Pada awal masa Pandemi Indonesia dan juga negara-negara lainnya melakukan penerapan pembatasan sosial. Namun, karena pandemi ini tidak kunjung selesai, tentu perekonomian dunia mengalami berbagai permasalahan.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah sudah mulai memberikan kelonggaran untuk menjalani new normal walau sebenarnya Indonesia saat ini masih belum baik-baik saja. Akan tetapi, karena hal tersebut sudah menjadi kebijakan dan perekonomian khususnya pada perusahaan dan industri juga sudah lama mengalami kerugian maka hal ini disambut dengan baik.

Banyak sekali perusahaan dan industri yang dulunya berhenti saat ini sudah mulai beroperasi. Namun, pembukaan ini tidak serta merta mengalami kebebasan. Perusahaan dan Industri harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan oleh tempat kerja untuk penerapan new normal:

1.        Menerapkan Higiene dan Sanitasi di Lingkungan Kerja

Pertama, perusahaan dan juga industri harus menerapkan kebersihan dan juga sanitasi yang baik di lingkungan kerja. Pihak perusahaan harus memastikan seluruh tempat kerja selalu bersih dengan melakukan pembersihan secara berkala terutama dengan menggunakan disinfektan dengan minimal 4 jam sekali.

Gunakan disinfektan yang sudah sesuai dengan standar dan memiliki kualitas yang terbaik. Perhatikan komposisi dari disinfektan tersebut, pastikan disinfektan memiliki kemampuan yang baik dalam membasmi virus.

Selain itu, jaga kualitas udara tempat kerja dengan memperhatikan sirkulasi udara yang baik. Lebih baik jangan menggunakan AC karena menurut penelitian terakhir, virus corona dapat melayang-layang di udara dengan ukuran mikro (micro droplet) sehingga Anda bisa membuka jendela lebar-lebar agar udara cepat berganti, jika terpaksa maka pastikan untuk selalu bersihkan filter AC .

Sediakan tempat cuci tangan agar semua pekerja dapat sering mencuci tangan sehingga dapat mencegah  penyebaran virus lebih baik lagi. Bisa juga dengan penyediaan anti septik dengan bentuk handsanitizer sehingga lebih mudah digunakan saat keadaan tangan terlihat masih bersih.

2.        Melakukan Rekayasa Tempat Kerja

Apabila perusahaan Anda memiliki tempat kerja antar karyawan yang terlalu dekat maka rekayasa dengan meletakkan meja berjauhan minimal 1-2 meter. Namun, jika dalam tempat kerja tersebut terlalu sempit maka bisa memasang pembatas. Untuk perusahaan di bidang pelayanan di mana mengharuskan bertatap muka dengan klien maka sebaiknya juga diberikan batasan berupa kaca, mika, atau plastik agar tetap terlihat.

Anda bisa melakukan rekayasa lainnya dengan menyesuaikan dengan kondisi di perusahaan atau industri yang Anda miliki. Jangan terlalu berpatok pada aturan karena tidak semua aturan dapat sesuai jika digunakan pada semua tempat.

Intinya adalah Anda harus membuat tempat kerja ini menjadi aman untuk pekerja dan juga klien. Modifikasi tempat kerja semaksimal mungkin untuk membatasi penyebaran virus corona karena penyebarannya sangat cepat dan banyak yang tidak menyadari.

3.        Melakukan Skrining di Setiap Titik Masuk Tempat Kerja

Selanjutnya, perusahaan dan industri harus melakukan skrining di setiap pintu masuk bangunan. Tentukan petugas khusus yang dipercaya dan memiliki kompetensi untuk melakukan pengukuran suhu. Suhu normal manusia umunya adalah 36,5oC sampai 37,5oC.

Pengukuran suhu ini sebaiknya juga tidak dilakukan di ruang yang ber-AC karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Pastikan semua pekerja memiliki suhu yang normal karena suhu yang lebih dari 37,5oC merupakan salah satu gejala adanya infeksi virus corona..

4.        Menerapkan Pembatasan Fisik

Berikutnya, terapkan pembatasan fisik yang sangat ketat. Masih berkaitan dengan rekayasa tempat kerja, Anda bisa menambahkan beberapa tanda baik di lift, di lantai, di tempat antrean, dan lain sebagainya sebagai tanda untuk orang yang berada di lingkungan kerja tersebut menjalani pembatasan fisik. Jika ada yang tidak tertib, maka petugas wajib menegur atau menindak.

Pembatasan fisik juga dapat dilakukan dengan membatasi acara yang berkerumun seperti rapat, makan-makan, dan lain sebagainya. Walaupun berada di kantor, sah-sah saja melakukan rapat Online atau juga bisa dengan rapat yang bertemu secara langsung tetapi dengan memberikan jarak sekitar 1-2 meter antar tempat duduk.

5.        Larangan Bekerja Bagi Pekerja yang Memiliki Gejala Penyakit

Jika ada pekerja yang mengalami beberapa gejala penyakit Covid-19 maka larang untuk bekerja dan instruksikan untuk menjalani tes sehingga lebih akurat. Gejala tersebut meliputi demam, nyeri tenggorokan, pilek, batu, sesak, dan lain sebagainya. Jika ada pekerja yang pada tahap skrining mengalami hal tersebut segera masukkan dia ke ruang observasi khusus.

Namun, jika mereka masih berada di rumah sebaiknya langsung instruksikan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan bukti dengan surat izin dokter yang memeriksanya. Lalu, berikan waktu untuk istirahat sampai gejala sudah hilang dan juga biarkan mereka melakukan isolasi mandiri atau isolasi di rumah sakit jika memang hasilnya positif.

6.        Mewajibkan Semua Pekerja Menggunakan Masker dengan Benar

Dan yang terakhir, pastikan semua pekerja menggunakan masker dengan benar. Pekerja diwajibkan menggunakan masker kain, namun dalam keadaan tertentu bisa menggunakan masker bedah. Masker wajib digunakan di setiap waktu untuk mencegah droplet keluar dan juga mencegah droplet yang ada di luar masuk ke dalam saluran pernapasan Anda.

Namun, dalam penggunaannya juga harus benar. Pastikan pekerja menggunakan masker yang pas dan menutupi semua area mulut dan hidung. Pastikan pekerja tidak menyentuh bagian luar masker. Pastikan pekerja mengganti masker setiap 4 jam. Pastikan pekerja tidak menurunkan masker ke bagian leher atau dagu, dan lain sebagainya agar penggunaannya bisa lebih efektif.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

Saat ini dunia sudah mulai menerapkan era normal yang baru. Oleh karena itu, kini berbagai tempat kerja sudah memulai operasionalnya tak terkecuali bagi perusahaan dan industri. Tetapi, di era new normal ini bukan berarti kita menjalani hari dengan normal pada zaman sebelum ada pandemi, tetapi normal dengan standar yang baru.

Maksudnya seperti apa? Maksudnya kita akan melakukan berbagai kegiatan seperti biasa akan tetapi juga harus menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus corona yang sangat cepat dan berbahaya ini.

Di bawah ini akan kita bahas mengenai beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan dan industri kepada tenaga kerja agar mereka selalu menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berikut penjelasannya secara lengkap:

1.    Sediakan Tempat Cuci Tangan Bagi Tenaga Kerja Sebelum Masuk Gedung

Pertama, sediakan tempat untuk mencuci tangan di berbagai tempat. Anda bisa menyediakan di luar maupun di dalam gedung. Selalu ingatkan pekerja untuk selalu mencuci tangan mereka, bukan hanya satu saat akan masuk ke tempat kerja saja.

Sediakan sabun cair karena akan digunakan untuk bersama. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan alat yang dilengkapi dengan sensor kulit untuk mengeluarkan sabun dan juga air sehingga dapat mengurangi sentuhan.

Lakukan edukasi kepada para tenaga kerja untuk selalu melakukan cuci tangan dengan baik dan benar dengan menggunakan 5 langkah cuci tangan yang bena sehingga lebih efektif dalam membunuh kuman, bakteri, dan virus.

2.    Ingatkan Pekerja Untuk Tidak Menyentuh Fasilitas Perusahaan dengan Menggunakan Tangan Secara Langsung

Selanjutnya, Ingatkan pekerja untuk tidak menyentuh berbagai fasilitas perusahaan menggunakan tangan secara langsung. Akan tetapi jika terpaksa dan memang harus selalu beritahu untuk segera mencuci tangan atau menggunakan larutan alkohol 70% sebagai anti septik.

Anda bisa menerapkan beberapa cara yang mudah, misalnya dalam membuka pintu sebaiknya dengan menggunakan siku. Menyediakan sarung tangan sekali pakai secara khusus terutama untuk industri makanan sehingga lebih higienis dan lebih aman.

3.    Jangan Membuat Acara yang Membuat Kesempatan Pekerja Melakukan Perkumpulan

Jangan lakukan acara yang membuat tenaga kerja Anda berkumpul. Mungkin pada saat acara Anda sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat akan tetapi ternyata karena ada suatu acara dan mereka berkumpul lalu menjadi kesempatan.

Jika memang harus melakukan acara yang mengundang banyak orang pastikan jangan hanya pada saat acara saja dilakukan pengawasan yang ketat akan tetapi lebih baik juga dilakukan pengawasan setelahnya karena hal ini memungkinkan banyak tenaga kerja yang saling berkumpul dan hal ini akan sangat membahayakan area perusahaan dan industri sendiri.

4.    Bersihkan Area Kerja dengan Disinfektan Secara Berkala dan Siapkan Disinfektan Siap Pakai untuk Para Pekerja

Selalu lakukan pembersihan di area kerja secara berkala, idealnya dilakukan dalam 4 jam sekali. Perusahaan harus ekstra mengeluarkan uang untuk membeli disinfektan namun juga untuk kebaikan diri pekerjaan itu sendiri.

Anda bisa membeli disinfektan dengan jumlah yang banyak secara langsung sehingga biasanya akan lebih murah. Pilih disinfektan yang terbukti efektif untuk membasmi virus sehingga ruangan kerja menjadi aman dan sehat.

Sediakan juga semprotan disinfektan yang dapat langsung digunakan sehingga para pekerja dapat membersihkan tempat kerjanya secara mandiri setiap waktu mereka butuh kan. Selalu tanamkan kepada tenaga kerja Anda untuk selalu peduli dengan kesehatan sendiri, teman kerja, dan juga keberlangsungan perusahaan dan industri.

5.    Hilangkan dan Beri Pengertian Kepada Tenaga Kerja Mengenai Berjabat Tangan

Hilangkan kebiasaan menjabat tangan di area kantor. Hal ini mungkin masih menjadi pro dan kontra karena berjabat tangan merupakan budaya yang sangat kental. Akan tetapi kembali lagi karena penyebaran virus corona ini sangat cepat dan kebanyakan berasal dari tangan sebaiknya hilangkan terlebih dahulu kebiasaan tersebut.

Anda bisa menggantinya dengan cara yang lain seperti membungkuk, salam siku, atau yang lainnya. Bagi tenaga kerja yang merasa kontra dengan kebiasaan baru tersebut maka tugas perusahaan harus bisa memberikan pengertian dengan baik dan benar sehingga mereka bisa paham dengan keadaan yang sebenarnya.

6.    Usahakan Sirkulasi Udara dan Sirkulasi Cahaya Matahari di Setiap Ruangan Dalam Keadaan yang Baik

Selanjutnya, Jangan sampai ruangan kerja hanya memiliki sirkulasi udara dan juga sirkulasi cahaya matahari yang sangat minim. Biasakan untuk sekarang selalu membuka ventilasi sehingga udara dapat keluar dan masuk secara bebas serta pastikan cahaya matahari juga dapat masuk ke ruangan kerja agar udara di dalam tidak lembap yang sangat disukai oleh berbagai mikroorganisme.

Sebaiknya juga tidak menggunakan AC karena sirkulasi udaranya masih kurang baik. Virus yang berada dalam mikro droplet dapat melayang-layang dengan bebas jika sirkulasi udara tidak baik dan hal ini akan sangat membahayakan.

7.    Awasi dengan Ketat Penggunaan Masker Pekerja

Penggunaan masker ini masih sangat rendah di Indonesia karena banyak alasan, dari mulai masker yang membuat pengap, ada yang sering ketinggalan, dan alasan-alasan yang lainnya. Sebagai perusahaan dan industri yang tidak ingin bangkrut karena kehabisan tenaga kerja dan juga kehilangan kepercayaan dari masyarakat akibat corona lebih baik Anda tegas dari sekarang.

Awasi dengan ketat penggunaan masker para tenaga kerja. Pastikan mereka menggunakan masker dengan baik dan benar. Jika sampai ada yang melepas masker di area kerja atau bahkan tidak menggunakan sama sekali lakukan tindakan tegas.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau fase new normal perlahan tapi pasti diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk memasuki tahap ini pun bukan perkara mudah, karena pemerintah pusat maupun daerah memberlakukan PSBB selama kurang lebih tiga bulan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi penyebaran wabah Covid-19 yang kali pertama terdeteksi pada Maret 2020 di Indonesia.

Penerapan new normal di perusahaan

Secara garis besar, new normal merupakan pola kehidupan baru yang diterapkan setelah perubahan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Aturan ini boleh diselenggarakan saat sebuah daerah atau negara mampu menurunkan reproduction rate wabah secara signifikan. Dengan kata lain, lonjakan infeksi sudah tak terjadi lagi dengan peak-curve yang melandai.

Karena setiap daerah mempunyai risiko penularan dan pencegahan berbeda, penerapan new normal di Indonesia tak dilakukan serentak. Namun, beberapa sektor dan industri sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan tersebut. Salah satunya perusahaan-perusahaan yang merasakan efek besar selama pandemi berlangsung.

Seperti saat PSBB, penyesuaian kebiasaan selama fase new normal dilakukan sesuai kebijakan yang diatur masing-masing perusahaan. Berdasarkan Surat Edaran 8/2020 tentang Pengaturan Jam Kerja pada AKB Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19, karyawan yang kembali beraktivitas di perkantoran akan dihadapkan pada dua gelombang jam kerja.

Gelombang kerja satu berlangsung dari pukul tujuh pagi hingga tiga sore, sedangkan gelombang kerja dua dari pukul sepuluh pagi hingga enam sore. Pembagian tersebut bertujuan untuk mencegah penumpukan atau kerumunan di gedung perkantoran. Ada pula perusahaan yang masih menerapkan working from home untuk menekan risiko besar.

Strategi mengatur jam kerja selama new normal

Staf Human Resource atau HR menjadi salah satu pihak yang cukup dipusingkan dengan berbagai perubahan untuk menghadapi fase new normal. Supaya kegiatan perusahaan berjalan lancar seperti biasa tanpa mengorbankan kesehatan karyawan, berikut sejumlah strategi yang dapat diberlakukan dalam mengatur jam kerja.

  • Sistem masuk bergilir

Beberapa perusahaan yang membutuhkan keberadaan karyawan untuk mempertahankan bisnis. Untuk menekan kemungkinan terburuk, staf HR dapat memberlakukan jam masuk bergilir. Misalnya dengan meminta sebagian karyawan masuk kantor seperti biasa, sementara sisanya WFH dengan shift yang diberlakukan.

Ada juga cara membagi shift harian berdasarkan divisi. Sebagai contoh, divisi pemasaran masuk kantor dari Senin sampai Rabu, sementara divisi pemasaran bekerja dari Kamis hingga Jumat/Sabtu.

  • Flexiwork (bekerja fleksibel)

Pada sistem ini, karyawan yang mengatur sendiri jam kerja sesuai kemampuan mereka selama disetujui perusahaan. Misalnya, Anda mulai kerja dari pukul sembilan pagi hingga dua siang di kantor, kemudian melanjutkannya di rumah. Opsi lain adalah mengambil hari-hari tertentu di kantor, lalu sisanya WFH.

Flexiwork tak bergantung pada jumlah kerja, melainkan volume dan tujuan pekerjaan. Karyawan biasanya harus bisa mencapai target tertentu dalam hitungan minggu atau menyelesaikan request dari klien selama sekian hari.

  • Melanjutkan WFH

Seperti yang disinggung, work from home atau WFH menjadi opsi yang paling umum diambil perusahaan selama pandemi. Ada yang menerapkannya hingga akhir tahun, tetapi ada juga yang mengakhirinya begitu masuk fase new normal.

