Housekeeping atau tata graha adalah kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan dan menata area tertentu untuk menjaga kebersihan area tersebut.

Tata graha biasanya identik dengan kegiatan rumah tangga maupun pada bisnis yang berhubungan dengan hospitality seperti misalnya hotel dan penginapan. Tapi sebenarnya kegiatan tata graha juga penting dalam kegiatan industri pabrik, karena praktik manufaktur yang bersih dan tertata dengan rapi tidak hanya akan meningkatkan produktivitas tapi juga penting untuk keselamatan para pekerja.

Green housekeeping adalah kegiatan tata graha yang dilakukan dengan cara-cara yang lebih ramah lingkungan misalnya dengan menggunakan bahan pembersih yang kandungan bahan kimianya tidak merusak lingkungan, pengaturan penggunaan energi, dan sebagainya. Berikut adalah beberapa praktik green housekeeping yang bisa dilakukan dalam skala industri pabrikan.

Membentuk tim profesional

Untuk menerapkan green housekeeping pada lingkungan industri dibutuhkan lebih dari sekedar menggunakan bahan pembersih dengan kandungan minim kimia maupun menggunakan peralatan yang tepat.

Industri pabrik juga harus memiliki standar komitmen yang bisa menjadi acuan bagi pabrik untuk praktik tata graha yang lebih ramah lingkungan terutama untuk praktik jangka panjangnya.

Perusahaan pabrikan bisa membentuk tim yang terdiri dari orang-orang profesional dan ahli dalam hal pemeliharaan fasilitas dan juga standar operasional yang hemat energi. Tim bisa membuat SOP yang berhubungan dengan tata graha di lingkungan pabrik, melakukan analisa efisiensi kegiatan, membuat inovasi-inovasi housekeeping, dan memastikan kegiatan housekeeping pabrik memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh aturan undang-undang maupun standar yang berlaku internasional.

Menggunakan bahan pembersih rendah racun

Hal yang bisa dilakukan untuk mempraktikkan kegiatan tata graha yang lebih ramah lingkungan adalah dengan menggunakan bahan atau cairan pembersih dan sanitasi yang tidak mengandung racun dan tidak menghasilkan limbah beracun.

Beberapa syarat suatu bahan pembersih dengan kandungan racun yang rendah antara lain adalah bisa terurai hingga 70% dalam jangka waktu 28 hari, bahan pembersih tidak menghasilkan limbah beracun, dan tidak mengandung bahan fenolik, pelarut minyak, atau mengandung bahan logam berat.

Selain itu bahan pembersih yang direkomendasikan adalah yang tidak menyebabkan kulit iritasi, tidak menyebabkan polusi di udara, tidak mengandung bahan pewangi tambahan, dan pembersih yang dikemas dalam wadah yang bisa didaur ulang.

Menggunakan kain pembersih mikrofiber

Alat pembersih yang direkomendasikan untuk digunakan adalah dari bahan mikrofiber dan bukannya menggunakan kain pel biasa ataupun spons. Hal ini karena kain mikrofiber bisa menyerap air dan juga mengangkat bakteri dari permukaan dan tidak hanya sekedar memindahkannya saja seperti yang dilakuka oleh kain pel atau spons.

Mikrofiber juga bisa lebih efektif dan efisien menghilangkan minyak serta partikel-partikel halus pada bagian-bagian yang sulit dijangkau dengan penggunaan bahan pembersih dan juga air yang lebih sedikit.

Penggunaan bahan pembersih rendah racun dengan kain mikrofiber yang bisa bekerja dengan lebih efisien akan lebih menghemat penggunaan sumber air bersih dan penggunaan bahan kimia.

Penggunaan air yang dikurangi

Dalam kegiatan tata graha skala industri pabrik, penggunaan air untuk bersih-bersih cukup tinggi, salah satunya ketika digunakan untuk membersihkan permukaan ruang manufaktur maupun membersihkan peralatan produksi, pakaian kerja, dan sebagainya tentu akan menggunakan jumlah air yang cukup banyak. Untuk mengurangi jumlah pemakaian air yang sia-sia, maka sebaiknya:

1. Perbaiki saluran-saluran air yang mengalami kebocoran termasuk kebocoran kecil

2. Memilih produk saluran air, pancuran, kran, dan perlengkapan sirkulasi air lainnya yang lebih efisien

3. Direkomendasikan untuk membuat tangki penampung air hujan yang bisa diolah untuk menjadi air bersih

4. Gunakan kembali air yang sudah digunakan untuk hal yang lain, misalnya menggunakan air bekas membersihkan lantai pabrik untuk bilasan pertama alat produksi yang akan dicuci sebelum menggunakan cairan pembersih.

Pemilihan alat kebersihan

Alat-alat yang digunakan untuk kegiatan housekeeping sebaiknya menghindari bahan-bahan yang sifatnya alami misalnya bahan kayu dan juga kertas.

Gunakan alat kebersihan yang menggunakan bahan material ramah lingkungan seperti alumunium karena bahan metal tersebut sebagian besar didapatkan dengan cara mendaur ulang.

Untuk fasilitas sanitasi seperti toilet ada baiknya mengganti tisu-tisu dengan mesin pengering tangan sehingga penggunaan kertas tisu bisa dikurangi.

Pabrik juga bisa berinvestasi untuk menyediakan alat kebersihan skala industri yang lebih ramah lingkungan seperti misalnya vacuum cleaner yang lebih hemat energi, memilih alat pembersih lantai yang menggunakan air dan detergen lebih sedikit, dan sebagainya.

Efisiensi mesin sirkulasi udara

Tim manajemen green housekeeping juga memiliki tugas untuk melakukan inspeksi dan juga analisa terkait dengan sirkulasi udara yang lebih efisien pada fasilitas pabrik.

Pabrik yang memiliki sistem HVAC lebih efisien akan menghemat penggunaan daya listrik yang digunakan untuk menjaga suhu di dalam fasilitas pabrik, meminimalkan kontaminasi dari luar ruangan masuk ke dalam pabrik sehingga penggunaan bahan kimia untuk melakukan pembersihan kontaminasi pun bisa diminimalkan.

Terapkan manajemen sampah dari hulu

Memiliki sistem manajemen sampah yang menerapkan prinsip 3R adalah salah satu kontribusi dunia industri pabrik dalam membuat lingkungan lebih hijau.

Karyawan dan pekerja pabrik bisa diberi pendidikan dan pelatihan mengenai manajemen sampah yang benar mulai dari hulu atau sumbernya, letakkan tempat sampah berlabel organik, non organik, dan sampah kimia dan bahan beracun pada tempat-tempat yang strategis dan berpopulasi tinggi, pasang poster-poster edukasi mengenai pemilahan sampah.

Pabrik juga bisa menyediakan sendiri alat pembuat kompos untuk mengubah sampah organik menjadi kompos. Melibatkan semua elemen karyawan industri untuk kegiatan manajemen sampah akan berdampak positif pada hematnya biaya yang dikeluarkan untuk pengolahan limbah sampah.

Pabrik di zaman modern sekarang memang  sudah memiliki lingkungan kerja yang jauh lebih baik dibandingkan pada masa revolusi industri dulu.

Meski demikian kebersihan pabrik tetap wajib untuk dijaga baik menjaga kebersihan dengan cara standar seperti membersihkan lantai dan perlengkapan produksi secara rutin, hingga membersihkan dengan metode khusus untuk menjaga sebuah ruangan tetap steril dan bebas kontaminasi misalnya dengan metode fumigasi.

Pabrik yang terjaga kondisi kebersihannya tidak hanya akan terlihat bagus bagi konsumen atau klien perusahaan yang melakukan kunjungan tapi juga bisa menjaga kesehatan dan keamanan para pekerja yang bekerja di dalam pabrik setiap hari. Berikut ini adalah beberapa area pabrik yang paling wajib untuk dibersihkan.

  1. Area kerja atau produksi

Yang pertama tentu saja adalah area yang digunakan untuk kerja karyawan dalam memproduksi produk pabrik tersebut. Area produksi adalah area utama di mana kegiatan produksi yang melibatkan mesin, alat-alat produksi, dan berbagai macam bahan mentah akan meninggalkan residu-residu yang jika tidak dibersihkan bisa menyebabkan masalah keselamatan.

Mesin-mesin yang mengeluarkan asap atau uap, penggunaan bahan bakar, sisa-sisa bahan produksi, permukaan lantai dan area kerja yang berminyak, semuanya harus dibersihkan setiap hari agar hasil produksi pun kualitasnya tidak terkontaminasi.

