Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau fase new normal perlahan tapi pasti diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk memasuki tahap ini pun bukan perkara mudah, karena pemerintah pusat maupun daerah memberlakukan PSBB selama kurang lebih tiga bulan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi penyebaran wabah Covid-19 yang kali pertama terdeteksi pada Maret 2020 di Indonesia.

Penerapan new normal di perusahaan

Secara garis besar, new normal merupakan pola kehidupan baru yang diterapkan setelah perubahan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Aturan ini boleh diselenggarakan saat sebuah daerah atau negara mampu menurunkan reproduction rate wabah secara signifikan. Dengan kata lain, lonjakan infeksi sudah tak terjadi lagi dengan peak-curve yang melandai.

Karena setiap daerah mempunyai risiko penularan dan pencegahan berbeda, penerapan new normal di Indonesia tak dilakukan serentak. Namun, beberapa sektor dan industri sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan tersebut. Salah satunya perusahaan-perusahaan yang merasakan efek besar selama pandemi berlangsung.

Seperti saat PSBB, penyesuaian kebiasaan selama fase new normal dilakukan sesuai kebijakan yang diatur masing-masing perusahaan. Berdasarkan Surat Edaran 8/2020 tentang Pengaturan Jam Kerja pada AKB Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19, karyawan yang kembali beraktivitas di perkantoran akan dihadapkan pada dua gelombang jam kerja.

Gelombang kerja satu berlangsung dari pukul tujuh pagi hingga tiga sore, sedangkan gelombang kerja dua dari pukul sepuluh pagi hingga enam sore. Pembagian tersebut bertujuan untuk mencegah penumpukan atau kerumunan di gedung perkantoran. Ada pula perusahaan yang masih menerapkan working from home untuk menekan risiko besar.

Strategi mengatur jam kerja selama new normal

Staf Human Resource atau HR menjadi salah satu pihak yang cukup dipusingkan dengan berbagai perubahan untuk menghadapi fase new normal. Supaya kegiatan perusahaan berjalan lancar seperti biasa tanpa mengorbankan kesehatan karyawan, berikut sejumlah strategi yang dapat diberlakukan dalam mengatur jam kerja.

  • Sistem masuk bergilir

Beberapa perusahaan yang membutuhkan keberadaan karyawan untuk mempertahankan bisnis. Untuk menekan kemungkinan terburuk, staf HR dapat memberlakukan jam masuk bergilir. Misalnya dengan meminta sebagian karyawan masuk kantor seperti biasa, sementara sisanya WFH dengan shift yang diberlakukan.

Ada juga cara membagi shift harian berdasarkan divisi. Sebagai contoh, divisi pemasaran masuk kantor dari Senin sampai Rabu, sementara divisi pemasaran bekerja dari Kamis hingga Jumat/Sabtu.

  • Flexiwork (bekerja fleksibel)

Pada sistem ini, karyawan yang mengatur sendiri jam kerja sesuai kemampuan mereka selama disetujui perusahaan. Misalnya, Anda mulai kerja dari pukul sembilan pagi hingga dua siang di kantor, kemudian melanjutkannya di rumah. Opsi lain adalah mengambil hari-hari tertentu di kantor, lalu sisanya WFH.

Flexiwork tak bergantung pada jumlah kerja, melainkan volume dan tujuan pekerjaan. Karyawan biasanya harus bisa mencapai target tertentu dalam hitungan minggu atau menyelesaikan request dari klien selama sekian hari.

  • Melanjutkan WFH

Seperti yang disinggung, work from home atau WFH menjadi opsi yang paling umum diambil perusahaan selama pandemi. Ada yang menerapkannya hingga akhir tahun, tetapi ada juga yang mengakhirinya begitu masuk fase new normal.

Kemudian seperti flexiwork, penerapan WFH juga memperhatikan kemungkinan tercapainya goals atau tujuan perusahaan. Apabila tujuan yang diinginkan ternyata lambat atau tak terealisasikan dari WFH, perusahaan dapat menggunakan work from office dengan mengikuti protokol kesehatan.

  • Mengandalkan teknologi

Bidang teknologi mengalami peningkatan pesat dalam penggunaan karena anjuran physical distancing untuk mencegah penyebaran virus. Staf HR dalam hal ini dapat mengandalkan aplikasi atau software untuk mendata kehadiran karyawan, cuti, hingga slip gaji. Selain lebih praktis, semua pihak yang terlibat tetap akan menerima laporan yang dibutuhkan.

Protokol kesehatan new normal di perusahaan

Jika Anda termasuk karyawan yang diharuskan masuk kantor selama fase new normal, pastikan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan perusahaan. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dilakukan karyawan agar terhindar dari penyebaran virus di lingkungan kerja:

  • Rutin mencuci tangan

Kebiasaan sehari-hari ini menjadi pencegahan utama selama wabah Covid-19. Sebagian besar perusahaan sudah menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun dan air bersih. Untuk jaga-jaga, bawa juga perlengkapan sanitasi sendiri seperti hand sanitizer. Dengan begitu, tangan Anda akan tetap bersih meski harus melakukan kegiatan di luar ruangan.

  • Mengganti jabat tangan

Jabat tangan merupakan bentuk formal di lingkungan perusahaan yang perlu dihindari saat wabah Covid-19 masih mengancam. Pasalnya, kemungkinan virus pindah melalui kontak fisik sangat besar. Perusahaan perlu menggantinya dengan hal baru yang mudah dilakukan, misalnya membungkik atau menyatukan kedua telapak tangan.

  • Gunakan disinfektan

Bukan hanya tangan, permukaan benda diketahui dapat menjadi tempat penularan karena virus Corona dapat tinggal di sana selama beberapa hari. Kandungan dalam disinfektan diketahui mampu merusak konfirmasi struktur sekaligus primer biomolekul pada virus Corona. Dengan demikian, kemungkinan penularan dapat diturunkan secara signifikan.

Meski begitu, Anda harus melakukan pembersihan dengan disinfektan secara berkala. Beberapa benda yang harus diperhatikan mencakup meja kerja, komputer atau laptop, telepon kantor, jendela, hingga sepatu. Semprotkan disinfektan pada permukaan benda, diamkan selama kurang lebih tiga hingga lima menit, lalu keringkan dengan lap bersih. Lakukan juga pada telepon genggam Anda, karena benda tersebut paling sering bersentuhan dengan tangan dan wajah.

Sekarang, sudah ada banyak produsen terpercaya yang menyediakan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus. Jadi, Anda tak akan kesulitan untuk membelinya.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *