super electrosafe

Tak hanya di pabrik saja, kawasan perkantoran dan gedung pun sebenarnya juga memiliki beragam jenis mesin listrik untuk menunjang aktivitas sehari-hari, misalnya panel listrik. Bergantung pada skala aktivitas perkantoran serta ukurannya, jumlah mesin listrik yang digunakan pun bervariasi. 

Meski begitu, terlepas dari jenis maupun jumlahnya, mesin listrik pada kawasan perkantoran maupun gedung membutuhkan perawatan yang rutin, berkala, dan pastinya cermat. Frekuensi perawatan yang dibutuhkan pun bervariasi berdasarkan berbagai faktor, seperti tingkat penggunaan. Oleh karena itu, perawatan dan pembersihan mesin listrik pun perlu dijadwalkan. Dan pastinya, jadwal tersebut pun perlu dipatuhi, baik itu setiap sebulan sekali, setiap 3 bulan, setiap minggu, dan sebagainya. 

Mengapa Perawatan Mesin Listrik Dibutuhkan? 

Seperti halnya dengan berbagai peralatan dan perlengkapan lainnya yang digunakan dalam aktivitas bisnis, mesin listrik sangat membutuhkan perawatan yang teratur dan berkala. Sebab, dengan perawatan yang dilakukan secara semestinya, mesin listrik pun dapat digunakan dalam jangka panjang, dimaksimalkan umur pakainya sampai benar-benar habis, dan terhindar dari segala risiko kerusakan. Dengan begitu, Anda pun bisa menghemat biaya di masa depan karena tak perlu membayar biaya perbaikan yang mahal atau sampai harus membeli mesin baru dalam waktu yang relatif dekat.  

Secara umum, perawatan mesin memiliki fungsi sebagai berikut: 

  • Memperpanjang masa pakai mesin listrik sehingga mesin dapat dioperasikan selama bertahun-tahun sesuai umur pakainya. 
  • Memastikan kelancaran aktivitas perkantoran, yang berdampak langsung pada performa kantor, produktivitas, serta omzet bisnis. 
  • Menghindari risiko terjadinya kerusakan pada mesin, termasuk kerusakan parah yang membutuhkan biaya besar untuk perbaikan. 
  • Memaksimalkan profit bisnis dengan menekan biaya perbaikan mesin sampai seminimal mungkin. 
  • Memastikan bahwa mesin listrik selalu dapat digunakan sebagaimana mestinya setiap hari, sehingga ikut mendukung aktivitas pengendalian kualitas (quality control) di dalam proses bisnis  di lingkungan perkantoran atau gedung. 

Jenis-Jenis Perawatan Mesin dan Peralatan dalam Bisnis 

Secara umum, perawatan mesin dan peralatan dalam bisnis – termasuk mesin listrik – dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu perawatan terencana (planned maintenance) dan perawatan tak terencana (unplanned maintenance). 

  1. Perawatan terencana (planned maintenance). Jenis yang satu ini adalah aktivitas perawatan mesin listrik yang dilakukan berdasarkan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Lebih jauh lagi, perawatan terencana terdiri atas 3 jenis berikut ini. 
  1. Perawatan pencegahan (preventive maintenance), yaitu perawatan/pemeliharaan yang dilaksanakan secara berkala dalam satu periode tertentu, atau berdasarkan kriteria tertentu, untuk menghasilkan output bisnis yang memenuhi standar mutu, ketepatan waktu, dan biaya. 
  1. Perawatan terjadwal (scheduled maintenance), yaitu perawatan yang dilakukan secara periodik dengan tujuan untuk mencegah kerusakan mesin listrik. 
  1. Perawatan prediktif (predictive maintenance), yaitu jenis perawatan yang dilaksanakan berdasarkan kondisi mesin listrik. Perawatan prediktif juga dikenal dengan istilah perawatan berbasis kondisi (condition-based maintenance) atau pengawasan kondisi mesin (machinery condition monitoring). Artinya, perawatan dilakukan dengan memeriksa kondisi mesin rutin secara rutin untuk menjamin keandalan mesin dan keselamatan kerja. 
  1. Perawatan tak terencana (unplanned maintenance). Jenis perawatan ini sesuai dengan namanya, yaitu dilakukan bukan berdasarkan rencana, namun karena terdapat tanda bahwa ada penurunan output bisnis yang diduga karena kondisi mesin yang menurun. Untuk lebih detailnya, perawatan tak terencana terdiri atas 3 jenis berikut ini: 
  1. Perawatan darurat (emergency maintenance), yaitu jenis perawatan di mana mesin listrik mendapatkan penanganan bersifat darurat untuk mencegah terjadinya dampak yang lebih parah. 
  1. Perawatan kerusakan (breakdown maintenance), yaitu jenis perawatan berupa perbaikan darurat yang dilakukan ketika ada kerusakan pada mesin. 
  1. Perawatan perbaikan (corrective maintenance), yaitu jenis perawatan yang dilakukan karena adanya output yang tidak sesuai dengan standar mutu, ketepatan waktu, maupun biaya. Dengan demikian, aktivitas produksi pun perlu diamati dan diawasi untuk menemukan apa titik aktivitas yang membutuhkan koreksi/perbaikan. 