  1. Gudang

Gudang adalah area tempat penyimpanan hasil jadi produksi yang belum didistribusikan atau untuk menyimpan bahan-bahan yang akan digunakan untuk produksi.

Gudang juga digunakan sebagai tempat penyimpanan alat produksi dan juga aset yang dimiliki oleh pabrik. Dengan banyaknya barang yang ada di gudang wajar jika area ini mudah kotor, berdebu, penuh dengan serpihan-serpihan material, dan hal-hal lain yang mengganggu kebersihannya.

Gudang adalah area pabrik yang juga wajib untuk dibersihkan, pastikan lorong-lorongnya bebas dari kotoran dan minyak, serta pastikan suasana lingkungan di gudang sesuai dengan kebutuhan barang yang disimpan misalnya pengaturan suhu dan juga sirkulasi udaranya.

  1. Ruang penyimpanan dingin

Untuk bahan-bahan maupun produk tertentu dibutuhkan ruang penyimpanan khusus dengan suhu yang dijaga di tingkat yang rendah. Apakah ruangan yang dingin sampai titik beku pun juga harus dibersihkan?

Pada ruangan yang dingin pun kontaminasi tetap bisa terjadi. Tempat penyimpanan yang tidak dibersihkan juga bisa mengurangi daya pendingin yang bekerja menjaga suhu ruangan tetap rendah.

  1. Dinding, langit-langit, dan lantai

Ketika membersihkan area tertentu pada pabrik, tidak hanya lantai saja yang menjadi perhatian namun juga dinding dan langit-langit pun harus dibersihkan. Hal ini karena dinding dan langit-langit pun bisa terkontaminasi dengan debu, kotoran, minyak, abu bekas pembakaran, dan lainnya.

Ketika membersihkan dinding dan langit-langit bersihkan pula kacanya karena kaca yang kotor lama kelamaan akan makin buram dan menghalangi sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Ruangan yang minim matahari akan lebih lembab dan mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman.

  1. Area persiapan bahan produksi

Pada pabrik yang menggunakan bahan basah atau bahan organik untuk membuat produknya, maka akan ada risiko kontaminasi organisme seperti bakteri, jamur, dan juga kuman bahkan virus yang bisa tumbuh dari bahan organik tersebut.

Terutama untuk pabrik industri makanan, area persiapan pembuatan makanan harus dibersihkan yang biasanya dibutuhkan metode yang lebih mutakhir seperti misalnya melakukan fumigasi. Fumigasi dengan menyemprotkan bahan sanitasi berpartikel kecil bisa mematikan organisme kontaminator pada ruangan dan juga peralatan yang digunakan.

  1. Area kantor

Area kantor yang digunakan untuk manajemen pun juga merupakan tempat yang wajib untuk dibersihkan. Housekeeping yang digunakan untuk kantor bisa berbeda dengan yang digunakan pada pabrik di mana kegiatan produksinya berlangsung. Untuk membersihkan kantor cukup dengan menggunakan perlengkapan rumah tangga dan tidak dibutuhkan metode khusus untuk melakukannya. Asalkan dilakukan dengan rutin oleh staff yang profesional, kantor yang bersih pun bisa meningkatkan branding dari perusahaan.

  1. Area R&D

Area R&D (research and development) adalah area yang tidak kalah pentingnya untuk selalu dijaga kondisi kebersihannya. Terutama jika kegiatan R&D yang dilakukan melibatkan bahan-bahan kimia maupun bahan organik untuk menciptakan produk yang berkualitas tinggi. Bahan-bahan tersebut sangat mudah terkena kontaminasi apabila ruangan tidak dibersihkan rutin.

  1. Toilet

Toilet pada lingkungan pabrik adalah fasilitas sanitasi yang sangat penting untuk dijaga kebersihannya. Hal ini karena toilet di pabrik memiliki traffic yang cukup tinggi, artinya digunakan oleh banyak orang yang masing-masing membawa bahan kontaminasinya sendiri dan bisa tertular ke orang lain.

Maka dari itu petugas toilet harus menjaga kebersihan toilet, menyediakan sabun cuci tangan dan juga tisu atau mesin pengering tangan pada setiap toilet agar bahan kontaminasi tidak masuk ke dalam tubuh pekerja pabrik yang menggunakan toilet secara bergiliran.

  1. Area istirahat

Untuk para pekerja yang telah bekerja dengan giat tentunya pabrik memiliki tempat khusus untuk istirahat. Misalnya kantin atau kafetaria yang bisa digunakan sebagai tempat makan siang, atau ruangan khusus untuk pekerja yang ingin merokok. Area-area ini pun juga harus dibersihkan karena merupakan bagian dari pabrik dan jadi tempat aktivitas para pekerja.

Lantai tempat makan juga bisa berminyak karena kegiatan memasak, ruang merokok pun biasanya kotor dengan puntung rokok dan juga abu yang meleset dari tempat sampah yang disediakan. Untuk sanitasi dan kebersihan yang menyeluruh area istirahat tidak boleh ketinggalan untuk dibersihkan.

  1. Area luar pabrik

Tidak hanya area dalam pabrik, area luar pabrik pun juga harus dibersihkan. Misalnya pada area tangga, area pintu masuk, dan juga area loading barang. Jika tidak dibersihkan maka tentunya bisa mengganggu alur jalan orang yang sering kali sedang membawa barang dan bisa membahayakan.

kebersihan jendela

Kebersihan jendela dan atap – Menurut Anda mana yang paling bisa dipercaya untuk diajak bekerja sama, perusahaan dengan kantor yang memiliki jendela terlihat bening dan bersih atau perusahaan dengan kantor yang jendelanya tampak buram dan kotor?

Meski kinerja sebuah perusahaan memang tidak bisa dinilai semata-mata dari tampilan dari kantornya tapi perusahaan dengan jendela kantor yang tampak kotor dan jarang dibersihkan akan membuat perusahaan tersebut tampak kurang bisa dipercaya dan kurang bisa memberikan citra yang baik di mata orang yang melihatnya.

Berbeda dengan perusahaan yang memiliki kantor dengan jendela yang bersih, tampak bening dan berkilau karena rutin dibersihkan. Perusahaan ini akan memberikan citra yang baik dan terlihat prestige sehingga memberikan kesan pertama yang lebih baik.

Tidak hanya berdampak pada brand perusahaan. Kantor dengan jendela-jendela dan juga atap yang bersih memiliki efisiensi penggunaan energi yang lebih baik.

Selain itu biaya pemeliharaan juga akan lebih murah karena jendela dan atap yang dirawat secara rutin akan lebih awet dan tidak harus sering diganti karena rusak.

Untuk lebih lengkapnya berikut adalah pentingnya menjaga kebersihan jendela dan atap dalam dunia industri baik untuk perkantoran maupun pabrik produksi.

Menjaga Struktur Kaca Pada Jendela dan Atap

Meskipun tidak tampak dan memiliki fungsi sebagai pelindung ruangan dari hujan, sebenarnya kaca adalah bahan material yang juga memiliki pori-pori, sehingga jika jendela dan atap perusahaan menggunakan bahan kaca maka jangan beranggapan bahwa kaca tidak bisa menyerap bahan materi yang berada di lingkungannya.

Musuh utama yang bisa menyebabkan struktur kaca jadi rusak adalah karena pori-pori permukaannya menangkap bahan mineral yang keras dari bahan bangunan yang rontok di sekitarnya, oksidasi dari bahan metal yang dijadikan rangka jendela dan atap, kandungan asam pada air hujan, kandungan garam di udara jika perusahaan terletak dekat dengan laut, dan partikel-partikel lainnya yang bisa membuat kaca lama-lama jadi rapuh, kehilangan transparasinya, dan menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme.

Hal yang sama juga terjadi pada atap Anda. Atap memiliki pori-pori yang lebih besar dibandingkan dengan jendela kaca. Pori-pori pada atap bisa menangkap berbagai macam kotoran yang dibawa oleh air hujan, angin, reruntuhan tanaman, kotoran burung, dan sebagainya.

Air hujan bisa membersihkan sebagian besar kotoran pada atap dan jendela namun air hujan juga bisa meninggalkan residu yang membuat atap maupun jendela bisa ditumbuhi lumut dan jamur. Alga tumbuh dengan menggunakan bahan material pada atap sebagai makanannya sehingga alga yang dibiarkan tumbuh pada atap bisa membuat atap lebih rapuh dan mudah aus.

Membuat Penggunaan Energi Menjadi Lebih Besar

Kaca pada jendela dan atap berfungsi sebagai akses agar sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan dengan lebih maksimal, dengan demikian ketika siang hari, perusahaan Anda tidak harus menggunakan beban listrik yang besar untuk menyalakan lampu.

