Housekeeping atau tata graha adalah kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan dan menata area tertentu untuk menjaga kebersihan area tersebut.

Tata graha biasanya identik dengan kegiatan rumah tangga maupun pada bisnis yang berhubungan dengan hospitality seperti misalnya hotel dan penginapan. Tapi sebenarnya kegiatan tata graha juga penting dalam kegiatan industri pabrik, karena praktik manufaktur yang bersih dan tertata dengan rapi tidak hanya akan meningkatkan produktivitas tapi juga penting untuk keselamatan para pekerja.

Green housekeeping adalah kegiatan tata graha yang dilakukan dengan cara-cara yang lebih ramah lingkungan misalnya dengan menggunakan bahan pembersih yang kandungan bahan kimianya tidak merusak lingkungan, pengaturan penggunaan energi, dan sebagainya. Berikut adalah beberapa praktik green housekeeping yang bisa dilakukan dalam skala industri pabrikan.

Membentuk tim profesional

Untuk menerapkan green housekeeping pada lingkungan industri dibutuhkan lebih dari sekedar menggunakan bahan pembersih dengan kandungan minim kimia maupun menggunakan peralatan yang tepat.

Industri pabrik juga harus memiliki standar komitmen yang bisa menjadi acuan bagi pabrik untuk praktik tata graha yang lebih ramah lingkungan terutama untuk praktik jangka panjangnya.

Perusahaan pabrikan bisa membentuk tim yang terdiri dari orang-orang profesional dan ahli dalam hal pemeliharaan fasilitas dan juga standar operasional yang hemat energi. Tim bisa membuat SOP yang berhubungan dengan tata graha di lingkungan pabrik, melakukan analisa efisiensi kegiatan, membuat inovasi-inovasi housekeeping, dan memastikan kegiatan housekeeping pabrik memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh aturan undang-undang maupun standar yang berlaku internasional.

Menggunakan bahan pembersih rendah racun

Hal yang bisa dilakukan untuk mempraktikkan kegiatan tata graha yang lebih ramah lingkungan adalah dengan menggunakan bahan atau cairan pembersih dan sanitasi yang tidak mengandung racun dan tidak menghasilkan limbah beracun.

Beberapa syarat suatu bahan pembersih dengan kandungan racun yang rendah antara lain adalah bisa terurai hingga 70% dalam jangka waktu 28 hari, bahan pembersih tidak menghasilkan limbah beracun, dan tidak mengandung bahan fenolik, pelarut minyak, atau mengandung bahan logam berat.

Selain itu bahan pembersih yang direkomendasikan adalah yang tidak menyebabkan kulit iritasi, tidak menyebabkan polusi di udara, tidak mengandung bahan pewangi tambahan, dan pembersih yang dikemas dalam wadah yang bisa didaur ulang.

Menggunakan kain pembersih mikrofiber

Alat pembersih yang direkomendasikan untuk digunakan adalah dari bahan mikrofiber dan bukannya menggunakan kain pel biasa ataupun spons. Hal ini karena kain mikrofiber bisa menyerap air dan juga mengangkat bakteri dari permukaan dan tidak hanya sekedar memindahkannya saja seperti yang dilakuka oleh kain pel atau spons.

Mikrofiber juga bisa lebih efektif dan efisien menghilangkan minyak serta partikel-partikel halus pada bagian-bagian yang sulit dijangkau dengan penggunaan bahan pembersih dan juga air yang lebih sedikit.

Penggunaan bahan pembersih rendah racun dengan kain mikrofiber yang bisa bekerja dengan lebih efisien akan lebih menghemat penggunaan sumber air bersih dan penggunaan bahan kimia.

Penggunaan air yang dikurangi

Dalam kegiatan tata graha skala industri pabrik, penggunaan air untuk bersih-bersih cukup tinggi, salah satunya ketika digunakan untuk membersihkan permukaan ruang manufaktur maupun membersihkan peralatan produksi, pakaian kerja, dan sebagainya tentu akan menggunakan jumlah air yang cukup banyak. Untuk mengurangi jumlah pemakaian air yang sia-sia, maka sebaiknya:

1. Perbaiki saluran-saluran air yang mengalami kebocoran termasuk kebocoran kecil

2. Memilih produk saluran air, pancuran, kran, dan perlengkapan sirkulasi air lainnya yang lebih efisien

3. Direkomendasikan untuk membuat tangki penampung air hujan yang bisa diolah untuk menjadi air bersih

4. Gunakan kembali air yang sudah digunakan untuk hal yang lain, misalnya menggunakan air bekas membersihkan lantai pabrik untuk bilasan pertama alat produksi yang akan dicuci sebelum menggunakan cairan pembersih.

Pemilihan alat kebersihan

Alat-alat yang digunakan untuk kegiatan housekeeping sebaiknya menghindari bahan-bahan yang sifatnya alami misalnya bahan kayu dan juga kertas.

Gunakan alat kebersihan yang menggunakan bahan material ramah lingkungan seperti alumunium karena bahan metal tersebut sebagian besar didapatkan dengan cara mendaur ulang.

Untuk fasilitas sanitasi seperti toilet ada baiknya mengganti tisu-tisu dengan mesin pengering tangan sehingga penggunaan kertas tisu bisa dikurangi.

Pabrik juga bisa berinvestasi untuk menyediakan alat kebersihan skala industri yang lebih ramah lingkungan seperti misalnya vacuum cleaner yang lebih hemat energi, memilih alat pembersih lantai yang menggunakan air dan detergen lebih sedikit, dan sebagainya.

Efisiensi mesin sirkulasi udara

Tim manajemen green housekeeping juga memiliki tugas untuk melakukan inspeksi dan juga analisa terkait dengan sirkulasi udara yang lebih efisien pada fasilitas pabrik.

Pabrik yang memiliki sistem HVAC lebih efisien akan menghemat penggunaan daya listrik yang digunakan untuk menjaga suhu di dalam fasilitas pabrik, meminimalkan kontaminasi dari luar ruangan masuk ke dalam pabrik sehingga penggunaan bahan kimia untuk melakukan pembersihan kontaminasi pun bisa diminimalkan.

Terapkan manajemen sampah dari hulu

Memiliki sistem manajemen sampah yang menerapkan prinsip 3R adalah salah satu kontribusi dunia industri pabrik dalam membuat lingkungan lebih hijau.

Karyawan dan pekerja pabrik bisa diberi pendidikan dan pelatihan mengenai manajemen sampah yang benar mulai dari hulu atau sumbernya, letakkan tempat sampah berlabel organik, non organik, dan sampah kimia dan bahan beracun pada tempat-tempat yang strategis dan berpopulasi tinggi, pasang poster-poster edukasi mengenai pemilahan sampah.

Pabrik juga bisa menyediakan sendiri alat pembuat kompos untuk mengubah sampah organik menjadi kompos. Melibatkan semua elemen karyawan industri untuk kegiatan manajemen sampah akan berdampak positif pada hematnya biaya yang dikeluarkan untuk pengolahan limbah sampah.

Pabrik di zaman modern sekarang memang  sudah memiliki lingkungan kerja yang jauh lebih baik dibandingkan pada masa revolusi industri dulu.

Meski demikian kebersihan pabrik tetap wajib untuk dijaga baik menjaga kebersihan dengan cara standar seperti membersihkan lantai dan perlengkapan produksi secara rutin, hingga membersihkan dengan metode khusus untuk menjaga sebuah ruangan tetap steril dan bebas kontaminasi misalnya dengan metode fumigasi.

Pabrik yang terjaga kondisi kebersihannya tidak hanya akan terlihat bagus bagi konsumen atau klien perusahaan yang melakukan kunjungan tapi juga bisa menjaga kesehatan dan keamanan para pekerja yang bekerja di dalam pabrik setiap hari. Berikut ini adalah beberapa area pabrik yang paling wajib untuk dibersihkan.

  1. Area kerja atau produksi

Yang pertama tentu saja adalah area yang digunakan untuk kerja karyawan dalam memproduksi produk pabrik tersebut. Area produksi adalah area utama di mana kegiatan produksi yang melibatkan mesin, alat-alat produksi, dan berbagai macam bahan mentah akan meninggalkan residu-residu yang jika tidak dibersihkan bisa menyebabkan masalah keselamatan.

Mesin-mesin yang mengeluarkan asap atau uap, penggunaan bahan bakar, sisa-sisa bahan produksi, permukaan lantai dan area kerja yang berminyak, semuanya harus dibersihkan setiap hari agar hasil produksi pun kualitasnya tidak terkontaminasi.

  1. Gudang

Gudang adalah area tempat penyimpanan hasil jadi produksi yang belum didistribusikan atau untuk menyimpan bahan-bahan yang akan digunakan untuk produksi.

Gudang juga digunakan sebagai tempat penyimpanan alat produksi dan juga aset yang dimiliki oleh pabrik. Dengan banyaknya barang yang ada di gudang wajar jika area ini mudah kotor, berdebu, penuh dengan serpihan-serpihan material, dan hal-hal lain yang mengganggu kebersihannya.

Gudang adalah area pabrik yang juga wajib untuk dibersihkan, pastikan lorong-lorongnya bebas dari kotoran dan minyak, serta pastikan suasana lingkungan di gudang sesuai dengan kebutuhan barang yang disimpan misalnya pengaturan suhu dan juga sirkulasi udaranya.

  1. Ruang penyimpanan dingin

Untuk bahan-bahan maupun produk tertentu dibutuhkan ruang penyimpanan khusus dengan suhu yang dijaga di tingkat yang rendah. Apakah ruangan yang dingin sampai titik beku pun juga harus dibersihkan?

Pada ruangan yang dingin pun kontaminasi tetap bisa terjadi. Tempat penyimpanan yang tidak dibersihkan juga bisa mengurangi daya pendingin yang bekerja menjaga suhu ruangan tetap rendah.

  1. Dinding, langit-langit, dan lantai

Ketika membersihkan area tertentu pada pabrik, tidak hanya lantai saja yang menjadi perhatian namun juga dinding dan langit-langit pun harus dibersihkan. Hal ini karena dinding dan langit-langit pun bisa terkontaminasi dengan debu, kotoran, minyak, abu bekas pembakaran, dan lainnya.

Ketika membersihkan dinding dan langit-langit bersihkan pula kacanya karena kaca yang kotor lama kelamaan akan makin buram dan menghalangi sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Ruangan yang minim matahari akan lebih lembab dan mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman.

  1. Area persiapan bahan produksi

Pada pabrik yang menggunakan bahan basah atau bahan organik untuk membuat produknya, maka akan ada risiko kontaminasi organisme seperti bakteri, jamur, dan juga kuman bahkan virus yang bisa tumbuh dari bahan organik tersebut.

Terutama untuk pabrik industri makanan, area persiapan pembuatan makanan harus dibersihkan yang biasanya dibutuhkan metode yang lebih mutakhir seperti misalnya melakukan fumigasi. Fumigasi dengan menyemprotkan bahan sanitasi berpartikel kecil bisa mematikan organisme kontaminator pada ruangan dan juga peralatan yang digunakan.

  1. Area kantor

Area kantor yang digunakan untuk manajemen pun juga merupakan tempat yang wajib untuk dibersihkan. Housekeeping yang digunakan untuk kantor bisa berbeda dengan yang digunakan pada pabrik di mana kegiatan produksinya berlangsung. Untuk membersihkan kantor cukup dengan menggunakan perlengkapan rumah tangga dan tidak dibutuhkan metode khusus untuk melakukannya. Asalkan dilakukan dengan rutin oleh staff yang profesional, kantor yang bersih pun bisa meningkatkan branding dari perusahaan.

  1. Area R&D

Area R&D (research and development) adalah area yang tidak kalah pentingnya untuk selalu dijaga kondisi kebersihannya. Terutama jika kegiatan R&D yang dilakukan melibatkan bahan-bahan kimia maupun bahan organik untuk menciptakan produk yang berkualitas tinggi. Bahan-bahan tersebut sangat mudah terkena kontaminasi apabila ruangan tidak dibersihkan rutin.

  1. Toilet

Toilet pada lingkungan pabrik adalah fasilitas sanitasi yang sangat penting untuk dijaga kebersihannya. Hal ini karena toilet di pabrik memiliki traffic yang cukup tinggi, artinya digunakan oleh banyak orang yang masing-masing membawa bahan kontaminasinya sendiri dan bisa tertular ke orang lain.

Maka dari itu petugas toilet harus menjaga kebersihan toilet, menyediakan sabun cuci tangan dan juga tisu atau mesin pengering tangan pada setiap toilet agar bahan kontaminasi tidak masuk ke dalam tubuh pekerja pabrik yang menggunakan toilet secara bergiliran.

  1. Area istirahat

Untuk para pekerja yang telah bekerja dengan giat tentunya pabrik memiliki tempat khusus untuk istirahat. Misalnya kantin atau kafetaria yang bisa digunakan sebagai tempat makan siang, atau ruangan khusus untuk pekerja yang ingin merokok. Area-area ini pun juga harus dibersihkan karena merupakan bagian dari pabrik dan jadi tempat aktivitas para pekerja.

Lantai tempat makan juga bisa berminyak karena kegiatan memasak, ruang merokok pun biasanya kotor dengan puntung rokok dan juga abu yang meleset dari tempat sampah yang disediakan. Untuk sanitasi dan kebersihan yang menyeluruh area istirahat tidak boleh ketinggalan untuk dibersihkan.

