Virus Corona atau Covid-19 telah menjadi bencana dunia yang menyerang tidak hanya satu atau dua negara saja, tetapi hampir semua negara. Berbagai dampak negatif yang disebabkan oleh virus berbahaya ini telah membuat seluruh masyarakat dunia perlu waspada di mana pun mereka berada. Bahkan, hingga beberapa negara memutuskan untuk memberlakukan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebarannya yang semakin masif. Selain kebijakan lockdown, pemberlakukan work from home (WFH) atau bekerja di rumah juga dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus di tempat kerja. Sehingga, cara ini dipilih sebagai cara yang efektif namun tetap bisa produktif untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan di masa pandemi ini dengan mengerjakannya di rumah masing-masing.

Dari serentetan kebijakan yang diberlakukan, yang tidak kalah penting adalah penerapan akan kebersihan, baik kebersihan diri, lingkungan, dan barang belanjaan Anda. Karena tidak bisa dihindari, walaupun terdapat pelarangan untuk berada di tempat yang ramai, setiap orang perlu berbelanja untuk bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari terutama dalam memenuhi kebutuhan asupan gizi keluarga. 

Sehingga, sebagian besar orang pun masih tetap pergi ke pasar maupun supermarket untuk membeli kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dan barang-barang yang Anda beli perlu diperhatikan kebersihannya, mengingat penularan Covid-19 juga bisa melalui permukaan atau barang yang terinfeksi lalu tangan Anda menyentuh bagian dari wajah Anda.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Barang Belanjaan Anda

Sangat tidak mungkin jika selama memberlakukan stay at home dalam masa pandemi Covid-19 ini setiap orang tidak berbelanja, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti sembako, buah, sayur, dan perlengkapan mandi berupa sabun, sampo, dan pasta gigi. Kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer yang digunakan sehari-hari dan akan segera habis. Oleh karena itu, Anda perlu untuk berbelanja. Namun, dalam masa ini kewaspadaan menjadi hal yang sangat penting, di mana menjaga agar barang-barang belanjaan yang berada di luar tersebut dan telah banyak terpapar bisa digunakan secara aman oleh Anda. 

Biasanya ketika berbelanja, para pembeli akan melihat dan mengecek setiap barang dengan menyentuhnya. Hal tersebut pun berpotensi untuk memindahkan virus ke barang-barang tersebut dan kemudian akan dipegang orang lain kembali. Hal ini lah yang membuat proses pemaparan virus semakin meluas. Sehingga, penting sekali untuk menjaga kebersihan barang belanjaan Anda. Terutama ketika sudah sampai di rumah, agar barang tersebut tidak disentuh oleh anggota keluarga yang lain sebelum dibersihkan.

Upaya membersihkan ini adalah bagian dari menjaga dan melindungi keluarga Anda dari paparan virus Covid-19 yang membahayakan tersebut. Selain itu, hal ini juga menjadi upaya untuk bisa memberikan barang-barang dan makanan yang bersih dan sehat untuk keluarga Anda. Dengan makanan yang sehat, maka keluarga juga akan sehat dan mampu mempertahankan kekebalan tubuhnya dari hadirnya virus-virus.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Akan Kebersihan Barang Belanjaan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya pada kebersihan barang-barang belanjaan Anda. Di mana kemungkinan berbagai macam virus bisa saja menempel pada barang belanjaan termasuk Covid-19. Agar Anda tidak terpapar akan virus tersebut, maka berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan barang belanjaan Anda tersebut.

  1. 1.Pastikan Kebersihan Tangan Anda

Tangan menjadi salah satu organ tubuh yang paling mudah dan paling sering terpapar. Karena tangan lah yang lebih aktif untuk menyentuh apa saja. Sehingga kebersihan tangan perlu untuk diperhatikan lebih terutama di tengah pandemi Covid-19 ini. Anda perlu berhati-hati terhadap segala sesuatu yang Anda sentuh. Sering lah untuk membersihkannya dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Begitu pun saat Anda akan berbelanja, juga bersihkan terlebih dahulu tangan Anda sebelum memegang barang belanjaan. Jika Anda menggunakan troli atau keranjang barang, usahakan untuk membersihkan pegangannya karena alat tersebut telah digunakan oleh banyak orang. Selain itu juga usahakan untuk memegang barang-barang yang memang akan Anda beli saja. Sebelumnya Anda bisa membuat daftar belanja agar lebih cepat dan sesuai tujuan. 

  1. Membersihkan Kemasan

Jika Anda membeli makanan kemasan, untuk makanan yang berada di dalam kemasan akan relatif aman dari paparan virus. Namun, tidak untuk kemasannya. Kemasan tersebut bisa saja telah tersentuh oleh beberapa orang yang juga akan membeli. Sehingga, Anda perlu untuk berhati-hati. Sebelum mengkonsumsinya, bersihkan dahulu kemasan makanan tersebut dengan menggunakan cairan disinfektan yang dituangkan ke sebuah kain lalu gunakan untuk membersihkan kemasannya. Baru setelah itu, Anda bisa mengkonsumsinya.

  1. Mencuci Buah Dan Sayur Yang Dibeli

Buah dan sayur yang Anda beli, sesampainya di rumah segera dibersihkan dengan cara mencucinya dengan air bersih yang mengalir serta gunakan sabun khusus untuk mencuci bahan makanan. Hal tersebut dikarenakan, selama buah dan sayur berada di pasar atau supermarket biasanya dipajang, sehingga peluang untuk terpapar sangat lah besar. 

  1. Membersihkan Kantong Plastik Atau Tas Kain

Ketika Anda berbelanja, biasanya Anda akan mendapat kantong plastik sebagai wadah barang-barang belanjaan Anda atau Anda yang membawa tas belanja sendiri dari rumah. Agar plastik bisa digunakan kembali misalnya sebagai tempat sampah, maka plastik tersebut bisa diletakkan di luar rumah terlebih dahulu baru kemudian digunakan. Sedangkan tas kain untuk berbelanja harus segera dicuci agar bisa digunakan untuk berbelanja kembali.

Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Begitu pun dengan barang-barang belanjaan yang bersih tentu akan baik untuk pembelinya. Menjaga kebersihan barang belanjaan haruslah diperhatikan dengan baik agar penularan virus Covid-19 dapat diminimalisir.