Super Electrosafe, Solusi Perawatan Mesin Listrik Terbaik 

Terlepas dari apa jenis perawatan yang dilakukan untuk mesin listrik, penggunaan electrical contact cleaner atau produk solven merupakan praktik yang wajar. Apalagi, ada berbagai jenis merek produk solven untuk mesin atau komponen kelistrikan di luar sana yang bisa Anda pilih. Hanya saja, sayangnya tak semua produk solven tersebut sebenarnya cocok dan aman digunakan pada mesin maupun komponen kelistrikan. Bukan hanya itu, penggunaannya pun sering kali dibatasi hanya saat mesin dalam kondisi mati. 

Kalau begitu, bukannya Anda hanya perlu menjadwalkan perawatan dan pembersihan pada saat mesin listrik tidak digunakan, misalnya pada hari libur? Rupanya, solusinya tak semudah itu, apalagi jika Anda mempertimbangkan bagaimana pengaruhnya pada biaya perawatan mesin listrik maupun produktivitas usaha Anda. 

Untungnya, ada Super Electrosafe, yang merupakan produk solven dengan kekuatan dielektrik tinggi. Dengan begitu, cairan ini pun dapat digunakan dengan aman, bahkan saat mesin listrik masih beroperasi sekalipun. Jadi, baik itu untuk kebutuhan perawatan terencana maupun tak terencana sekalipun, mesin listrik di area kantor dan gedung Anda bisa selalu terawat dengan semestinya. 

Lebih jauh lagi, Super Electrosafe bisa membantu Anda menghemat biaya perawatan mesin listrik. Pasalnya, Anda tak perlu mengharuskan karyawan bagian perawatan dan pemeliharaan untuk bekerja di luar jam operasional. 

Di samping itu, karena Super Electrosafe bisa digunakan saat mesin sedang beroperasi, Anda juga tak perlu mematikan mesin untuk sementara pada jam kerja. Dengan demikian, aktivitas bisnis di kawasan perkantoran maupun gedung pun dapat berjalan seperti biasanya. 

penghematan listrik kantor

Pengaturan pengeluaran dan pemasukan sangat mempengaruhi keberlangsungan bisnis yang dikelola. Bahkan pebisnis yang sudah berpengalaman di bidang ini kadang masih kewalahan saat kurang hati-hati saat menghitung biaya yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, Anda juga harus bijak saat mengambil keputusan alternatif untuk mencegah resiko besar, termasuk untuk penghematan. 

Pengelolaan konsumsi listrik di kantor 

Salah satu kebutuhan yang sering kali menguras biaya pengeluaran adalah konsumsi listrik. Perusahaan yang tergantung pada perangkat elektronik pastinya bakal membutuhkan sumber listrik yang tak sedikit. Di sisi lain, Anda juga harus menyiapkan biaya besar supaya aktivitas di kantor dapat berjalan lancar.  

Namun, bagaimana kalau perusahaan Anda sedang menghadapi kesulitan finansial? Menghemat pemakaian listrik adalah langkah yang bisa diambil, seperti yang dijelaskan berikut ini. 

  1. Memperbarui perlengkapan di kantor 

Tahukah Anda dengan mengganti perangkat seperti komputer, printer, maupun mesin fotokopi dengan model terbaru dapat menghemat konsumsi energi sampai 50-90%? Perbarui perlengkapan tersebut dengan jenis-jenis yang sudah menyertakan fitur hemat energi untuk menunjangnya. Beberapa produsen bahkan sudah menyertakan stiker khusus untuk memudahkan pencarian. 

Terus menggunakan perangkat keluaran lama justru akan menurunkan performa kerja, sementara daya listrik yang disedot justru semakin besar karena harus mengimbangi kinerja Anda. 

  1. Selalu mematikan perangkat di penghujung hari 

Langkah ini mungkin sudah sering Anda dengar. Sayangnya, masih banyak karyawan yang mengabaikan anjuran tersebut karena malas atau merasa bakal menimbulkan masalah besar. Kenyataannya, hal ini turut berkontribusi pada tagihan listrik yang terus naik. Oleh karena itu, biasakan mengingatkan rekan kerja untuk mematikan atau mencabut perangkat saat tak dipakai. 

Jika perangkat seperti laptop atau PC akan dilakukan seharian, aktifkan mode hibernasi alih-alih screen saver untuk menghindari pemborosan energi. 

  1. Beralih dari personal computer ke laptop 

Personal computer atau PC memang punya beberapa keunggulan, terutama dari segi aliran listrik yang stabil. Namun, konsumsi dayanya justru lebih besar karena listrik tak hanya masuk ke monitor, melainkan juga CPU, mouse, hingga speaker. PC ini pun akan membuat ruang kerja lebih sempit karena banyaknya perangkat yang ditempatkan. 

Anda bisa memberikan saran kepada perusahaan untuk membeli laptop yang konsumsi dayanya lebih sedikit apabila ada rencana penggantian perangkat elektronik. 

  1. Jangan nyalakan lampu saat cuaca cerah 

Selain dari perlengkapan kantor, pemborosan listrik bisa datang juga dari pemakaian lampu. Sejumlah orang masih memiliki kebiasaan membiarkan lampu menyala meski cuaca sedang cerah. Kebiasaan tersebut justru bakal membuat tagihan listrik melonjak drastis. Jika hal ini terjadi di kantor Anda, ada baiknya untuk mengubah kebiasaan sebelum pengeluaran semakin membengkak. 

Alih-alih menyalakan lampu, buka tirai jendela untuk membiarkan sinar matahari masuk. Gunakan lampu hemat energi jenis LED atau CFL untuk mengantisipasi konsumsi daya berlebih. 

  1. Memperhatikan saluran udara di ruangan 

Weather strip berfungsi untuk mencegah udara keluar dari ruangan ber-AC. Jika Anda tak menemukan weather strip, lakukan pencegahan dengan menutup rapat pintu ruangan supaya temperatur tetap stabil. Pasalnya, AC akan bekerja lebih keras saat ada pintu atau jendela yang terbuka dan tentunya bakal menggunakan listrik yang lebih banyak. 

Kemudian, cek saluran udara di ruangan. Pastikan tak ada kertas atau benda-benda lain yang menghalangi sistem. Dengan begitu, sirkulasi udara dalam ruangan tetap terjaga. 

  1. Sesuaikan konsumsi listrik dengan musim 

Indonesia memang hanya memiliki dua musim, tetapi perubahan cuaca yang terjadi secara tak langsung berpengaruh pada konsumsi listrik. Sebagai contoh, di musim kemarau, penggunaan AC akan lebih tinggi untuk mengatasi suhu yang panas. Sementara di musim hujan Anda bakal lebih sering memakai lampu karena cuaca yang mendung. 

Dengan mengenali karakteristik cuaca, Anda bisa mengakali pemakaian peralatan maupun alat-alat listrik di kantor. Sehingga konsumsi listrik tak berlebihan tanpa mengganggu kinerja karyawan. 