Kemudian seperti flexiwork, penerapan WFH juga memperhatikan kemungkinan tercapainya goals atau tujuan perusahaan. Apabila tujuan yang diinginkan ternyata lambat atau tak terealisasikan dari WFH, perusahaan dapat menggunakan work from office dengan mengikuti protokol kesehatan.

  • Mengandalkan teknologi

Bidang teknologi mengalami peningkatan pesat dalam penggunaan karena anjuran physical distancing untuk mencegah penyebaran virus. Staf HR dalam hal ini dapat mengandalkan aplikasi atau software untuk mendata kehadiran karyawan, cuti, hingga slip gaji. Selain lebih praktis, semua pihak yang terlibat tetap akan menerima laporan yang dibutuhkan.

Protokol kesehatan new normal di perusahaan

Jika Anda termasuk karyawan yang diharuskan masuk kantor selama fase new normal, pastikan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan perusahaan. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dilakukan karyawan agar terhindar dari penyebaran virus di lingkungan kerja:

  • Rutin mencuci tangan

Kebiasaan sehari-hari ini menjadi pencegahan utama selama wabah Covid-19. Sebagian besar perusahaan sudah menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun dan air bersih. Untuk jaga-jaga, bawa juga perlengkapan sanitasi sendiri seperti hand sanitizer. Dengan begitu, tangan Anda akan tetap bersih meski harus melakukan kegiatan di luar ruangan.

  • Mengganti jabat tangan

Jabat tangan merupakan bentuk formal di lingkungan perusahaan yang perlu dihindari saat wabah Covid-19 masih mengancam. Pasalnya, kemungkinan virus pindah melalui kontak fisik sangat besar. Perusahaan perlu menggantinya dengan hal baru yang mudah dilakukan, misalnya membungkik atau menyatukan kedua telapak tangan.

  • Gunakan disinfektan

Bukan hanya tangan, permukaan benda diketahui dapat menjadi tempat penularan karena virus Corona dapat tinggal di sana selama beberapa hari. Kandungan dalam disinfektan diketahui mampu merusak konfirmasi struktur sekaligus primer biomolekul pada virus Corona. Dengan demikian, kemungkinan penularan dapat diturunkan secara signifikan.

Meski begitu, Anda harus melakukan pembersihan dengan disinfektan secara berkala. Beberapa benda yang harus diperhatikan mencakup meja kerja, komputer atau laptop, telepon kantor, jendela, hingga sepatu. Semprotkan disinfektan pada permukaan benda, diamkan selama kurang lebih tiga hingga lima menit, lalu keringkan dengan lap bersih. Lakukan juga pada telepon genggam Anda, karena benda tersebut paling sering bersentuhan dengan tangan dan wajah.

Sekarang, sudah ada banyak produsen terpercaya yang menyediakan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus. Jadi, Anda tak akan kesulitan untuk membelinya.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

 

Selain teknologi, kuliner menjadi industri yang bertahan cukup stabil di tengah pandemi COVID-19. Goncangan yang dihasilkan wabah ini memang sangat serius, bahkan sampai melumpuhkan banyak sektor yang biasanya menghasilkan untung besar.

Walau tak mengalami dampak yang parah, para pelaku industri kuliner harus memutar otak agar mereka dapat menjalankan bisnis di saat-saat tak menentu. Beberapa di antara mereka bahkan ada yang bangkrut karena tak menemukan strategi yang pas untuk bertahan. Sementara sisanya berupaya beradaptasi dengan penerapan aturan di fase new normal.

Lantas apa saja tren dan perubahan yang lahir di industri kuliner pada fase tersebut?

1. Naiknya permintaan bahan baku segar siap masak

Konsumen lebih berhati-hati saat hendak membeli bahan baku, apalagi mereka tak bisa berkunjung ke pasar tradisional atau minimarket seperti biasa. Mereka akhirnya memilih memesan bahan-bahan baku segar siap masak secara online alih-alih makanan matang. Kesempatan ini yang dijadikan peluang supplier untuk menyediakan produk yang dibutuhkan.

Naiknya permintaan bahan baku segar juga tak terlepas dari kesadaran konsumen untuk beralih ke gaya hidup sehat. Mereka memilih mengolah sendiri hidangan sehari-hari dari resep yang diperoleh secara online atau hasil kreasi sendiri. Bukan hanya lebih higienis, tren ini lebih jemat dari segi pengeluaran.

2. Prioritas keamanan karyawan, pelanggan, dan tempat makan

Para karyawan yang bekerja di industri kuliner merupakan salah satu kelompok yang berada di garda terdepan dalam menghadapi COVID-19. Pasalnya mereka harus berinteraksi dengan pelanggan, sementara pegawai dari sektor lain dapat bekerja dari rumah. Oleh karena itu pengelola di tempat makan seperti restoran dan kafe harus memperhatikan prioritas keamanan mereka.

Selain menyiapkan perlengkapan standar untuk melindungi mereka dari penyebaran virus, pengelola dapat memberikan reward seperti cuti. Bonus saat bisnis stabil atau mengalami peningkatan adalah bentuk lain yang akan membuat mereka merasa dihargai. Pantau dan jaga juga kebersihan di dapur agar kualitas makanan tetap terjaga.

3. Bertambahnya konsumsi makanan sehat berbahan sayur

Sejumlah informasi mengatakan bahwa hewan-hewan liar menjadi salah satu sumber utama penyebaran virus Corona. Hal tersebut rupanya menurunkan konsumsi daging secara signifikan di Tiongkok sebagai pusat utama merebaknya wabah COVID-19. Konsumen pun lantas mencari bahan yang lebih aman, dalam hal ini adalah sayur-mayur.

Bukan hanya murah, sayuran juga bisa diolah menjadi macam-macam hidangan yang tidak kalah enak dari makanan berbahan daging. Menyadari hal tersebut, sejumlah pelaku bisnis, terutama mereka yang sudah lama menjual sayuran melalui aplikasi, menambah stok produk sehat dan segar untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah.

4. Layanan food delivery yang terus dioptimalkan

Selanjutnya, ada layanan antar pesan makanan atau food delivery yang menjadi pilihan konsumen yang ingin menikmati menu restoran. Jasa ini sebenarnya sudah mengalami peningkatan pemakaian berkat kerja sama antara pihak pengelola tempat makan dengan start-up transportasi online. Maka dari itu peralihan dengan pemakaian teknologi di industri tak terlalu sulit dilakukan.

Di sisi lain, pengelola tempat makan maupun start-up tetap perlu meningkatkan kualitas pelayanan mereka selama masa pandemi berlangsung. Misalnya dengan menerapkan protokol kesehatan pada pengemasan makanan maupun driver yang hendak mengantarkan pesanan. Buat juga fitur-fitur praktis pada aplikasi yang akan memudahkan pemesanan maupun transaksi.

5. Peningkatan penjualan dessert maupun comfort food lain

Memburuknya keadaan ekonomi akibat wabah COVID-19 tak dinyana membuat orang-orang lebih stres. Dampak tersebut secara tak langsung mengubah pilihan jenis makanan yang ingin disantap. Mereka cenderung memilih jenis makanan yang mampu menghibur diri seperti dessert atau comfort food yang mencakup snack, cokelat batangan, dan es krim.

Disitat dari Kantar, ada peningkatan penjualan es krim sebanyak 30% pada pekan awal Imlek 2020 dibandingkan tahun sebelumnya di Tiongkok. Makanan ringan pun mengalami hal yang sama dengan persentase mencapai 17%. Naiknya permintaan terhadap comfort food maupun dessert adalah peluang menjanjikan bagi pelaku industri kuliner yang ingin mempertahankan bisnisnya.

6. Jangan abaikan situasi, respons, dan kebutuhan konsumen

Perubahan drastis yang diakibatkan COVID-19 membuat orang-orang yang bergelut di industri kuliner untuk berinovasi. Kendati Anda harus berjuang, pastikan untuk tetap memantau situasi yang sedang dihadapi konsumen. Jangan sampai hasil kreasi yang sudah dikembangkan ternyata tak memenuhi kebutuhan mereka atau bukan solusi yang dicari.