Di tengah merebaknya virus Covid-19, ada banyak sektor di setiap negara yang mengalami penurunan secara drastis. Salah satunya di sektor ekonomi yang membuat masyarakat berkeluh kesah akan merosotnya pemasukan yang mereka dapatkan. Bahkan tidak sedikit para pelaku bisnis yang melakukan banting stir dengan mengubah jenis usahanya yang bisa di sesuaikan dengan kondisi saat ini. Selain itu banyak juga karyawan yang ter-PHK maupun diberhentikan sejenak di masa Covid-19 ini. Hal tersebut tentu saja menjadi fenomena yang miris, di mana ekonomi merupakan bagian terpenting dalam sistem kehidupan. Dengan bekerja, maka setiap orang akan memiliki penghasilan untuk bisa mempertahankan hidupnya dan memenuhi kebutuhan lainnya.

Sedangkan di dalam realitanya, masyarakat terbagi menjadi beberapa golongan, yakni golongan atas, golongan menengah, dan golongan bawah. Momen ini tentu akan menjadi kesulitan tersendiri bagi masyarakat golongan bawah dan menengah. Tidak adanya pemasukan, namun pengeluaran terus terjadi, sehingga membuatnya tidak berjalan secara seimbang. Oleh karena itu, masyarakat perlu untuk memutar otak lebih keras agar bisa tetap memenuhi kebutuhannya sehari-hari di tengah pandemi ini. Begitu pun di dalam menjalankan bisnis, setiap pelaku bisnis harus memikirkan strategi baru agar bisnisnya tidak mengalami kebangkrutan. 

Dilema Pelaku Bisnis Di Tengah Covid-19

Karyawan di lembaga-lembaga pemerintahan yang ketika pemberlakuan kebijakan work from home (WFH) dan menjalani stay at home akan tetap bekerja dengan mengerjakan tugas-tugas kantornya dari rumah serta tetap mendapatkan gaji. Namun, hal ini berbeda dengan perusahaan swasta. Ada banyak permasalahan yang dialami oleh para pelaku bisnis di masa pandemi ini. Di mana pemasukan yang berkurang, namun harus tetap menggaji semua karyawannya, serta harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang harus menjalankan physical distancing sebagai upaya untuk memutus penyebaran virus tersebut. 

Jika pelaku bisnis mentaati peraturan tersebut, otomatis bisnis-bisnis akan berhenti beroperasi dan setiap industri akan menghentikan mesin-mesinnya untuk memproduksi produk, sehingga tidak ada laba yang bisa didapatkan perusahaan-perusahaan tersebut. Dampak buruknya selain tidak adanya keuntungan, maka pelaku usaha pun terpaksa harus mem-PHK karyawannya karena tidak kuat untuk memberikan gaji. 

Namun, saat ini pun masih ada beberapa orang yang tetap menjalankan pekerjaannya dengan pergi ke kantor seperti biasanya. Hal tersebut tentu saja memiliki risiko bagi para pekerja ketika mereka dalam perjalanan menuju kantor, ketika di kantor, dan ketika kembali ke rumah untuk bisa terpapar atau tertular virus tersebut di mana saja. Hal tersebut mereka lakukan sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap perusahaan dan usaha dari perusahaan agar bisnisnya tidak berhenti begitu saja tanpa adanya keuntungan yang bisa didapatkan.

Mengoptimalkan Bisnis Online Di Masa Pandemi

Hadirnya Covid-19 yang mengganggu perekonomian para pelaku bisnis, nampaknya masih memberi kehidupan pada beberapa sektor yang masih bisa bertahan menjalankan roda perekonomiannya di masa ini. Misalnya saja apotek yang semakin ramai dikarenakan setiap orang dalam kondisi ini membutuhkan obat, vitamin, dan masker. Selain itu provider internet yang bisa meningkatkan keuntungannya dikarenakan adanya kebijakan work from home (WFH) di mana kebutuhan akan kuota internet semakin meningkat. 

Namun, bagaimana dengan pengusaha-pengusaha lainnya? Ini lah yang perlu untuk disiasati, mengingat saat ini merupakan eranya digital. Di mana teknologi yang semakin maju memungkinkan banyak bidang, tidak terkecuali bidang ekonomi untuk memanfaatkan teknologi dalam membantu pekerjaannya. Pemasaran secara digital bisa menjadi pilihan di masa pandemi ini tanpa harus keluar rumah dan berkumpul dengan orang banyak. Namun, aktivitas ekonomi tetap bisa berjalan dengan memanfaatkan jaringan internet tersebut. 

Di sini lah pentingnya bagi para pelaku bisnis untuk bisa bergerak secara cepat di dalam merubahnya dan cepat di dalam melakukan adaptasi dengan strategi yang baru. Pelaku bisnis juga perlu untuk merencanakan segalanya dalam menjalankan bisnis tersebut dari awal hingga ke depannya. Sehingga, bisnis dapat terus produktif walaupun di tengah pemberlakukan kebijakan physical distancing

Peluang-peluang bisnis online tersebut misalnya saja berupa reseller dan dropship yang bisa memanfaatkan website, media sosial, dan marketplace sebagai media promosi atau penjualan produk. Hal tersebut akan sesuai karena saat ini juga mayoritas masyarakat memiliki akun media sosial dan pola kebiasaan masyarakat yang saat ini semakin banyak melakukan belanja melalui sistem online. Sehingga, Anda hanya perlu memikirkan strategi marketing seperti apa yang harus dijalankan agar para konsumen tertarik atau menaruh minat besar pada produk Anda. 

Dan juga yang perlu diperhatikan dalam berbisnis online adalah mengusahakan agar website Anda bisa berada di urutan pertama dalam search engine. Hal ini akan sangat berpengaruh pada proses branding produk-produk Anda dan memudahkan konsumen untuk menemukan produk yang sedang dibutuhkannya.

Oleh karena itu, di masa pandemi Covid-19 ini yang belum jelas kapan akan segera berakhir  sangat lah menuntut kreativitas para pelaku bisnis untuk bisa menghadirkan inovasi-inovasinya dalam menjalankan bisnis secara online. Penting untuk membina hubungan yang baik dan mendapatkan perhatian dari para konsumen akan bisnis Anda tersebut. Bukan saja berfokus kepada tujuan keuntungan yang ingin Anda capai, tetapi juga memengaruhi konsumen untuk loyal atau setia pada bisnis Anda. Dengan begitu, konsumen pun akan selalu stand by dengan media sosialnya untuk memantau karya terbaru dari Anda. 

Sangat diketahui dengan jelas bahwa melewati masa pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah, terutama bagi perekonomian. Namun, agar bisa terus melanjutkan kehidupan, maka tidak ada salahnya jika merubah sistem dalam mendapatkan pemasukan dan terus mengusahakan untuk bisa beradaptasi dengan baik dengan perubahan tersebut.

mencegah covid-19

COVID-19 merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus SAR-CoV-2 yang merupakan jenis virus Corona yang terbaru dan menyerang organ pernapasan manusia.