  1. Menggunakan energi hijau di tempat kerja 

Saran ini memang belum terlalu umum dijumpai di Indonesia, tetapi bisa Anda ajukan ke perusahaan apabila memungkinkan. Di Amerika Serikat, penyedia energi hijau termasuk program yang sudah terakreditasi pemerintah. Mereka menawarkan listrik bersih serta terbarukan yang berpotensi mengurangi emisi rumah kaca. 

Langkah ini bukan hanya menghemat konsumsi listrik di kantor, melainkan juga menekan dampak pemanasan global yang selama beberapa tahun terakhir kian mengancam kehidupan di Bumi.  

  1. Melangsungkan rapat atau pertemuan di pagi hari 

Apa kaitan di antara rapat dengan konsumsi listrik? Rapat yang diselenggarakan di siang atau sore hari ternyata menyebabkan jejak karbon yang cukup banyak dan berkaitan dengan pemborosan energi. Mengalihkan waktu pertemuan ke pagi hari dianggap akan mengurangi hal tersebut, karena Anda maupun klien tak akan menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. 

Selain itu, fokus Anda untuk bekerja di pagi hari masih kuat dan segar, sehingga kesempatan mempresentasikan gagasan di hadapan klien lebih maksimal dan mudah disimak. 

Untuk mewujudkan langkah-langkah di atas, dibutuhkan konsistensi dan tentunya kemauan dari masing-masing pihak. Jangan tunggu rekan kerja atau pimpinan untuk menginisiasi penghematan energi listrik. Anda dapat mengajukannya di pertemuan, terutama kalau rapat sedang membahas seputar pengeluaran biaya. Mulai dari hal-hal simpel yang bisa diikuti semua pihak, sementara yang cukup besar bisa didiskusikan dengan divisi tertentu. 

Itulah delapan cara yang bisa diaplikasikan untuk menghemat pemakaian listrik di kantor. Semoga bermanfaat untuk Anda! 

pembersihan alat listrik

Penggunaan alat listrik sudah menjadi kebutuhan di berbagai aspek kehidupan. Dari rumah tangga hingga yang lebih besar untuk keperluan industri. Kemudian, dibandingkan jenis alat lain, peralatan listrik mempunyai performa yang lebih cepat dan dapat meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, jenis alat seperti ini begitu diandalkan industri karena bisa membantu proses produksi yang tinggi maupun kegiatan lainnya yang membutuhkan kecepatan maksimal. 

Hal-hal yang perlu diperiksa sebelum pembersihan 

Alat-alat listrik di industri tentunya memiliki desain, fungsi, serta komponen yang lebih kompleks daripada yang Anda gunakan di rumah. Hal tersebut ditujukan untuk mengimbangi permintaan yang masuk dari klien maupun konsumen. Industri pun bakal lebih maju karena tak ketinggalan untuk berbagai hal dan mampu menghasilkan profit besar. 

Kendati begitu, keberadaan sumber daya manusia (SDM) masih dibutuhkan untuk melakukan sejumlah, salah satunya untuk merawat atau memelihara alat listrik. Bagaimanapun, peralatan ini merupakan produk yang dirancang manusia. Tanpa teknisi yang melakukan maintenance berkala, alat listrik sebagus dan secanggih apa pun akan berpotensi rusak. 

Teknisi atau pekerja yang diberikan tugas merawat alat listrik pastinya akan mengikuti setiap langkah dalam prosedur yang sudah diberlakukan. Pasalnya kalau sampai salah ambil tindakan, mereka akan menghadapi risiko seperti tersengat aliran listrik atau kecelakaan yang membahayakan nyawa. Lalu, apa saja hal yang sebaiknya mereka waspadai saat membersihkan alat listrik industri? 

  • Tumpukan debu dan kotoran  

Jangan sepelekan tumpukan debu dan kotoran pada peralatan listrik. Meski tampak sepele, keduanya merupakan faktor yang kerap menurunkan nilai ketahanan pada isolator. Akibatnya, alat listrik bakal mengalami masalah seperti short circuit atau ground fault. 

Teknisi profesional tentunya sudah menyadari risiko tersebut, sehingga tak pernah absen untuk membersihkan peralatan kelistrikan. Proses ini dilakukan secara mendetail, terutama pada kabel-kabel yang disambung serta bagian yang bertegangan. Penjadwalan yang dilakukan sebagian besar industri pun diharapkan dapat menekan risiko yang diakibatkan debu maupun kotoran. 

  • Jarak alat listrik dengan sumber air 

Sudah menjadi pengetahuan umum bila listrik dan air adalah dua komponen yang sebaiknya tak ditempatkan berdekatan. Namun, keteledoran di tempat kerja tak jarang mengundang bahaya yang berdampak pada reputasi industri.  

Oleh karenanya, sebelum memulai pembersihan, teknisi harus memeriksa bahwa alat listrik tak berada di sekitar atau berdekatan dengan sumber air. Jika peralatan sudah terlanjur kena air, ada baiknya untuk memutusnya dari aliran listrik. Gunakan perlengkapan kering dan tak menghantarkan listrik saat menangani alat-alat tersebut. 

  • Tingkat kelembapan di dalam ruangan 

Seperti air, tingkat kelembapan juga berpotensi menimbulkan kecelakaan kalau teknisi yang diterjunkan untuk maintenance kurang waspada. Mengapa? Ruangan lembap adalah salah satu musuh besar alat listrik, sebab dapat memicu short circuit dan ground fault. 

Dalam hal ini, teknisi perlu memastikan ruangan hingga perlengkapan perawatan yang digunakan benar-benar kering. Lakukan langkah serupa terhadap bagian insulator serta enclosure untuk mengurangi risiko kegagalan listrik yang umum disebabkan udara maupun suhu lembap. Setelah yakin tak ada air yang tersisa, pembersihan dapat dilakukan. 

  • Pemasangan sambungan listrik 

Hal selanjutnya yang wajib diwaspadai teknisi sebelum membersihkan alat listrik industri adalah pemasangan sambungan. Sambungan kurang kencang atau merenggang yang dibiarkan memicu masalah pada kegagalan skema kelistrikan. 

Bukan hanya itu, sambungan listrik yang kendur dapat menyebabkan overheating pada alat listrik yang bakal berbuntut pada korsleting. Faktor ini pula yang paling umum memicu kebakaran di pabrik kecil hingga besar. Jadi, teknisi pun perlu memperhatikan atau memperbaiki sambungan listrik saat melakukan pembersihan untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan terburuk. 

Panduan penggunaan alat listrik untuk pekerja industri 

Dengan mewaspadai hal-hal di atas, teknisi akan lebih cepat mengaplikasikan solusi dan bisa membersihkan alat listrik tanpa mengalami masalah lanjutan. Hasilnya, peralatan bisa dioperasikan dalam waktu lama. Kalaupun ada perbaikan atau penggantian komponen, langkah tersebut baru diambil saat alat harus segera diperbarui atau batas waktu pemakaian habis. 

Kewaspadaan pun tak hanya diperuntukkan bagi teknisi. Pekerja yang sehari-hari menggunakan alat listrik pun sebaiknya mengikuti panduan berikut agar tak celaka di tempat kerja: 

  1. Hindari penumpukkan stop kontak di satu sumber listrik. Walau hal ini sudah semakin jarang dijumpai di lingkungan industri, beberapa pekerja masih melakukan kebiasaan buruk tersebut dengan alasan praktis atau buru-buru. Padahal, langkah ini bakal mengundang risiko seperti tersetrum hingga korsleting dari beban listrik yang kurang stabil; 
  1. Hentikan penggunaan alat listrik apabila Anda menemukan kabel yang terkelupas atau terbuka meski sedikit. Putus aliran listrik, lalu minta teknisi untuk mengganti kabel tersebut dengan yang baru agar pekerjaan dapat segera diteruskan; 
  1. Steker yang dipakai untuk kebutuhan industri tak boleh longgar. Hal ini sering terjadi karena beberapa pekerja memaksakan diri menghubungkan alat meski lubang colokannya sempit. Jika dilakukan dalam waktu lama, elemen penghantar pada perangkat bisa cepat rusak serta mengurangi kapasitas peranan listrik; 
  1. Untuk instalasi listrik di luar ruangan, pakai steker khusus yang tertutup rapat dan terbuat dari material anti-karat. Selain menekan risiko rusak akibat perubahan cuaca, langkah ini pun akan mencegah kerusakan akibat gigitan binatang; 
  1. Jangan lupa untuk mencabut peralatan dari sumber listrik saat tak digunakan. Dengan begitu, tagihan listrik tak membengkak dan risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin. 