Jika Anda belum menemukan ide yang pas, manfaatkan menu-menu yang masuk daftar best seller untuk memudahkan pekerjaan staf dapur. Aktifkan interaksi dengan konsumen di media sosial karena pemakaian platform tersebut ikut melonjak selama pandemi. Siapa tahu dari sana akan ada gagasan-gagasan potensial yang bisa diolah jadi menu baru.

7. Maksimalkan kebersihan produk dan tempat kerja

Kebersihan menjadi aspek utama yang harus diprioritaskan semua pihak, tak terkecuali pebisnis di industri kuliner. Karena konsumen semakin berhati-hati saat memesan, pengelola tempat makan harus mampu menjaga kepercayaan dengan memastikan setiap bahan baku atau makanan matang aman dari risiko penularan penyakit.

Mengikuti protokol kesehatan dari WHO adalah langkah mudah yang dapat dipraktikan. Bersihkan permukaan benda maupun ruangan tertentu dengan disinfektan untuk memutus perkembangan virus dan bakteri lain. Akan lebih bagus kalau pengelola melakukan pembersihan berkala menggunakan disinfektan untuk memperoleh hasil lebih maksimal.

Demikian tujuh tren dan perubahan dalam industri kuliner sepanjang fase new normal.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

Bagaimana Perusahaan Menerapkan New Normal untuk Menjaga Kesehatan Pegawai?

Meluasnya wabah Covid-19 membawa perubahan besar pada semua bidang dan sektor. Tidak sedikit pelaku bisnis dan profesional mengubah strategi hingga terpaksa menghentikan usahanya semenara.

Lantas, setelah pemerintah mengeluarkan new normal sebagai protokol terbaru dalam menjalankan aktivitas di tengah pandemi, sektor sosial-ekonomi perlahan bangkit. Kebijakan baru diberlakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus menggerakkan roda perekonomian yang sempat terpuruk. Lalu, bagaimana perusahaan beradaptasi dengan new normal tanpa membahayakan para pegawainya?

Langkah yang diambil perusahaan saat new normal

Memberikan pemahaman adalah langkah awal dan utama yang dianjurkan untuk perusahaan sebelum menerapkan new normal. Dimulai dengan informasi valid dan terkini seputar Covid-19 yang mencakup penyebaran virus, identifikasi gejala, hingga pencegahan yang bisa dilakukan untuk menekan penularan.

Kemudian, penerapan sistem untuk memantau dan melaporkan kasus Covid-19 akan membantu perusahaan dalam penanggulangan. Dalam hal ini, keberadaan teknologi akan menunjang dalam penyebaran informasi. Email, media sosial, dan aplikasi chatting adalah sejumlah platfom yang bisa dimanfaatkan mengingat kontak fisik berusaha untuk terus dikurangi.

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan perusahaan adalah pembentukan sebuah tim tanggap atau satuan tugas Covid-19. Tim tersebut harus terdiri atas pegawai-pegawai kompeten dan bertanggung jawab dalam situasi darurat. Begitu tim terbentuk, perusahaan dapat meneruskannya dengan mengimplementasikan kebijakan berikut untuk menjaga kesehatan pegawai:

  1. Menerapkan prosedur kesehatan

Langkah ini sudah menjadi standar yang wajib dilakukan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang menjalankan kegiatan di gedung bertingkat. Prosedur kesehatan untuk menghadapi Covid-19 pun sudah lama dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sejak jauh-jauh hari supaya dampak yang ditimbulkan tak semakin parah.

Perusahaan bisa menyesuaikan prosedur dari WHO sesuai aktivitas dan kebutuhan. Beberapa kebijakan kesehatan mencakup pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk gedung, wajib memakai masker, membersihkan tangan (dengan air dan sabun atau hand sanitizer), hingga pelarangan berkumpul atau berkerumun.

Physical distancing menjadi hal penting lainnya yang patut diikuti, yakni dengan menjaga jarak 1-2 meter dan memasuki ruangan secara bergantian.

  1. Rotasi pegawai atau kerja setengah hari

Dikenal dengan flexi work, rotasi atau shift pegawai adalah langkah yang sudah diambil sebagian perusahaan untuk mengurai kepadatan di kantor. Sistem rotasi dianjurkan untuk perusahaan yang memperkerjakan banyak pegawai, tetapi mempunyai ruang kerja terbatas.

Sebagai contoh, para pegawai dari divisi pemasaran masuk pada minggu pertama, lalu divisi teknologi masuk pada minggu berikutnya. Strategi lainnya yang bisa diambil perusahaan adalah menerapkan kerja setengah hari dengan meminta divisi yang mampu mencapai target untuk meneruskan tugasnya di rumah.

  1. Meneruskan program work from home

Mempertimbangkan risiko tinggi dan prospek yang mengabur, sejumlah perusahaan mengambil keputusan besar dengan penerapan work from home hinga akhir 2020. Salah satu contohnya adalah Twitter yang mengubah pola kerja akibat Covid-19. Perusahaan microblogging ini membebaskan para pegawai bekerja sampai waktu yang belum ditentukan. Lain cerita dengan Barclays dan Microsoft yang mengakhiri masa work from home pada Oktober 2020.

Work from home memang terdengar efektif, tetapi harus disesuaikan pula dengan tujuan serta strategi yang sudah disiapkan sebelumnya. Jika sebagian target sudah tercapai, perusahaan bisa mengaplikasikan work from home maksimal hingga akhir tahun, sementara yang kesulitan dapat mengambil opsi alternatif seperti pembatasan jam kerja dan flexi work.

  1. Menyediakan makanan sehat untuk pegawai

Perusahaan yang menyediakan kantin dapat menunjang kesehatan karyawan dengan mengganti menu. Sediakan makanan dan minuman yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Sabina Valentine selaku pakar nutrisi dari Universitas Alberta di Kanada mengungkapkan bahwa camilan sehat seperti potongan buah dan sayur termasuk yang direkomendasikan untuk dikonsumsi selama pandemi.

Konsumsi sayur dan buah yang kaya akan vitamin C serta vitamin A akan meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus stamina untuk beraktivitas sehari-hari. Dengan begitu, pegawai bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ingin dicapai.

  1. Mengelola pegawai dengan software

Pengurangan kontak fisik telah mendorong sejumlah perusahaan untuk menggunakan software khusus untuk mengelola kebutuhan pegawai. Misalnya memakai payroll untuk membayar gaji dan memberikan slip sebagai bentuk laporan. Beberapa software pun memungkinkan perusahaan untuk memantau daftar presensi dan absensi pegawai sampai jatah cutinya.

Selain praktis, pemakaian software secara tak langsung membatasi interaksi fiisk di antara pegawai. Mereka tak harus berhadapan langsung dengan HRD untuk mengurus gaji maupun cuti, karena data laporan akan dikirimkan lewat email.

Jangan lupa menjaga kesehatan mental para pegawai

Perubahan drastis yang terjadi akibat Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental pegawai. Tak sedikit orang yang semain stres hingga depresi karena tak sanggup menyesuaikan diri dengan perubahan. Maka dari itu, selain menjaga kondisi tubuh, perusahaan harus memastikan kesehatan mental pegawai dengan langkah-langkah berikut:

Kendalikan diri. Kontrol terhadap emosi dibutuhkan pegawai untuk bisa bekerja di tengah situasi yang tak terduga. Pastikan mereka mendapatkan jatah istirahat atau jeda yang cukup untuk membantu proses pengendalian;

Adaptasi dari pikiran. Menerima situasi adalah langkah dalam adaptasi yang sebaiknya dibenamkan para karyawan. Jika pikiran sudah stabil, tak akan sulit bagi mereka untuk bisa melanjutkan pekerjaan;

Sibuk yang produktif. Menyibukkan diri adalah langkah yang dianggap efektif untuk mengalihkan perhatian dari pandemi. Perusahaan pun sebaiknya menyiapkan kegiatan produktif agar hasilnya tak mengecewakan.

New Normal Berjalan, Ini Tips Menjaga Diri di Tempat Kerja dari Virus Corona

Setelah penerapan karantina mandiri (swakarantina) selama kurang lebih tiga bulan, pemerintah secara bertahap memperkenalkan new normal atau normal baru pada masyarakat. Gaya hidup ini hanya akan diterapkan sepanjang pandemi Covid-19 masih merebak dan sampai sekarang belum diketahui kapan akan berakhir.