Sebaliknya apabila kaca kotor dan buram karena kotor, sinar matahari akan lebih sulit menembus ke dalam ruangan sehingga ruangan menjadi lebih gelap dan aktivitas yang dilakukan harus menyalakan lampu.

Selain berpengaruh pada penggunaan lampu, kaca yang buram akan memantulkan sinar matahari dan membuat bagian dalam ruangan menjadi lembab karena akses sinar matahari yang tertutup.

Ruangan kantor atau pabrik yang lembab akan membuat jamur dan lumut tumbuh lebih subur, bakteri dan virus berkembang biak lebih banyak, sehingga membuat bagian dalam kantor atau pabrik jadi lingkungan yang kurang sehat bagi manusia.

Mencegah Pengeluaran Besar untuk Memperbaiki yang Rusak

Seperti halnya tubuh manusia, seperti halnya mesin-mesin yang digunakan untuk operasional perusahaan, sesuatu yang dijaga dan dirawat secara rutin memiliki manfaat jangka panjang dengan tidak membuat Anda rugi karena harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan.

Objek yang jarang dirawat akan lebih mudah rusak dan biaya perbaikan untuk mengganti kaca jendela maupun atap yang rusak tidaklah mudah apalagi untuk skala industri.

Begitu jendela atau atap sudah mengalami retak maka akan sulit untuk dikembalikan ke keadaan semula. Padahal jendela atau atap yang sudah retak maka kemampuannya untuk berfungsi dengan baik akan menurun drastis akan makin menurun hingga akhirnya harus diganti.

Untuk menjaga kebersihan jendela dan atap pada skala industri maka sebaiknya gunakan jasa pembersih jendela profesional yang bisa mengerjakan pemeliharaan jendela dan atap pada fasilitas infrastruktur perusahaan Anda dengan metode yang lebih tepat.

Jasa pembersih jendela yang profesional tahu perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk membersihkan jendela dan atap pada gedung perusahaan Anda, kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembersihan, dan  teknik serta bahan pembersih yang bisa bekerja secara efektif dan efisien.

Seberapa seringnya jendela dan atap industri harus dibersihkan? Ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, yaitu:

  1. Tingkat polusi dan penyebab kotoran yang ada di lingkungan perusahaan
  2. Setelah terjadi kondisi cuaca tertentu misalnya setelah ada angin besar yang membawa debu dan puing-puing, setelah hujan badai, dan kondisi cuaca lain
  3. Perusahaan atau pabrik industri yang menggunakan banyak mesin biasanya jendela dan kaca gedungnya lebih cepat kotor dan berminyak
  4. Pabrik atau perusahaan yang berlokasi di daerah pantai harus lebih sering dibersihkan jendela dan atapnya karena kandungan garam di udara bersifat korosif.

Pentingnya membersihkan jendela dan atap pada dunia industri berpengaruh pada kredibilitas perusahaan di mata orang lain, penggunaan energi untuk operasional, dan juga budgeting untuk pemeliharaan infrastruktur.

kebersihan ruang kerja

Kebersihan ruang kerja itu penting. Apakah Anda mendapati karyawan yang bekerja di perusahaan Anda banyak yang sering izin sakit atau masuk kerja dalam kondisi yang tidak fit? Akibatnya tingkat produktivitas menurun dan target perusahaan jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicapai.

Banyaknya level absen karyawan tidak masuk karena sakit bisa jadi disebabkan karena kondisi ruang kerja di perusahaan yang tidak sehat dan kurang bersih.

Bahkan ketika ruang kerja di perusahaan Anda berada di gedung bertingkat dengan dinding-dinding yang tertutup dan jauh dari angin berdebu, kantor tetap harus dibersihkan secara rutin.

Kegiatan membersihkan ruang kerja juga sangat krusial bagi perusahaan produksi barang karena ruang kerja bisa terkena dampak dari residu-residu kegiatan produksi yang dilakukan di pabrik sehingga bisa menyebabkan gangguan masalah kesehatan pada karyawan yang menghabiskan waktu seharian untuk kerja.

Untuk membersihkan ruang kerja perusahaan, Anda bisa memperkejakan jasa bersih-bersih profesional yang menjadi bagian dari perusahaan Anda atau dilakukan secara outsourcing. Menggunakan jasa cleaning service secara outsourcing bisa jadi pilihan perusahaan kecil yang tidak membutuhkan departemen khusus untuk membersihkan ruang kerja. Selain itu bersih-bersih ruang kerja bisa dilakukan oleh karyawan sendiri misalnya dengan cara:

  1. Rutin membersihkan layar komputer dan keyboard menggunakan cairan pembersih khusus
  2. Bersihkan permukaan meja
  3. Bersihkan sisa-sisa makanan dan minuman yang jatuh ke lantai atau ke meja
  4. Siapkan hand sanitizer atau tisu basah
  5. Rutin membersihkan ruang bersama atau break room 
  6. Tempat sampah jangan dibiarkan sampai penuh dan tumpah, gunakan tempat sampah yang tertutup
  7. Sedot debu beberapa hari sekali pada karpet, lantai, maupun permukaan-permukaan ruang kerja lainnya.

Apa akibatnya jika ruang kerja perusahaan tidak dibersihkan secara rutin dan secara menyeluruh? Berikut adalah bahayanya.

  1. Beresiko menyebabkan serangan asma

Orang yang memiliki penyakit asma tidak bisa disembuhkan melainkan harus dijaga lingkungannya agar ia bisa terhindar dari hal-hal yang menyebabkan reaksi asma.

Reaksi asma yang paling umum adalah debu dan juga kotoran yang ada di lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu ruang kerja perusahaan yang jarang dibersihkan, misalnya karpet yang jarang disedot debunya, tumpukan kertas-kertas dokumen yang tidak tertata dengan rapi, pekerja industri yang tidak mengenakan masker atau pelindung pernapasan lainnya, bisa menyebabkan reaksi asma pada karyawan. Gejala asma kambuh yang timbul biasanya adalah sesak nafas dan kesulitan untuk bernafas secara normal.

  1. Menyebabkan reaksi alergi pada karyawan

Selain bisa menyebabkan reaksi asma pada penderita asma, debu yang beterbangan di dalam ruang kerja perusahaan juga bisa menyebabkan reaksi alergi.

Alergi yang timbul karena lingkungan bisa macam-macam sumbernya, selain debu seseorang juga bisa memiliki alergi terhadap ruangan yang lembab, jamur, bisa juga alergi pada hewan bulu peliharaan jika perusahaan Anda memiliki kebijakan boleh membawa hewan peliharaan ke kantor pada hari-hari tertentu, dan sebagainya.

Reaksi alergi yang biasanya ditimbulkan karena ruangan yang kotor dan berdebu adalah hidung yang terus mengendus-endus, bersin-bersin, dan mata yang berair, hingga menimbulkan sesak nafas seperti gejala asma.

  1. Menimbulkan reaksi iritasi pada kulit

Satu lagi kondisi pada karyawan Anda yang bisa muncul karena terpicu ruang kerja yang kotor, yaitu eczema. Eczema adalah kondisi kulit bawaan yang tidak bisa disembuhkan namun bisa dikontrol gejalanya.

Penderita eczema memiliki kondisi kulit yang lebih sensitif dibandingkan dengan orang biasa. Beberapa hal di antara penyebab kambuhnya eczema adalah karena bakteri dan virus yang kemudian menimbulkan reaksi pada kulit menjadi kemerahan, muncul bercak-bercak, bahkan menimbulkan gatal-gatal dan kulit yang mengelupas.

Menjaga kebersihan ruang kerja perusahaan akan mengurangi resiko kontaminasi bakteri dan virus yang bisa memicu kambuhnya eczema pada karyawan perusahaan Anda.

  1. Kontaminasi bakteri, virus, dan jamur di lingkungan kantor

Karyawan Anda yang tidak memiliki penyakit asma, alergi, ataupun eczema pun masih terpapar resiko kontaminasi bakteri, virus, dan jamur yang lain jika bekerja di ruangan yang tidak dijaga kebersihannya.

Misalnya ada pekerja yang sedang sakit di mana ia menggunakan tangannya untuk membuang ingus, kemudian dengan tangan yang sama ia menyalakan kran air di kamar mandi di mana kran tersebut disentuh oleh orang lain, maka bakteri atau virus yang dibawa si pekerja sakit akan pindah ke pekerja yang lainnya dan hal ini bisa meningkatkan resiko penularan penyakit di lingkungan kerja perusahaan Anda.