  1. Area luar pabrik

Tidak hanya area dalam pabrik, area luar pabrik pun juga harus dibersihkan. Misalnya pada area tangga, area pintu masuk, dan juga area loading barang. Jika tidak dibersihkan maka tentunya bisa mengganggu alur jalan orang yang sering kali sedang membawa barang dan bisa membahayakan.

Industri konstruksi adalah salah satu industri yang perkembangannya sangat pesat di Indonesia. Sebagai negara berkembang yang memiliki begitu banyak proyek pembangunan infrastrukur, Anda bisa melihat sendiri selalu ada bangunan yang baru yang muncul dari permukaan tanah baik bangunan gedung maupun sarana-sarana umum seperti jembatan, jalan raya, jalan tol, tempat fasilitas umum lainnya, dan bangunan lain.

Pembangunan yang cepat selesai memang bisa menguntungkan namun jangan sampai mengabaikan keselamatan. Berikut adalah tips keselamatan yang wajib dipatuhi dalam dunia industri konstruksi baik untuk para pekerja, perusahaan, maupun orang-orang di sekitarnya.

  1. Hati-hati dengan risiko jatuh

Pekerja harus bisa mengenali tanda-tanda area tertentu memiliki risiko benda jatuh dan harus menghindari bekerja di area yang belum dipasang pengaman untuk mencegah guguran bahan material.

Selain itu bagi pekerja yang bekerja di ketinggian dan menggunakan tali pengaman harus memastikan panjang tali yang digunakan lebih pendek dari ketinggian sehingga ketika jatuh maka pekerja tidak mengalami benturan dengan permukaan.

  1. Ketika bekerja menggunakan scaffolds

Scaffolds adalah alat konstruksi bangunan yang sangat sering digunakan, dan karena hubungannya dengan ketinggian maka ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Ketika bekerja menggunakan alat ini wajib untuk mengenakan pelindung kepala yang keras, dilarang meninggalkan alat bangunan di atas scaffolds setelah selesai kerja, dilarang untuk membawa beban di luar batas kapasitas beban, pekerja harus menggunakan sepatu anti slip dan sebaiknya tidak bekerja dengan scaffolds yang licin atau basah.

Scaffolds harus dipasang dan dibongkar oleh orang yang ahli dan harus dilakukan inspeksi sebelum digunakan.

  1. Ketika bekerja menggunakan tangga

Kecelakaan konstruksi yang berhubungan dengan tangga  biasanya disebabkan karena kesalahan dalam penempatan tangga, menggunakan tangga dengan bahan material yang kurang baik.

Banyak pekerja bangunan yang membuat tangganya sendiri dengan menggunakan kayu, bambu, dan juga paku atau kawat seadanya. Jika konstruksi tangga tidak bagus maka bisa menyebabkan risiko cedera bahkan kematian.

Hindari membawa barang dengan tangan ketika menggunakan tangga, perlengkapan bisa dibawa di pinggang atau dibawa menggunakan mekanisme menimba.

  1. Inspeksi rutin

Proyek pembangunan konstruksi harus dilakukan inspeksi secara rutin yang memastikan semua area bangunan terlindungi dari risiko reruntuhan atau adanya bahan material yang berjatuhan.

Pengawas atau perusahaan harus memberikan pelatihan terhadap para pekerja mengenai keselamatan di sekitar bangunan, dan semua orang yang masuk ke dalam wilayah proyek harus dilindungi kepalanya menggunakan penutup kepala yang keras. Orang yang tidak terlibat langsung dalam pembangunan sebaiknya tidak masuk ke area yang belum stabil strukturnya.

  1. Perlindungan untuk mata dan wajah

Pekerja di lingkungan konstruksi sebaiknya menggunakan pelindung mata dan juga wajah ketika bekerja di lingkungan dengan banyak partikel yang beterbangan, ketika bekerja dengan metal yang dicairkan, bahan kimia cair, zat asam, asap, maupun jika pekerjaan melibatkan penyinaran yang memiliki kandungan radiasi. Pilih pelindung wajah dan mata yang nyaman digunakan dan tidak mengganggu pekerjaan serta pastikan pelindung dalam keadaan yang bersih.

  1. Perhatian khusus ketika bekerja dengan bahan kimia

Beberapa bahan kimia berbahaya yang biasa ditemukan di area konstruksi antara lain adalah timah, silika, asbes, seng, merkuri, dan lainnya. Serpihan bubuk kayu yang beterbangan pun juga bisa menjadi zat yang berbahaya apabila terhirup oleh pekerja atau masuk ke mata.

Oleh karena itu jika ada bahan kimia atau bahan berbahaya lain di lingkungan konstruksi maka para pekerja harus dipastikan tahu bagaimana SOP-nya, mengenakan atribut pelindung yang benar, dan membereskan atau membersihkan jika ada tumpahan bahan kimia sebelum mencelakai orang lain.

  1. Bekerja sesuai dengan kapasitas

Para pekerja konstruksi memiliki hak untuk bekerja dengan perlindungan yang disediakan oleh perusahaan kontraktor misalnya dalam bentuk penyediaan atribut keselamatan yang kondisinya dijaga bagus.

Perlindungan pekerja juga bisa diberlakukan dalam bentuk tidak menyuruh pekerja melakukan pekerjaan yang di luar kemampuannya misalnya untuk mengoperasikan mesin atau bekerja dengan bahan kimia tertentu tanpa adanya pelatihan sama sekali.

  1. Inspeksi pada transportasi konstruksi

Terutama pada konstruksi berskala besar, ada berbagai macam jenis transportasi yang digunakan pada kegiatan konstruksi bangunan. Seperti misalnya alat-alat yang digunakan untuk memindahkan pekerja ke bagian yang lebih tinggi, lift, scaffolding, menara vertikal, dan berbagai macam alat transportasi lainnya.

Inspeksi terhadap kondisi alat-alat transportasi tersebut harus selalu dilakukan dan tidak boleh digunakan jika ada tanda-tanda kerusakan atau ada komponen yang hilang barang kecil sekalipun.

  1. Ketika bekerja menggunakan listrik

Kecelakaan yang terjadi pada proyek konstruksi karena listrik juga cukup banyak terjadi. Lingkungan konstruksi adalah lingkungan yang cukup keras jadi pastikan semua komponen kelistrikan sebelum digunakan dalam keadaan yang baik.

Tidak ada kabel yang terkelupas bungkusnya, outlet listrik dan kabel bisa dengan mudah dilihat orang sehingga tidak mudah tersandung oleh pekerja lain, dan jangan mencabut listrik dengan menarik kabelnya karena hal tersebut bisa merusak alat listrik dan membahayakan orang.

  1. Selalu sediakan P3K

Risiko pekerja mengalami luka baik yang luka kecil sekalipun sangat tinggi di lingkungan konstruksi. Oleh karena itu sudah sepatutnya untuk melengkapi kebutuhan P3K dan setiap pekerja harus memiliki pengetahuan tentang bagaimana caranya merawat luka baru agar tidak mengalami infeksi.