Penyakit ini memang merupakan penyakit yang mirip dengan dulu yang mana memiliki sifat self limiting desease yang mana penyakit COVID-19 bisa sembuh sendiri karena imun tubuh yang baik.

Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan kita harus melakukan peningkatan imunitas atau kekebalan tubuh dan juga menghindari penularan penyakit ini.

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan laksanakan di area kantor yang tentunya banyak orang atau karyawan yang tentu saja tidak Anda tahu dari mana saja dan kontak dengan siapa saja :

Budidayakan Cuci Tangan dengan Sabun

Cuci tangan menggunakan sabun adalah salah satu kegiatan yang sama bisa membunuh atau merusak virus SAR-CoV-2 karena virus ini merupakan virus yang beramplop sehingga akan rusak dengan penggunaan detergen.

Kantor sebaiknya bisa menyediakan banyak tempat mencuci tangan, Anda bisa menambah unit tempat mencuci tangan dan juga stok sabun cuci tangan yang lebih banyak.

Gunakan sabun yang cair karena untuk menghindarkan terjadinya penularan dan peningkatan jumlah bakteri serta jamur dalam sabun batang. Jangan lupa juga untuk selalu menggunakan cara mencuci tangan yang benar yaitu dengan 5 langkah cuci tangan.

Sediakan Hand Sanitizer

Selain Anda menyediakan tempat cuci tangan yang lebih banyak maka Anda juga bisa menyediakan hand sanitizer atau hand rub yang bisa menggantikan cuci tangan dengan sabun.

Hand rub ini harus berbahan dasar alkohol 70% karena dalam konsentrasi yang kurang atau lebih akan mengurangi efektivitas dalam membunuh virus itu sendiri.

Untuk cairan asam yang memiliki pH 1-3 memang bisa membunuh virus akan tetapi dengan virus corona baru ini belum jelas apakah bisa mati karena asam yang tinggi atau tidak.

Budayakan karyawan untuk selalu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sesering mungkin karena penularan virus yang satu ini berasal dari droplets atau air liur pengidap.

RMC Indonesia memiliki produk hand sanitizer pembunuh virus yang aman bagi kulit. Lihat artikel kami tentang pencegahan Coronavirus disini.

Anda juga dapat menghubungi kami untuk detailnya.

Cek Suhu Teratur

Sebelum masuk kantor lebih baik untuk bisa mengecek suhu menggunakan termometer tembak dan hindari penggunaan yang salah yaitu ditempelkan pada kulot yang mana hanya akan memperburuk keadaan sebagai media penular.

Suhu normal manusia adalah 36,5C sampai dengan 37, 5C. Jadi, jika menemukan karyawan dengan suhu yang kurang maka perlu dilakukan pengulangan di sekitar dahi atau sekitar leher dan telinga. Jika lebih dari itu maka bisa jadi demam.

Pemeriksa suhu ini tidak boleh sembarang orang, harus dilatih agar tidak sembarangan. Bagi penderita demam sebaiknya juga harus dipulangkan serta istirahat dan tidak memaksakan untuk bekerja.

Pemberian Katering Makanan Sehat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu COVID-19 menjadi  suatu penyakit yang bisa sembuh jika imunitas diri kita baik. Untuk itu sebagai penunjang imunitas, kantor bisa menyediakan makanan yang bergizi dan makan makanan yang mengandung banyak vitamin.

Imunitas tubuh bisa ditingkatkan dengan berbagai hal seperti dengan meningkatkan vitamin C, vitamin E dan vitamin lainnya di dalam tubuh. Jadi akan lebih efektif apabila makanan yang dipesan merupakan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi yang bisa meningkatkan imunitas karyawan.

Pengurangan Jam Kerja dan Dipadatkan Lebih Efektif.

Anda juga bisa mengurangi jam kerja kantor yang mungkin dalam sehari bisa dilakukan sekitar 8 hingga 9 jam bisa dipadatkan dengan pemberian jam kantor yang hanya sekitar 4 sampai 6 jam.

Atau jika memang pekerjaan bisa dibawa ke rumah atau tidak terlalu penting dilakukan di area kantor maka sebaiknya bisa dikerjakan di rumah saja. Biarkan karyawan Anda bekerja di rumah dengan target-target yang sama atau lebih dipadatkan.

Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya penularan yang signifikan. Dengan mengurangi perkumpulan maka Anda akan mengurangi risiko terjadinya penularan dari karyawan yang lain yang belum tentu sehat.

Melakukan Desinfeksi Area Kantor dan Sterilisasi Ruangan

Untuk langkah pencegahan di area kantor selanjutnya adalah melakukan desinfeksi area kantor dengan cairan khusus desinfeksi saat karyawan belum datang dan sesudah mereka pulang agar tidak mengganggu pekerjaan mereka.

Anda juga bisa mengepel lantai dengan baik dan benar menggunakan desinfektan yang baik dan tidak hanya menggunakan air saja.

Anda juga bisa melakukan sterilisasi ruangan dengan cahaya ultraviolet yang mana jika sampai terkena kulit maka kegiatan ini juga dilakukan di saat tidak ada karyawan yang masuk ruangan.

Sterilisasi ruangan ini sangat berguna bagi para karyawan karena bisa membunuh virus maupun bakteri yang mungkin saja masih hidup atau mengkristal pada beberapa tempat sehingga bisa berpeluang menginfeksi apabila tidak dilakukan dengan benar.

Melakukan Kebijakan Jarak antara Satu orang dengan Seseorang yang lain.

Sebagai langkah pencegahan, tidak ada salahnya pula jika Anda juga ikut memberikan kebijakan untuk mengatur jarak antara satu orang dengan orang yang lain karena droplets bisa saja jatuh ke orang lain dalam jarak kurang lebih 1 meter.

Usahakan untuk tidak melakukan perkumpulan-perkumpulan yang tidak perlu dan tidak mendesak. Anda bisa menunda rapat tatap muka dan bisa melakukan rapat dengan media video call.

Lalu, biasakan dalam kehidupan sehari-hari di kantor bahwa karyawan harus menentukan jarak aman minimal adalah 1 meter. Dan hindarilah melakukan jabat tangan yang bisa berisiko menularkan virus dengan mudah.

