cara bersihkan pesawat

Pandemi virus corona telah sedikit banyak mengubah tatanan yang ada selama ini, terutama dalam hal menjaga kebersihan dan kesehatan agar tidak terinfeksi virus tersebut. Banyak tempat kerja, sekolah, maupun fasilitas publik yang menerapkan protokol kesehatan dan kebersihan ketat agar penyebaran virus corona di lingkungan dapat dicegah. Tidak terkecuali di industri penerbangan, pesawat-pesawat dijaga kebersihannya dengan baik dan ketat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penularan virus di dalam kabin.

Beberapa maskapai penerbangan bahkan menerapkan berbagai tindakan pencegahan untuk melindungi penumpang mereka dari penyebaran Covid-19 ini. Salah satunya maskapai penerbangan Qantas. Berbagai langkah keamanan diluncurkan maskapai ini, seperti check-in tanpa melakukan kontak, adanya masker opsional, adanya hand sanitizer di gerbang keberangkatan serta tisu pembersih dalam pesawat.

Pandemi Covid-19 ini juga memaksa perusahaan-perusahaan penerbangan untuk benar-benar memperhatikan bagaimana praktik kebersihan mereka, terutama di dalam kabin pesawat. Hal itu karena kabin pesawat dapat dikatakan sebagai sarang kuman, bahkan sebelum ada virus corona. Namun, untungnya saat ini ada beberapa cara merawat kebersihan pesawat yang sederhana dan dapat terus ditingkatkan. Nah, berikut adalah pembahasannya.

Cara-Cara Merawat Kebersihan Pesawat Sederhana

  1. Melakukan Tindakan Pencegahan yang Logis

Cara menjaga kesehatan pesawat yang pertama adalah memasang tempat sampah yang mempunyai kemampuan untuk menghancurkan, mencuci hama serta membuat handuk-handuk kertas dengan penghisapan seperti yang digunakan dalam toilet. Selain itu, tempat sampah-tempah sampah yang ada di dalam pesawat harusnya bisa beroperasi dengan pedal agar kontaminasi melalui tangan dapat dicegah. Lalu sebaiknya pilot tidak berbagai kamar mandi dengan penumpang untuk menghindari pilot tersebut terinfeksi Covid-19 dari penumpang yang sudah terinfeksi sehingga hal-hal yang tidak diinginkan juga dapat dicegah.

  1. Kebersihan Makanan dan Dapur

Area dapur di pesawat sebaiknya terletak sejauh mungkin dari toilet. Lalu toilet antara perempuan dan laki-laki haruslah terpisah karena adanya perbedaan cara penggunaan toilet antara perempuan dan laki-laki. Kemudian ruang ganti dan toilet anak juga sebaiknya terpisah. Sementara untuk troli makanan haruslah ditutup dengan plastik yang steril selama layanan karena digunakan dengan dengan para penumpang yang duduk dan mungkin saja sudah terinfeksi. Troli juga tidak boleh untuk ditempatkan di dekat toilet untuk menghindari misal serbet menyentuh pintu toilet. Selain itu, selimut harus tidak boleh untuk digunakan apabila sudah terbuka pembungkusnya serta bantal harus mempunyai tas steril sendiri-sendiri.

  1. Memperhatikan Barang Bawaan

Sebagai penumpang sebaiknya, Anda berusahaa menghindari meletakkan tas di kursi ketika menjangkau bagasi yang atas. Hal itu karena ada kemungkinan jika Anda meletakkan di tempat yang sudah terkontaminasi dengan virus corona sebelum memasuki pesawat. Selain itu, berhati-hati ketika menggunakan saku kursi di depan karena mungkin saja sudah digunakan menempatkan barang-barang yang kotor sebelumnya. Kartu keselamatan yang ada di dalam kartu kursi pun haruslah sekali pakai dan diganti pada setiap penerbangan.

Itulah beberapa cara merawat kebersihan pesawat sederhana untuk mencegah penularan Covid-19 terutama di dalam kabin. Dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan menjaga kebersihan pesawat secara baik, penumpang pesawat serta kru pesawat paling tidak dapat terjamin kesehatannya selama perjalanan bersama dengan maskapai hingga ketika sudah turun. Selain itu, pesawat tetap dapat beroperasi dengan sebagaimana mestinya, karena hal-hal yang tidak diinginkan dapat terhindar dengan adanya berbagai langkah pencegahan yang dilakukan.

Tidak hanya memperhatikan kebersihan pesawat terutama di kabin, perusahaan penerbangan nyatanya juga harus memperhatikan perawatan pesawat yang tidak terbang atau dikandangkan di hangar. Seperti yang diketahui bahwa pandemi virus corona ini sudah memaksa banyak penerbangan di seluruh dunia terpangkas, serta pesawat-pesawat komersil akhirnya harus terparkir selama beberapa lama di hangar. Padahal saat penyebaran Covid-19 ini nantinya berkurang dan usai, pesawat-pesawat yang terpaksa tidak digunakan tersebut harus kembali beroperasi dan menghias langit. Maka dari itu, dibutuhkan perawatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa cara perawatan pesawat yang bisa dilakukan menurut pakar Aerospace Honeywell.

Cara-Cara Merawat Selama Pandemi Covid-19

  1. Memanaskan Mesin Pesawat

Menyalakan mesin pesawat yang tidak digunakan sementara setidaknya sekali dalam 30 hari dan membiarkan oli mesin dapat memanaskan suhu hingga 15 menit adalah hal penting. Hal itu karena menurut pakar, meninggalkan pesawat untuk terlalu lama bisa saja melanggar ketentuan jaminan serta perlindungan asuransi.

  1. Membersihkan Interior

Kebersihan adalah hal atau faktor penting baik bagi awak kabin, pilot hingga penumpang. Jika biasanya mencuci kursi pesawat dan karpet adalah hal yang sulit untuk menemukan waktunya, maka di masa pandemi ini bisa menjadi salah satu kesempatan. Apalagi selama penyebaran virus corona ini, kebersihan benar-benar harus dijaga dan diterapkan sebaik mungkin untuk mencegah penularan. Kursi dan karpet bisa dibersihkan dengan disinfektan dengan mendalam. Tidak hanya itu, kokpit juga harus dibersihkan secara rutin karena banyak terkontaminasi kotoran dari tangan. Sementara setelah dibersihkan, sebaiknya pesawat ditutup kembali dengan benar.

  1. Melakukan Pemeliharaan Secara Berkala

Saat pesawat tidak terbang pun bagi pesawat pribadi maupun bisnis juga sangat diperlukan untuk dilakukan pemeliharaan. Hal itu karena dengan memanfaatkan kondisi sekarang ini dengan merencanakan secara bijak dan memastikan pesawat selalu siap dan aman dapat meningkatkan kinerja serta nilai jual armada pesawat.

Demikian pembahasan mengenai cara merawat kebersihan pesawat serta cara perawatan pesawat selama tidak digunakan karena pandemi ini. Adanya panduan kesehatan dan kebersihan bagi masyarakat yang akan naik pesawat tentu sangat penting untuk mencegah penularan terjadi di dalam pesawat dan selama perjalanan.

cara bersihkan peralatan dengan disinfektan

Bagaimana cara efektif bersihkan peralatan dengan disinfektan? Virus Covid 19 sekarang ini telah menginfeksi sebanyak 192 negara yang ada dunia. Dimana para ilmuwan dan para ahli pun tetap berusaha untuk meneliti semua hal terkait virus Corona ini. Di samping meneliti vaksin sebagai anti virusnya, ilmuwan dan para ahli pun ikut meneliti disinfektan untuk membasmi virus.

Menurut para ahli sendiri, ada beberapa metode untuk membasmi virus Corona secara efektif. Dimana langkah-langkah ini mungkin dapat dilakukan dalam rangka pencegahan paparan virus Covid 19 di dalam rumah.

Ini Cara Efektif Bersihkan Peralatan Dengan Disinfektan

Menurut para ahli, aturan paling penting dalam membersihkan rumah dengan disinfektan ialah jangan langsung terburu-buru membersihkan disinfektan sesudah digunakan, biarkan cukup lama sampai virus dibasmi oleh disinfektan terlebih dahulu. Berikut beberapa hal terkait penggunaan disinfektan untuk membersihkan rumah :

  1. Barang yang Rutin Dibersihkan

Berdasarkan Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit Amerika Serikat merekomendasikan penggunaan disinfektan setiap hari di permukaan benda tertentu yang rentan dan sering disentuh banyak orang, mulai dari saklar lampu, gagang pintu, meja, telepon, meja dapur, keran, toilet, wastafel dan keyboard. Sebelum disinfekti, sebaiknya bersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun atau deterjen dan air di bagian permukaan yang tampak kotor.

Apabila di rumah Anda ada anggota keluarga yang mempunyai gejala flu, sebaiknya segera mendisinfeksi rumah dengan rutin, sebab virus Corona terbukti dapat bertahan hingga 16 jam dalam material plastik.

Pastikan untuk tidak memakai produk pembersih berbeda dengan bersamaan. Ada beberapa zat kimia rumah tangga yang apabila dicampur bisa menciptakan gas beracun dan berbahaya.

Jika memakai pemutih, sebaiknya aplikasikan ¼ cangkir dalam 1 galon air, namun pastikan untuk tetap mengikuti petunjuk dalam label produk. Sebaiknya encerkan pemutih sesuai dengan kebutuhan dan pakai selama kurun waktu 1 hari atau 24 jam, jika lebih maka kekuatan disinfeksinya bisa berkurang.

  1. Bersihkan Mainan Dengan Mencelupkannya Dalam Cairan Disinfektan

Barang barang seperti mainan dari plastik yang sifatnya tidak keropos, bisa dicelupkan ke cairan pemutih dalam waktu 30 detik saja. Sementara pada permukaan peralatan rumah tangga tertentu yang tak akan rusak terkena pemutih, maka harus didiamkan dan diberikan pemutih paling tidak dalam waktu 10 menit.

Cairan pemutih biasanya bersifat keras dan mengiritasi kulit, karenanya jangan pakai pemutih sebagai pengganti hand sanitizer atau sabun pencuci tangan. Alkohol sendiri mempunyai banyak jenis, salah satunya jenis rubbing alcohol, bersifat bisa membunuh kuman.

Caranya cairkan alkohol ke dalam air namun pastikan agar konsentrasi alkohol tetap terjaga 70% untuk memenuhi persyaratan bisa membunuh virus.

  1. Diamkan Alkohol Pada Permukaan Selama 30 detik

Alkohol kadar 70% wajib didiamkan di dalam permukaan hingga 30 detik, tidak terkecuali pada permukaan ponsel untuk bisa membunuh virus. Kadar alkohol murni yang 100% biasanya akan menguap dengan sangat cepat bila didiamkan di permukaan yang terbuka.

Berbeda dengan larutan pemutih, biasanya larutan alkohol tetap manjur asalkan masih tertutup dan tersegel dengan baik. Namun larutan alkohol 70% ini jika dicampur air akan bersifat keras serta tidak boleh dipakai sebagai pengganti pembersih atau pencuci tangan.

Selain itu, bisa juga memakai formula H2O2 atau hydrogen peroksida yang biasanya dijual dengan konsentrasi 3%. Caranya cukup encerkan dengan konsentrasi 0,5% supaya lebih efektif membasmi virus. Kemudian biarkan dalam permukaan selama 1 menit sebelum dilakukan penggelapan. Tea tree oil dan cuka sebagai bahan kimia alami tidak dianjurkan memerangi virus corona.

  1. Semprotkan Disinfektan Pada Perlengkapan Kerja

Sejumlah perusahaan telah menerapkan kebijakan untuk work from home guna mengurangi penyebaran covid 19. JIka Anda bekerja dari rumah, maka tentunya akan membawa beberapa perlengkapan kantor. Seperti mouse, laptop, kabel, mouse pad,  printer maupun perlengkapan kerja lainnya yang sangat penting digunakan untuk bekerja.

Namun sebelum memakainya, pastikan jika peralatan tersebut sudah dalam kondisi bersih dengan membersihkannya memakai disinfektan.

Adapun cara membersihkan perlengkapan kerja dengan disinfektan, ialah sebagai berikut :

  • Laptop

Anda bisa membalikkan laptop untuk menghilangkan kotoran berukuran besar dan kotoran yang biasanya tersangkut pada sela-sela keyboard. Pakai lap microfiber saat membersihkan tuts-nya. Anda juga dapat memakai kapas yang telah diteteskan disinfektan, atau sanitizer untuk membersihkan keyboard-nya.

Pada bagian layar, Anda cukup membersihkannya saja memakai lap microfiber. Pastikan pula membersihkan mouse pad dan mouse sebab keduanya sering kita gunakan dan sentuh setiap kali memakai laptop/PC.

  • Ponsel

Saat work from home, tentu saja Anda harus selalu siap dihubungi rekan kerja dalam urusan pekerjaan. Maka ponsel pun harus selalu menyala dan dalam genggaman. Maka dari itu, pastikan untuk tidak mengabaikan kebersihannya.

Coba lap ponsel dengan teratur setiap hari. Anda bisa mengelapnya memakai kapas dan lap microfiber yang sudah ditetesi oleh alkohol 70%. Coba bersihkan bagian laptop yang dirasa tidak akan rusak dan aman oleh alkohol.

  • Ear phone atau headphone

Bagi yang sering melakukan video call atau conference meeting untuk keperluan kerja atau berkoordinasi, maka earphone dan headphone sering dipakai. Jangan lupa pula membersihkannya memakai lap bersih atau memakai tisu alkohol secara rutin setiap hari jika sudah selesai dipakai.  Menjaga kebersihan merupakan salah satu upaya untuk menjaga imunitas tubuh yang penting sekali dalam menangkal paparan virus corona.

Ya, itulah cara efektif bersihkan peralatan dengan disinfektan yang bisa Anda ikuti. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

jenis-jenis

Jenis-jenis disinfektan sebenarnya ada banyak sekali yang dapat diaplikasikan di rumah. Mulai dari larutan disinfektan langsung pakai, dan ada pula yang harus dibuat atau diencerkan terlebih dahulu.

Ya, sejak mewabahnya virus corona di Indonesia, mulai banyak orang melirik penggunaan disinfektan sebagai media untuk membasmi virus tersebut. Sebab cairan yang mengandung bahan kimia tersebut dapat membunuh virus dan kuman yang saat ini menjadi musuh bagi umat manusia di dunia.

Dengan memakai disinfektan ini, maka diharapkan dapat memerangi wabah virus corona. Dimana penanganan tersebut dilakukan khususnya untuk benda-benda mati yang sering disentuh, seperti jendela, pintu, kendaraan, pagar, dan lainnya.

Jenis-Jenis Disinfektan Siap Pakai

Berdasarkan informasi dari NBC News sendiri dikemukakan bahwa ada jenis-jenis produk yang dapat digunakan secara langsung untuk membasmi kuman sekaligus virus yang ada di permukaan benda, dimana jenis-jenis tersebut ialah :

  • Alkohol 70%

Salah satu bahan siap pakai untuk membasmi virus dan kuman ialah alkohol 70%. Kandungan bahan kimia ini terdiri dari 70% kandungan alkohol yang ampuh membunuh berbagai jenis virus dan kuman.

Pemakaian alkohol 70% tersebut lebih baik dilakukan dengan digosokkan saja sebab lebih aman bagi permukaan benda itu sendiri. Hanya saja, bahan kimia tersebut tidak direkomendasikan bagi benda-benda berbahan plastik sebab bisa membuat warnanya menghitam.

  • Air dan Sabun

Gabungan kedua bahan ini rasanya memang sudah familiar. Tampak sederhana, tapi justru perpaduan air dan sabun mempunyai tingkat efektivitas yang baik untuk membasmi virus di permukaan meja.

Terlebih lagi, sabun, baik itu sabun pencuci tangan dan detergen bisa dikatakan aman dipakai di kulit. Dengan begitu sangat disarankan bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk membersihkan dan mencuci tangan teratur agar virus bisa mati dan menghilang.

Di samping itu, pastikan Anda membersihkan wajah sesering mungkin memakai sabun jika memiliki kebiasaan sering mengusap wajah.

  • Spray Desinfectant

Merupakan produk larutan disinfektan semprot yang mengandung senyawa aktif. Biasanya dapat digunakan secara langsung pada furniture di dalam rumah, sekaligus efektif membasmi virus, kuman, dan bakteri.

