmi bakteri dan kuman. Bahan larutan disinfektan tersebut juga telah terbukti bisa mematikan jamur, virus, dan mikroorganisme yang lainnya dengan efektif. Seluruh mikroorganisme yang langsung terkena oleh larutan disinfektan pasti langsung mati. Maka dari itu, Anda dapat menggunakan larutan ini sebagai solusi efektif mencegah serangan virus corona supaya tidak menjangkiti rumah. Lalu, bagaimana cara menggunakan disinfektan untuk membersihkan rumah? Ini dia ulasannya :

  1. Bersihkan Rumah Lebih Dahulu

Sebelum menggunakan disinfektan, maka Anda harus membersihkan rumah lebih dahulu. Lakukan pembersihan rumah secara total, di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Anda bisa memulainya dari ruangan kamar tidur, lalu dilanjutkan ke dapur, kamar mandi, ruang keluarga, ruang tamu, dinding eksterior, teras, hingga pagar.

  1. Siapkan Larutan Disinfektan

Jika Anda sudah membuat disinfektan alami mengikuti tutorial di atas bisa langsung menyemprotkannya saja. Akan tetapi, jika membeli produk disinfektan di supermarket biasanya harus diencerkan dengan air terlebih dahulu. Lalu tuangkan larutan disinfektan ke botol spray supaya penggunaannya lebih mudah.

  1. Pakai Sarung Tangan Sekali Pakai

Saat membersihkan bagian permukaan memakai disinfektan, pakai sarung tangan sekali pakai agar terhindar paparan bakteri atau virus secara langsung.

  1. Pakai Masker

Pastikan untuk selalu memakai masker ketika Anda membersihkan seluruh ruangan di dalam rumah menggunakan disinfektan.

  1. Semprotkan di Area yang Tepat

Semprotkan cairan disinfektan dengan merata hingga ke seluruh area di dalam rumah tanpa terkecuali. Semprotkan ke dinding, plafon dan juga lantai. Jangan lupa pula untuk mengaplikasikan disinfektan ke setiap tanaman dan pagar rumah Anda.

Pastikan Anda sudah menjangkau seluruh ruangan di dalam rumah menggunakan disinfektan. Itulah cara membuat disinfektan secara alami dan cara mengaplikasikannya dengan benar. Semoga bermanfaat!

Saat ini dunia sudah mulai menerapkan era normal yang baru. Oleh karena itu, kini berbagai tempat kerja sudah memulai operasionalnya tak terkecuali bagi perusahaan dan industri. Tetapi, di era new normal ini bukan berarti kita menjalani hari dengan normal pada zaman sebelum ada pandemi, tetapi normal dengan standar yang baru.

Maksudnya seperti apa? Maksudnya kita akan melakukan berbagai kegiatan seperti biasa akan tetapi juga harus menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus corona yang sangat cepat dan berbahaya ini.

Di bawah ini akan kita bahas mengenai beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan dan industri kepada tenaga kerja agar mereka selalu menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berikut penjelasannya secara lengkap:

1.    Sediakan Tempat Cuci Tangan Bagi Tenaga Kerja Sebelum Masuk Gedung

Pertama, sediakan tempat untuk mencuci tangan di berbagai tempat. Anda bisa menyediakan di luar maupun di dalam gedung. Selalu ingatkan pekerja untuk selalu mencuci tangan mereka, bukan hanya satu saat akan masuk ke tempat kerja saja.

Sediakan sabun cair karena akan digunakan untuk bersama. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan alat yang dilengkapi dengan sensor kulit untuk mengeluarkan sabun dan juga air sehingga dapat mengurangi sentuhan.

Lakukan edukasi kepada para tenaga kerja untuk selalu melakukan cuci tangan dengan baik dan benar dengan menggunakan 5 langkah cuci tangan yang bena sehingga lebih efektif dalam membunuh kuman, bakteri, dan virus.

2.    Ingatkan Pekerja Untuk Tidak Menyentuh Fasilitas Perusahaan dengan Menggunakan Tangan Secara Langsung

Selanjutnya, Ingatkan pekerja untuk tidak menyentuh berbagai fasilitas perusahaan menggunakan tangan secara langsung. Akan tetapi jika terpaksa dan memang harus selalu beritahu untuk segera mencuci tangan atau menggunakan larutan alkohol 70% sebagai anti septik.

Anda bisa menerapkan beberapa cara yang mudah, misalnya dalam membuka pintu sebaiknya dengan menggunakan siku. Menyediakan sarung tangan sekali pakai secara khusus terutama untuk industri makanan sehingga lebih higienis dan lebih aman.

3.    Jangan Membuat Acara yang Membuat Kesempatan Pekerja Melakukan Perkumpulan

Jangan lakukan acara yang membuat tenaga kerja Anda berkumpul. Mungkin pada saat acara Anda sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat akan tetapi ternyata karena ada suatu acara dan mereka berkumpul lalu menjadi kesempatan.