Selamat membersihkan alat-alat listrik untuk memperlancar dan mengoptimalkan kegiatan industri!

Cara Merawat Peralatan Listrik Pabrik

Maintenance  atau perawatan yang Anda lakukan terhadap peralatan listrik di pabrik tidak bisa disamakan dengan pemeliharaan di rumah. Pasalnya, alat-alat yang digunakan lebih kompleks dan ukurannya bisa lebih besar, terutama kalau digunakan untuk produksi barang. 

Untuk mencegah kerusakan dan risiko lain yang lebih parah, pihak pabrik akan menerapkan pemeliharaan bernama preventive maintenance electrical. Kemudian, mereka juga menjadwalkan perawatan tersebut supaya usia peralatan listrik lebih panjang. Dengan begitu, pabrik tak perlu mengeluarkan bujet tambahan karena alat-alat yang mereka gunakan jarang mengalami masalah. 

Mengenal preventive maintenance electrical 

Preventive maintenance electrical adalah salah satu dari tiga jenis perawatan yang dilakukan terhadap peralatan listrik. Dua pemeliharaan lainnya adalah corrective maintenance electrical dan breakdown maintenance electrical.  

Umumnya, preventive maintenance electrical dikerjakan electrician atau petugas atau teknisi listrik. Mereka yang bertanggungjawab memeriksa kondisi peralatan listrik dan mengambil tindakan apabila menemukan kerusakan sekecil apa pun. Pencegahan seperti ini pula yang membuat pabrik lebih sigap mengganti komponen maupun alat secara menyeluruh agar kegiatan produk terus berlangsung. 

Sementara jadwal perawatan yang diaplikasikan adalah salah satu bagian panduan yang akan memudahkan teknisi melakukan tugas-tugasnya. Selain itu, beberapa spesifikasi pada mesin memang memerlukan jadwal untuk pemantauan kinerja. Masing-masing pabrik mempunyai jadwal berbeda, tetapi selalu rutin. Baik secara harian, mingguan, bulanan, triwulan, per semester, hingga tahunan. 

Kategori pemeriksaan pada preventive maintenance electrical 

Pada preventive maintenance electrical, pemeriksaan atau inspeksi dikategorikan menjadi dua bagian, di antaranya: 

  1. Pemeriksaan peralatan listrik utama (major machineries) 

Peralatan listrik yang masuk ke dalam kategori mesin utama adalah setiap alat atau mesin yang performanya berdampak besar terhadap kelancaran proses produksi. Jika peralatan pada kelompok ini mengalami masalah dan terlambat ditangani, bukan hanya aktivitas yang terhenti total. Pabrik juga bakal mengalami kerugian besar karena harus mengganti mesin sekaligus pesanan konsumen. 

Maka dari itu, pemeriksaan terhadap mesin atau alat listrik utama selalu dilakukan secara mendalam, serius, serta teliti. Teknisi yang diterjunkan untuk inspeksi ini pun biasanya sudah berpengalaman dan mampu menemukan solusi cepat agar pabrik bisa kembali memproduksi barang. 

  1. Pemeriksaan peralatan listrik pendukung (minor machineries) 

Sesuai namanya, peralatan listrik dalam kategori mesin pendukung berfungsi untuk menunjang alat-alat di kategori mesin utama. Alat-alat listrik dalam kelompok ini, termasuk mesin cadangan, memiliki performa yang tak langsung berpengaruh terhadap produksi maupun barang yang dihasilkan. Jadi, kendala yang terjadi pada mesin pendukung tak akan serta-merta menghentikan aktivitas di pabrik. 