Jenis-Jenis Disinfektan yang Harus Diencerkan 

Selain menggunakan 3 bahan yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa bahan lainnya juga yang dapat dipakai untuk pembuatan disinfektan. Cara tersebut umumnya dilakukan apabila dilakukan penyemprotan berskala besar atau masal. Maka jenis larutan disinfektan yang dapat dipakai ialah :

  • Pemutih

Pemutih adalah sejenis bahan disinfektan yang sedang populer belakangan ini. Anda perlu tahu bahwa dalam pemutih, sudah terkandung bahan sodium hypochlorite atau natrium hipoklorit yang ampuh untuk membasmi virus dan bakteri.

Walaupun persentase tiap-tiap produk berbeda,  namun setiap pemutih baju/pakaian yang mengandung natrium hipoklorit umumnya tetap dapat memberikan manfaat positif. Namun Anda harus memperhatikan dosis atau konsentrasi pengencerannya.

Dimana semakin pekat larutannya, maka akan semakin banyak perbandingan air untuk mengencerkan larutan tersebut agar aman digunakan.

  • Amonium Kuartener

Amonium kuartener adalah sejenis disinfektan lainnya yang cukup populer. Keunggulan garam ammonium kuartener ini ialah ramah bagi material tertentu, tidak beracun, tidak merusak atau mengiritasi kulit, bersifat pengemulsi dan tidak berbau. Namun kekurangannya hanya bisa terbiodegradasi sebagian saja. Selain itu, biasanya tidak efektif jika dipakai pada kain pel, spon, dan pakaian sebab teradsorpsi pada bahan tersebut dan jika bercampur dengan protein atau sabun membuatnya tidak aktif.

  • Hidrogen Peroksida

Hidrogen Peroksida adalah sejenis bahan disinfektan yang sering digunakan dalam produk rumahan. Dimana bahan ini biasanya dijumpai pada produk pemutih gigi hingga obat kumur. Mengenai kekuatannya sendiri, senyawa yang memiliki unsur H2O2 ini memang tak sekuat produk pemutih pakaian. Tapi kelebihannya, senyawa ini tidak dapat menyebabkan kerusakan berarti.

Hindari Penggunaan Jenis Disinfektan Ini

Selain jenis-jenis disinfektan di atas, ternyata ada beberapa yang pemakaiannya perlu diwaspadai terutama bagi orang awam. Adapun jenis tersebut ialah formaldehida dan klorin.

Bahkan belum lama ini telah dilaporkan sebuah kasus orang hampir buta sesudah disemprot memakai cairan disinfektan jenis ini secara langsung. Tentu saja hal tersebut membuat banyak orang lebih waspada akan bahaya penyemprotan massal disinfektan yang mengenai tubuh secara langsung. Jadi sudah sewajarnya jika warga Indonesia mematuhi imbauan dan aturan yang diberikan pemerintah selama berlangsungnya wabah Covid 19.

Faktor yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Disinfektan

Diantara semua jenis bahan disinfektan di atas, tentu saja tak semua bisa efektif untuk diaplikasikan dalam seluruh kondisi. Perbedaan kondisi lingkungan dan mikroorganisme menjadi faktor tertentu yang perlu dipertimbangkan dalam hal resistensi atau sensitivitasnya.

Agar fungsi disinfektan lebih efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih disinfektan, yaitu harus bisa dipakai dalam aktivitas dan spektrum pemakaian yang luas, bisa bekerja dengan baik, menunjukkan daya basmi yang baik bagi mikroorganisme hidup, dan lain sebagainya.

Di samping itu, untuk penggunaannya secara real di lapangan ada kecenderungan pembeli memilih produk disinfektan tertentu yang aman untuk lingkungan, murah, dan mudah digunakan.

Dengan mengenal dan mengetahui jenis jenis disinfektan di atas diharapkan konsumen atau pembeli bisa memilih produk disinfektan yang tepat, yang artinya terjadi kesesuaian antara target mikroorganisme dengan kandungan bahan kimianya itu sendiri. Tujuannya ialah agar pemakaiannya lebih tepat sasaran, berdaya guna dan berhasil guna. Adapun manfaat lainnya ialah dapat mengetahui efek negatif atau resiko yang bisa saja ditimbulkan dari bahan kimia pembuat disinfektan, seperti berkontribusi terhadap polusi lingkungan, resiko keracunan, hingga efek karsinogen.

cara membuat disinfektan

Bagaimana cara membuat disinfektan alami di rumah? Ya, sampai saat ini para peneliti masih melakukan studi tentang virus Corona. Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir karena tetap bisa mencegahnya dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan, tidak terkecuali lewat praktek kebersihan dalam lingkungan masyarakat dan rumah tangga. Salah satu cara menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan rumah ialah dengan memakai disinfektan sebagai pembunuh virus. Namun sebelumnya, ketahui terlebih dahulu tentang disinfektan dan bagaimana cara membuatnya di rumah.

Kenali Apa Itu Disinfektan?

Disinfektan merupakan produk cairan pembersih, biasanya terbuat dari perpaduan alkohol, hydrogen peroksida atau creosote yang digunakan untuk membunuh virus, bakteri, protozoa, maupun mikroorganisme lainnya yang berbahaya dan seringkali hinggap di permukaan ruangan atau benda mati.

Umumnya disinfektan dipakai untuk membersihkan benda-benda bersifat high touch surface, yaitu yang sering disentuh oleh banyak orang, misalnya meja, kamar mandi, gagang pintu, dan tempat tidur.

Selain itu, disinfektan juga memiliki kandungan konsentrasi biosida yang tinggi supaya dapat mencegah timbulnya mikroorganisme dan bakteri dalam benda mati yang menjadi tempat paparan infeksi virus berbahaya jika dihirup atau disentuh oleh manusia.

Cara Membuat Disinfektan Alami di Rumah

Anda bisa membeli disinfektan sebagai produk kebersihan rumah tangga berlisensi EPA (Environmental Protection Agency). Dimana disinfektan yang paling direkomendasikan ialah cairan pembersih dari alkohol 70%.

Selain itu, Anda juga bisa membuat disinfektan alami sendiri menggunakan cara dan bahan sesuai rekomendasi CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menggunakan bahan-bahan diantaranya seperti 4 sdt pemutih dalam 1 liter air atau 5 sdm pemutih ke dalam 3,7 liter air.

Selanjutnya tuangkan disinfektan ke dalam botol semprot, bisa juga dipakai untuk membersihkan tiap sudut ruangan di dalam rumah atau bagian di dalam rumah yang sering sekali disentuh, baik itu meja, gagang pintu, kamar mandi, maupun ruangan yang lainnya. Larutan disinfektan ini bisa membantu membunuh virus di dalam rumah.

Adapun, alternatif cara pembuatan disinfektan alami lainnya, ialah :

  1. Pertama-tama siapkan terlebih dahulu botol semprot dengan volume 0,5 liter.
  2. Siapkan Isopropil alkohol berkadar 70%.
  3. Kemudian tambahkan dengan ½ sdt hydrogen peroksida.
  4. Lalu tambahkan dengan minyak esensial, diantaranya seperti minyak esensial lemon 15 tetes, minyak esensial tree tea oil 30 tetes, minyak esensial eucalyptus 15 tetes, dan minyak esensial lavender 15 tetes.
  5. Kemudian campurkan bahan-bahan di atas, dan masukkan ke botol semprot, lalu beri label larutan disinfektan.
  6. Selanjutnya larutan disinfektan yang Anda buat sudah bisa digunakan.

Itulah langkah-langkah cara membuat disinfektan alami di rumah sendiri. Anda bisa memakai larutan disinfektan yang sudah dibuat di atas untuk membersihkan keran air, permukaan meja, sakelar lampu, remot, gagang pintu, dan lain sebagainya.

Di samping itu, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa produk kebersihan berlabel antivirus yang sudah disetujui oleh EPA. Selanjutnya ikuti petunjuk untuk seluruh produk pembersih serta disinfektan, berikut cara pemakaian, waktu kontak dan konsentrasi.

Pembersihan Rutin dan Disinfeksi

Menurut rekomendasi CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dimana setiap orang harus memperhatikan kebersihan dan melakukan metode pembersihan secara rutin memakai disinfektan khususnya pada benda-benda tertentu yang sering dipegang atau disentuh, baik itu lantai, meja, sakelar, gagang pintu, meja toilet, pegangan, karpet, bak cuci, kamar mandi, dapur, keran, dan peralatan lainnya.