Legionella

Legionella adalah salah satu jenis bakteri gram negatif yang berflagel atau memiliki ekor bakteri untuk bergerak. Bakteri ini merupakan bakteri yang termasuk dalam genus Legionellosis yang menjadi bakteri akut tersebut bersifat kasus darurat yang terbaru.

Legionella adalah bakteri yang menyukai air. Air adalah tempat berkembang biak yang sangat efektif bagi bakteri yang satu ini. Bakteri ini bisa hidup dan berkembang-biak dengan mudah pada tempat-tempat yang memiliki kelembapan yang tinggi dan bisa menular dengan mudah lewat udara bahkan juga bisa lewat air yang mengandung bakteri ini.

Legionella terkenal banyak hidup di alat pendingin ruangan atau AC, di alat pemanas ruangan, di tandon air, dan lain sebagainya yang mengandung air atau lembap. Bakteri ini sangat berbahaya karena bisa menyerang paru-paru sehingga dalam kasus akutnya bisa menyebabkan pneumonia.

AC yang tidak sering dibersihkan bisa memudahkan Legionella semakin berkembang-biak. Dan apabila AC dinyalakan maka akan sangat mudah menyebar ke seluruh ruangan karena sifatnya yang bisa menular lewat udara yang lembap.

Oleh karena itu sebaiknya bagi Anda yang memiliki suatu tempat yang memiliki kelembapan tinggi, menggunakan AC, atau menggunakan penghangat ruangan ini langsung saja mengecek apakah sudah terjangkit atau belum. Berikut ini cara-cara mudah untuk mengecek Legionella sudah menjangkit fasilitas Anda atau belum :

Ruangan terlalu Lembap

Anda bisa mengecek apakah ruangan Anda terjangkit Legionella dengan ruangan yang terlalu lembap. Ruangan yang lembap ini menjadi tempat yang nyaman bagi Legionella yang menyukai tempat berair dan juga kelembapan yang tinggi. Apabila ruangan terlihat sangat lembap maka Anda bisa patut curiga

Ruangan yang terlalu lembap dan berair akan menjadikan ruangan sebagai tempat bersarangnya bakteri Legionella. Maka dari itu untuk mencegahnya lebih baik Anda menggunakan humidifier agar kelembapan ruangan bisa lebih terkontrol dan ruangan tidak menjadi sarang berkembang-biaknya bakteri Legionella.

Apabila dalam fasilitas Anda juga terdapat air yang tidak tertutup  seperti tandon air maka tempat tersebut juga bisa menjadi sarang yang baik bagi Legionella yang berada pada ruangan. Untuk itu usahakan untuk selalu menutup semua tempat air sehingga bisa mencegahnya.

AC atau Penghangat Ruangan tidak Pernah Dibersihkan dan Penampilannya Kotor

Anda juga bisa mengecek Legionella dari AC atau penghangat ruangan yang tidak pernah dibersihkan. AC dan Penghangat ruangan yang tidak pernah dibersihkan ini bisa menjadi sarang dari Legionella karena sangat lembap, kotor, dan tidak pernah dibersihkan sehingga menjadi nutrisi yang baik bagi Legionella.

Kotornya AC dan penghangat ruangan ini membuat suasana menjadi lembap dan kotor sehingga bisa saja tidak hanya Legionella yang bisa hidup dan membahayakan manusia akan tetapi juga menimbulkan mikroorganisme lain yang bisa hidup di dalamnya yang pasti akan membuat penyakit yang tambah beragam.

Untuk mencegahnya, Anda harus rutin membersihkan AC dan penghangat ruangan sehingga tidak akan terjangkit bakteri Legionella. Dengan rajin membersihkan AC dan penghangat ruangan maka nutrisi untuk Legionella akan berkurang dan tentunya akan mematikan bakteri tersebut.

Ada orang yang mengidap Penyakit Paru-paru atau bahkan Pneumonia                         

Anda bisa mengecek apakah fasilitas Anda terjangkit Legionella atau tidak bisa dilihat apakah dalam fasilitas tersebut ada orang yang terjangkit penyakit paru-paru atau pneumonia. Apabila ada yang mengidap penyakit Pneumonia dan Paru-paru serta didukung dengan AC serta penghangat ruangan yang tidak pernah dibersihkan,

Selain itu juga terdapat tandon air yang tidak tertutup. Maka bisa dipastikan hal tersebut mungkin saja sebagai tanda terjangkitnya Legionella pada fasilitas Anda. Anda harus curiga dan mewaspadainya dan melakukan pengecekan tingkat lanjut.

Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan kontrol atau cek kesehatan bagi para pekerja agar penyakit telah terdeteksi secara dini sehingga tidak terjadi penularan kepada orang lain. Dengan hal tersebut maka Anda bisa mencegahnya lebih cepat dan lebih akurat.

AC dan Penghangat Ruangan yang Tidak Digunakan lama

AC yang tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama akan menjadi salah satu sarang terbaik bagi Legionella ini. Tempat tersebut sebaiknya dilakukan pembersihan terlebih dahulu sehingga tidak berbahaya. Apabila Anda langsung menggunakannya tanpa melakukan prosedur pembersihan maka akan sangat berbahaya jika langsung dinyalakan.

Hal tersebut juga berlaku pada penghangat ruangan yang tidak digunakan lama sehingga bisa menjadi sarang bakteri Legionella. Hal ini sangat berbahaya apalagi langsung digunakan tanpa melalui prosedur pembersihan untuk membasmi bakterinya terlebih dahulu.

Penularan akan sangat cepat karena AC dan Penghangat ruangan yang lama tidak digunakan langsung menghembuskan angin sehingga akan beterbangan di udara yang lembap. Hal ini bisa menjangkit orang-orang yang ada di dalamnya.

Bekerja Sama dengan Dinas Kesehatan Setempat untuk Melakukan Pengecekan

Untuk mengeceknya secara resmi dan akurat, Anda bisa bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat untuk melakukan pengecekan yang sesuai dengan prosedur, Dengan bekerja sama dengan dinas kesehatan maka fasilitas Anda akan langsung dicek oleh para petugas dan bisa langsung di cek di balai laboratorium untuk memastikannya apakah benar fasilitas Anda terjangkit atau tidak.

Dengan menggunakan petugas tes yang mumpuni dan telah terlatih maka hasilnya juga akan sangat akurat. Untuk itu, fasilitas tersebut bisa langsung terdeteksi dan bisa langsung dilakukan pencegahan jika tidak terbukti dan juga dilakukan prosedur kesehatan yang lain apabila sudah terbukti terjangkit bakteri ini.

Itu tadi beberapa cara mengecek apakah fasilitas Anda terjangkit Legionella atau tidak. Semoga bermanfaat!