Jika memang harus melakukan acara yang mengundang banyak orang pastikan jangan hanya pada saat acara saja dilakukan pengawasan yang ketat akan tetapi lebih baik juga dilakukan pengawasan setelahnya karena hal ini memungkinkan banyak tenaga kerja yang saling berkumpul dan hal ini akan sangat membahayakan area perusahaan dan industri sendiri.

4.    Bersihkan Area Kerja dengan Disinfektan Secara Berkala dan Siapkan Disinfektan Siap Pakai untuk Para Pekerja

Selalu lakukan pembersihan di area kerja secara berkala, idealnya dilakukan dalam 4 jam sekali. Perusahaan harus ekstra mengeluarkan uang untuk membeli disinfektan namun juga untuk kebaikan diri pekerjaan itu sendiri.

Anda bisa membeli disinfektan dengan jumlah yang banyak secara langsung sehingga biasanya akan lebih murah. Pilih disinfektan yang terbukti efektif untuk membasmi virus sehingga ruangan kerja menjadi aman dan sehat.

Sediakan juga semprotan disinfektan yang dapat langsung digunakan sehingga para pekerja dapat membersihkan tempat kerjanya secara mandiri setiap waktu mereka butuh kan. Selalu tanamkan kepada tenaga kerja Anda untuk selalu peduli dengan kesehatan sendiri, teman kerja, dan juga keberlangsungan perusahaan dan industri.

5.    Hilangkan dan Beri Pengertian Kepada Tenaga Kerja Mengenai Berjabat Tangan

Hilangkan kebiasaan menjabat tangan di area kantor. Hal ini mungkin masih menjadi pro dan kontra karena berjabat tangan merupakan budaya yang sangat kental. Akan tetapi kembali lagi karena penyebaran virus corona ini sangat cepat dan kebanyakan berasal dari tangan sebaiknya hilangkan terlebih dahulu kebiasaan tersebut.

Anda bisa menggantinya dengan cara yang lain seperti membungkuk, salam siku, atau yang lainnya. Bagi tenaga kerja yang merasa kontra dengan kebiasaan baru tersebut maka tugas perusahaan harus bisa memberikan pengertian dengan baik dan benar sehingga mereka bisa paham dengan keadaan yang sebenarnya.

6.    Usahakan Sirkulasi Udara dan Sirkulasi Cahaya Matahari di Setiap Ruangan Dalam Keadaan yang Baik

Selanjutnya, Jangan sampai ruangan kerja hanya memiliki sirkulasi udara dan juga sirkulasi cahaya matahari yang sangat minim. Biasakan untuk sekarang selalu membuka ventilasi sehingga udara dapat keluar dan masuk secara bebas serta pastikan cahaya matahari juga dapat masuk ke ruangan kerja agar udara di dalam tidak lembap yang sangat disukai oleh berbagai mikroorganisme.

Sebaiknya juga tidak menggunakan AC karena sirkulasi udaranya masih kurang baik. Virus yang berada dalam mikro droplet dapat melayang-layang dengan bebas jika sirkulasi udara tidak baik dan hal ini akan sangat membahayakan.

7.    Awasi dengan Ketat Penggunaan Masker Pekerja

Penggunaan masker ini masih sangat rendah di Indonesia karena banyak alasan, dari mulai masker yang membuat pengap, ada yang sering ketinggalan, dan alasan-alasan yang lainnya. Sebagai perusahaan dan industri yang tidak ingin bangkrut karena kehabisan tenaga kerja dan juga kehilangan kepercayaan dari masyarakat akibat corona lebih baik Anda tegas dari sekarang.

Awasi dengan ketat penggunaan masker para tenaga kerja. Pastikan mereka menggunakan masker dengan baik dan benar. Jika sampai ada yang melepas masker di area kerja atau bahkan tidak menggunakan sama sekali lakukan tindakan tegas.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau fase new normal perlahan tapi pasti diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk memasuki tahap ini pun bukan perkara mudah, karena pemerintah pusat maupun daerah memberlakukan PSBB selama kurang lebih tiga bulan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi penyebaran wabah Covid-19 yang kali pertama terdeteksi pada Maret 2020 di Indonesia.

Penerapan new normal di perusahaan

Secara garis besar, new normal merupakan pola kehidupan baru yang diterapkan setelah perubahan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Aturan ini boleh diselenggarakan saat sebuah daerah atau negara mampu menurunkan reproduction rate wabah secara signifikan. Dengan kata lain, lonjakan infeksi sudah tak terjadi lagi dengan peak-curve yang melandai.

Karena setiap daerah mempunyai risiko penularan dan pencegahan berbeda, penerapan new normal di Indonesia tak dilakukan serentak. Namun, beberapa sektor dan industri sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan tersebut. Salah satunya perusahaan-perusahaan yang merasakan efek besar selama pandemi berlangsung.

Seperti saat PSBB, penyesuaian kebiasaan selama fase new normal dilakukan sesuai kebijakan yang diatur masing-masing perusahaan. Berdasarkan Surat Edaran 8/2020 tentang Pengaturan Jam Kerja pada AKB Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19, karyawan yang kembali beraktivitas di perkantoran akan dihadapkan pada dua gelombang jam kerja.