Pastikan obat-obatan yang ada di dalam kotak P3K belum kadaluwarsa dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau.

Cara Menghemat Penggunaan Energi Dalam Industri

Cara menghemat penggunaan energi dalam industri penting untuk diketahui oleh para pelaku industri hingga insinyur yang bertanggung jawab untuk membuat desain fasilitas industri seperti misalnya desain pabrik, desain pembangkit energi, desain pengolah limbah, dan komponen operasional lainnya yang ada di lingkungan industri.

Dunia industri memiliki peran yang sangat tinggi dalam menjaga suplai energi nasional tetap cukup karena penggunaan energi di lingkungan industri tidaklah rendah, padahal isi krisis energi dunia makin lama makin kencang.

Selain itu penghematan energi yang dilakukan pelaku industri juga akan menguntungkan dari segi finansial karena dana yang digunakan untuk menyediakan energi sehingga pabrik bisa beroperasi bisa ditekan besarnya. Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan dunia industri untuk menghemat penggunaan energi.

Bentuk tim manajemen sendiri

Penghematan energi dalam industri merupakan tanggung jawab bersama dan seringkali gagalnya sebuah perusahaan industri dalam menggunakan energi yang lebih efisien adalah tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atau yang memiliki wewenang.

Oleh karena itu langkah pertama yang bisa dilakukan perusahaan adalah dengan membentuk tim manajemen energi khusus untuk menangani, mengawasi, dan membuat keputusan serta standar operasional yang memprioritaskan praktek kerja yang hemat energi.

Anggota tim bisa terdiri dari representatif dari setiap departemen yang ada di perusahaan sehingga implementasi energi yang lebih efisien bisa memangku kepentingan dari setiap departemen.

Melakukan audit penggunaan energi

Cara menghemat penggunaan energi dalam industri yang kedua adalah dengan melakukan audit baik yang dilakukan oleh internal atau mengundang jasa ahli energi untuk melakukannya.

Tujuannya adalah mendapatkan data mengenai besarnya energi yang digunakan perusahaan dalam satu periode waktu tertentu, kapan penggunaan energi yang paling sedikit dan kapan mengalami puncaknya, bagian produksi mana yang menggunakan energi paling sedikit mana yang paling banyak, dan sebagainya.

Audit energi juga bisa dilakukan untuk mendata jenis mesin, tahun pembuatan, serta lamanya digunakan karena teknologi  mesin yang digunakan pada industri juga memengaruhi besarnya energi yang digunakan.

Mengatur jadwal operasional secara efisien

Data yang didapatkan dari audit kemudian bisa digunakan untuk mengatur jadwal operasi. Misalnya untuk mesin-mesin atau kegiatan yang menggunakan energi dalam jumlah yang besar bisa dijadwalkan untuk dioperasikan di luar jam sibuk.

Dengan demikian kegiatan operasional bisa tetap berjalan sesuai dengan alurnya menggunakan distribusi sumber energi yang lebih efisien serta mengurangi kelebihan beban pada pembangkit listrik karena semua mesin dan operasi yang dilakukan secara bersamaan.

Menghindari menggunakan mesin berenergi tinggi pada waktu sibuk atau peak hours bisa menghemat energi hingga 30%.

Jadwalkan pemadaman mesin atau alat

Fungsi lain dari membuat jadwal kegiatan operasional produksi yang efisien adalah agar ketika ada alat atau mesin yang tidak digunakan, mesin tersebut bisa dimatikan sehingga tidak mengonsumsi daya energi yang tidak terpakai.

Selain alat dan mesin yang dimatikan sumber energinya, alat-alat elektronik lainnya juga sebaiknya dimatikan jika tidak diperlukan. Seperti misalnya alat-alat penerangan, pendingin udara, dan berbagai macam alat elektronik lainnya yang tidak berguna untuk kegiatan operasional yang sedang dijadwalkan.

Perawatan alat dan mesin yang rutin

Peralatan dan mesin yang digunakan pada perusahaan industri memiliki cara kerja mekanis yang kompleks dan terdiri dari banyak komponen.

Apabila ada bagian komponen alat atau mesin yang rusak maka kemampuan kerja dari alat tersebut akan menurun dan beban kerjanya makin besar.

Makin besar beban kerja sebuah alat atau mesin makin banyak pula energi yang digunakannya untuk beroperasi. Maka dari itu perawatan alat dan mesin yang digunakan untuk operasi industri adalah cara menghemat penggunaan energi dalam industri yang paing penting.

Perawatan meliputi alat dan mesin yang dijaga dalam kondisi bersih, mengganti bagian mesin yang aus dengan yang baru, mengaplikasikan pelumas agar mesin bisa berjalan dengan efisien, lakukan pengecekan performa mesin dan alat secara periodik yang dilakukan oleh profesional.

Mengoptimalkan kerja kompresor udara

Kompresor udara memiliki fungsi yang cukup penting pada sebuah fasilitas pabrik, di antaranya berhubungan dengan penyuplaian udara bersih untuk sistem HVAC (Heating, Ventilation, Air Conditioning).

Kompresor udara membutuhkan energi yang cukup besar untuk beroperasi dan seringkali kurang diperhatikan kualitas kerjanya. Padahal kompresor udara yang memiliki desain buruk dan jarang dirawat akan makan energi yang sangat besar.

Salah satu hal yang membuat konsumsi energi pada kompresor udara makin besar adalah terjadinya kebocoran.

Dikatakan satu titik kebocoran pada kompresor udara bisa menimbulkan kerugian US$500 per tahun. Jadi pastikan desain instalasi kompresor udara memperhatikan penggunaan energinya, dan rutin lakukan perawatan serta inspeksi.

Pasang perlengkapan yang bisa menghemat energi

Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai usaha tambahan untuk melakukan penghematan energi misalnya adalah mengganti lampu bohlam dengan menggunakan lampu LED yang lebih hemat energi dan awet, memasang insulator pada atap dan dinding pabrik agar suhu ruangan bisa lebih stabil sehingga sistem pendingin udara tidak menggunakan banyak energi.

Pasang alat pendeteksi pada lampu di ruangan-ruangan khusus sehingga lampu hanya menyala ketika ada orang di ruangan tersebut dan akan mati otomatis ketika lampu digunakan, dengan demikian kebiasaan personel pabrik yang tidak mematikan lampu tidak mengganggu konsumsi energi. Dan masih banyak lagi lainnya perlengkapan yang bisa dipasang untuk praktik industri yang lebih ramah lingkungan dengan cara menghemat penggunaan energi dalam industri.

Mengapa Alat - Alat Konstruksi Wajib Dibersihkan

Mengapa alat-alat konstruksi wajib dibersihkan? Ketika sedang ada kegiatan konstruksi bangunan biasanya identik dengan berbagai macam bahan material yang tersebar di mana-mana, debu yang beterbangan karena pasir, semen, dan kapur yang digunakan untuk membangun, dan aneka macam perlengkapan yang digunakan untuk konstruksi dalam keadaan yang kotor.