Aktivitas pembersihan memakai disinfektan ini juga direkomendasikan untuk melakukan sterilisasi di area-area yang diduga sering dikunjungi pasien yang telah dikonfirmasi terinfeksi Covid 19 dan beberapa fasilitas umum, seperti mall, kantor, transportasi public, stasiun, bandara, kamar mandi umum, dan beberapa fasilitas umum yang lainnya.

Cara Memakai Disinfektan Untuk Membersihkan Rumah

Disinfektan memang sudah dipercaya ampuh membasmi bakteri dan kuman. Bahan larutan disinfektan tersebut juga telah terbukti bisa mematikan jamur, virus, dan mikroorganisme yang lainnya dengan efektif. Seluruh mikroorganisme yang langsung terkena oleh larutan disinfektan pasti langsung mati. Maka dari itu, Anda dapat menggunakan larutan ini sebagai solusi efektif mencegah serangan virus corona supaya tidak menjangkiti rumah. Lalu, bagaimana cara menggunakan disinfektan untuk membersihkan rumah? Ini dia ulasannya :

  1. Bersihkan Rumah Lebih Dahulu

Sebelum menggunakan disinfektan, maka Anda harus membersihkan rumah lebih dahulu. Lakukan pembersihan rumah secara total, di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Anda bisa memulainya dari ruangan kamar tidur, lalu dilanjutkan ke dapur, kamar mandi, ruang keluarga, ruang tamu, dinding eksterior, teras, hingga pagar.

  1. Siapkan Larutan Disinfektan

Jika Anda sudah membuat disinfektan alami mengikuti tutorial di atas bisa langsung menyemprotkannya saja. Akan tetapi, jika membeli produk disinfektan di supermarket biasanya harus diencerkan dengan air terlebih dahulu. Lalu tuangkan larutan disinfektan ke botol spray supaya penggunaannya lebih mudah.

  1. Pakai Sarung Tangan Sekali Pakai

Saat membersihkan bagian permukaan memakai disinfektan, pakai sarung tangan sekali pakai agar terhindar paparan bakteri atau virus secara langsung.

  1. Pakai Masker

Pastikan untuk selalu memakai masker ketika Anda membersihkan seluruh ruangan di dalam rumah menggunakan disinfektan.

  1. Semprotkan di Area yang Tepat

Semprotkan cairan disinfektan dengan merata hingga ke seluruh area di dalam rumah tanpa terkecuali. Semprotkan ke dinding, plafon dan juga lantai. Jangan lupa pula untuk mengaplikasikan disinfektan ke setiap tanaman dan pagar rumah Anda.

Pastikan Anda sudah menjangkau seluruh ruangan di dalam rumah menggunakan disinfektan. Itulah cara membuat disinfektan secara alami dan cara mengaplikasikannya dengan benar. Semoga bermanfaat!

Pada awal masa Pandemi Indonesia dan juga negara-negara lainnya melakukan penerapan pembatasan sosial. Namun, karena pandemi ini tidak kunjung selesai, tentu perekonomian dunia mengalami berbagai permasalahan.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah sudah mulai memberikan kelonggaran untuk menjalani new normal walau sebenarnya Indonesia saat ini masih belum baik-baik saja. Akan tetapi, karena hal tersebut sudah menjadi kebijakan dan perekonomian khususnya pada perusahaan dan industri juga sudah lama mengalami kerugian maka hal ini disambut dengan baik.

Banyak sekali perusahaan dan industri yang dulunya berhenti saat ini sudah mulai beroperasi. Namun, pembukaan ini tidak serta merta mengalami kebebasan. Perusahaan dan Industri harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan oleh tempat kerja untuk penerapan new normal:

1.        Menerapkan Higiene dan Sanitasi di Lingkungan Kerja

Pertama, perusahaan dan juga industri harus menerapkan kebersihan dan juga sanitasi yang baik di lingkungan kerja. Pihak perusahaan harus memastikan seluruh tempat kerja selalu bersih dengan melakukan pembersihan secara berkala terutama dengan menggunakan disinfektan dengan minimal 4 jam sekali.

Gunakan disinfektan yang sudah sesuai dengan standar dan memiliki kualitas yang terbaik. Perhatikan komposisi dari disinfektan tersebut, pastikan disinfektan memiliki kemampuan yang baik dalam membasmi virus.

Selain itu, jaga kualitas udara tempat kerja dengan memperhatikan sirkulasi udara yang baik. Lebih baik jangan menggunakan AC karena menurut penelitian terakhir, virus corona dapat melayang-layang di udara dengan ukuran mikro (micro droplet) sehingga Anda bisa membuka jendela lebar-lebar agar udara cepat berganti, jika terpaksa maka pastikan untuk selalu bersihkan filter AC .

Sediakan tempat cuci tangan agar semua pekerja dapat sering mencuci tangan sehingga dapat mencegah  penyebaran virus lebih baik lagi. Bisa juga dengan penyediaan anti septik dengan bentuk handsanitizer sehingga lebih mudah digunakan saat keadaan tangan terlihat masih bersih.

2.        Melakukan Rekayasa Tempat Kerja

Apabila perusahaan Anda memiliki tempat kerja antar karyawan yang terlalu dekat maka rekayasa dengan meletakkan meja berjauhan minimal 1-2 meter. Namun, jika dalam tempat kerja tersebut terlalu sempit maka bisa memasang pembatas. Untuk perusahaan di bidang pelayanan di mana mengharuskan bertatap muka dengan klien maka sebaiknya juga diberikan batasan berupa kaca, mika, atau plastik agar tetap terlihat.

Anda bisa melakukan rekayasa lainnya dengan menyesuaikan dengan kondisi di perusahaan atau industri yang Anda miliki. Jangan terlalu berpatok pada aturan karena tidak semua aturan dapat sesuai jika digunakan pada semua tempat.

Intinya adalah Anda harus membuat tempat kerja ini menjadi aman untuk pekerja dan juga klien. Modifikasi tempat kerja semaksimal mungkin untuk membatasi penyebaran virus corona karena penyebarannya sangat cepat dan banyak yang tidak menyadari.

3.        Melakukan Skrining di Setiap Titik Masuk Tempat Kerja

Selanjutnya, perusahaan dan industri harus melakukan skrining di setiap pintu masuk bangunan. Tentukan petugas khusus yang dipercaya dan memiliki kompetensi untuk melakukan pengukuran suhu. Suhu normal manusia umunya adalah 36,5oC sampai 37,5oC.

Pengukuran suhu ini sebaiknya juga tidak dilakukan di ruang yang ber-AC karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Pastikan semua pekerja memiliki suhu yang normal karena suhu yang lebih dari 37,5oC merupakan salah satu gejala adanya infeksi virus corona..

4.        Menerapkan Pembatasan Fisik

Berikutnya, terapkan pembatasan fisik yang sangat ketat. Masih berkaitan dengan rekayasa tempat kerja, Anda bisa menambahkan beberapa tanda baik di lift, di lantai, di tempat antrean, dan lain sebagainya sebagai tanda untuk orang yang berada di lingkungan kerja tersebut menjalani pembatasan fisik. Jika ada yang tidak tertib, maka petugas wajib menegur atau menindak.

Pembatasan fisik juga dapat dilakukan dengan membatasi acara yang berkerumun seperti rapat, makan-makan, dan lain sebagainya. Walaupun berada di kantor, sah-sah saja melakukan rapat Online atau juga bisa dengan rapat yang bertemu secara langsung tetapi dengan memberikan jarak sekitar 1-2 meter antar tempat duduk.

5.        Larangan Bekerja Bagi Pekerja yang Memiliki Gejala Penyakit

Jika ada pekerja yang mengalami beberapa gejala penyakit Covid-19 maka larang untuk bekerja dan instruksikan untuk menjalani tes sehingga lebih akurat. Gejala tersebut meliputi demam, nyeri tenggorokan, pilek, batu, sesak, dan lain sebagainya. Jika ada pekerja yang pada tahap skrining mengalami hal tersebut segera masukkan dia ke ruang observasi khusus.

Namun, jika mereka masih berada di rumah sebaiknya langsung instruksikan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan bukti dengan surat izin dokter yang memeriksanya. Lalu, berikan waktu untuk istirahat sampai gejala sudah hilang dan juga biarkan mereka melakukan isolasi mandiri atau isolasi di rumah sakit jika memang hasilnya positif.