 

Virus Corona

Awal tahun 2020 menjadi sejarah besar bagi umat manusia. Pasalnya, banyak korban berjatuhan akibat sebuah virus mematikan yang dinamakan dengan Virus Corona atau Coronavirus. Virus ini menyebar pertama kali di daerah Wuhan, China pada akhir bulan Desember 2019 yang kemudian terus menyebar ke beberapa negara di dunia hingga awal 2020.

Hingga Februari 2020, tercatat sudah ada 814 korban meninggal dunia di Cina akibat virus ini. Jumlah ini bahkan melebihi jumlah korban meninggal dunia saat virus SARS menyerang Cina dengan jumlah korban sebanyak 744 orang di tahun 2013. Sebenarnya apa itu Virus Corona? Berikut ini penjelasannya.

Tentang Virus Corona 

Virus Corona merupakan virus yang berasal dari familia Coronaviridae. Virus ini umumnya menyerang hewan khususnya burung dan mamalia. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan jika virus ini juga menyerang manusia. Virus Corona dibedakan menjadi 3 golongan. Golongan yang pertama dan kedua dapat menginfeksi mamalia dan manusia sedangkan golongan 3 menginfeksi burung. Sebenarnya ini memang menyerang manusia yang ditandai dengan flu namun dengan kadar yang ringan. Namun, dengan tingkat serangan yang tinggi dapat membahayakan nyawa penderitanya seperti yang terjadi di Wuhan.

Gejala Umum Virus Corona 

Virus Corona sejenis dengan virus yang mengakibatkan flu pada manusia. Karena itu, gejalanya sangat mirip dengan orang yang akan terkena penyakit flu. Saat terserang, seseorang akan mengalami demam tinggi. Umumnya, demam tinggi tersebut diserta dengan batuk. Pada tingkat yang lebih serius, orang tersebut juga akan mengalami sesak napas. Kekebalan tubuh akan semakin melemah sehingga tubuh penderita akan lemas dan tidak bertenaga.

Gejala virus ini akan semakin berat untuk beberapa penderita tertentu khususnya yang memiliki riwayat medis dan penderita lanjut usia. Penderita tersebut biasanya akan langsung terserang infeksi berat atau dinamakan sepsis, syok, gagal pernapasan, hingga meninggal dunia. Tentu saja, tidak semua kasus demam, batuk, dan sesak napas selalu dikaitkan dengan Penyakit Corona yang mematikan tersebut. Karena gejalanya mirip dengan flu, maka Anda harus tetap waspada dan memeriksakan diri ke dokter.

Selain memeriksa kondisi kesehatan Anda, dokter juga akan memeriksa riwayat kontak. Misalnya, apakah Anda mulai merasakan gejala tersebut setelah pulang bepergian dari luar negeri, bertemu dengan seseorang yang mungkin terserang virus tersebut, kontak dengan hewan yang membawa virus tersebut dan lain sebagainya.

Penularan Virus Corona 

Lalu, bagaimana bisa seseorang yang sehat tertular Virus Corona? Besar kemungkinan jika mereka telah melakukan kontak dengan sesuatu yang membawa virus tersebut. Sebagai contoh kasus di Wuhan di mana para pasien umumnya masuk ke pasar hewan bahkan mengkonsumsi daging hewan yang terkontaminasi Virus ini. Selain itu, penularan juga bisa terjadi saat seseorangg yang sehat bertemu dengan orang yang terjangkit virus tersebut. Jika orang tersebut batuk dan tetesan air liur atau dahak atau droplet terkena orang yang sehat, maka orang yang sehat tersebut juga akan tertular Virus Corona.

Cara lainnya adalah lewat udara yang akhirnya menyebar ke orang-orang atau lingkungan disekitarnya. Bahkan, ada sebuah kasus di mana seseorang tertular Virus Corona karena matanya tidak dilindungi saat berada di daerah yang terinfeksi. Virus tersebut ditengarahi menempel di selaput lendir mata, mulut, dan hidung. Dalam waktu beberapa menit atau jam, mata penderita akan menjadi merah dan tidak nyaman diikuti dengan gejala umum Virus Corona.

Penanganan Penderita Virus Corona 

Sebelum dinyatakan positif menderita penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona, dokter akan melakukan foto toraks hingga uji diagnostik. Uji tersebut bisa dilakukan dengan cara swab tenggorokan ataupun pemeriksaan dahak. Jika ada tanda-tanda yang mengarah pada penyakit yang disebabkan oleh Virus ini, maka penderita harus masuk dan dirawat di ruang isolasi dan melakukan beberapa terapi. Terapi tersebut diantaranya adalah terapi cairan, ventilator mekanik, dan terapi simptomatik. Selain itu, dokter juga akan memberikan antibiotik kepada penderita atau pasien jika memang diperlukan.

Pencegahan Penularan Virus Corona 

Penularan virus ini bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal. Pertama, biasakan cuci tangan dengan sabun hingga bersih, khususnya saat selesai buang air besar dan kecil atau setelah kontak dengan sesuatu yang kotor yang berpotensi membawa bakteri atau virus. Kedua, gunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut saat akan keluar rumah. Jika perlu gunakan pula kacamata untuk melindungi mata Anda. Ketiga, pastikan hewan peliharaan Anda sehat dan selalu bersihkan tubuh Anda setelah kontak dengan mereka.

Keempat, jangan mengkonsumsi daging mentah atau hewan-hewan yang berpotensi membawa Virus Corona di dalamnya seperti kelelawar atau burung. Kelima, jaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti buah dan sayur. Perbanyak minum air putih dan istirahat yang teratur. Lakukan olahraga secara teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan di tubuh Anda. Keenam, bersihkan daerah atau lingkungan tempat Anda tinggal sehingga udaranya tetap bersih. Semprot disinfektan jika diperlukan. Ketujuh, jika Anda merasakan gejala yang mirip flu seperti batuk dan pilek yang semakin parah setelah beberapa hari, maka segera periksakan diri ke Rumah Sakit terdekat.

Semoga dengan informasi ini, Anda menjadi paham apa itu Virus Corona. Tidak hanya memahami apa itu Virus Corona tetapi juga cara penularan, gejala, penularan, penanganan, dan pencegahan. Dengan begitu, Anda bisa tetap sehat dan beraktivitas normal seperti biasanya. Jikapun Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada penyakit yang disebabkan dengan virus ini, maka Anda tahu apa yang harus dilakukan agar penyakit tersebut bisa segera ditangani.