Gelombang kerja satu berlangsung dari pukul tujuh pagi hingga tiga sore, sedangkan gelombang kerja dua dari pukul sepuluh pagi hingga enam sore. Pembagian tersebut bertujuan untuk mencegah penumpukan atau kerumunan di gedung perkantoran. Ada pula perusahaan yang masih menerapkan working from home untuk menekan risiko besar.

Strategi mengatur jam kerja selama new normal

Staf Human Resource atau HR menjadi salah satu pihak yang cukup dipusingkan dengan berbagai perubahan untuk menghadapi fase new normal. Supaya kegiatan perusahaan berjalan lancar seperti biasa tanpa mengorbankan kesehatan karyawan, berikut sejumlah strategi yang dapat diberlakukan dalam mengatur jam kerja.

  • Sistem masuk bergilir

Beberapa perusahaan yang membutuhkan keberadaan karyawan untuk mempertahankan bisnis. Untuk menekan kemungkinan terburuk, staf HR dapat memberlakukan jam masuk bergilir. Misalnya dengan meminta sebagian karyawan masuk kantor seperti biasa, sementara sisanya WFH dengan shift yang diberlakukan.

Ada juga cara membagi shift harian berdasarkan divisi. Sebagai contoh, divisi pemasaran masuk kantor dari Senin sampai Rabu, sementara divisi pemasaran bekerja dari Kamis hingga Jumat/Sabtu.

  • Flexiwork (bekerja fleksibel)

Pada sistem ini, karyawan yang mengatur sendiri jam kerja sesuai kemampuan mereka selama disetujui perusahaan. Misalnya, Anda mulai kerja dari pukul sembilan pagi hingga dua siang di kantor, kemudian melanjutkannya di rumah. Opsi lain adalah mengambil hari-hari tertentu di kantor, lalu sisanya WFH.

Flexiwork tak bergantung pada jumlah kerja, melainkan volume dan tujuan pekerjaan. Karyawan biasanya harus bisa mencapai target tertentu dalam hitungan minggu atau menyelesaikan request dari klien selama sekian hari.

  • Melanjutkan WFH

Seperti yang disinggung, work from home atau WFH menjadi opsi yang paling umum diambil perusahaan selama pandemi. Ada yang menerapkannya hingga akhir tahun, tetapi ada juga yang mengakhirinya begitu masuk fase new normal.

Kemudian seperti flexiwork, penerapan WFH juga memperhatikan kemungkinan tercapainya goals atau tujuan perusahaan. Apabila tujuan yang diinginkan ternyata lambat atau tak terealisasikan dari WFH, perusahaan dapat menggunakan work from office dengan mengikuti protokol kesehatan.

  • Mengandalkan teknologi

Bidang teknologi mengalami peningkatan pesat dalam penggunaan karena anjuran physical distancing untuk mencegah penyebaran virus. Staf HR dalam hal ini dapat mengandalkan aplikasi atau software untuk mendata kehadiran karyawan, cuti, hingga slip gaji. Selain lebih praktis, semua pihak yang terlibat tetap akan menerima laporan yang dibutuhkan.

Protokol kesehatan new normal di perusahaan

Jika Anda termasuk karyawan yang diharuskan masuk kantor selama fase new normal, pastikan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan perusahaan. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dilakukan karyawan agar terhindar dari penyebaran virus di lingkungan kerja:

  • Rutin mencuci tangan

Kebiasaan sehari-hari ini menjadi pencegahan utama selama wabah Covid-19. Sebagian besar perusahaan sudah menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun dan air bersih. Untuk jaga-jaga, bawa juga perlengkapan sanitasi sendiri seperti hand sanitizer. Dengan begitu, tangan Anda akan tetap bersih meski harus melakukan kegiatan di luar ruangan.

  • Mengganti jabat tangan

Jabat tangan merupakan bentuk formal di lingkungan perusahaan yang perlu dihindari saat wabah Covid-19 masih mengancam. Pasalnya, kemungkinan virus pindah melalui kontak fisik sangat besar. Perusahaan perlu menggantinya dengan hal baru yang mudah dilakukan, misalnya membungkik atau menyatukan kedua telapak tangan.

  • Gunakan disinfektan

Bukan hanya tangan, permukaan benda diketahui dapat menjadi tempat penularan karena virus Corona dapat tinggal di sana selama beberapa hari. Kandungan dalam disinfektan diketahui mampu merusak konfirmasi struktur sekaligus primer biomolekul pada virus Corona. Dengan demikian, kemungkinan penularan dapat diturunkan secara signifikan.

Meski begitu, Anda harus melakukan pembersihan dengan disinfektan secara berkala. Beberapa benda yang harus diperhatikan mencakup meja kerja, komputer atau laptop, telepon kantor, jendela, hingga sepatu. Semprotkan disinfektan pada permukaan benda, diamkan selama kurang lebih tiga hingga lima menit, lalu keringkan dengan lap bersih. Lakukan juga pada telepon genggam Anda, karena benda tersebut paling sering bersentuhan dengan tangan dan wajah.

Sekarang, sudah ada banyak produsen terpercaya yang menyediakan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus. Jadi, Anda tak akan kesulitan untuk membelinya.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.