6.        Mewajibkan Semua Pekerja Menggunakan Masker dengan Benar

Dan yang terakhir, pastikan semua pekerja menggunakan masker dengan benar. Pekerja diwajibkan menggunakan masker kain, namun dalam keadaan tertentu bisa menggunakan masker bedah. Masker wajib digunakan di setiap waktu untuk mencegah droplet keluar dan juga mencegah droplet yang ada di luar masuk ke dalam saluran pernapasan Anda.

Namun, dalam penggunaannya juga harus benar. Pastikan pekerja menggunakan masker yang pas dan menutupi semua area mulut dan hidung. Pastikan pekerja tidak menyentuh bagian luar masker. Pastikan pekerja mengganti masker setiap 4 jam. Pastikan pekerja tidak menurunkan masker ke bagian leher atau dagu, dan lain sebagainya agar penggunaannya bisa lebih efektif.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

Saat ini dunia sudah mulai menerapkan era normal yang baru. Oleh karena itu, kini berbagai tempat kerja sudah memulai operasionalnya tak terkecuali bagi perusahaan dan industri. Tetapi, di era new normal ini bukan berarti kita menjalani hari dengan normal pada zaman sebelum ada pandemi, tetapi normal dengan standar yang baru.

Maksudnya seperti apa? Maksudnya kita akan melakukan berbagai kegiatan seperti biasa akan tetapi juga harus menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus corona yang sangat cepat dan berbahaya ini.

Di bawah ini akan kita bahas mengenai beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan dan industri kepada tenaga kerja agar mereka selalu menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berikut penjelasannya secara lengkap:

1.    Sediakan Tempat Cuci Tangan Bagi Tenaga Kerja Sebelum Masuk Gedung

Pertama, sediakan tempat untuk mencuci tangan di berbagai tempat. Anda bisa menyediakan di luar maupun di dalam gedung. Selalu ingatkan pekerja untuk selalu mencuci tangan mereka, bukan hanya satu saat akan masuk ke tempat kerja saja.

Sediakan sabun cair karena akan digunakan untuk bersama. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan alat yang dilengkapi dengan sensor kulit untuk mengeluarkan sabun dan juga air sehingga dapat mengurangi sentuhan.

Lakukan edukasi kepada para tenaga kerja untuk selalu melakukan cuci tangan dengan baik dan benar dengan menggunakan 5 langkah cuci tangan yang bena sehingga lebih efektif dalam membunuh kuman, bakteri, dan virus.

2.    Ingatkan Pekerja Untuk Tidak Menyentuh Fasilitas Perusahaan dengan Menggunakan Tangan Secara Langsung

Selanjutnya, Ingatkan pekerja untuk tidak menyentuh berbagai fasilitas perusahaan menggunakan tangan secara langsung. Akan tetapi jika terpaksa dan memang harus selalu beritahu untuk segera mencuci tangan atau menggunakan larutan alkohol 70% sebagai anti septik.

Anda bisa menerapkan beberapa cara yang mudah, misalnya dalam membuka pintu sebaiknya dengan menggunakan siku. Menyediakan sarung tangan sekali pakai secara khusus terutama untuk industri makanan sehingga lebih higienis dan lebih aman.

3.    Jangan Membuat Acara yang Membuat Kesempatan Pekerja Melakukan Perkumpulan

Jangan lakukan acara yang membuat tenaga kerja Anda berkumpul. Mungkin pada saat acara Anda sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat akan tetapi ternyata karena ada suatu acara dan mereka berkumpul lalu menjadi kesempatan.

Jika memang harus melakukan acara yang mengundang banyak orang pastikan jangan hanya pada saat acara saja dilakukan pengawasan yang ketat akan tetapi lebih baik juga dilakukan pengawasan setelahnya karena hal ini memungkinkan banyak tenaga kerja yang saling berkumpul dan hal ini akan sangat membahayakan area perusahaan dan industri sendiri.

4.    Bersihkan Area Kerja dengan Disinfektan Secara Berkala dan Siapkan Disinfektan Siap Pakai untuk Para Pekerja

Selalu lakukan pembersihan di area kerja secara berkala, idealnya dilakukan dalam 4 jam sekali. Perusahaan harus ekstra mengeluarkan uang untuk membeli disinfektan namun juga untuk kebaikan diri pekerjaan itu sendiri.

Anda bisa membeli disinfektan dengan jumlah yang banyak secara langsung sehingga biasanya akan lebih murah. Pilih disinfektan yang terbukti efektif untuk membasmi virus sehingga ruangan kerja menjadi aman dan sehat.

Sediakan juga semprotan disinfektan yang dapat langsung digunakan sehingga para pekerja dapat membersihkan tempat kerjanya secara mandiri setiap waktu mereka butuh kan. Selalu tanamkan kepada tenaga kerja Anda untuk selalu peduli dengan kesehatan sendiri, teman kerja, dan juga keberlangsungan perusahaan dan industri.

5.    Hilangkan dan Beri Pengertian Kepada Tenaga Kerja Mengenai Berjabat Tangan

Hilangkan kebiasaan menjabat tangan di area kantor. Hal ini mungkin masih menjadi pro dan kontra karena berjabat tangan merupakan budaya yang sangat kental. Akan tetapi kembali lagi karena penyebaran virus corona ini sangat cepat dan kebanyakan berasal dari tangan sebaiknya hilangkan terlebih dahulu kebiasaan tersebut.

Anda bisa menggantinya dengan cara yang lain seperti membungkuk, salam siku, atau yang lainnya. Bagi tenaga kerja yang merasa kontra dengan kebiasaan baru tersebut maka tugas perusahaan harus bisa memberikan pengertian dengan baik dan benar sehingga mereka bisa paham dengan keadaan yang sebenarnya.

6.    Usahakan Sirkulasi Udara dan Sirkulasi Cahaya Matahari di Setiap Ruangan Dalam Keadaan yang Baik

Selanjutnya, Jangan sampai ruangan kerja hanya memiliki sirkulasi udara dan juga sirkulasi cahaya matahari yang sangat minim. Biasakan untuk sekarang selalu membuka ventilasi sehingga udara dapat keluar dan masuk secara bebas serta pastikan cahaya matahari juga dapat masuk ke ruangan kerja agar udara di dalam tidak lembap yang sangat disukai oleh berbagai mikroorganisme.

Sebaiknya juga tidak menggunakan AC karena sirkulasi udaranya masih kurang baik. Virus yang berada dalam mikro droplet dapat melayang-layang dengan bebas jika sirkulasi udara tidak baik dan hal ini akan sangat membahayakan.

7.    Awasi dengan Ketat Penggunaan Masker Pekerja

Penggunaan masker ini masih sangat rendah di Indonesia karena banyak alasan, dari mulai masker yang membuat pengap, ada yang sering ketinggalan, dan alasan-alasan yang lainnya. Sebagai perusahaan dan industri yang tidak ingin bangkrut karena kehabisan tenaga kerja dan juga kehilangan kepercayaan dari masyarakat akibat corona lebih baik Anda tegas dari sekarang.

Awasi dengan ketat penggunaan masker para tenaga kerja. Pastikan mereka menggunakan masker dengan baik dan benar. Jika sampai ada yang melepas masker di area kerja atau bahkan tidak menggunakan sama sekali lakukan tindakan tegas.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau fase new normal perlahan tapi pasti diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk memasuki tahap ini pun bukan perkara mudah, karena pemerintah pusat maupun daerah memberlakukan PSBB selama kurang lebih tiga bulan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengatasi penyebaran wabah Covid-19 yang kali pertama terdeteksi pada Maret 2020 di Indonesia.

Penerapan new normal di perusahaan

Secara garis besar, new normal merupakan pola kehidupan baru yang diterapkan setelah perubahan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Aturan ini boleh diselenggarakan saat sebuah daerah atau negara mampu menurunkan reproduction rate wabah secara signifikan. Dengan kata lain, lonjakan infeksi sudah tak terjadi lagi dengan peak-curve yang melandai.

Karena setiap daerah mempunyai risiko penularan dan pencegahan berbeda, penerapan new normal di Indonesia tak dilakukan serentak. Namun, beberapa sektor dan industri sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan tersebut. Salah satunya perusahaan-perusahaan yang merasakan efek besar selama pandemi berlangsung.

Seperti saat PSBB, penyesuaian kebiasaan selama fase new normal dilakukan sesuai kebijakan yang diatur masing-masing perusahaan. Berdasarkan Surat Edaran 8/2020 tentang Pengaturan Jam Kerja pada AKB Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19, karyawan yang kembali beraktivitas di perkantoran akan dihadapkan pada dua gelombang jam kerja.