Pencegahan Penyakit

Penyakit memang bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Penyakit ada yang menular dan ada yang tidak menular. Penyakit yang menular biasanya berasal dari virus, bakteri, dan jamur. Sedangkan penyakit yang tidak menular biasanya berasal dari tubuh manusia itu sendiri yang kurang menjaga kesehatan atau dari bisa dari penyakit keturunan. Penyakit bisa menular jika kita tidak berhati-hati menjaga kebersihan diri. Untuk itu kita perlu adanya pencegahan penyakit sejak dini.

Penyakit juga bisa berasal dari makanan yang kita makan. Bisa karena kurang higienis sehingga membawa bibit penyakit. Bisa juga karena gizinya yang tidak seimbang sehingga dalam jangka waktu yang lama membuat penyakit pada tubuh. Industri makanan merupakan salah satu tempat yang membuat produk makanan yang bila tidak berhati-hati dalam proses produksinya bisa membawa penyakit yang merugikan konsumen.

Untuk mencegah hal tersebut maka diperlukan langkah pencegahan atau langkah preventif yang agar penyakit tidak bisa masuk dalam makanan. Lalu Langkah preventif apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit yang bisa masuk dalam makanan ? Berikut cara-cara mencegah penyakit tersebut :

Melakukan Cek Kesehatan bagi Para Pekerja

Sebelum Anda merekrut pekerja untuk bekerja di industri makanan, sebaiknya untuk mengecek kesehatan mereka terlebih dahulu. Jangan sampai satu di antara pekerja Anda yang memiliki penyakit yang menular sehingga dapat menularkan bakteri atau virus kepada pekerja lain dan ke makanan hasil produksi.

Langkah ini menjadi langkah paling awal sebagai pencegahan agar tidak ada kontaminasi penyakit dalam makanan. Cek kesehatan bisa Anda lakukan bersama fasilitas kesehatan setempat agar tidak ada penipuan atau manipulasi dari calon pekerja jika mereka harus menampilkannya dengan cek sendiri.

Selain itu, jangan biarkan pekerja Anda bekerja di saat sakit. Sediakan obat-obatan dan tempat istirahat bagi pekerja yang sakit dengan nyaman.

Membudidayakan Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Bekerja

Cuci tangan adalah langkah preventif yang menjadi ujung tombak dari berbagai pencegahan penyakit. Mencuci tangan bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada tangan sehingga bisa mencegah terjadinya perpindahan mikroorganisme tersebut masuk dalam makanan.

Mencuci tangan harus dilakukan dengan benar yaitu dengan 5 langkah cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Berikut adalah cara mencuci tangan dengan benar :

  1. Langkah pertama basahi tangan menggunakan air mengalir
  2. Ambil sabun dan gosok hingga berbusa ke telapak tangan, punggung tangan, dan sela-sela jari.
  3. Bersihkan kuku-kuku digosokkan ke telapak tangan sisi lainnya.
  4. Bilas tangan dengan air mengalir
  5. Keringkan tangan dengan handuk atau tisu kering dan diangin-anginkan

Menggunakan Alat Perlindungan Diri

Untuk melindungi makanan dari kontaminasi berbagai penyakit dari pekerja, budayakan pekerja untuk menggunakan alat perlindungan diri. Anda bisa memberikan mereka sarung tangan steril, hair cap, celemek dan juga sepatu boots serta baju khusus untuk memproduksi makanan yang benar-benar telah steril dari kontaminasi bakteri dari luar.

Dengan menggunakan alat perlindungan diri atau bisa disingkat dengan APD ini selain bisa melindungi terkontaminasinya makanan dari penyakit yang dibawa Pekerja juga bisa digunakan untuk menjaga pekerja dari penyakit pekerja lain atau juga dari makanan itu sendiri.

Dengan menggunakan alat-alat tersebut juga akan menjaga kebersihan makanan agar tidak ada suatu hal yang ikut masuk dalam makanan seperti rambut yang biasa sering terjadi.

Memastikan Makanan Matang

Pastikan Makanan yang akan Anda distribusikan kepada konsumen sudah benar-benar matang. Dengan mematangkan makanan yang akan Anda produksi maka Anda telah membunuh bakteri, jamur, dan virus yang bisa saja masuk dalam makanan yang membahayakan.

Pada umumnya bakteri, virus, dan jamur akan mati pada suhu 100oC akan tetapi tidak berlaku bagi makanan yang berbahan dasar susu yang harus menggunakan sistem pasteurisasi. Pastikan makanan yang akan Anda distribusikan sudah tidak mengandung bakteri, virus, dan jamur.

Selain makanan, kemasan juga harus dipastikan steril yang bisa disterilkan dengan merebusnya dengan tekanan tinggi agar semua mikroorganisme semua bisa mati.

Menggunakan Bahan Baku Makanan yang Aman

Untuk mencegah penyakit dalam industri makanan Anda juga bisa dengan menggunakan bahan baku yang aman. Bahan baku yang aman di sini maksudnya menggunakan bahan baku yang sesuai standar kesehatan sehingga tidak berbahaya bagi tubuh ketika dimakan.

Hindari menggunakan bahan-bahan sintetis yang belum terjamin keamanannya sehingga tidak akan menimbulkan penyakit kepada konsumen. Perhatikan pengolahan bahan baku yang benar dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh negara.

Anda bisa menggunakan pewarna makanan yang aman dan direkomendasikan, atau lebih baik menggunakan pewarna alami. Menggunakan pengawet alami berupa gula, garam, pengasapan, perebusan, dan lain sebagainya sehingga tidak akan membuat konsumen sakit.

Menjaga Suhu dan Kelembapan Ruangan

Untuk mencegah penyakit bisa masuk dalam industri makanan juga bisa dengan menjaga suhu dan kebersihan ruangan. Ruangan yang lembap akan menyebabkan perkembangbiakan mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan virus. Ruangan yang lembap dapat memicu banyaknya mikroorganisme yang masuk dalam ruangan produksi.

Apabila ruangan produksi sudah tidak higienis lagi maka makanan yang diproduksi pun juga akan mudah terkontaminasi dari ruangan. Anda bisa mengatur kelembapannya dengan humidifier sehingga ruangan bisa tetap kering dan tidak menjadikannya sebagai sarang berkembang-biaknya para mikroorganisme.

Itu tadi beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk industri makanan Anda. Kesimpulannya, apabila Anda ingin mencegah penyakit pada industri makanan maka langkah yang paling tepat adalah dengan menjaga kebersihan.