Dalam new normal, masyarakat diizinkan menjalani rutinitas seperti biasa. Bedanya, ada protokol kesehatan yang wajib diikuti, termasuk pembatasan sosial yang diberlakukan masing-masing daerah. Dengan kata lain, Anda belum benar-benar bebas beraktivitas saat berada di luar ruangan. Di sisi lain menuruti aturan new normal akan membantu Anda dan orang-orang sekitar dari penyebaran virus.

New normal dan protokol yang diberlakukan

Apa Anda termasuk pegawai yang akan kembali ke perkantoran saat new normal berlangsung? Jika jawabannya ya, Anda diharapkan memahami dulu skenario yang disiapkan pemerintah tersebut.

New normal dirancang untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan dan sosial-ekonomi. Rencana implementasi new normal sendiri sudah diumumkan beberapa minggu lalu dengan studi epidemiologis sebagai bahan pertimbangan. Selain itu, new nornal tak akan serentak dilaksanakan di Indonesia mengingat setiap daerah mempunyai tingkat kesiapan berbeda yang terus dipantau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan daerah-daerah yang berhak mengaplikasikan new normal harus memenuhi R-naught di bawah 1 pada kawasan yang terpapar. Penurunan kurva, dukungan sarana serta prasarana, hingga SDM memadai adalah syarat-syarat lainnya yang wajib dipenuhi daerah yang bersangkutan.

Adapun protokol kesehatan yang harus dipatuhi seluruh lapisan masyarakat mencakup:

ï        Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah bepergian ke luar rumah atau menyentuh permukaan benda;

ï        Menahan diri untuk tak menyentuh area wajah, khususnya mulut, mata dan hidung. Apalagi kalau tangan maupun wajah sama-sama dalam keadaan kotor;

ï        Menerapkan etika bersin dan batuk di tempat publik dengan menutup hidung serta mulut memakai lengan atas bagian dalam. Tisu akan sangat membantu untuk menutupnya, lalu segera buang ke tempat sampah;

ï        Mengenakan masker saat bepergian meski hanya sementara. Perhatikan juga jenis masker yang dipakai, karena ada masker sekali pakai dan yang bisa dipakai berulang kali;

ï        Menjaga jarak dalam physical distancing minimal satu meter. Hindari pula tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan untuk mencegah kontak fisik;

ï        Mengisolasi diri secara sukarela apabila Anda merasa kurang enak badan atau sakit;

ï        Menjaga kesehatan tubuh dengan berjemur di bawah sinar matahari, rutin berolahraga, konsumsi makanan sehat, dan membersihkan diri.

Menjaga diri di tempat kantor saat new normal

Menyesuaikan diri di tempat kerja saat new normal memang terasa sulit di awal, sebab Anda belum bisa menjalankan kegiatan sebebas dulu. Namun, mengikuti aturan ini untuk sementara waktu akan menyelamatkan Anda dari peluang terjangkit Covid-19 sampai vaksin ditemukan. Lalu, apa saja cara-cara yang dapat dipraktikkan di kantor?

  • Mengatur jarak antar tempat duduk

Seperti yang disinggung, menjaga jarak menjadi salah satu poin dalam protokol new normal yang sebaiknya diperhatikan. Di perkantoran, para pegawai biasanya akan ditempatkan di satu ruangan sesuai divisi. Hal ini masih bisa dilakukan selama pandemi, tetapi dengan catatan adanya jarak yang dijaga antara satu tempat duduk dengan tempat duduk lainnya minimal satu meter.

Bukan hanya di dalam ruangan, physical distancing pun harus dilaksanakan di tempat ramai lain di kawasan perkantoran, misalnya saja kantin dan area parkir kendaraan.

  • Memakai alat makan masing-masing

Kantor umumnya menyediakan peralatan makan seperti piring, sendok, garpu, hingga gelas yang dapat dipakai bergantian oleh karyawan. Akan tetapi, pada masa pandemi seperti sekarang, Anda dianjurkan membawa alat makan sendiri dari rumah. Pasalnya membagi peralatan makan berisiko menularkan virus Corona.

Selain alat makan, barang-barang seperti sajadah, mukena, dan alas kaki sebaiknya tak digunakan bersama-sama sebagai pencegahan.

  • Menjaga jarak di tangga dan lift

Barangkali menjaga jarak di gedung bertingkat menjadi hal menantang. Pasalnya, perkantoran di kawasan ini selalu padat dan sibuk. Beberapa perusahaan pun mengakalinya dengan shift supaya volume lift maupun tangga berkurang hingga setengahnya. Upaya tersebut dibarengi pula dengan menjaga jarak saat masuk ke lift maupun menaiki anak tangga.

Ketika menggunakan lift, karyawan disarankan mengambil posisi saling membelakangi, sementara untuk pemakaian tangga diharapkan ada pembagian jalur agar tak saling berpapasan.

  • Membersihkan meja kerja secara berkala

Menjaga kebersihan selama pandemi harus diterapkan secara menyeluruh, termasuk pada meja kerja. Anda yang sering membiarkan meja berantakan harus mengubah kebiasaan saat new normal berlangsung. Mulailah dengan menata alat tulis, memilah barang yang sering digunakan, dan segera buang bungkus atau sampah ke tempatnya.

Jangan lupa untuk membersihkan permukaan meja, laptop, dan barang-barang lain memakai disinfektan yang disediakan kantor atau buatan sendiri.

  • Membawa masker dan hand sanitizer sendiri

Walau beberapa kantor sudah menyediakan masker dan hand sanitizer, ada baiknya Anda selalu membawa kedua benda tersebut dalam tas atau ransel. Langkah ini merupakan antisipasi apabila kantor kehabisan stok atau saat Anda harus bekerja di luar ruangan. Dengan begitu, kebersihan tubuh tetap terjaga selama beraktivitas.

Jangan lupa untuk mengganti masker secara berkala, lalu bersihkan wajah setelah memakainya sepulang Anda dari tempat kerja.

Demikian informasi seputar new normal dan penyesuaiannya di tempat kerja. Dengan informasi ini, Anda diharapkan lebih waspada dan mewawas diri selama beraktivitas di kantor. Sehingga peluang tertular bisa ditekan semaksimal mungkin.

terhindar dari coronavirus

Saat ini Bumi sedang tidak baik-baik saja, Seluruh dunia terpaksa harus tunduk akan Coronavirus. Namun bagi beberapa orang masih tidak mengerti akan bahaya dari coronavirus. Virus Corona dapat terinfeksi pada siapapun. Dan akan sangat mudah menyerang orang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah seperti anak bayi atau anak kecil  dan juga orang lanjut usia. Maka dari itu untuk kali kita akan memberikan ulasan mengenai Coronavirus dan 7 area yang harus diwaspadai agar terhindar dari coronavirus.

Dimulai dari apa itu Coronavirus ? Coronavirus adalah Keluarga besar dari virus yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan yang ringan hingga sedang. Penyakit ini hampir sama dengan penyakit Flu. Namun ada beberapa Virus corona yang dapat menimbulkan penyakit yang serius dan berbahaya yaitu :

  • Pneumonia
  • Middle East Respiratory Syndrome ( MERS-coV )
  • Severe Acute Respiratory Syndrome ( SARS –coV )

Penyebab infeksi Coronavirus adalah melalui virus corona dan dapat ditularkan melalui :

  • Tinja atau Feses 
  • Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi
  • Percikan air liur Pengidap dapat terjadi melalui bersin dan batuk
  • Dengan menyentuh mata, mulut dan hidung setelah memegang banyak barang yang terkena percikan air liur pengidap virus Corona.

Dan untuk saat ini kita sangat dianjurkan untuk tetap dirumah saja dan menghindari keramaian. Karena ini merupakan salah satu cara untuk memutuskan mata rantai dari virus corona. Dan juga salah satu langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona yang dapat mengancam jiwa. Meskipun ada beberapa hal yang membuat kita terpaksa untuk keluar rumah. Ada beberapa kondisi dan kegiatan yang harus dilakukan diluar rumah. 