Meski begitu, pemeriksaan berkala tetap harus dilakukan. Peralatan listrik yang bertugas sebagai mesin pendukung bisa saja mengurangi performa mesin utama kalau kerusakannya diabaikan dalam waktu lama. 

Kegiatan-kegiatan dalam preventive maintenance electrical 

Preventive maintenance electrical yang diterapkan terhadap peralatan listrik di pabrik terdiri atas beberapa kegiatan, di antaranya: 

  • Pembersihan (cleaning). Langkah ini adalah yang paling mudah dilakukan dan dijadwalkan secara berkala untuk menghindari penumpukan kotoran dan debu yang dapat mengganggu efisiensi peralatan listrik; 
  • Pelumasan (regreasing). Seperti mesin pada perangkat-perangkat lain, mesin yang ada di peralatan listrik memerlukukan pelumasan secara rutin. Tujuannya adalah melancarkan alat bekerja dengan lancar dan mencegah gesekan yang berpotensi merusak komponen; 
  • Penyetelan ulang (adjusment).  Dengan penyetelan ulang yang dijadwalkan, teknisi dapat mengetahui kondisi peralatan listrik maupun komponen di dalamnya. Pengaturan ulang pun diharapkan dapat membuat kinerjanya semakin optimal; 
  • Penggantian komponen (replacement). Sejumlah komponen dalam peralatan listrik memiliki batas waktu atau life time yang wajib diketahui teknisi. Dengan begitu, mereka bisa segera mengganti komponen sebelum melampaui ‘tanggal kadaluarsa nya; 
  • Evaluasi (evaluation). Evaluasi atau analisis perlu dilakukan dalam perawatan supaya teknisi mengetahui performa hingga kendala yang pernah dialami peralatan listrik. Sehingga mereka bisa mengambil tindakan cepat saat mengalami masalah serupa; 
  • Pencatatan (recording). Teknisi akan melakukan pencatatan mengenai kegiatan atau hal lain yang berkaitan dengan perawatan alat listrik. Catatan tersebut akan membantu dalam tahap evaluasi atau disimpan sebagai bukti pemeliharaan. 

Jenis perawatan lain untuk peralatan listrik di pabrik 

Seperti yang disebutkan, preventive maintenance electrical bukan satu-satunya perawatan yang digunakan untuk peralatan listrik. Ada corrective maintenance electrical yang sifatnya memperbaiki hingga mengubah fungsi alat supaya menjadi andal. 

Beberapa kegiatan yang mencakup corrective maintenance electrical adalah: 

  • Mengubah fungsi mesin atau peralatan listrik terhadap proses pengolahan atau produksi; 
  • Menyusun rancangan terhadap mesin atau komponen yang kerap mengalami kendala atau kerusakan yang cukup fatal; 
  • Mengganti mesin atau komponen dengan yang lebih canggih; 
  • Meningkatkan frekuensi perawatan terhadap alat-alat listrik tertentu yang mempunyai jam operasional di atas normal atau ekstrem; 
  • Menganalisis ulang peralatan listrik dengan kinerja maksimal terhadap beban yang ditanggung. Teknisi kadang mengambil langkah alternatif seperti menambah kapasitas pada peralatan listrik. 

Selanjutnya, ada breakdown maintenance electrical. Sama seperti corrective maintenance electrical, perawatan ini bersifat memperbaiki serta diambil sebagai langkah akhir, yakni saat peralatan listrik di pabrik mengalami kerusakan atau kegagalan kala dioperasikan. 

Sejumlah kegiatan yang masuk ke dalam breakdown maintenance electrical adalah perbaikan, penggantian, penyetelan, dan lain sebagainya terhadap peralatan listrik. Dalam hal ini, alat listrik akan dibiarkan beroperasi, sehingga teknisi bisa mengembalikan performanya seperti sedia kala. 

Demikian informasi seputar perawatan-perawatan yang dilakukan terhadap peralatan listrik untuk kebutuhan pabrik. Semoga Anda dapat memberikan pemeliharaan terbaik pada alat-alat yang dipakai untuk produksi!