Menjaga Fisik Tetap Prima

Musim Pancaroba yang merupakan musim peralihan antara musim panas dan musim dingin atau sebaliknya biasa dikenal dengan musim penyakit. Mengapa demikian ? Hal ini dikarenakan pada musim pancaroba banyak sekali orang-orang yang sakit. Maka sangat penting untuk menjaga fisik tetap prima saat  musim ini.

Selain itu musim hujan juga dikaitkan sebagai musim penyakit karena udara yang dingin dan lembap menjadi tempat yang nyaman untuk berkembang biaknya para mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur.

Hal ini dikarenakan cuaca yang tidak menentu sehingga membuat imunitas tubuh menjadi kurang baik sehingga bakteri dan virus akan mudah masuk pada tubuh seseorang tersebut dan menyebabkan penyakit. Bisa juga karena seseorang tersebut memiliki alergi terhadap salah satu cuaca seperti alergi dingin, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di musim penyakit tersebut pastinya Anda juga khawatir bukan jika sampai terkena penyakit ? ya, penyakit dapat menyebabkan pekerjaan menjadi terhambat, tidak bisa merasakan enaknya makan, kurang bersemangat, sakit, dan rasan tidak nyaman yang lainnya.

Untuk itu, Anda harus menjaga fisik tetap prima pada musim penyakit agar tubuh tetap prima dan bisa menjalani aktivitas seperti biasanya. Lalu hal apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga fisik tetap prima saat musim penyakit ? Berikut ulasannya :

Berolah Raga secara Teratur

Olahraga adalah salah satu aktivitas fisik yang memang dipercaya banyak orang berguna untuk menjaga kesehatan, dan hal ini juga dibenarkan oleh para ahli kesehatan serta mereka pun sangat menganjurkan bahkan mewajibkan setiap orang untuk selalu berolahraga.

Dengan olahraga maka banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan, otot-otot Anda akan lebih rileks, paru-paru akan lebih sehat dengan pengaturan napas yang baik, dan tentunya olahraga akan merangsang tubuh agar bisa mengeluarkan hormon endorfin yang bisa membuat Anda lebih bahagia dan lebih semangat.

Masih banyak lagi manfaat dari olahraga ini, Anda bisa meluangkan waktu sejenak mungkin sekitar 30 menit sampai 1 jam sehari untuk berolahraga.

Istirahat yang Cukup

Istirahat juga sangat berguna untuk menjaga fisik tetap prima. Jika Anda terus menerus bekerja tanpa kenal lelah maka tubuh lama-lama akan lemah dan imunitasnya pun akan turun sehingga penyakit akan mudah masuk dalam tubuh.

Usahakan dalam sehari Anda bisa tidur sekitar 6 sampai 8 jam. Apabila Anda tidak bisa tidur malam 8 jam bisa menambahkan 2 jam-nya pada siang hari atau sekedah istirahat santai merelakskan otot dan pikiran agar tubuh tidak dipaksa bekerja terus menerus.

Kurangi bergadang saat malam hari, lebih baik Anda bangun pagi dan menyelesaikan pekerjaan. Bangun pagi akan membuat pikiran Anda lebih segar dan positif.

Makan Makanan yang Bergizi dan Seimbang

Untuk menjaga tubuh tetap prima saat musim penyakit selanjutnya adalah dengan makan makanan yang bergizi dan dalam takaran yang seimbang. Anda harus makan makanan yang mengandung gizi yang lengkap seperti karbohidrat, protein, mineral dan vitamin, serta lemak yang cukup.

Anda harus makan makanan yang mengandung karbohidrat contohnya nasi, kentang, roti, ubi dan lainnya. Makanan yang berprotein seperti : telur, daging, ikan, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Makanan yang mengandung mineral seperti susu yang mengandung kalsium tinggi, vitamin dari sayur dan buah. Serta lemak yang bisa didapatkan dari keju, susu, daging, dan lain sebagainya. Jumlahnya bisa disesuaikan dengan seberapa banyak aktivitas.

Minum Multivitamin

Multivitamin sangat baik bagi kesehatan tubuh. Sebenarnya jika Anda hanya meminum vitamin C saja sudah cukup untuk menjaga imunitas atau kekebalan tubuh Anda. Akan tetapi akan lebih baik lagi jika Anda imbangi dengan mengonsumsi berbagai jenis vitamin yang lainnya sehingga manfaatnya banyak sekali bagi tubuh.

Multivitamin bisa Anda dapatkan dari buah-buahan dan sayuran hijau yang sudah pasti memiliki kandungan vitamin yang beragam, atau juga bisa Anda dapatkan dari berbagai suplemen yang banyak dijual di pasaran. Tetapi tetap disarankan untuk tetap berhati-hati karena banyak sekali oknum yang menyalahgunakan, cari produk yang sudah memiliki izin edar minimal jika di Indonesia dari BPOM.

Menghindari Stres

Stres merupakan silent killer atau bisa disebut pembunuh diam-diam. Stres merupakan suatu suasana hati yang sangat tertekan. Walaupun stres ini merupakan gangguan psikologi tetapi sangat erat kaitannya dengan fisik seorang manusia.

Stres yang merupakan gangguan psikologi ini sangat mengurangi energi Anda untuk berpikir, ya berpikir juga membutuhkan energi. Apabila energi terserap habis dengan berpikir maka tubuh juga akan lemah dan imunitas tubuh juga akan ikut turun.

Oleh karena itu, Anda harus bisa memanajemen stres. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu dengan berolah raga yang bisa merangsang hormon endorfin, menyalurkan hobi seperti menggambar, menari, menyanyi, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti menyapu rumah.

Menghindari Rokok dan Alkohol

Rokok dan Alkohol merupakan dua hal yang banyak dikonsumsi apalagi oleh para anak mudah zaman sekarang. Dua hal sudah banyak yang tahu mengenai bahayanya. Rokok bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti membuat penyakit jantung, paru-paru, gangguan janin, kanker dan lain sebagainya.

Alkohol pun sama, alkohol akan mengurangi kekebalan tubuh serta akan merusak organ dalam sehingga bisa menyebabkan penyakit.  Kedua hal ini sangat berbahaya akan tetapi karena sifatnya yang adiktif membuat para penggunanya akan kesulitan melepas. Anda yang belum terlanjur lebih baik untuk tidak mencoba-coba karena bisa membuat tubuh tidak prima di musim penyakit seperti musim sekarang ini.

kebersihan tangan

Kebersihan tangan, fakta-fakta pentingnya – Bukan bermaksud untuk membuat Anda jadi mysophobia tapi faktanya ada sekitar 1.500 bakteri per sentimeter kubik di permukaan tangan Anda. Ini bisa jadi alasan pertama mengapa kebersihan tangan sangat penting untuk dijaga.