Dan ada terdapat 7 area yang harus diwaspadai agar terhindar dari coronavirus yang membuat anda untuk lebih berhati-hati. Berikut adalah tempat-tempat perlu anda waspadai :

1. Kantor

Kantor adalah salah satu tempat berkumpulnya orang-orang yang sangat mudah terjadi penularan virus Corona. Maka saat berada dikantor sangat dianjurkan untuk memakai masker selama bekerja. kecuali anda hanya berada seorang saja di dalam ruangan maka anda bisa melepaskan masker. Kantor harus bersih dan juga perlu menerapkan pertukaran udara dan sterilisasi rutin. Dan ketika ada rapat maka sebaiknya ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Meja dan kursi perlu disinfeksi mulai dari meja, gagang pintu, dan juga lantai.

2. Lift

Anda juga perlu berhati-hati saat menggunakan lift. Anda harus mencegah penularan virus corona saat berada didalam lift. Selama berada didalam lift anda tetap harus menjaga jarak dari satu orang dengan orang lainnya. Pastikan anda menghindari kontak langsung dengan besi pegangannya dan juga tidak menekan tombol lift langsung dengan tangan tanpa perlindungan. Anda dapat menggunakan siku atau melapisi tangan dengan tisu maupun kain.

3. Tempat Makan

Ini adalah salah satu tempat berkumpulnya banyak orang maka tempat ini juga perlu diwaspadai akan tertularnya virus corona. Anda perlu memakai masker dan menjaga jarak. Anda dapat memilih tempat duduk dengan  ventilasi atau sirkulasi udara yang baik. 

4.Pusat perbelanjaan atau Mall

Salah satu tempat yang tidak pernah sepi dan selalu saja dipadati oleh para pengunjung. Maka tak heran selama pandemi virus corona mall terpaksa untuk ditutup agar menghindari berkumpulnya masyarakat dalam suatu tempat. Dan dapat membahayakan banyak orang. Saat berbelanja maka anda perlu menjaga jaga aman dan jarak. Pastikan anda menggunakan masker dan menjaga kebersihan.

5. Rumah sakit

Dan ini adalah salah satu tempat yang sangat harus anda waspadai maka hindarilah tempat ini jika memang bukan dalam keadaan yang darurat. Selama berada di rumah sakit pastikan selalu menggunakan masker. Anda juga perlu menjaga kebersihan tangan dengan tidak menyentuh benda-benda di rumah sakit dengan tangan telanjang. Jangan lupa untuk mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah.

6. Transportasi Umum

Transportasi umum juga merupakan tempat yang rentan untuk terjadinya penularan virus corona. Berada di dalam angkutan umum seperti MRT, Angkot, bus kereta api dan juga beberapa transportasi umum lainnya. Maka kita akan bertemu banyak orang dan akan sangat berbahaya jika bersentuhan. Anda perlu membatasi bepergian ke luar rumah apalagi jika harus menggunakan angkutan umum.

7. Sekolah / Universitas

Dan tempat yang terakhir yang perlu untuk anda waspadai adalah sekolah maupun Universitas. Ini adalah tempat berkumpulnya orang banyak dan tentunya akan berbahaya jika dalam keadaan seperti saat ini. Pemerintah mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah dan proses mengajar ditiadakan.  Ini adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya penyebaran Virus Corona. 

Dan untuk anda yang sampai saat ini masih sangat sering melakukan aktivitas diluar rumah maka perlu hati hati dan mewaspadai  7 area yang harus diwaspadai agar terhindar dari coronavirus. Dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah virus corona. Maka sebisa mungkin untuk menghindari tempat tempat yang ramai dikunjungi banyak orang. Dan sering-seringlah untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air selama 20 detik. Hindari untuk tidak menyentuh hewan atau unggas liar. Dan hal yang mungkin sangat sering anda lakukan menyentuh bagian wajah, maka anda perlu menghindari hal tersebut.

Pastikan anda menyentuh bagian wajah saat tangan anda dalam keadaan bersih dan tidak kotor.  Gunakan masker dan juga jangan lupa untuk menutup hidung dan mulut saat bersin dan batuk.

Anda dapat menggunakan tisu ataupun kain. Cara untuk mencegah penyebaran virus corona agar tidak semakin menyebar adalah dengan cara melakukan Social Distancing atau menjaga jarak. Dan harapan kita semua agar Virus Corona cepat menghilang dari dunia ini. Dan Bumi kembali membaik seperti semua. 

Anda juga dapat menggunakan disinfektan khusus untuk mensterilkan ruangan kerja dan rumah Anda.

manfaat sarung tangan steril

Penggunaan sarung tangan pelindung dalam pekerjaan tentu sudah bukan menjadi hal yang asing lagi bukan? hal ini tidak lain karena fungsi dari sarung tangan itu sendiri. Ada dua jenis sarung tangan yang digunakan dalam dunia industri yakni sarung tangan steril dan non steril. Sarung tangan steril lebih banyak dipilih karena manfaatnya yang cukup banyak. Lantas apa manfaat sarung tangan steril bagi pelaku industri?

Apa itu sarung tangan steril? 

Sebelum anda mengetahui apa sajakah manfaat dari sarung tangan steril tersebut, anda wajib untuk mengetahui pengertiannya. Nah, sarung tangan steril ini sendiri adalah sebuah sarung tangan atau hand gloves yang mendapatkan perlakuan khusus. Dimana akan mendapatkan sterilisasi terlebih dahulu dengan akan membuat sarung tangan menjadi steril dalam jangka waktu tertentu. 

Adapun tujuan dari proses sterilisasi tersebut adalah berguna agar mikroorganisme berbahaya yang terdapat pada sarung tangan bisa mati dan tidak berpindah ke tubuh manusia. Untuk proses sterilisasi dengan menggunakan metode pemanasan sangat tidak dianjurkan karena akan membuat sarung tangan menjadi rusak.  Teknologi dengan gas ethylene oxide dan electrone beam digunakan untuk melakukan sterilisasi sarung tangan yang satu ini. 

Sarung tangan steril untuk pelaku industri 

Saat ini penggunaan sarung tangan steril ternyata tidak hanya digunakan dalam dunia medis saja, tetapi juga di dalam dunia industri. Sarung tangan yang hanya digunakan sekali ini memang sudah banyak digunakan untuk memberikan perlindungan kepada para pelaku industry sebagai salah satu sistem keamanan. 

Sarung tangan jenis steril ini sudah banyak digunakan dalam dunia industri kesehatan, farmasi, makanan dan minuman hingga elektronik. Untuk mengetahui apa saja manfaat sarung tangan steril bagi pelaku industri, maka anda wajib untuk menyimak ulasan yang ada di bawah ini. 

1. Sebagai alat pelindung saat bekerja 

Manfaat pertama yang dihadirkan oleh sarung tangan steril ini dalam dunia industri adalah digunakan sebagai alat pelindung saat bekerja. Dimana pekerjaan bisa mengakibatkan resiko untuk terkena cedera pada tangan. 

2. Untuk mencegah mikroorganisme berbahaya 

Tidak adanya itu saja, keberadaan sarung tangan steril ini pun ternyata juga bisa menjadi solusi untuk mencegah mikroorganisme berbahaya yang menempel pada benda ataupun makanan yang diproduksi. Mikroorganisme berbahaya yang tidak segera dihilangkan akan sangat berbahaya untuk tubuh kita. 

3. Untuk melindungi tangan dari pekerjaan yang berhubungan dengan zat kimia 

Manfaat sarung tangan steril bagi pelaku industri yang berikutnya adalah digunakan untuk melindungi tangan anda dari pekerjaan yang berhubungan dengan zat kimia berbahaya di dalam sebuah laboratorium. Untuk jenis sarung tangan steril yang satu ini biasanya terbuat dari bahan latex, vinyl dan PVC. 

Seperti yang sudah kita ketahui zat berbahaya didalam sebuah laboratorium memang bisa mengakibatkan cedera pada tangan anda apabila anda tidak berhati-hati dalam bekerja. 

4. Untuk menjaga kualitas dari produk industri 

Manfaat terakhir yang dihadirkan oleh sarung tangan steril adalah digunakan untuk menjaga kualitas dari produk industri dari sebuah perusahaan. Seperti yang telah kita ketahui, kualitas memang menjadi salah satu bahan pertimbangan  bukan? salah satu cara untuk menjaga kualitas tersebut adalah penggunaan sarung tangan steril ini. 