Gelombang kerja satu berlangsung dari pukul tujuh pagi hingga tiga sore, sedangkan gelombang kerja dua dari pukul sepuluh pagi hingga enam sore. Pembagian tersebut bertujuan untuk mencegah penumpukan atau kerumunan di gedung perkantoran. Ada pula perusahaan yang masih menerapkan working from home untuk menekan risiko besar.

Strategi mengatur jam kerja selama new normal

Staf Human Resource atau HR menjadi salah satu pihak yang cukup dipusingkan dengan berbagai perubahan untuk menghadapi fase new normal. Supaya kegiatan perusahaan berjalan lancar seperti biasa tanpa mengorbankan kesehatan karyawan, berikut sejumlah strategi yang dapat diberlakukan dalam mengatur jam kerja.

  • Sistem masuk bergilir

Beberapa perusahaan yang membutuhkan keberadaan karyawan untuk mempertahankan bisnis. Untuk menekan kemungkinan terburuk, staf HR dapat memberlakukan jam masuk bergilir. Misalnya dengan meminta sebagian karyawan masuk kantor seperti biasa, sementara sisanya WFH dengan shift yang diberlakukan.

Ada juga cara membagi shift harian berdasarkan divisi. Sebagai contoh, divisi pemasaran masuk kantor dari Senin sampai Rabu, sementara divisi pemasaran bekerja dari Kamis hingga Jumat/Sabtu.

  • Flexiwork (bekerja fleksibel)

Pada sistem ini, karyawan yang mengatur sendiri jam kerja sesuai kemampuan mereka selama disetujui perusahaan. Misalnya, Anda mulai kerja dari pukul sembilan pagi hingga dua siang di kantor, kemudian melanjutkannya di rumah. Opsi lain adalah mengambil hari-hari tertentu di kantor, lalu sisanya WFH.

Flexiwork tak bergantung pada jumlah kerja, melainkan volume dan tujuan pekerjaan. Karyawan biasanya harus bisa mencapai target tertentu dalam hitungan minggu atau menyelesaikan request dari klien selama sekian hari.

  • Melanjutkan WFH

Seperti yang disinggung, work from home atau WFH menjadi opsi yang paling umum diambil perusahaan selama pandemi. Ada yang menerapkannya hingga akhir tahun, tetapi ada juga yang mengakhirinya begitu masuk fase new normal.

Kemudian seperti flexiwork, penerapan WFH juga memperhatikan kemungkinan tercapainya goals atau tujuan perusahaan. Apabila tujuan yang diinginkan ternyata lambat atau tak terealisasikan dari WFH, perusahaan dapat menggunakan work from office dengan mengikuti protokol kesehatan.

  • Mengandalkan teknologi

Bidang teknologi mengalami peningkatan pesat dalam penggunaan karena anjuran physical distancing untuk mencegah penyebaran virus. Staf HR dalam hal ini dapat mengandalkan aplikasi atau software untuk mendata kehadiran karyawan, cuti, hingga slip gaji. Selain lebih praktis, semua pihak yang terlibat tetap akan menerima laporan yang dibutuhkan.

Protokol kesehatan new normal di perusahaan

Jika Anda termasuk karyawan yang diharuskan masuk kantor selama fase new normal, pastikan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan perusahaan. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dilakukan karyawan agar terhindar dari penyebaran virus di lingkungan kerja:

  • Rutin mencuci tangan

Kebiasaan sehari-hari ini menjadi pencegahan utama selama wabah Covid-19. Sebagian besar perusahaan sudah menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun dan air bersih. Untuk jaga-jaga, bawa juga perlengkapan sanitasi sendiri seperti hand sanitizer. Dengan begitu, tangan Anda akan tetap bersih meski harus melakukan kegiatan di luar ruangan.

  • Mengganti jabat tangan

Jabat tangan merupakan bentuk formal di lingkungan perusahaan yang perlu dihindari saat wabah Covid-19 masih mengancam. Pasalnya, kemungkinan virus pindah melalui kontak fisik sangat besar. Perusahaan perlu menggantinya dengan hal baru yang mudah dilakukan, misalnya membungkik atau menyatukan kedua telapak tangan.

  • Gunakan disinfektan

Bukan hanya tangan, permukaan benda diketahui dapat menjadi tempat penularan karena virus Corona dapat tinggal di sana selama beberapa hari. Kandungan dalam disinfektan diketahui mampu merusak konfirmasi struktur sekaligus primer biomolekul pada virus Corona. Dengan demikian, kemungkinan penularan dapat diturunkan secara signifikan.

Meski begitu, Anda harus melakukan pembersihan dengan disinfektan secara berkala. Beberapa benda yang harus diperhatikan mencakup meja kerja, komputer atau laptop, telepon kantor, jendela, hingga sepatu. Semprotkan disinfektan pada permukaan benda, diamkan selama kurang lebih tiga hingga lima menit, lalu keringkan dengan lap bersih. Lakukan juga pada telepon genggam Anda, karena benda tersebut paling sering bersentuhan dengan tangan dan wajah.

Sekarang, sudah ada banyak produsen terpercaya yang menyediakan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus. Jadi, Anda tak akan kesulitan untuk membelinya.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

 

Selain teknologi, kuliner menjadi industri yang bertahan cukup stabil di tengah pandemi COVID-19. Goncangan yang dihasilkan wabah ini memang sangat serius, bahkan sampai melumpuhkan banyak sektor yang biasanya menghasilkan untung besar.

Walau tak mengalami dampak yang parah, para pelaku industri kuliner harus memutar otak agar mereka dapat menjalankan bisnis di saat-saat tak menentu. Beberapa di antara mereka bahkan ada yang bangkrut karena tak menemukan strategi yang pas untuk bertahan. Sementara sisanya berupaya beradaptasi dengan penerapan aturan di fase new normal.

Lantas apa saja tren dan perubahan yang lahir di industri kuliner pada fase tersebut?

1. Naiknya permintaan bahan baku segar siap masak

Konsumen lebih berhati-hati saat hendak membeli bahan baku, apalagi mereka tak bisa berkunjung ke pasar tradisional atau minimarket seperti biasa. Mereka akhirnya memilih memesan bahan-bahan baku segar siap masak secara online alih-alih makanan matang. Kesempatan ini yang dijadikan peluang supplier untuk menyediakan produk yang dibutuhkan.

Naiknya permintaan bahan baku segar juga tak terlepas dari kesadaran konsumen untuk beralih ke gaya hidup sehat. Mereka memilih mengolah sendiri hidangan sehari-hari dari resep yang diperoleh secara online atau hasil kreasi sendiri. Bukan hanya lebih higienis, tren ini lebih jemat dari segi pengeluaran.

2. Prioritas keamanan karyawan, pelanggan, dan tempat makan

Para karyawan yang bekerja di industri kuliner merupakan salah satu kelompok yang berada di garda terdepan dalam menghadapi COVID-19. Pasalnya mereka harus berinteraksi dengan pelanggan, sementara pegawai dari sektor lain dapat bekerja dari rumah. Oleh karena itu pengelola di tempat makan seperti restoran dan kafe harus memperhatikan prioritas keamanan mereka.

Selain menyiapkan perlengkapan standar untuk melindungi mereka dari penyebaran virus, pengelola dapat memberikan reward seperti cuti. Bonus saat bisnis stabil atau mengalami peningkatan adalah bentuk lain yang akan membuat mereka merasa dihargai. Pantau dan jaga juga kebersihan di dapur agar kualitas makanan tetap terjaga.

3. Bertambahnya konsumsi makanan sehat berbahan sayur

Sejumlah informasi mengatakan bahwa hewan-hewan liar menjadi salah satu sumber utama penyebaran virus Corona. Hal tersebut rupanya menurunkan konsumsi daging secara signifikan di Tiongkok sebagai pusat utama merebaknya wabah COVID-19. Konsumen pun lantas mencari bahan yang lebih aman, dalam hal ini adalah sayur-mayur.

Bukan hanya murah, sayuran juga bisa diolah menjadi macam-macam hidangan yang tidak kalah enak dari makanan berbahan daging. Menyadari hal tersebut, sejumlah pelaku bisnis, terutama mereka yang sudah lama menjual sayuran melalui aplikasi, menambah stok produk sehat dan segar untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah.