Untuk mencegahnya diperlukan kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara rutin agar bakteri, virus, dan jamur yang menempel di berbagai macam objek di perusahaan bisa mati sebelum pindah ke orang lain.

  1. Menurunkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan

Bahaya tidak menjaga kebersihan dari ruang kerja perusahaan selain berdampak pada kesehatan fisik juga berdampak pada kesehatan mental para karyawan. Karyawan yang bekerja di ruangan kerja yang berantakan, banyak debu dan kotor, memiliki sirkulasi udara yang buruk memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih rendah dibandingkan dengan kantor yang yang rapi dan bersih.

Karyawan yang kurang bahagia akan memiliki etos kerja yang rendah, tidak memiliki motivasi yang tinggi untuk mengembangkan perusahaan sehingga bisa berdampak pada produktivitas perusahaan.

  1. Melukai brand perusahaan

Bayangkan jika ada klien atau calon investor mengunjungi perusahaan Anda kemudian melihat kondisi ruang kerja perusahaan dalam keadaan yang kurang layak.

Hal ini bisa memengaruhi citra perusahaan Anda dan berdampak pada keputusan yang diambil oleh klien atau calon investor perusahaan. Karena perusahaan yang bisa memberikan lingkungan kerja yang baik dan bersih bagi karyawannya adalah perusahaan yang bisa dipercaya dan menjunjung nilai profesionalisme yang tinggi. Ruang kerja perusahaan yang terlihat kotor membuat perusahaan tersebut kurang bisa dipercaya.

kebersihan tangan

Kebersihan tangan, fakta-fakta pentingnya – Bukan bermaksud untuk membuat Anda jadi mysophobia tapi faktanya ada sekitar 1.500 bakteri per sentimeter kubik di permukaan tangan Anda. Ini bisa jadi alasan pertama mengapa kebersihan tangan sangat penting untuk dijaga.

Memang tidak semua bakteri jahat bahkan bisa memberikan manfaat untuk kehidupan kita tapi bakteri yang memang bisa menyebabkan kontaminasi pada kesehatan tubuh tidak sedikit jumlahnya.

Bakteri yang menempel di tangan bisa masuk ke dalam tubuh ketika Anda mengucek mata, ketika Anda menggunakan tangan untuk makan, ketika memasukkan jari ke dalam hidung, ketika menyentuh wajah, termasuk ketika tangan menyentuh luka yang belum tertutup sepenuhnya.

Membersihkan tangan bisa dengan menggunakan air mengalir plus menggunakan sabun. Tapi jika tidak ada akses air Anda juga bisa menggunakan sanitizer yang mengandung alkohol untuk membunuh bakteri.

Secara khusus apa saja pentingnya menjaga kebersihan tangan untuk setiap kali kegiatan yang Anda lakukan? Berikut ulasannya.

  1. Kontak Dengan Objek-Objek Mengandung Bakteri

Menurut Anda benda atau tempat apa yang paling banyak mengandung bakteri? Toilet? Menurut data dari AF International benda yang paling banyak mengandung bakteri ternyata adalah uang.

Kemudian diikuti oleh saklar lampu, keyboard pada komputer, ponsel, dan toilet menempati posisi terakhir.

Cukup mencengangkan? Sebenarnya tidak juga karena toilet di rumah sebagian besar hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi sehingga jarang terkontaminasi dengan bakteri yang dibawa orang lain.

Bahkan pada toilet umum pun kini sudah disediakan sarana sanitasi sehingga tidak se”kotor” yang Anda kira.

Sedangkan uang adalah benda yang terus menerus berpindah dari satu orang ke orang lain sehingga penyebaran bakterinya cukup tinggi.

Tangan yang melakukan kontak dengan benda-benda harian tersebut harus dijaga kebersihannya agar tidak tertular bakteri dari orang lain.

  1. Mencegah Kontaminasi

Anda mungkin memiliki tingkat kekebalan tubuh yang cukup bagus sehingga tidak mudah terserang sakit meski tidak terlalu sering cuci tangan. Tapi orang lain belum tentu memiliki kekebalan tubuh sebagus Anda.

Misalnya anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih belum penuh dan masih rawan terkontaminasi, orang yang sudah lanjut usia pun mengalami penurunan kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang yang usianya masih muda.

Jarang cuci tangan juga akan membuat Anda beresiko melakukan kontak dengan orang yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang rendah misalnya orang pengidap HIV AIDS, pengidap Hepatitis, orang yang sedang menjalani pengobatan kanker, dan orang lain dengan kondisi sistem imun yang rendah.

Orang-orang dengan kondisi ini bahkan bisa terserang sakit ketika terkontaminasi bakteri yang tidak memiliki efek apa-apa pada orang yang sehat.

  1. Mencegah Diare dan Penyakit Pencernaan Lainnya

Apakah Anda bisa memastikan setelah buang air orang akan membersihkan tangannya dengan cara yang baik dan benar? Bahayanya bakteri yang menempel pada orang ketika ia membersihkan diri setelah buang air, kemudian bakteri tersebut ditularkan ke orang lain melalui kontak langsung maupun tidak langsung, maka resiko penyebaran penyakit diare dan penyakit saluran pencernaan lainnya bisa lebih tinggi terjadi.

Maka dari itu penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan tangan untuk menghindari kontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan diare tersebut terutama di waktu-waktu yang dianjurkan.

Bakteri asing yang masuk ke dalam saluran pencernaan meski tidak fatal tapi bisa mengganggu keseimbangan yang ada di dalam dan kondisi tersebut sulit untuk dinormalkan kembali.

  1. Menghindari Infeksi Pada Mata

Menyentuh atau bahkan hanya sekedar mengucek mata saja dengan menggunakan tangan sebenarnya tidak dianjurkan, tapi hal ini sudah jadi kebiasaan yang tidak bisa dihindari dan sudah menjadi bagian dari respon reflek manusia. Padahal, mata bisa terkena infeksi bakteri yang menyebabkannya mengalami iritasi, mata jadi merah, terasa perih dan bengkak, gatal, dan gejala infeksi lainnya, yang disebabkan oleh bakteri dari tangan melakukan kontak dengan mata.

Mencegah infeksi mata jauh lebih baik dan lebih mudah dibandingkan dengan mengobatinya. Pencegahan yang baik tentu saja dilakukan dengan rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

  1. Mencegah Penyebaran Infeksi Pada Saluran Pernapasan

Para ahli setuju bahwa penyakit saluran pernapasan termasuk flu biasa sebagian besar disebabkan oleh bakteri yang menempel di tangan.

Bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit saluran pernapasan memang bisa ditularkan melalui udara tapi sebenarnya penularan melalui udara tidaklah begitu efektif.

Justru penularan penyakit lebih efektif dengan cara kontak antara tangan yang terkontaminasi bakteri dan virus penyebab penyakit menyentuh bagian yang basah pada tubuh misalnya seperti mata, mulut, dan juga hidung.

Beberapa gejala yang bisa diwaspadai ketika seseorang terkena infeksi saluran pernapasan adalah batuk, bersin-bersin, hidung meler, keluar ingus, penyumbatan pada saluran pernapasan.

  1. Bakteri Tidak Mudah Mati Jika Dibiarkan

Jika Anda beranggapan bakteri yang dibiarkan saja tanpa dibersihkan akan mati sendiri, maka Anda salah besar.

Bakteri yang menempel di tangan diketahui bisa hidup selama berhari-hari, bahkan bakteri yang menempel di lembaran mata uang bisa hidup hingga waktu 2 minggu.

Dalam periode waktu tersebut Anda pasti sudah menyentuh wajah berkali-kali, memasukkan makanan ke dalam mulut menggunakan tangan, menyentuh orang-orang di sekitar Anda, dan sebagainya.

Jadi kurang baik jika beranggapan membiarkan bakteri tanpa membersihkan tangan untuk menunggunya mati sendiri.

Itulah beberapa hal mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan. Pastikan cuci tangan sebelum Anda makan, setelah menyentuh barang-barang yang terlihat kotor, setelah menyentuh atau mengunjungi orang sakit, segera setelah kembali ke rumah, sebelum memasak, dan waktu-waktu lain yang diperlukan.

Bahaya Yang Dapat Muncul Dari Toilet Gedung Yang Tak Terjaga Kebersihannya

Bahaya yang dapat muncul dari toilet gedung tak terjaga kebersihannya sebenarnya bisa dihindari. Toilet merupakan fasilitas umum yang wajib ada di setiap gedung yang dijadikan untuk tempat berkegiatan manusia.