Macam-macam bahan sarung tangan steril

Ada beberapa bahan yang biasanya digunakan untuk pembuatan sarung tangan steril tersebut. diantaranya adalah sebagai berikut ini. 

Sarung tangan latex

Jenis sarung tangan yang satu ini paling banyak digunakan oleh masyarakat. Untuk jenis sarung tangan yang satu ini terbuat dari karet latex dimana menggunakan bahan alami sehingga kualitas yang dimiliki tidak perlu anda ragukan lagi. Sarung tangan jenis ini banyak digunakan dalam dunia industri maupun medis. 

Hal ini tidak lain karena jenis sarung tangan ini mempunyai lapisan yang cukup kuat, solid, anti selip hingga flexible. Sarung tangan jenis ini merupakan sarung tangan berkualitas yang bisa anda pilih. 

Sarung tangan Vinyl 

Adapun bahan lainnya yang biasanya digunakan untuk membuat sarung tangan steril adalah sarung tangan bahan vinyl ini. jenis sarung tangan yang satu ini biasanya digunakan dalam dunia industri makanan maupun rumah tangga. Dibandingkan dengan sarung tangan sebelumnya, jenis sarung tangan yang satu ini memang lebih terjangkau. 

Sarung tangan nitrile 

Jenis sarung tangan yang satu ini terbuat dari karet sintetis. Biasanya jenis sarung tangan ini bisa menjadi alternatif terbaik apabila anda mempunyai alergi dengan jenis sarung tangan sebelumnya. Sarung ini sangat cocok digunakan dalam dunia medis karena anti terhadap kebocoran. 

Tips memilih sarung tangan steril untuk industri 

Pastikan memilih bahan yang berkualitas 

Tips pertama yang akan membantu anda untuk menemukan sarung tangan yang berkualitas adalah pastikan apabila anda memilih bahan yang berkualitas dan sesuaikan dengan industri yang anda miliki 

Ukuran sarung tangan yang pas dengan tangan

Agar memberikan kenyamanan bagi para pelaku industri, pastikan juga apabila sarung tangan tersebut mempunyai ukuran yang pas dengan tangan anda. hal ini sangat penting untuk menghindari selip saat menggunakan sarung tangan. 

Pilih sarung tangan yang menutupi pergelangan tangan juga

Terakhir, anda juga bisa mempertimbangkan sarung tangan yang menutupi pergelangan tangan yang anda miliki tersebut. Hal ini sangat penting agar anda bisa memperoleh perlindungan secara maksimal. 

Penggunaan sarung tangan steril dalam dunia industri memang sudah bukan menjadi hal yang asing lagi bukan? Demikian manfaat sarung tangan steril  bagi pelaku industri yang wajib diketahui. 

Simak Cara RMI Membantu Mengatasi Virus Corona

cara mensterilkan ruangan

Cara-cara mensterilkan ruangan dari virus perlu untuk diterapkan dimanapun agar bisa mencegah terjadinya penyebaran virus. Saat ini, salah satu virus yang ditakuti diseluruh dunia adalah virus corona. Penyebaran virus seperti virus corona ternyata bisa dicegah dengan menjaga kesterilan ruangan, diri, dan lingkungan.

Pentingnya Menjaga Ruangan Agar Selalu Steril

Ruangan pastinya ada dibangunan manapun, termasuk didalam rumah. Tentunya, kebersihan serta kesterilan ruangan perlu untuk dijaga untuk mengupayakan pencegahan adanya virus berbahaya didalam rumah. Sebagai lingkungan dimana kita selalu menghabiskan banyak waktu, tentunya cara mensterilkan ruangan dari virus pada rumah sangat penting untuk diterapkan.

Jika ruangan tidak disterilkan, maka bisa berpotensi menjadi tempat yang baik untuk virus berkembang. Tentunya hal ini tidak diinginkan mengingat akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan orang-orang disekitar. Frekuensi sterilisasi perlu ditingkatkan mengingat saat ini sedang terjadi lonjakan penyebaran virus corona.

Bagaimana Mencegah Penyebaran Virus?

Penyebaran virus terutama virus corona saat ini menjadi hal yang sangat dikhawatirkan oleh warga dunia. Tak hanya di Indonesia, berbagai negara lainnya pun sedang berjuang untuk melawan virus ini. Namun, tindakan pencegahan bisa dilakukan untuk menekan penyebaran virus sehingga Anda tidak perlu merasa panik berlebihan.

Salah satu tindakan utama yang ampuh mencegah penyebaran virus adalah dengan melakukan dekontaminasi dengan rutin melakukan sterilisasi pada berbagai ruangan dan barang-barang. Ruangan, kamar mandi, barang-barang, gagang pintu, wastafel, dan lain sebagainya merupakan hal yang perlu untuk disterilkan. Tentunya sterilisasi ini harus dibarengi dengan penggunaan masker dan rutin mencuci tangan untuk mencegah semakin banyak penyebaran virus.

Berbagai Cara Mensterilkan Ruangan Dari Virus

1.Ruang Tamu

Ruang tamu bisa menjadi salah satu tempat yang berpotensi untuk menjadi tempat berkembangnya virus. Hal ini dikarenakan ruang tamu merupakan tempat untuk menerima tamu darimanapun dan kapanpun. Tentu kita tidak mengetahui apakah tamu tersebut dalam kondisi sehat atau tidak. Oleh sebab itu, ruang tamu perlu untuk disterilkan.

Cara mensterilkan ruangan dari virus bisa dimulai dari menyemprotkan cairan disinfektan pada meja, kursi, dan benda-benda lain yang terdapat disana. Selain itu, lantai pun perlu rutin untuk dipel dengan dan akan lebih baik jika menggunakan cairan pembersih yang mempunyai sifat antibakteri.

2. Kamar Tidur dan Kamar Anak

Kamar tidur merupakan salah satu ruangan yang wajib untuk disterilkan karena bisa menjadi tempat bagi berkembangnya virus. Terlebih jika kamar tersebut ditempati oleh orang yang sedang sakit. Kamar anak pun sangat penting untuk dijaga kesterilannya karena anak-anak rawan terkena virus.

Rutin mencuci seprai dan direndam terlebih dahulu pada perendam yang mengandung anti bakteri bisa membantu mengurangi penyebaran virus. Selain itu, berbagai benda-benda yang ada di dalam kamar pun perlu untuk disemprot dengan menggunakan disinfektan. Pastikan juga Anda tidak menggantung pakaian kotor di kamar, langsung cuci untuk menghindari virus.

3. Kamar Mandi

Kamar mandi menjadi tempat yang rawan untuk penyebaran virus karena kondisi lingkungan yang lembab dan terkadang kurang bersih sangat disukai virus untuk tumbuh dan berkembang. Bagian-bagian penting yang perlu menggunakan disinfektan adalah wastafel, kran, shower, bathtub, toilet, dan berbagai benda lain yang terdapat didalam kamar mandi. Biasakan juga untuk tidak menumpuk pakaian kotor di kamar mandi dan langsung mencucinya untuk mencegah penyebaran virus.

4. Dapur

Dapur merupakan ruangan yang digunakan untuk mempersiapkan berbagai makanan yang nantinya akan disantap. Oleh sebab itu, selain orang yang menyiapkan makanan harus dalam kondisi yang sehat dan steril, kondisi dapur pun harus dijaga untuk dibuat sangat steril. Anda bisa memanfaatkan cairan disinfektan yang bersifat food grade untuk bisa membersihkan dapur beserta alat-alat dapur.

5. Ruang Makan

Pada ruangan ini tentunya merupakan tempat dimana Anda dan sekeluarga menyantap makanan. Virus bisa saja menempel pada makanan dan masuk kedalam tubuh apabila kondisi ruang makan tidak steril. Semprotkan cairan disinfektan pada meja makan untuk mencegah penyebarannya. Selain itu, Anda juga perlu menjaga kebersihan alat-alat makan yang digunakan.

Bagaimana Mengetahui Disinfektan yang Baik Untuk Sterilisasi Ruangan?

Disinfektan merupakan agen antimikroba yang biasanya dibuat dari cairan kimia untuk membunuh virus. Prinsip kerja disinfektan adalah dengan menghancurkan dinding sel virus dan membuat metabolismenya terganggu sehingga penyebaran virus bisa dicegah dengan penggunaannya.  Penggunaan disinfektan bisa dimanfaatkan untuk sterilisasi ruangan.