4. Layanan food delivery yang terus dioptimalkan

Selanjutnya, ada layanan antar pesan makanan atau food delivery yang menjadi pilihan konsumen yang ingin menikmati menu restoran. Jasa ini sebenarnya sudah mengalami peningkatan pemakaian berkat kerja sama antara pihak pengelola tempat makan dengan start-up transportasi online. Maka dari itu peralihan dengan pemakaian teknologi di industri tak terlalu sulit dilakukan.

Di sisi lain, pengelola tempat makan maupun start-up tetap perlu meningkatkan kualitas pelayanan mereka selama masa pandemi berlangsung. Misalnya dengan menerapkan protokol kesehatan pada pengemasan makanan maupun driver yang hendak mengantarkan pesanan. Buat juga fitur-fitur praktis pada aplikasi yang akan memudahkan pemesanan maupun transaksi.

5. Peningkatan penjualan dessert maupun comfort food lain

Memburuknya keadaan ekonomi akibat wabah COVID-19 tak dinyana membuat orang-orang lebih stres. Dampak tersebut secara tak langsung mengubah pilihan jenis makanan yang ingin disantap. Mereka cenderung memilih jenis makanan yang mampu menghibur diri seperti dessert atau comfort food yang mencakup snack, cokelat batangan, dan es krim.

Disitat dari Kantar, ada peningkatan penjualan es krim sebanyak 30% pada pekan awal Imlek 2020 dibandingkan tahun sebelumnya di Tiongkok. Makanan ringan pun mengalami hal yang sama dengan persentase mencapai 17%. Naiknya permintaan terhadap comfort food maupun dessert adalah peluang menjanjikan bagi pelaku industri kuliner yang ingin mempertahankan bisnisnya.

6. Jangan abaikan situasi, respons, dan kebutuhan konsumen

Perubahan drastis yang diakibatkan COVID-19 membuat orang-orang yang bergelut di industri kuliner untuk berinovasi. Kendati Anda harus berjuang, pastikan untuk tetap memantau situasi yang sedang dihadapi konsumen. Jangan sampai hasil kreasi yang sudah dikembangkan ternyata tak memenuhi kebutuhan mereka atau bukan solusi yang dicari.

Jika Anda belum menemukan ide yang pas, manfaatkan menu-menu yang masuk daftar best seller untuk memudahkan pekerjaan staf dapur. Aktifkan interaksi dengan konsumen di media sosial karena pemakaian platform tersebut ikut melonjak selama pandemi. Siapa tahu dari sana akan ada gagasan-gagasan potensial yang bisa diolah jadi menu baru.

7. Maksimalkan kebersihan produk dan tempat kerja

Kebersihan menjadi aspek utama yang harus diprioritaskan semua pihak, tak terkecuali pebisnis di industri kuliner. Karena konsumen semakin berhati-hati saat memesan, pengelola tempat makan harus mampu menjaga kepercayaan dengan memastikan setiap bahan baku atau makanan matang aman dari risiko penularan penyakit.

Mengikuti protokol kesehatan dari WHO adalah langkah mudah yang dapat dipraktikan. Bersihkan permukaan benda maupun ruangan tertentu dengan disinfektan untuk memutus perkembangan virus dan bakteri lain. Akan lebih bagus kalau pengelola melakukan pembersihan berkala menggunakan disinfektan untuk memperoleh hasil lebih maksimal.

Demikian tujuh tren dan perubahan dalam industri kuliner sepanjang fase new normal.

Butuh Disinfektan Ampuh? Gunakan F-29 RTU – Klik Disini Untuk Info.

Bagaimana Perusahaan Menerapkan New Normal untuk Menjaga Kesehatan Pegawai?

Meluasnya wabah Covid-19 membawa perubahan besar pada semua bidang dan sektor. Tidak sedikit pelaku bisnis dan profesional mengubah strategi hingga terpaksa menghentikan usahanya semenara.

Lantas, setelah pemerintah mengeluarkan new normal sebagai protokol terbaru dalam menjalankan aktivitas di tengah pandemi, sektor sosial-ekonomi perlahan bangkit. Kebijakan baru diberlakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus menggerakkan roda perekonomian yang sempat terpuruk. Lalu, bagaimana perusahaan beradaptasi dengan new normal tanpa membahayakan para pegawainya?

Langkah yang diambil perusahaan saat new normal

Memberikan pemahaman adalah langkah awal dan utama yang dianjurkan untuk perusahaan sebelum menerapkan new normal. Dimulai dengan informasi valid dan terkini seputar Covid-19 yang mencakup penyebaran virus, identifikasi gejala, hingga pencegahan yang bisa dilakukan untuk menekan penularan.

Kemudian, penerapan sistem untuk memantau dan melaporkan kasus Covid-19 akan membantu perusahaan dalam penanggulangan. Dalam hal ini, keberadaan teknologi akan menunjang dalam penyebaran informasi. Email, media sosial, dan aplikasi chatting adalah sejumlah platfom yang bisa dimanfaatkan mengingat kontak fisik berusaha untuk terus dikurangi.

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan perusahaan adalah pembentukan sebuah tim tanggap atau satuan tugas Covid-19. Tim tersebut harus terdiri atas pegawai-pegawai kompeten dan bertanggung jawab dalam situasi darurat. Begitu tim terbentuk, perusahaan dapat meneruskannya dengan mengimplementasikan kebijakan berikut untuk menjaga kesehatan pegawai:

  1. Menerapkan prosedur kesehatan

Langkah ini sudah menjadi standar yang wajib dilakukan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang menjalankan kegiatan di gedung bertingkat. Prosedur kesehatan untuk menghadapi Covid-19 pun sudah lama dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sejak jauh-jauh hari supaya dampak yang ditimbulkan tak semakin parah.

Perusahaan bisa menyesuaikan prosedur dari WHO sesuai aktivitas dan kebutuhan. Beberapa kebijakan kesehatan mencakup pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk gedung, wajib memakai masker, membersihkan tangan (dengan air dan sabun atau hand sanitizer), hingga pelarangan berkumpul atau berkerumun.

Physical distancing menjadi hal penting lainnya yang patut diikuti, yakni dengan menjaga jarak 1-2 meter dan memasuki ruangan secara bergantian.

  1. Rotasi pegawai atau kerja setengah hari

Dikenal dengan flexi work, rotasi atau shift pegawai adalah langkah yang sudah diambil sebagian perusahaan untuk mengurai kepadatan di kantor. Sistem rotasi dianjurkan untuk perusahaan yang memperkerjakan banyak pegawai, tetapi mempunyai ruang kerja terbatas.

Sebagai contoh, para pegawai dari divisi pemasaran masuk pada minggu pertama, lalu divisi teknologi masuk pada minggu berikutnya. Strategi lainnya yang bisa diambil perusahaan adalah menerapkan kerja setengah hari dengan meminta divisi yang mampu mencapai target untuk meneruskan tugasnya di rumah.

  1. Meneruskan program work from home

Mempertimbangkan risiko tinggi dan prospek yang mengabur, sejumlah perusahaan mengambil keputusan besar dengan penerapan work from home hinga akhir 2020. Salah satu contohnya adalah Twitter yang mengubah pola kerja akibat Covid-19. Perusahaan microblogging ini membebaskan para pegawai bekerja sampai waktu yang belum ditentukan. Lain cerita dengan Barclays dan Microsoft yang mengakhiri masa work from home pada Oktober 2020.

Work from home memang terdengar efektif, tetapi harus disesuaikan pula dengan tujuan serta strategi yang sudah disiapkan sebelumnya. Jika sebagian target sudah tercapai, perusahaan bisa mengaplikasikan work from home maksimal hingga akhir tahun, sementara yang kesulitan dapat mengambil opsi alternatif seperti pembatasan jam kerja dan flexi work.

  1. Menyediakan makanan sehat untuk pegawai

Perusahaan yang menyediakan kantin dapat menunjang kesehatan karyawan dengan mengganti menu. Sediakan makanan dan minuman yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Sabina Valentine selaku pakar nutrisi dari Universitas Alberta di Kanada mengungkapkan bahwa camilan sehat seperti potongan buah dan sayur termasuk yang direkomendasikan untuk dikonsumsi selama pandemi.

Konsumsi sayur dan buah yang kaya akan vitamin C serta vitamin A akan meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus stamina untuk beraktivitas sehari-hari. Dengan begitu, pegawai bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ingin dicapai.