Karena fungsinya yang digunakan oleh orang banyak setiap harinya, toilet umum wajib untuk dijaga kebersihannya sehingga sudah sepantasnya gedung memiliki tim manajemen kebersihan yang bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan toilet umum.

Pasalnya, kebersihan toilet umum tidak hanya berpengaruh pada kesehatan dari pengguna toilet dan penghuni gedung tapi juga bisa berpengaruh terhadap performa gedung. Berikut adalah risiko yang bisa terjadi apabila toilet umum tidak dijaga kebersihannya.

Penyebaran bakteri dan kuman

Toilet umum adalah fasilitas yang digunakan berbagai macam orang secara bergantian. Dari sekian banyak yang menggunakan toilet umum mungkin ada yang sedang sakit atau membawa bibit penyakit di tubuhnya sehingga orang yang sehat pun bisa terpapar risiko tertular penyakit tersebut apabila toilet umum yang ada di gedung tidak rutin dibersihkan.

Bahaya yang dapat muncul dari toilet yang tak terjaga kebersihannya adalah risiko penyebaran penyakit melalui bakteri dan kuman yang bisa menempel di toilet, di gagang pintu, di tempat cuci tangan hingga di udara yang bisa membuat orang dengan daya tahan tubuh yang rendah bisa berisiko tertular.

Karena itu manajemen gedung yang bertanggung jawab atas kebersihan toilet harus secara rutin membersihkan toilet dengan bahan desinfektan agar bakteri dan kuman mati.

Dilansir WebMD, jenis-jenis bakteri dan kuman di bawah ini memiliki risiko yang cukup memungkinkan untuk ditularkan pada pengguna toilet umum yang kurang bersih:

  1. Virus gastrointestinal yang bisa menyebabkan gangguan pada perut manusia, jenis-jenis virus ini memiliki kemampuan bertahan hidup dalam permukaan yang keras selama satu minggu
  2. Patogen enteric yang merupakan organisme yang bisa disebarkan melalui makanan yang terkontaminasi dan juga feses manusia. Yang termasuk di dalam jenis patogen ini adalah salmonela dan E. yang bisa menyebabkan diarea pada orang yang tertular hingga pendarahan saat buang air besar
  3. Staphylococcus aureus yang dikenal sebagai bakteri “pemakan daging”
  4. Beberapa macam jenis bakteri yang menyebabkan jamur dan lumut pada dinding toilet kotor bisa menyebabkan reaksi asma dan reaksi alergi.

Risiko bahaya yang dapat muncul dari toilet gedung yang tak terjaga kebersihannya di atas bisa dikurangi hingga ke tingkat minimal jika kebersihan dan sanitasi toilet umum dijaga setiap harinya.

Toilet harus dibersihkan secara rutin dan dijaga tetap kering agar tidak lembab dan jadi tempat tumbuhnya bakteri serta kuman, menggunakan bahan desinfektan, dan menyiapkan fasilitas sanitasi pribadi seperti tisu dan sabun cuci tangan yang terus dicek ketersediaannya.

Mengurangi produktivitas pengguna toilet

Bahaya yang dapat muncul dari toilet gedung yang tak terjaga kebersihannya dapat mengganggu kesehatan pengguna toilet yang kurang bersih. Sedangkan dampak tidak langsungnya bisa dirasakan ketika orang mulai jatuh sakit  sehingga aktivitas hariannya bisa terganggu.

Misalnya jika toilet di gedung perkantoran jorok dan kotor, para pekerja yang tertular penyakit karena bakteri dan kuman yang ada di kamar mandi akan mengalami penurunan produktivitas, izin sakit jadi makin banyak, dan kinerja yang dihasilkan pun jadi kurang maksimal karena vitalitas tubuh yang terganggu.

Hal lain yang bisa membuat toilet kotor jadi bahaya adalah orang jadi enggan menggunakan toilet untuk buang air atau sekedar cuci tangan dan merapikan pakaian. Padahal menahan buang air adalah sesuatu yang tidak disarankan karena bisa berujung pada sembelit, ambeien, hingga penyakit batu ginjal.

Toilet yang tidak bersih biasanya juga akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Mereka yang kebetulan beraktivitas di dekat toilet tentunya bisa terganggu dan membuat suasana kerja atau aktivitas lainnya jadi terasa kurang sehat.

Mengurangi jumlah pengunjung

Jika gedung Anda adalah gedung komersial misalnya pusat perbelanjaan, restoran, hotel, atau tempat bisnis komersial lainnya,  bahaya yang dapat muncul dari toilet gedung yang tak terjaga kebersihannya adalah bisa mengurangi jumlah pengunjung dan membuat gedung Anda memiliki nama yang buruk di mata pengunjung.

Kebersihan toilet adalah salah satu tanda dari kualitas manajemen gedung sehingga jika toiletnya kotor maka pengunjung bisa menilai bahwa kualitas manajemen gedung Anda buruk.

Toilet umum adalah salah satu fasilitas yang sangat penting fungsinya bagi tempat-tempat umum karena pengunjung tempat umum ingin ada akses yang mudah untuk buang air, membersihkan diri, kadang juga digunakan untuk berganti pakaian, dan lainnya.

Jika toilet dalam keadaan kotor maka anggapan pengunjung mengenai tempat umum tersebut bisa menurun kualitasnya.

Penyebaran bakteri dan kuman bisa dicegah dengan rutin membersihkan seluruh permukaan toilet sehingga bakteri dan kuman yang bisa bertahan hidup di luar bisa segera dimusnahkan sebelum terbawa pergi oleh orang lain.

Menyediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan tisu dan sabun tangan akan mendorong pengguna toilet untuk membersihkan tangannya sebelum meninggalkan toilet.

Selain kesehatan, toilet yang bersih juga menguntungkan citra dari gedung tersebut sehingga orang tidak segan untuk kembali lagi dan melakukan kegiatan ekonomi di dalam gedung. Meski digunakan untuk buang air, toilet umum tidak seharusnya jadi tempat yang kotor dan dibiarkan becek melainkan juga harus dijaga kebersihan serta keindahannya. Dengan demikian bahaya yang dapat muncul dari toilet gedung yang tak terjaga kebersihannya bisa dihindari.

Cara Menjaga Kebersihan Toilet Umum Gedung

Hal ini penting untuk dipahami karena toilet umum yang ada di dalam sebuah gedung merupakan sebuah fasilitas sanitasi yang bisa digunakan oleh penghuni dan pengguna gedung secara bersama-sama.

Karena fungsinya yang digunakan oleh banyak orang dengan berbagai macam kondisi kesehatannya masing-masing, wajib bagi penjaga kebersihan toilet umum untuk mempertahankan kondisi toilet umum yang bersih, sehingga risiko yang bisa ditimbulkan karena terjadinya pertukaran bakteri maupun mikroorgranisme lainnya bisa ditekan.

Beberapa resiko yang bisa mengancam pengguna toilet umum yang tidak dijaga kebersihannya antara lain adalah:

  1. Tertular penyakit yang dibawa oleh pengguna toilet lainnya
  2. Bakteri di toilet yang tersentuh tangan kemudian bisa masuk ke mulut, mata, atau bagian tubuh lainnya
  3. Toilet yang kotor akan terlihat jorok dan memberikan kesan yang buruk bagi manajemen gedung

Agar toilet umum di gedung Anda bisa  terhindar dari risiko di atas dan menjadi tempat sanitasi yang higienis, berikut adalah cara menjaga kebersihan toilet umum gedung.

Menggunakan toilet duduk

Mengganti toilet jongkok dengan toilet duduk bisa jadi cara menjaga kebersihan terutama dalam konteks pencegahan.

Banyak orang yang masih ragu menggunakan toilet duduk karena takut dengan bakteri atau mikroorganisme lain yang ada di dudukan toilet bekas digunakan orang lain.

Tapi faktanya adalah mikroorganisme penyebab penyakit tidak bisa bertahan lama ketika berada di luar tubuh inangnya. Dengan kata lain jika memang menempel di dudukan toilet akan sangat kecil kemungkinannya penyakit bisa masuk ke dalam tubuh.

Selain itu penularan bisa terjadi hanya ketika penyakit masuk melalui luka terbuka atau melalui alat kelamin.

Di sisi lain, penggunaan toilet jongkok justru bisa meningkatkan penyebaran sumber penyakit di toilet umum.

Yang pertama, penggunaan toilet jongkok cenderung mendorong orang untuk menggunakan air yang lebih banyak yang bisa menyebarkan kotoran di toilet ke mana-mana.

Yang kedua, toilet duduk juga biasanya membuat toilet jadi memiliki genangan air yang membuat toilet jadi tampak jorok dan kurang nyaman digunakan orang lain.