Memang tidak semua bakteri jahat bahkan bisa memberikan manfaat untuk kehidupan kita tapi bakteri yang memang bisa menyebabkan kontaminasi pada kesehatan tubuh tidak sedikit jumlahnya.

Bakteri yang menempel di tangan bisa masuk ke dalam tubuh ketika Anda mengucek mata, ketika Anda menggunakan tangan untuk makan, ketika memasukkan jari ke dalam hidung, ketika menyentuh wajah, termasuk ketika tangan menyentuh luka yang belum tertutup sepenuhnya.

Membersihkan tangan bisa dengan menggunakan air mengalir plus menggunakan sabun. Tapi jika tidak ada akses air Anda juga bisa menggunakan sanitizer yang mengandung alkohol untuk membunuh bakteri.

Secara khusus apa saja pentingnya menjaga kebersihan tangan untuk setiap kali kegiatan yang Anda lakukan? Berikut ulasannya.

  1. Kontak Dengan Objek-Objek Mengandung Bakteri

Menurut Anda benda atau tempat apa yang paling banyak mengandung bakteri? Toilet? Menurut data dari AF International benda yang paling banyak mengandung bakteri ternyata adalah uang.

Kemudian diikuti oleh saklar lampu, keyboard pada komputer, ponsel, dan toilet menempati posisi terakhir.

Cukup mencengangkan? Sebenarnya tidak juga karena toilet di rumah sebagian besar hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi sehingga jarang terkontaminasi dengan bakteri yang dibawa orang lain.

Bahkan pada toilet umum pun kini sudah disediakan sarana sanitasi sehingga tidak se”kotor” yang Anda kira.

Sedangkan uang adalah benda yang terus menerus berpindah dari satu orang ke orang lain sehingga penyebaran bakterinya cukup tinggi.

Tangan yang melakukan kontak dengan benda-benda harian tersebut harus dijaga kebersihannya agar tidak tertular bakteri dari orang lain.

  1. Mencegah Kontaminasi

Anda mungkin memiliki tingkat kekebalan tubuh yang cukup bagus sehingga tidak mudah terserang sakit meski tidak terlalu sering cuci tangan. Tapi orang lain belum tentu memiliki kekebalan tubuh sebagus Anda.

Misalnya anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih belum penuh dan masih rawan terkontaminasi, orang yang sudah lanjut usia pun mengalami penurunan kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang yang usianya masih muda.

Jarang cuci tangan juga akan membuat Anda beresiko melakukan kontak dengan orang yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang rendah misalnya orang pengidap HIV AIDS, pengidap Hepatitis, orang yang sedang menjalani pengobatan kanker, dan orang lain dengan kondisi sistem imun yang rendah.

Orang-orang dengan kondisi ini bahkan bisa terserang sakit ketika terkontaminasi bakteri yang tidak memiliki efek apa-apa pada orang yang sehat.

  1. Mencegah Diare dan Penyakit Pencernaan Lainnya

Apakah Anda bisa memastikan setelah buang air orang akan membersihkan tangannya dengan cara yang baik dan benar? Bahayanya bakteri yang menempel pada orang ketika ia membersihkan diri setelah buang air, kemudian bakteri tersebut ditularkan ke orang lain melalui kontak langsung maupun tidak langsung, maka resiko penyebaran penyakit diare dan penyakit saluran pencernaan lainnya bisa lebih tinggi terjadi.

Maka dari itu penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan tangan untuk menghindari kontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan diare tersebut terutama di waktu-waktu yang dianjurkan.

Bakteri asing yang masuk ke dalam saluran pencernaan meski tidak fatal tapi bisa mengganggu keseimbangan yang ada di dalam dan kondisi tersebut sulit untuk dinormalkan kembali.

  1. Menghindari Infeksi Pada Mata

Menyentuh atau bahkan hanya sekedar mengucek mata saja dengan menggunakan tangan sebenarnya tidak dianjurkan, tapi hal ini sudah jadi kebiasaan yang tidak bisa dihindari dan sudah menjadi bagian dari respon reflek manusia. Padahal, mata bisa terkena infeksi bakteri yang menyebabkannya mengalami iritasi, mata jadi merah, terasa perih dan bengkak, gatal, dan gejala infeksi lainnya, yang disebabkan oleh bakteri dari tangan melakukan kontak dengan mata.

Mencegah infeksi mata jauh lebih baik dan lebih mudah dibandingkan dengan mengobatinya. Pencegahan yang baik tentu saja dilakukan dengan rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

  1. Mencegah Penyebaran Infeksi Pada Saluran Pernapasan

Para ahli setuju bahwa penyakit saluran pernapasan termasuk flu biasa sebagian besar disebabkan oleh bakteri yang menempel di tangan.

Bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit saluran pernapasan memang bisa ditularkan melalui udara tapi sebenarnya penularan melalui udara tidaklah begitu efektif.

Justru penularan penyakit lebih efektif dengan cara kontak antara tangan yang terkontaminasi bakteri dan virus penyebab penyakit menyentuh bagian yang basah pada tubuh misalnya seperti mata, mulut, dan juga hidung.

Beberapa gejala yang bisa diwaspadai ketika seseorang terkena infeksi saluran pernapasan adalah batuk, bersin-bersin, hidung meler, keluar ingus, penyumbatan pada saluran pernapasan.

  1. Bakteri Tidak Mudah Mati Jika Dibiarkan

Jika Anda beranggapan bakteri yang dibiarkan saja tanpa dibersihkan akan mati sendiri, maka Anda salah besar.

Bakteri yang menempel di tangan diketahui bisa hidup selama berhari-hari, bahkan bakteri yang menempel di lembaran mata uang bisa hidup hingga waktu 2 minggu.

Dalam periode waktu tersebut Anda pasti sudah menyentuh wajah berkali-kali, memasukkan makanan ke dalam mulut menggunakan tangan, menyentuh orang-orang di sekitar Anda, dan sebagainya.

Jadi kurang baik jika beranggapan membiarkan bakteri tanpa membersihkan tangan untuk menunggunya mati sendiri.

Itulah beberapa hal mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan. Pastikan cuci tangan sebelum Anda makan, setelah menyentuh barang-barang yang terlihat kotor, setelah menyentuh atau mengunjungi orang sakit, segera setelah kembali ke rumah, sebelum memasak, dan waktu-waktu lain yang diperlukan.