  1. Mengelola pegawai dengan software

Pengurangan kontak fisik telah mendorong sejumlah perusahaan untuk menggunakan software khusus untuk mengelola kebutuhan pegawai. Misalnya memakai payroll untuk membayar gaji dan memberikan slip sebagai bentuk laporan. Beberapa software pun memungkinkan perusahaan untuk memantau daftar presensi dan absensi pegawai sampai jatah cutinya.

Selain praktis, pemakaian software secara tak langsung membatasi interaksi fiisk di antara pegawai. Mereka tak harus berhadapan langsung dengan HRD untuk mengurus gaji maupun cuti, karena data laporan akan dikirimkan lewat email.

Jangan lupa menjaga kesehatan mental para pegawai

Perubahan drastis yang terjadi akibat Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental pegawai. Tak sedikit orang yang semain stres hingga depresi karena tak sanggup menyesuaikan diri dengan perubahan. Maka dari itu, selain menjaga kondisi tubuh, perusahaan harus memastikan kesehatan mental pegawai dengan langkah-langkah berikut:

Kendalikan diri. Kontrol terhadap emosi dibutuhkan pegawai untuk bisa bekerja di tengah situasi yang tak terduga. Pastikan mereka mendapatkan jatah istirahat atau jeda yang cukup untuk membantu proses pengendalian;

Adaptasi dari pikiran. Menerima situasi adalah langkah dalam adaptasi yang sebaiknya dibenamkan para karyawan. Jika pikiran sudah stabil, tak akan sulit bagi mereka untuk bisa melanjutkan pekerjaan;

Sibuk yang produktif. Menyibukkan diri adalah langkah yang dianggap efektif untuk mengalihkan perhatian dari pandemi. Perusahaan pun sebaiknya menyiapkan kegiatan produktif agar hasilnya tak mengecewakan.

New Normal Berjalan, Ini Tips Menjaga Diri di Tempat Kerja dari Virus Corona

Setelah penerapan karantina mandiri (swakarantina) selama kurang lebih tiga bulan, pemerintah secara bertahap memperkenalkan new normal atau normal baru pada masyarakat. Gaya hidup ini hanya akan diterapkan sepanjang pandemi Covid-19 masih merebak dan sampai sekarang belum diketahui kapan akan berakhir.

Dalam new normal, masyarakat diizinkan menjalani rutinitas seperti biasa. Bedanya, ada protokol kesehatan yang wajib diikuti, termasuk pembatasan sosial yang diberlakukan masing-masing daerah. Dengan kata lain, Anda belum benar-benar bebas beraktivitas saat berada di luar ruangan. Di sisi lain menuruti aturan new normal akan membantu Anda dan orang-orang sekitar dari penyebaran virus.

New normal dan protokol yang diberlakukan

Apa Anda termasuk pegawai yang akan kembali ke perkantoran saat new normal berlangsung? Jika jawabannya ya, Anda diharapkan memahami dulu skenario yang disiapkan pemerintah tersebut.

New normal dirancang untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan dan sosial-ekonomi. Rencana implementasi new normal sendiri sudah diumumkan beberapa minggu lalu dengan studi epidemiologis sebagai bahan pertimbangan. Selain itu, new nornal tak akan serentak dilaksanakan di Indonesia mengingat setiap daerah mempunyai tingkat kesiapan berbeda yang terus dipantau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan daerah-daerah yang berhak mengaplikasikan new normal harus memenuhi R-naught di bawah 1 pada kawasan yang terpapar. Penurunan kurva, dukungan sarana serta prasarana, hingga SDM memadai adalah syarat-syarat lainnya yang wajib dipenuhi daerah yang bersangkutan.

Adapun protokol kesehatan yang harus dipatuhi seluruh lapisan masyarakat mencakup:

ï        Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah bepergian ke luar rumah atau menyentuh permukaan benda;

ï        Menahan diri untuk tak menyentuh area wajah, khususnya mulut, mata dan hidung. Apalagi kalau tangan maupun wajah sama-sama dalam keadaan kotor;

ï        Menerapkan etika bersin dan batuk di tempat publik dengan menutup hidung serta mulut memakai lengan atas bagian dalam. Tisu akan sangat membantu untuk menutupnya, lalu segera buang ke tempat sampah;

ï        Mengenakan masker saat bepergian meski hanya sementara. Perhatikan juga jenis masker yang dipakai, karena ada masker sekali pakai dan yang bisa dipakai berulang kali;

ï        Menjaga jarak dalam physical distancing minimal satu meter. Hindari pula tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan untuk mencegah kontak fisik;

ï        Mengisolasi diri secara sukarela apabila Anda merasa kurang enak badan atau sakit;

ï        Menjaga kesehatan tubuh dengan berjemur di bawah sinar matahari, rutin berolahraga, konsumsi makanan sehat, dan membersihkan diri.

Menjaga diri di tempat kantor saat new normal

Menyesuaikan diri di tempat kerja saat new normal memang terasa sulit di awal, sebab Anda belum bisa menjalankan kegiatan sebebas dulu. Namun, mengikuti aturan ini untuk sementara waktu akan menyelamatkan Anda dari peluang terjangkit Covid-19 sampai vaksin ditemukan. Lalu, apa saja cara-cara yang dapat dipraktikkan di kantor?

  • Mengatur jarak antar tempat duduk

Seperti yang disinggung, menjaga jarak menjadi salah satu poin dalam protokol new normal yang sebaiknya diperhatikan. Di perkantoran, para pegawai biasanya akan ditempatkan di satu ruangan sesuai divisi. Hal ini masih bisa dilakukan selama pandemi, tetapi dengan catatan adanya jarak yang dijaga antara satu tempat duduk dengan tempat duduk lainnya minimal satu meter.

Bukan hanya di dalam ruangan, physical distancing pun harus dilaksanakan di tempat ramai lain di kawasan perkantoran, misalnya saja kantin dan area parkir kendaraan.

  • Memakai alat makan masing-masing

Kantor umumnya menyediakan peralatan makan seperti piring, sendok, garpu, hingga gelas yang dapat dipakai bergantian oleh karyawan. Akan tetapi, pada masa pandemi seperti sekarang, Anda dianjurkan membawa alat makan sendiri dari rumah. Pasalnya membagi peralatan makan berisiko menularkan virus Corona.

Selain alat makan, barang-barang seperti sajadah, mukena, dan alas kaki sebaiknya tak digunakan bersama-sama sebagai pencegahan.

  • Menjaga jarak di tangga dan lift

Barangkali menjaga jarak di gedung bertingkat menjadi hal menantang. Pasalnya, perkantoran di kawasan ini selalu padat dan sibuk. Beberapa perusahaan pun mengakalinya dengan shift supaya volume lift maupun tangga berkurang hingga setengahnya. Upaya tersebut dibarengi pula dengan menjaga jarak saat masuk ke lift maupun menaiki anak tangga.

Ketika menggunakan lift, karyawan disarankan mengambil posisi saling membelakangi, sementara untuk pemakaian tangga diharapkan ada pembagian jalur agar tak saling berpapasan.

  • Membersihkan meja kerja secara berkala

Menjaga kebersihan selama pandemi harus diterapkan secara menyeluruh, termasuk pada meja kerja. Anda yang sering membiarkan meja berantakan harus mengubah kebiasaan saat new normal berlangsung. Mulailah dengan menata alat tulis, memilah barang yang sering digunakan, dan segera buang bungkus atau sampah ke tempatnya.

Jangan lupa untuk membersihkan permukaan meja, laptop, dan barang-barang lain memakai disinfektan yang disediakan kantor atau buatan sendiri.

  • Membawa masker dan hand sanitizer sendiri

Walau beberapa kantor sudah menyediakan masker dan hand sanitizer, ada baiknya Anda selalu membawa kedua benda tersebut dalam tas atau ransel. Langkah ini merupakan antisipasi apabila kantor kehabisan stok atau saat Anda harus bekerja di luar ruangan. Dengan begitu, kebersihan tubuh tetap terjaga selama beraktivitas.

Jangan lupa untuk mengganti masker secara berkala, lalu bersihkan wajah setelah memakainya sepulang Anda dari tempat kerja.

Demikian informasi seputar new normal dan penyesuaiannya di tempat kerja. Dengan informasi ini, Anda diharapkan lebih waspada dan mewawas diri selama beraktivitas di kantor. Sehingga peluang tertular bisa ditekan semaksimal mungkin.