Segera atasi toilet yang tersumbat atau ada kebocoran

Cara menjaga kebersihan toilet umum gedung yang kedua adalah dengan segera mengatasi apabila terjadi penyumbatan pada toilet atau jika ada kebocoran pada bak air, keran, pipa, dan saluran air di toilet umum lainnya.

Toilet yang tersumbat jika tidak segera diatasi akan membuat air yang ada di dalam toilet yang sudah bercampur dengan segala macam kotoran manusia meluap dan bisa menjadi sarang sumber penyakit, selain itu bisa juga menyebabkan bau tidak sedap dan mengganggu pengguna toilet yang lain.

Mengatasi toilet yang tersumbat atau jika ada kebocoran bisa diatasi dengan segera memanggil jasa profesional jika Anda tidak mengetahui caranya, menggunakan bahan kimia yang dibuat khusus untuk ini dan sebaiknya untuk sementara toilet umum tersebut ditutup agar tidak digunakan dulu.

Sediakan fasilitas sanitasi yang cukup

Beberapa fasilitas sanitasi yang bisa disediakan di toilet umum agar kebersihan toilet serta kenyamanan pengguna toilet terjaga dengan baik antara lain adalah:

  1. Tisu yang ditempatkan di masing-masing bilik toilet dan di tempat cuci tangan
  2. Tempat sampah tertutup untuk masing-masing bilik dan di luar bilik
  3. Tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun cuci tangan
  4. Mesin pengering tangan

Meskipun sudah ada tisu, menyediakan mesin pengering tangan otomatis bisa memberikan banyak keuntungan.

Misalnya dengan menggunakan mesin pengering tangan penggunaan tisu bisa lebih dihemat sehingga manajemen tidak harus terlalu sering mengganti tisu yang sering habis.

Jumlah sampah tisu juga bisa dikurangi sehingga isi tempat sampah tidak perlu terlalu sering dibuang.

Tempat sampah yang tertutup penting sebagai fasilitas toilet agar wanita yang sedang menstruasi tidak membuang pembalutnya di lubang toilet yang bisa menyebabkan penyumbatan.

Sampah-sampah toilet juga tidak terlihat jorok dibandingkan jika menggunakan tempat sampah yang terbuka.

Rutin membersihkan toilet umum

Tentu saja pihak gedung harus rutin membersihkan toilet mulai dari kegiatan bersih-bersih harian hingga deep cleaning yang dilakukan secara periodik.

Untuk mengerjakan hal ini manajemen toilet umum harus dilengkapi dengan personel cleaning service yang secara profesional bisa menjaga kebersihan toilet sebelum, selama, dan sesudah toilet umum digunakan.

Berikut adalah beberapa checklist kegiatan bersih-bersih toilet umum yang bisa dilakukan:

  1. Dengan menggunakan kain pel setiap bagian toilet yang basah harus dikeringkan misalnya pada area tempat cuci tangan dan lantai toilet
  2. Toilet umum yang kering selain lebih higienis juga lebih nyaman digunakan
  3. Pasang pengharum ruangan otomatis di toilet untuk menghilangkan bau tidak sedap
  4. Dudukan toilet yang basah juga dibersihkan agar toilet tidak menjadi becek
  5. Selalu cek persediaan toilet seperti sabun cuci tangan dan tisu jangan sampai kosong
  6. Kosongkan tempat sampah toilet setiap hari sebelum toilet umum dibuka dan jika tempat sampah terlihat penuh
  7. Deep cleaning toilet umum yang bisa dilakukan dua kali sebulan atau seminggu sekali meliputi menyikat dan membersihkan dinding serta lantai toilet, menyemprot toilet dan tempat cuci tangan dengan desinfektan, memastikan tidak ada kebocoran atau saluran air yang tersumbat.

Rutin membersihkan toilet setiap hari memiliki keuntungan pencegahan agar tidak ada noda yang menempel di toilet umum karena jika sudah bernoda maka akan semakin sulit untuk dibersihkan.

Anda bisa menggunakan larutan pembersih toilet dan lantai khusus untuk membersihkan area toilet serta pada lubang toilet dan tempat cuci tangan agar tidak ada endapan kotoran yang bisa menimbulkan garis noda yang sulit untuk dibersihkan.

Demikianlah beberapa cara menjaga kebersihan toilet umum gedung yang bisa jadi referensi Anda.

ruangan pasienRumah sakit menerapkan beragam metode penting untuk menjaga supaya ruang atau kamar pasien tetap bersih dan bebas kuman. Cara menjaga dan mengelola kebersihan itu pun tidak seperti yang biasa dilakukan di rumah atau tempat lain karena ini adalah sebuah gedung di mana para pasien seharusnya terlindungi dari risiko bakteri, virus dan beragam penyakit supaya cepat sembuh.

Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPPI)

Serangkaian prosedur kebersihan yang diterapkan dalam rumah sakit atau klinik merupakan standar perawatan demi tercapainya kesembuhan pasien. Kadang dijumpai sejumlah kasus pasien yang menjalani masa perawatan di rumah sakit namun setelah keluar dan dinyatakan sembuh ternyata menderita penyakit baru (seringnya infeksi) yang tidak disadari akibat kelalaian dalam prosedur higiene dan sanitasi.

Infeksi pun bisa disebabkan petugas medis yang kurang memperhatikan standar prosedur kebersihan dirinya sendiri dan bersentuhan langsung dengan pasien. Oleh karena itu, setiap rumah sakit menerapkan prosedur Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPPI). Kebijakan prosedur ini bertujuan meningkatkan proteksi pada pasien, petugas medis, pengunjung, dan setiap karyawan yang berada dalam lingkungan rumah sakit.

Manfaat bagi Masyarakat Umum

Faktanya, prosedur kebersihan dalam rumah sakit khususnya di dalam ruang pasien juga berdampak positif bagi masyarakat karena dapat diterapkan dalam aktivitas keseharian. Mereka yang sudah pernah berkunjung atau menjalani perawatan dapat menerapkannya langsung dalam rumah dan lingkungan sekitar, sekaligus memperkenalkan ke orang-orang sekitar. Beberapa tips menjaga ruang pasien tetap bersih dan bebas kuman yang dapat ditiru atau diterapkan masyarakat umum antara lain:

  1. Selalu membersihkan tangan. Kebiasaan yang sangat disarankan dan bahkan diwajibkan setiap kali masuk atau keluar kamar, menggunakan sabun demi mencegah debu, kotoran, dan kuman-kuman penyakit.
  2. Selalu menggunakan perlengkapan sendiri. Peraturan dalam rumah sakit yang dapat diterapkan di dalam rumah sendiri, sehingga tiap orang bertanggung jawab atas kebersihan semua barang milik mereka, seperti handuk, sikat gigi, pakaian, dan sebagainya.
  3. Tidak mengenakan alas kaki dalam rumah atau ruangan bersih. Alas kaki harus dibedakan dari yang dikenakan di rumah dan di luar rumah. Bahkan lebih baik lagi jika tidak mengenakan alas kaki selama berada di dalam rumah atau kamar, tentunya dengan selalu mencuci kaki hingga bersih.
  4. Selalu menjaga kebersihan peralatan di masing-masing tempat/wadahnya. Untuk semua peralatan yang menjadi milik bersama harus selalu dijaga kebersihannya, termasuk benda-benda elektronik, perlengkapan dapur, dan lain-lain.

Prosedur Menjaga Ruang Pasien Tetap Bersih dan Bebas Kuman

Untuk menjaga ruang pasien tetap bersih dapat dilakukan berdasarkan aturan yang ditetapkan pihak rumah sakit. Selama tindakan itu dapat dikerjakan sendiri, pihak penunggu pasien atau pengunjung wajib menjalaninya. Sedangkan khusus untuk tindakan yang dilakukan tenaga kebersihan atau medis di dalam lingkungan rumah sakit akan membutuhkan peralatan dan teknik khusus.