Kadang pekerjaan bangunan akan membersihkan perlengkapan yang digunakan pada setiap penghujung hari tapi biasanya cara membersihkannya hanya dibilas menggunakan air lalu disimpan begitu saja.

Padahal campuran bahan material, cat-cat, dan berbagai macam komponen bangunan lainnya yang menempel di perlengkapan konstruksi tidak semudah itu untuk dibersihkan. Berikut adalah alasan alat konstruksi harus bersih dan bagaimana cara membersihkannya.

Pentingnya kebersihan alat konstruksi bangunan dan kegiatan proyek lainnya

Setiap kali selesai pekerjaan konstruksi maka biasanya perlengkapan yang digunakan akan dipenuhi dengan bahan-bahan material yang menempel dan sudah mengeras pada perlengkapan.

Apakah alat-alat tersebut masih bisa digunakan? Mungkin. Tapi apakah alat konstruksi yang kotor tersebut bisa bekerja dengan maksimal? Jawabannya adalah tidak. Sama seperti pisau tajam yang digunakan setiap hari tanpa dibersihkan maka lama kelamaan ia akan tumpul. Kendaraan bermotor yang tidak rutin dibersihkan pun mesinnya lama kelamaan akan terasa berat dan mesinnya mudah rusak. Jadi jika ditanya mengapa alat-alat konstruksi wajib dibersihkan maka jawabannya cukup sederhana karena untuk menjaga performa dari perlengkapan yang digunakan agar bisa dipakai di proyek konstruksi selanjutnya.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah hal-hal yang bisa terjadi jika alat-alat konstruksi tidak dibersihkan dengan baik setelah digunakan:

  1. Penurunan performa bisa terjadi pada peralatan konstruksi baik yang manual maupun alat mesin yang tidak secara rutin dibersihkan.  Membersihkan peralatan konstruksi merupakan langkah preventif agar bagian-bagian yang bergerak maupun tidak bergerak tetap berfungsi dengan baik.
  2. Proses konstruksi bisa berjalan dengan lebih lama karena alat yang tidak dibersihkan mudah rusak. Ketika alat rusak saat proses konstruksi masih berjalan maka alat tersebut harus diperbaiki atau diganti. Waktu yang digunakan untuk mencari pengganti dan memperbaiki alat bisa menghambat laju konstruksi.
  3. Mengapa alat-alat konstruksi wajib dibersihkan? Karena alat yang tidak dibersihkan bisa kehilangan kapasitasnya. Misalnya ember yang digunakan untuk memindahkan adukan semen dari satu tempat ke tempat lain yang tadinya memiliki kapasitas 2 liter jadi berkurang karena ember yang tertutup oleh semen yang telah mengeras dan membuat ember jadi makin berat. Meski nampaknya sedikit namun jika diakumulasikan hal ini bisa membuat pekerjaan proyek jadi kurang efisien.
  4. Alat yang bersih juga lebih aman untuk digunakan. Keamanan pekerja konstruksi tentunya merupakan hal yang juga harus diperhatikan dan menjaga kebersihan alat adalah salah satu cara untuk membuat lingkungan kerja berisiko tinggi jadi lebih aman.

Cara membersihkan alat-alat konstruksi

Saat ini, ada banyak perusahaan yang menawarkan jasa untuk membersihkan perlengkapan konstruksi mulai dari berbagai macam alat-alat pertukangan hingga alat berat.

Anda bisa menggunakan jasa profesional tersebut untuk mendapatkan hasil perlengkapan yang lebih bersih pasca konstruksi sehingga saat mendapatkan proyek konstruksi selanjutnya alat bisa langsung digunakan. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membersihkan alat konstruksi misalnya adalah:

  1. Semprotan air bertekanan tinggi adalah salah satu alat bersih yang wajib ada untuk membersihkan alat konstruksi terutama untuk alat berat. Dengan semprotan air bertekanan tinggi, bahan-bahan material dan puing-puing yang menempel pada alat bisa lebih mudah untuk dirontokkan serta bisa menjangkau ke sela-sela alat yang sulit dijangkau dengan tangan.
  2. Jasa bersih alat konstruksi juga biasanya memiliki alat khusus yang digunakan untuk membersihkan sisa bahan material yang menempel setelah disemprot dengan air. Alat khusus ini juga meliputi sistem pengolahan limbah agar air yang telah terkontaminasi dengan bahan bangunan tidak langsung terbuang ke tanah atau ke sumber air dan bisa merusak lingkungan.
  3. Alat-alat konstruksi juga dibersihkan dengan menggunakan deterjen khusus yang bisa membersihkan minyak serta kotoran yang menempel di alat-alat konstruksi. Makin rutin alat konstruksi dibersihkan makin mudah sisa material yang menempel bisa makin mudah untuk dibersihkan sempurna.
  4. Untuk perlengkapan konstruksi yang berhubungan dengan pertukangan atau hand tools bisa dibersihkan dengan menggunakan bahan pelarut khusus yang bisa didapatkan di toko-toko. Bahan pelarut serba guna ini biasanya memiliki fungsi untuk membersihkan kotoran, meluruhkan puing-puing, dan juga zat minyak yang menempel pada perlengkapan. Cara menggunakannya cukup dengan disemprotkan langsung ke alat kemudian lap hingga alat kembali mengkilap.
  5. Untuk alat-alat pertukangan yang sulit untuk dibersihkan, misalnya karena bahan material semen, pasir, maupun kapur yang sudah menempel dan mengeras, Anda bisa merendamnya terlebih dahulu ke dalam ember berisi air panas. Kemudian sikat dengan menggunakan sikat kawat untuk menghilangkan material yang menempel, bilas, ulangi prosesnya hingga kotoran bersih dari alat.
  6. Alat-alat konstruksi yang sudah dibersihkan bisa dibiarkan mengering secara alamiah atau digunakan mesin kompresor udara untuk mempercepat proses pengeringan sehingga alat bisa diperbaiki jika ada kerusakan atau langsung disimpan di tempatnya yang benar.

Baik Anda memiliki proyek konstruksi kecil-kecilan misalnya memasang pagar di depan rumah hingga konstruksi berskala besar tetap perhatikan kebersihan alat yang digunakan. Bekerja dengan alat yang kotor tidak hanya bisa menghambat produktivitas kerja tapi juga bisa membahayakan keselamatan pekerja.

Cara Menjaga Kebersihan Toilet Umum Gedung

Hal ini penting untuk dipahami karena toilet umum yang ada di dalam sebuah gedung merupakan sebuah fasilitas sanitasi yang bisa digunakan oleh penghuni dan pengguna gedung secara bersama-sama.