Untuk mengetahui disinfektan mana yang baik untuk sterilisasi ruangan tentunya disinfektan tersebut haruslah mempunyai kemampuan untuk membunuh virus dengan baik. Ada berbagai jenis bahan yang digunakan dalam bahan baku disinfektan, misalnya alkohol.

Alkohol merupakan salah satu disinfektan yang ampuh dalam membunuh virus. Namun tentunya, haruslah diolah langsung oleh perusahaan yang secara khusus memproduksi disinfektan agar kualitasnya terjamin. Untuk ruangan yang terdapat banyak alat makan, pastikan gunakan disinfektan food grade.

Hal yang Perlu Dilakukan Selain Sterilisasi Ruangan Untuk Terhindar Dari Virus

Selain ruangan yang perlu disterilisasi, Anda juga harus berada dalam kondisi steril. Misalnya saja menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Disarankan untuk lebih sering mandi, mencuci tangan dengan air dan sabun anti bakteri (jika tidak ada bisa menggunakan hand sanitizer), menggunakan masker, serta menerapkan pola hidup yang sehat untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik. Cara mensterilkan ruangan dari virus yang sudah disebutkan diatas bisa Anda coba untuk mengurangi penyebaran virus di lingkungan tempat Anda tinggal. 

Simak Produk Disinfektan RMI Disini

manfaat disinfektan

Manfaat disinfektan adalah hal yang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat karena ditengah pandemi virus corona saat ini, disinfektan menjadi salah satu tips untuk mencegah penularan.

Apa Itu Covid – 19?

Wabah corona virus tengah melanda seluruh dunia. Hampir semua negara berjibaku melawan keganasan virus ini. Banyak orang dan bahkan tenaga medis meninggal akibat virus mematikan yang satu ini. Lalu sebenarnya apa itu corona atau yang dikenal dengan Covid – 19 ini?

Corona virus atau Covid – 19 merupakan virus yang pada dasarnya menyerang saluran pernapasan. Virus ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China. Dan secara bertahap, virus ini mulai meluas ke berbagai negara di seluruh dunia. Banyak negara yang berduka karena kehilangan banyak warganya akibat pandemi ini.

Banyaknya korban berjatuhan membuat dunia memutar otak untuk segera menemukan solusi untuk memutus mata rantai Covid – 19 ini. Namun disinfektan merupakan salah satu cara yang kini banyak digunakan untuk mengatasi corona virus. Disinfektan bermanfaat untuk membunuh kuman, virus dan bakteri yang menempel pada benda – benda mati seperti lantai, gagang pintu, kursi, meja, alat transportasi dan lain sebagainya.

Cara Penularan Covid – 19

Penularan corona virus memang masih sulit dihentikan. Hal ini dilihat dengan masih bertambahnya jumlah pasien yang terbukti positif Covid – 19. Lalu sebenarnya apa sajakah yang menjadi faktor terjadinya penularan virus corona ini?

  • Droplet

Sebenarnya secara garis besarnya penularan virus corona ada dua macam. Yang pertama adalah melalui droplet. Ketika anda terkena droplet dari orang yang terpapar  Covid – 19 baik melalui bersin, berbicara maupun batuk maka resiko tertular sangat tinggi. Terlebih jika anda berjarak sangat dekat dengan orang tersebut serta tidak menggunakan masker.

  • Menyentuh Wajah, Mata dan Mulut

Kadangkala kita seringkali reflek memegang wajah terutama mata, hidung dan mulut. Hal ini perlu dihindari karena kita tidak pernah tahu bakteri, kuman dan virus apa saja yang menempel pada tangan kita setelah memegang berbagai macam barang. Disarankan sebelum memegang area wajah, pastikan tangan dalam keadaan bersih.

Kedua faktor diatas diduga kuat menjadi cara termudah terhadap penularan Covid – 19.

Siapa yang Berisiko Tertular Covid – 19?

Semua orang saat ini tentu khawatir dan merasa takut jika tertular virus Covid – 19 mengingat banyaknya orang yang meninggal akibat virus ini. Namun sebenarnya siapa sajakah yang lebih berpotensi tertular Covid – 19 ini?

  • Bepergian Di Wilayah Terjangkit

Saat ini di Indonesia dan bahan di seluruh dunia sudah memiliki zona – zona daerah terjangkit. Hal ini menjadi peringatan kuat bahwa masyarakat dilarang memasuki wilayah terjangkit untuk mencegah terjadinya penularan. Seseorang yang secara sengaja atau tidak sengaja berkunjung atau bepergian ke wilayah terjangkit biasanya harus melalui proses isolasi mandiri serta melakukan serangkaian tes untuk memastikan kondisinya.

Biasanya isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari. Kemudian jika diperlukan, diminta untuk melakukan rapid test maupun swab untuk mengetahui orang tersebut terpapar virus Corona atau tidak. 

  • Sistem Imun Rendah

Sebenarnya larangan untuk bepergian sangatlah tepat. Hal ini karena penularan virus Corona bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja. Seseorang bisa saja terpapar virus Covid – 19 tanpa mengalami gejala apapun atau disebut dengan OTG (Orang Tanpa Gejala).

Ada pula yang terpapar namun tak mengalami masalah kesehatan apapun karena sistem imunnya bagus. Namun, jika sistem imun sedang turun, maka resiko tertular jelas akan semakin besar. Sehingga sangat disarankan menghindari kunjungan di daerah terjangkit serta jangan bepergian jika memang tidak penting.

  • Pola Hidup yang Buruk

Sistem imun yang rendah menjadi faktor yang berperan seseorang mudah tertular virus Covid – 19. Biasanya orang yang memiliki pola hidup yang buruk, daya tahan tubuhnya cenderung lemah.

Hal ini menandakan bahwa sebisa mungkin anda diwajibkan untuk menghindari beberapa faktor pemicu diatas agar tidak termasuk kedalam orang yang beresiko tertular virus Corona.

Dampak Covid – 19 Bagi Kesehatan

Alasan mengapa masyarakat diwajibkan waspada dan selalu menjaga pola hidup sehat karena virus Covid – 19 ini mampu menyerang saluran pernapasan dan bahkan mengancam jiwa si penderita. Untuk itu informasi mengenai manfaat disinfektan dalam mencegah penularan Coronavirus ini juga perlu diketahui sebagai salah satu penunjang untuk mencegah agar tidak mudah tertular virus Corona.

Cara Mencegah Covid – 19

Banyak orang berlomba – lomba menerapkan berbagai cara untuk mencegah penularan Covid – 19. Lalu bagaimanakah pencegahan yang tepat untuk mengatasi virus Corona ini?

Pola Hidup sehat

Menjaga pola hidup sehat sangatlah penting agar tubuh selalu fit dan sehat sehingga tak mudah sakit dan rentan terkena penyakit akibat kuman, bakteri maupun virus. Pola hidup sehat bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu :

  • Menjaga pola hidup bersih, terutama tajin cuci tangan menggunakan air mengalir dan juga sabun.
  • Menggunakan hand sanitizer jika tidak ada air.
  • Mengenakan masker ketika bepergian.
  • Menerapkan jaga jarak.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari stress.
  • Sempatkan berolahraga.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi.
  • Mengkonsumsi vitamin.

Beberapa cara di atas mampu membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima sehingga badan tak akan mudah drop dan mudah terserang virus Corona.

Penggunaan Disinfektan

Disinfektan dipercaya mampu membunuh virus yang menempel pada benda – benda mati. Sehingga penyemprotan disinfektan ini digalakkan oleh pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid – 19. 

Biasanya penyemprotan disinfektan dilakukan ditempat – tempat umum serta alat transportasi umum yang memungkinkan banyak digunakan dan dikunjungi banyak orang. Namun tak masalah juga jika disinfektan ini diterapkan pada rumah – rumah. Namun yang perlu diingat adalah bahwa disinfektan ini berguna untuk benda – benda mati saja dan justru akan berbahaya jika disemprotkan pada tubuh manusia maupun hewan.

Gunakan Disinfektan Berkualitas Untuk Mengatasi Coronavirus