Prosedur yang diterapkan untuk menjaga ruang pasien tetap bersih dan bebas kuman diterapkan dengan sejumlah indikator sebagai berikut:

  • Membersihkan permukaan lantai ruang pasien dengan lobby duster
  • Mengepel lantai ruang pasien dengan mop
  • Lantai ruang pasien dibersihkan setidaknya dua kali dalam sehari atau jika sudah nampak kotor akibat kasus khusus
  • Membersihkan setiap peralatan yang digunakan pasien menggunakan desinfektan sesuai prosedur rumah sakit
  • Memastikan tidak ada sisa kotoran atau makanan yang melekat di ruang pasien
  • Menjaga ruang pasien bebas dari asap rokok, vape, dan obat nyamuk bakar
  • Selalu membersihkan tempat tidur/kasur pasien jika sudah pulang
  • Memastikan tidak ada sisa kotoran di ranjang pasien termasuk stiker atau tempelan-tempelan lain yang bukan berasal dari rumah sakit
  • Melapisi bantal dan kasur dengan vinil supaya tetap steril dan tidak sobek
  • Mengecek dan memastikan tidak ada perabotan seperti kursi, meja, dan sebagainya yang lapisannya robek dan segera menggantinya dengan baru atau memperbaikinya
  • Menyediakan tempat sampah yang dibedakan berdasarkan kategori non infeksius dan infeksius di spot yang jauh dari ruang pasien
  • Selalu menyimpan perlengkapan kesehatan dan perawatan di wadah dan tempat yang bersih, steril, selalu tertutup, sehingga siap dipakai kapan saja
  • Mencuci gorden sebulan sekali atau jika sudah nampak kotor
  • Menjaga kebersihan dinding ruang pasien, memastikan tidak ada tempelan, debu, sarang laba-laba, dan jenis kotoran lainnya
  • Menerapkan kebijakan pada penunggu pasien atau tamu untuk hanya membawa barang seperlunya

Seluruh rangkaian prosedur di atas bisa semakin panjang tergantung dari tingkat keparahan penyakit yang sedang diderita pasien karena membutuhkan perawatan ekstra.

Pengelolaan kebersihan dalam ruang pasien dalam kondisi khusus itu juga semakin ketat dan bahkan sampai tidak membolehkan siapa saja masuk kecuali dokter dan tenaga medis yang bertanggung jawab.

Penerapan kebersihan ruang pasien membutuhkan kecermatan, disiplin, serta evaluasi menyeluruh. Kecermatan ditujukan untuk memastikan bahwa tidak akan ada celah atau kelalaian yang berisiko pada pasien.

Kedisiplinan setiap tenaga medis dan karyawan rumah sakit juga sangat penting dan di saat bersamaan harus diterapkan secara ketat kepada pengunjung atau pendamping pasien. Tanpa adanya sikap disiplin itu, mustahil kebersihan ruang pasien terwujudkan.

Setelah itu, dalam periode tertentu harus dilakukan evaluasi menyeluruh guna menemukan sedikit banyak persoalan yang wajib diperbaiki dan ditingkatkan mutunya demi tercapainya tujuan kebersihan, kesehatan, dan kesembuhan pasien secara optimal.

Itulah beberapa hal penting terkait tips menjaga ruang pasien tetap bersih dan bebas kuman.

Anda perlu solusi dalam hal ini? RMI Indonesia siap bantu. Silakan isi form dibawah ini.

kebersihan dapur

Setiap perusahaan selayaknya memiliki dapur atau pantry sebagai tempat penyimpanan dan pengolahan makanan/minuman demi memicu produktivitas seluruh karyawan. Ketersediaan dapur di dalam sebuah kantor atau perusahaan pun wajib dijaga layaknya di rumah. Jika sampai dapur itu kotor apalagi sampai mengusik kenyamanan, tentu saja dampaknya sangat buruk bagi kinerja seluruh karyawan.

Manfaat Dapur Bersih bagi Perusahaan

Dapur yang bersih bakal memberikan banyak manfaat bagi sebuah kantor atau perusahaan. Pasalnya, dari situlah lingkungan kerja yang sehat menciptakan kondisi nyaman dan memacu performa terbaik seluruh karyawan. Nah, sejumlah manfaat kebersihan dapur bagi perusahaan antara lain sebagai berikut:

  1. Melindungi dari Risiko Penyakit

Dapur seringkali identik dengan kondisi yang kotor karena di sanalah proses pengolahan makanan dan minuman dilakukan dan kadang penggunanya kurang mempedulikan faktor higienitas dan sanitasi. Alasannya sederhana; karena dapur itu bukan miliknya, berbeda dari rumah, dan “cuma” milik kantor. Persepsi semacam itu haruslah diubah karena dapur dalam sebuah kantor atau perusahaan adalah milik bersama semua karyawan yang beraktivitas di ruang lingkup kerja itu. Dapur yang bersih otomatis akan melindungi semua orang yang berada di dalam satu gedung atau ruangan di dalamnya dari segala risiko penyakit.

  1. Meningkatkan Produktivitas

Dapur yang bersih akan membantu meningkatkan produktivitas perusahaan. Secara teori, semua orang pasti memahaminya. Kenyataan di lapangan seringkali berbeda. Perlakuan terhadap dapur kantor atau perusahaan biasanya berbeda dari rumah. Padahal, ruangan dapur yang tidak kondusif menyimpan resiko dan ancaman produktivitas. Karyawan akan enggan memasuki dapur, padahal sudah disediakan sesuai fungsinya. Dan ketika makin banyak karyawan yang tidak memanfaatkan dan merawatnya secara optimal, produktivitas perusahaan akan terusik karena dapur yang seharusnya sebagai sumber pengolahan logistik tenaga kerja tidak berfungsi.

  1. Mengurangi Risiko Depresi

Rumusan yang sangat mudah dan semua orang pasti memahaminya, bahwa jika seluruh spot dalam sebuah ruangan atau gedung bersih dan sehat, niscaya setiap orang yang berada di dalamnya akan merasa rileks. Atmosfer dapur yang bersih dan sehat akan menumbuhkan rasa tenang, percaya diri, dan mencegah stress. Bayangkan saja apa jadinya karyawan yang selama berjam-jam berkutat di depan tumpukan pekerjaan dan makin frustasi karena kondisi dapur yang kotor dan tidak enak dipandang. Mantaat vital kebersihan dapur juga adalah untuk mencegah risiko stres yang diakibatkan karena lingkungan pekerjaan yang tidak bersih.

  1. Mendukung Kebutuhan Logistik 

Semua orang yang bekerja di dalam perusahaan membutuhkan asupan logistik. Alih-alih membeli di luar atau jajan di kantin, tentunya akan lebih seru dan memuaskan jika karyawan dapat mengolah makanan dan minumannya sendiri di waktu istirahat atau di sela-sela rutinitas. Mereka bisa memasak makanan kesukaannya sendiri, membikin kopi, teh, atau beragam kebutuhan logistik karena faktor itulah yang sangat positif dalam lingkungan perusahaan.

  1. Mengembalikan Semangat Kerja

Selama hampir seharian bekerja di dalam ruangan, karyawan membutuhkan sedikit waktu senggang untuk sekedar bersantai. Nah, jika dapur selalu dalam kondisi bersih dan sehat, di sinilah tempat yang sangat ideal bagi seluruh karyawan, mengembalikan semangat kerja mereka layaknya charging tenaga baru dan siap kembali beraktivitas.

  1. Menjaga dan Meningkatkan Kualitas Kesehatan

Sebuah dapur yang bersih akan menghasilkan makanan dan minuman yang higienis dan menyehatkan. Dari kondisinya saja yang bersih sudah menjamin kualitas kesehatan setiap karyawan yang beraktivitas dalam kantor tersebut. Kebersihan dapur sudah seharusnya menjadi kesadaran bagi pengelola dan diterapkan secara menyeluruh.

Tips Menjaga dan Meningkatkan Kebersihan Dapur Perusahaan

Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan demi mewujudkan, menjaga, dan meningkatkan kebersihan dapur supaya semua manfaat yang disebutkan di atas dapat tercapai?

  1. Menerapkan Standar Aturan Kebersihan 

Perusahaan harus menerapkan standar aturan kebersihan secara tegas. Setiap orang yang menggunakan dapur perusahaan wajib mematuhinya. Aturannya harus spesifik misalnya kewajiban mencuci setiap perlengkapan yang telah selesai dipakai memasak. Jangan sampai ada perlengkapan dapur yang masih tertinggal atau terbengkalai di tempat cuci dapur.

  1. Pengelolaan Kebersihan

Untuk mewujudkan dapur perusahaan yang bersih dan sehat, pengelolaan mesti terencana dan dipatuhi oleh pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai ada sisa limbah yang belum dibuang ke tempat semestinya, memastikan tidak ada percikan minyak, debu, sisa bahan makanan/minuman, dan jenis kotoran lainnya yang melekat.

  1. Higienitas dan Sanitasi Peralatan Dapur

Higienitas dan sanitasi peralatan dapur diwujudkan melalui proses renovasi jika ada masalah di saluran air yang tersumbat atau mampet, melakukan pengecatan ulang, instalasi sarana baru, atau semua kebijakan perusahaan yang berkenaan langsung dengan masalah higienitas dan sanitasi peralatan dapur.