Karena fungsinya yang digunakan oleh banyak orang dengan berbagai macam kondisi kesehatannya masing-masing, wajib bagi penjaga kebersihan toilet umum untuk mempertahankan kondisi toilet umum yang bersih, sehingga risiko yang bisa ditimbulkan karena terjadinya pertukaran bakteri maupun mikroorgranisme lainnya bisa ditekan.

Beberapa resiko yang bisa mengancam pengguna toilet umum yang tidak dijaga kebersihannya antara lain adalah:

  1. Tertular penyakit yang dibawa oleh pengguna toilet lainnya
  2. Bakteri di toilet yang tersentuh tangan kemudian bisa masuk ke mulut, mata, atau bagian tubuh lainnya
  3. Toilet yang kotor akan terlihat jorok dan memberikan kesan yang buruk bagi manajemen gedung

Agar toilet umum di gedung Anda bisa  terhindar dari risiko di atas dan menjadi tempat sanitasi yang higienis, berikut adalah cara menjaga kebersihan toilet umum gedung.

Menggunakan toilet duduk

Mengganti toilet jongkok dengan toilet duduk bisa jadi cara menjaga kebersihan terutama dalam konteks pencegahan.

Banyak orang yang masih ragu menggunakan toilet duduk karena takut dengan bakteri atau mikroorganisme lain yang ada di dudukan toilet bekas digunakan orang lain.

Tapi faktanya adalah mikroorganisme penyebab penyakit tidak bisa bertahan lama ketika berada di luar tubuh inangnya. Dengan kata lain jika memang menempel di dudukan toilet akan sangat kecil kemungkinannya penyakit bisa masuk ke dalam tubuh.

Selain itu penularan bisa terjadi hanya ketika penyakit masuk melalui luka terbuka atau melalui alat kelamin.

Di sisi lain, penggunaan toilet jongkok justru bisa meningkatkan penyebaran sumber penyakit di toilet umum.

Yang pertama, penggunaan toilet jongkok cenderung mendorong orang untuk menggunakan air yang lebih banyak yang bisa menyebarkan kotoran di toilet ke mana-mana.

Yang kedua, toilet duduk juga biasanya membuat toilet jadi memiliki genangan air yang membuat toilet jadi tampak jorok dan kurang nyaman digunakan orang lain.

Segera atasi toilet yang tersumbat atau ada kebocoran

Cara menjaga kebersihan toilet umum gedung yang kedua adalah dengan segera mengatasi apabila terjadi penyumbatan pada toilet atau jika ada kebocoran pada bak air, keran, pipa, dan saluran air di toilet umum lainnya.

Toilet yang tersumbat jika tidak segera diatasi akan membuat air yang ada di dalam toilet yang sudah bercampur dengan segala macam kotoran manusia meluap dan bisa menjadi sarang sumber penyakit, selain itu bisa juga menyebabkan bau tidak sedap dan mengganggu pengguna toilet yang lain.

Mengatasi toilet yang tersumbat atau jika ada kebocoran bisa diatasi dengan segera memanggil jasa profesional jika Anda tidak mengetahui caranya, menggunakan bahan kimia yang dibuat khusus untuk ini dan sebaiknya untuk sementara toilet umum tersebut ditutup agar tidak digunakan dulu.

Sediakan fasilitas sanitasi yang cukup

Beberapa fasilitas sanitasi yang bisa disediakan di toilet umum agar kebersihan toilet serta kenyamanan pengguna toilet terjaga dengan baik antara lain adalah:

  1. Tisu yang ditempatkan di masing-masing bilik toilet dan di tempat cuci tangan
  2. Tempat sampah tertutup untuk masing-masing bilik dan di luar bilik
  3. Tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun cuci tangan
  4. Mesin pengering tangan

Meskipun sudah ada tisu, menyediakan mesin pengering tangan otomatis bisa memberikan banyak keuntungan.

Misalnya dengan menggunakan mesin pengering tangan penggunaan tisu bisa lebih dihemat sehingga manajemen tidak harus terlalu sering mengganti tisu yang sering habis.

Jumlah sampah tisu juga bisa dikurangi sehingga isi tempat sampah tidak perlu terlalu sering dibuang.

Tempat sampah yang tertutup penting sebagai fasilitas toilet agar wanita yang sedang menstruasi tidak membuang pembalutnya di lubang toilet yang bisa menyebabkan penyumbatan.

Sampah-sampah toilet juga tidak terlihat jorok dibandingkan jika menggunakan tempat sampah yang terbuka.

Rutin membersihkan toilet umum

Tentu saja pihak gedung harus rutin membersihkan toilet mulai dari kegiatan bersih-bersih harian hingga deep cleaning yang dilakukan secara periodik.

Untuk mengerjakan hal ini manajemen toilet umum harus dilengkapi dengan personel cleaning service yang secara profesional bisa menjaga kebersihan toilet sebelum, selama, dan sesudah toilet umum digunakan.

Berikut adalah beberapa checklist kegiatan bersih-bersih toilet umum yang bisa dilakukan:

  1. Dengan menggunakan kain pel setiap bagian toilet yang basah harus dikeringkan misalnya pada area tempat cuci tangan dan lantai toilet
  2. Toilet umum yang kering selain lebih higienis juga lebih nyaman digunakan
  3. Pasang pengharum ruangan otomatis di toilet untuk menghilangkan bau tidak sedap
  4. Dudukan toilet yang basah juga dibersihkan agar toilet tidak menjadi becek
  5. Selalu cek persediaan toilet seperti sabun cuci tangan dan tisu jangan sampai kosong
  6. Kosongkan tempat sampah toilet setiap hari sebelum toilet umum dibuka dan jika tempat sampah terlihat penuh
  7. Deep cleaning toilet umum yang bisa dilakukan dua kali sebulan atau seminggu sekali meliputi menyikat dan membersihkan dinding serta lantai toilet, menyemprot toilet dan tempat cuci tangan dengan desinfektan, memastikan tidak ada kebocoran atau saluran air yang tersumbat.

Rutin membersihkan toilet setiap hari memiliki keuntungan pencegahan agar tidak ada noda yang menempel di toilet umum karena jika sudah bernoda maka akan semakin sulit untuk dibersihkan.

Anda bisa menggunakan larutan pembersih toilet dan lantai khusus untuk membersihkan area toilet serta pada lubang toilet dan tempat cuci tangan agar tidak ada endapan kotoran yang bisa menimbulkan garis noda yang sulit untuk dibersihkan.

Demikianlah beberapa cara menjaga kebersihan toilet umum gedung yang bisa jadi referensi Anda.

ruangan pasienRumah sakit menerapkan beragam metode penting untuk menjaga supaya ruang atau kamar pasien tetap bersih dan bebas kuman. Cara menjaga dan mengelola kebersihan itu pun tidak seperti yang biasa dilakukan di rumah atau tempat lain karena ini adalah sebuah gedung di mana para pasien seharusnya terlindungi dari risiko bakteri, virus dan beragam penyakit supaya cepat sembuh.

Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPPI)

Serangkaian prosedur kebersihan yang diterapkan dalam rumah sakit atau klinik merupakan standar perawatan demi tercapainya kesembuhan pasien. Kadang dijumpai sejumlah kasus pasien yang menjalani masa perawatan di rumah sakit namun setelah keluar dan dinyatakan sembuh ternyata menderita penyakit baru (seringnya infeksi) yang tidak disadari akibat kelalaian dalam prosedur higiene dan sanitasi.

Infeksi pun bisa disebabkan petugas medis yang kurang memperhatikan standar prosedur kebersihan dirinya sendiri dan bersentuhan langsung dengan pasien. Oleh karena itu, setiap rumah sakit menerapkan prosedur Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPPI). Kebijakan prosedur ini bertujuan meningkatkan proteksi pada pasien, petugas medis, pengunjung, dan setiap karyawan yang berada dalam lingkungan rumah sakit.

Manfaat bagi Masyarakat Umum

Faktanya, prosedur kebersihan dalam rumah sakit khususnya di dalam ruang pasien juga berdampak positif bagi masyarakat karena dapat diterapkan dalam aktivitas keseharian. Mereka yang sudah pernah berkunjung atau menjalani perawatan dapat menerapkannya langsung dalam rumah dan lingkungan sekitar, sekaligus memperkenalkan ke orang-orang sekitar. Beberapa tips menjaga ruang pasien tetap bersih dan bebas kuman yang dapat ditiru atau diterapkan masyarakat umum antara lain:

  1. Selalu membersihkan tangan. Kebiasaan yang sangat disarankan dan bahkan diwajibkan setiap kali masuk atau keluar kamar, menggunakan sabun demi mencegah debu, kotoran, dan kuman-kuman penyakit.
  2. Selalu menggunakan perlengkapan sendiri. Peraturan dalam rumah sakit yang dapat diterapkan di dalam rumah sendiri, sehingga tiap orang bertanggung jawab atas kebersihan semua barang milik mereka, seperti handuk, sikat gigi, pakaian, dan sebagainya.
  3. Tidak mengenakan alas kaki dalam rumah atau ruangan bersih. Alas kaki harus dibedakan dari yang dikenakan di rumah dan di luar rumah. Bahkan lebih baik lagi jika tidak mengenakan alas kaki selama berada di dalam rumah atau kamar, tentunya dengan selalu mencuci kaki hingga bersih.
  4. Selalu menjaga kebersihan peralatan di masing-masing tempat/wadahnya. Untuk semua peralatan yang menjadi milik bersama harus selalu dijaga kebersihannya, termasuk benda-benda elektronik, perlengkapan dapur, dan lain-lain.

Prosedur Menjaga Ruang Pasien Tetap Bersih dan Bebas Kuman

Untuk menjaga ruang pasien tetap bersih dapat dilakukan berdasarkan aturan yang ditetapkan pihak rumah sakit. Selama tindakan itu dapat dikerjakan sendiri, pihak penunggu pasien atau pengunjung wajib menjalaninya. Sedangkan khusus untuk tindakan yang dilakukan tenaga kebersihan atau medis di dalam lingkungan rumah sakit akan membutuhkan peralatan dan teknik khusus.

Prosedur yang diterapkan untuk menjaga ruang pasien tetap bersih dan bebas kuman diterapkan dengan sejumlah indikator sebagai berikut:

  • Membersihkan permukaan lantai ruang pasien dengan lobby duster
  • Mengepel lantai ruang pasien dengan mop
  • Lantai ruang pasien dibersihkan setidaknya dua kali dalam sehari atau jika sudah nampak kotor akibat kasus khusus
  • Membersihkan setiap peralatan yang digunakan pasien menggunakan desinfektan sesuai prosedur rumah sakit
  • Memastikan tidak ada sisa kotoran atau makanan yang melekat di ruang pasien
  • Menjaga ruang pasien bebas dari asap rokok, vape, dan obat nyamuk bakar
  • Selalu membersihkan tempat tidur/kasur pasien jika sudah pulang
  • Memastikan tidak ada sisa kotoran di ranjang pasien termasuk stiker atau tempelan-tempelan lain yang bukan berasal dari rumah sakit
  • Melapisi bantal dan kasur dengan vinil supaya tetap steril dan tidak sobek
  • Mengecek dan memastikan tidak ada perabotan seperti kursi, meja, dan sebagainya yang lapisannya robek dan segera menggantinya dengan baru atau memperbaikinya
  • Menyediakan tempat sampah yang dibedakan berdasarkan kategori non infeksius dan infeksius di spot yang jauh dari ruang pasien
  • Selalu menyimpan perlengkapan kesehatan dan perawatan di wadah dan tempat yang bersih, steril, selalu tertutup, sehingga siap dipakai kapan saja
  • Mencuci gorden sebulan sekali atau jika sudah nampak kotor
  • Menjaga kebersihan dinding ruang pasien, memastikan tidak ada tempelan, debu, sarang laba-laba, dan jenis kotoran lainnya
  • Menerapkan kebijakan pada penunggu pasien atau tamu untuk hanya membawa barang seperlunya

Seluruh rangkaian prosedur di atas bisa semakin panjang tergantung dari tingkat keparahan penyakit yang sedang diderita pasien karena membutuhkan perawatan ekstra.

Pengelolaan kebersihan dalam ruang pasien dalam kondisi khusus itu juga semakin ketat dan bahkan sampai tidak membolehkan siapa saja masuk kecuali dokter dan tenaga medis yang bertanggung jawab.

Penerapan kebersihan ruang pasien membutuhkan kecermatan, disiplin, serta evaluasi menyeluruh. Kecermatan ditujukan untuk memastikan bahwa tidak akan ada celah atau kelalaian yang berisiko pada pasien.

Kedisiplinan setiap tenaga medis dan karyawan rumah sakit juga sangat penting dan di saat bersamaan harus diterapkan secara ketat kepada pengunjung atau pendamping pasien. Tanpa adanya sikap disiplin itu, mustahil kebersihan ruang pasien terwujudkan.

Setelah itu, dalam periode tertentu harus dilakukan evaluasi menyeluruh guna menemukan sedikit banyak persoalan yang wajib diperbaiki dan ditingkatkan mutunya demi tercapainya tujuan kebersihan, kesehatan, dan kesembuhan pasien secara optimal.

Itulah beberapa hal penting terkait tips menjaga ruang pasien tetap bersih dan bebas kuman.

Anda perlu solusi dalam hal ini? RMI Indonesia siap bantu. Silakan isi form dibawah ini.

kebersihan dapur

Setiap perusahaan selayaknya memiliki dapur atau pantry sebagai tempat penyimpanan dan pengolahan makanan/minuman demi memicu produktivitas seluruh karyawan. Ketersediaan dapur di dalam sebuah kantor atau perusahaan pun wajib dijaga layaknya di rumah. Jika sampai dapur itu kotor apalagi sampai mengusik kenyamanan, tentu saja dampaknya sangat buruk bagi kinerja seluruh karyawan.