  1. Pengecekan dan Pembaruan Peralatan Dapur

Penanggung jawab dapur perusahaan punya kewajiban melakukan pengecekan jika ada peralatan yang sudah tidak layak pakai dan segera melakukan pembaruan stok. Tanggung jawabnya meliputi urusan kelayakan setiap perlengkapan dapur mulai dari kompor, tabung gas, piring, gelas, dan lain-lain.

  1. Pengecekan Stok Bahan Makanan dan Minuman

Semua karyawan memiliki hak menyimpan bahan makanan dan minuman dalam dapur termasuk di lemari es. Tapi semua simpanan itu harus dikelola secara bertanggung jawab oleh pihak yang memilikinya. Risiko bahan makanan dan minuman yang terlalu lama disimpan di dalam lemari es akan menimbulkan masalah karena dapat menimbulkan dampak negatif apalagi jika dibiarkan di luar karena akan membusuk dan mengundang mikroorganisme.

Dapur yang bersih dan sehat wajib diwujudkan setiap perusahaan. Langkah-langkah di atas semestinya diterapkan oleh seluruh orang yang merasa memiliki dapur perusahaan. Prinsip utamanya adalah menanamkan kesadaran pentingnya kebersihan dapur.

Anda perlu bantuan untuk menjaga dapur industri Anda bersih? Silakan isi form dibawah.

mengatasi legionella

Tahun 2011 silam, masyarakat di Bali sempat diresahkan oleh penyebaran wabah Legionella yang sempat menjangkiti sebagian wisatawan asing. Nama penyakit ini kemudian terangkat ke berbagai media massa dan dampaknya sendiri cukup signifikan bagi industri pariwisata di Indonesia karena ancaman wabah yang dikhawatirkan semakin parah dan menurunkan angka kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.

Bakteri Legionella – Pemicunya.

Penyakit Legionella dipicu oleh bakteri bernama sama yang tingkat penyebarannya semakin aktif di dalam air terutama dalam kondisi suhu yang hangat atau panas, seperti misalnya dalam pendingin ruangan, saluran air, tangki, bak mandi.

Kawasan industri yang menyediakan fasilitas-fasilitas tersebut berpotensi terserang Legionella.

Bakteri Legionella menyerang saluran pernapasan dan sangat cepat menular melalui udara dan air yang diminum.

Penyakit yang juga disebut sebagai Legionella Pneumonia atau Pontiac Fever ini memang termasuk jenis yang menyerang pernapasan dengan serangkaian gejala dan memicu penyakit-penyakit lainnya seperti batuk, demam, dan pneumonia.

Bakteri penyakit ini berkembang sangat cepat dalam air dan bahkan sering tidak disadari bersarang dalam pemukiman hingga fasilitas-fasilitas bisnis/industri semisal hotel, pemandian air panas, air mancur, sistem pendingin udara, dan parahnya lagi mengancam perangkat-perangkat medis di rumah sakit atau klinik seperti alat bantu pernapasan.

Gejala-gejala Penyakit

Orang yang terjangkit bakteri Legionella biasanya mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Batuk terus menerus yang terasa nyeri di bagian dada sewaktu menarik napas dalam-dalam.
  • Nampak seperti orang bingung, khususnya penderita yang sudah berusia lanjut.
  • Nafsu makan menurun drastis, diserta rasa cepat lelah dan tidak bertenaga.
  • Persendian terasa kaku dan otot-otot terasa nyeri.
  • Kulit terasa lembab dan sering berkeringat.

Gejala-gejala tersebut semakin parah selama 4 hari hingga seminggu dan kadang tiba-tiba menghilang. Bahkan dalam beberapa kasus, penderita bisa mengalami sesak napas yang terasa menyiksa.

Bakteri ini paling cepat dan mudah menyerang lansia, khususnya perokok, atau mereka yang punya riwayat penyakit paru-paru kronis, kencing manis, kanker, gagal ginjal, penderita AIDS, dan mereka yang imunitasnya lemah akibat konsumsi obat-obatan medis.

Penanganan Penyakit Legionella

Tindakan apa saja yang harus dilakukan jika gejala-gejala penyakit ini menyerang? Biasanya untuk gejala batuk yang parah cuma bisa dibiarkan begitu saja sampai benar-benar reda. Penderita juga wajib mengenakan masker pelindung, atau sebaiknya beristirahat dalam ruangan yang bersih dan steril. Jika mengalami gejala penyakit pun harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk penanganan selanjutnya.

Risiko, Ancaman, Cara Pencegahan Penyakit Legionella bagi Pelaku Industri

Bakteri ini sangat cepat menyebar dalam lingkungan yang menyimpan potensi penularan seperti di ruang-ruang publik, tertutup, apalagi kawasan bisnis/industri.

Oleh sebab itu, Anda harus memahami apa itu Legionella dan cara untuk mengatasinya bagi pelaku industri.

Ruang yang paling rentan penyebaran bakteri adalah bangunan yang menggunakan fasilitas pendingin, dan kita tahu sendiri bahwa gedung-gedung kantor, perusahaan, perhotelan, dan hampir semua lingkup operasional harian memakai fasilitas-fasilitas tersebut.

Bakteri akan tumbuh subur dalam kondisi suhu 35 sampai 45 derajat celcius. Jadi, apakah bakteri ini tidak akan hidup dalam kondisi air suhu dingin? Sebaliknya, bakteri ini tetap hidup dan tinggal menunggu waktu sampai suhu menghangat dan berkembang biak.

Risiko dan ancaman yang kuat dalam kawasan bisnis/industri mewajibkan pelaku dan pengelolanya mewaspadainya. Sejumlah solusi pencegahan dapat diterapkan mulai dari pemakaian produk anti Legionella, pengambilan sampel air, penguatan sistem higiene/sanitasi, dan menerapkan kawasan bebas asap rokok.

Inilah beberapa solusi pencegahannya:

  1. Penggunaan Produk Anti Legionella

Sejak kasus penularan penyakit ini terekspos ke publik khususnya di kawasan perhotelan dan industri, banyak pengelolanya yang memakai produk anti Legionella sebagai tindakan pencegahan.

Tumbuh dan berkembangnya bakteri secara efektif dibasmi menggunakan produk anti Legionella dengan jenis biosida yang jangkauannya cukup luas.

Masalahnya, tipe bakteri ini hidup dan bersarang dalam segala kondisi yang punya kandungan air atau lembab. Jadi, spot-spot seperti mesin pendingin ruangan, pemanas air, kolam renang, air mancur, dapur, dan sejenisnya akan selalu potensial menjadi sarang-sarang bakteri tersebut. Tetapi penggunaan produk ini tetap direkomendasikan sebagai solusi penangkal risiko dan ancamannya.

  1. Meningkatkan Higienitas dan Sanitasi

Pengelola ruang bisnis/industri wajib menerapkan sistem higienitas dan sanitasi berkualitas. Sistem saluran air wajib dipastikan terawat dengan baik, selalu bersih, mengalir, dan tidak memicu berbagai kondisi yang mengkhawatirkan.

Tindakan pengelolaan dan perawatan sistem saluran air ini sebaiknya dikoordinasikan dari awal ketika mendirikan bangunan bisnis/industri, dengan mengandalkan tenaga ahli atau pakar sesuai kompetensinya.

Pelaku bisnis/industri juga diwajibkan melakukan tindakan pembersihan secara teratur di setiap spot khususnya yang mengandung risiko dan ancaman bakteri. Bersihkanlah dapur, kamar mandi, mesin pendingin ruangan, dan sebagainya secara teratur.

  1. Menerapkan Kawasan Bebas Asap Rokok

Para perokok berat lebih mudah terserang bakteri ini. Dan ketika bakteri sudah bersarang dalam tubuhnya, risiko penularan jadi lebih gampang dan cepat jika sering berinteraksi dan beraktivitas di ruang-ruang bisnis/industri. Solusinya adalah menciptakan ruang kerja yang bersih dari asap rokok dan kebijakan ini mesti ditetapkan secara tegas demi kesehatan bersama.

  1. Pengambilan Sampel Air

Pelaku bisnis/industri harus memastikan apakah lingkungannya steril atau sudah tercemar bakteri. Pengujian sampel air merupakan tindakan awal yang akan dilanjutkan ke serangkaian solusi preventif demi penyebaran bakteri yang dapat merugikan produktivitas bisnis/industri. Pengambilan sampel air ini pun disarankan dilakukan secara teratur, setidaknya empat bulan sekali demi memastikan hasil preventif penyebaran bakteri.