Manfaat Dapur Bersih bagi Perusahaan

Dapur yang bersih bakal memberikan banyak manfaat bagi sebuah kantor atau perusahaan. Pasalnya, dari situlah lingkungan kerja yang sehat menciptakan kondisi nyaman dan memacu performa terbaik seluruh karyawan. Nah, sejumlah manfaat kebersihan dapur bagi perusahaan antara lain sebagai berikut:

  1. Melindungi dari Risiko Penyakit

Dapur seringkali identik dengan kondisi yang kotor karena di sanalah proses pengolahan makanan dan minuman dilakukan dan kadang penggunanya kurang mempedulikan faktor higienitas dan sanitasi. Alasannya sederhana; karena dapur itu bukan miliknya, berbeda dari rumah, dan “cuma” milik kantor. Persepsi semacam itu haruslah diubah karena dapur dalam sebuah kantor atau perusahaan adalah milik bersama semua karyawan yang beraktivitas di ruang lingkup kerja itu. Dapur yang bersih otomatis akan melindungi semua orang yang berada di dalam satu gedung atau ruangan di dalamnya dari segala risiko penyakit.

  1. Meningkatkan Produktivitas

Dapur yang bersih akan membantu meningkatkan produktivitas perusahaan. Secara teori, semua orang pasti memahaminya. Kenyataan di lapangan seringkali berbeda. Perlakuan terhadap dapur kantor atau perusahaan biasanya berbeda dari rumah. Padahal, ruangan dapur yang tidak kondusif menyimpan resiko dan ancaman produktivitas. Karyawan akan enggan memasuki dapur, padahal sudah disediakan sesuai fungsinya. Dan ketika makin banyak karyawan yang tidak memanfaatkan dan merawatnya secara optimal, produktivitas perusahaan akan terusik karena dapur yang seharusnya sebagai sumber pengolahan logistik tenaga kerja tidak berfungsi.

  1. Mengurangi Risiko Depresi

Rumusan yang sangat mudah dan semua orang pasti memahaminya, bahwa jika seluruh spot dalam sebuah ruangan atau gedung bersih dan sehat, niscaya setiap orang yang berada di dalamnya akan merasa rileks. Atmosfer dapur yang bersih dan sehat akan menumbuhkan rasa tenang, percaya diri, dan mencegah stress. Bayangkan saja apa jadinya karyawan yang selama berjam-jam berkutat di depan tumpukan pekerjaan dan makin frustasi karena kondisi dapur yang kotor dan tidak enak dipandang. Mantaat vital kebersihan dapur juga adalah untuk mencegah risiko stres yang diakibatkan karena lingkungan pekerjaan yang tidak bersih.

  1. Mendukung Kebutuhan Logistik 

Semua orang yang bekerja di dalam perusahaan membutuhkan asupan logistik. Alih-alih membeli di luar atau jajan di kantin, tentunya akan lebih seru dan memuaskan jika karyawan dapat mengolah makanan dan minumannya sendiri di waktu istirahat atau di sela-sela rutinitas. Mereka bisa memasak makanan kesukaannya sendiri, membikin kopi, teh, atau beragam kebutuhan logistik karena faktor itulah yang sangat positif dalam lingkungan perusahaan.

  1. Mengembalikan Semangat Kerja

Selama hampir seharian bekerja di dalam ruangan, karyawan membutuhkan sedikit waktu senggang untuk sekedar bersantai. Nah, jika dapur selalu dalam kondisi bersih dan sehat, di sinilah tempat yang sangat ideal bagi seluruh karyawan, mengembalikan semangat kerja mereka layaknya charging tenaga baru dan siap kembali beraktivitas.

  1. Menjaga dan Meningkatkan Kualitas Kesehatan

Sebuah dapur yang bersih akan menghasilkan makanan dan minuman yang higienis dan menyehatkan. Dari kondisinya saja yang bersih sudah menjamin kualitas kesehatan setiap karyawan yang beraktivitas dalam kantor tersebut. Kebersihan dapur sudah seharusnya menjadi kesadaran bagi pengelola dan diterapkan secara menyeluruh.

Tips Menjaga dan Meningkatkan Kebersihan Dapur Perusahaan

Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan demi mewujudkan, menjaga, dan meningkatkan kebersihan dapur supaya semua manfaat yang disebutkan di atas dapat tercapai?

  1. Menerapkan Standar Aturan Kebersihan 

Perusahaan harus menerapkan standar aturan kebersihan secara tegas. Setiap orang yang menggunakan dapur perusahaan wajib mematuhinya. Aturannya harus spesifik misalnya kewajiban mencuci setiap perlengkapan yang telah selesai dipakai memasak. Jangan sampai ada perlengkapan dapur yang masih tertinggal atau terbengkalai di tempat cuci dapur.

  1. Pengelolaan Kebersihan

Untuk mewujudkan dapur perusahaan yang bersih dan sehat, pengelolaan mesti terencana dan dipatuhi oleh pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai ada sisa limbah yang belum dibuang ke tempat semestinya, memastikan tidak ada percikan minyak, debu, sisa bahan makanan/minuman, dan jenis kotoran lainnya yang melekat.

  1. Higienitas dan Sanitasi Peralatan Dapur

Higienitas dan sanitasi peralatan dapur diwujudkan melalui proses renovasi jika ada masalah di saluran air yang tersumbat atau mampet, melakukan pengecatan ulang, instalasi sarana baru, atau semua kebijakan perusahaan yang berkenaan langsung dengan masalah higienitas dan sanitasi peralatan dapur.

  1. Pengecekan dan Pembaruan Peralatan Dapur

Penanggung jawab dapur perusahaan punya kewajiban melakukan pengecekan jika ada peralatan yang sudah tidak layak pakai dan segera melakukan pembaruan stok. Tanggung jawabnya meliputi urusan kelayakan setiap perlengkapan dapur mulai dari kompor, tabung gas, piring, gelas, dan lain-lain.

  1. Pengecekan Stok Bahan Makanan dan Minuman

Semua karyawan memiliki hak menyimpan bahan makanan dan minuman dalam dapur termasuk di lemari es. Tapi semua simpanan itu harus dikelola secara bertanggung jawab oleh pihak yang memilikinya. Risiko bahan makanan dan minuman yang terlalu lama disimpan di dalam lemari es akan menimbulkan masalah karena dapat menimbulkan dampak negatif apalagi jika dibiarkan di luar karena akan membusuk dan mengundang mikroorganisme.

Dapur yang bersih dan sehat wajib diwujudkan setiap perusahaan. Langkah-langkah di atas semestinya diterapkan oleh seluruh orang yang merasa memiliki dapur perusahaan. Prinsip utamanya adalah menanamkan kesadaran pentingnya kebersihan dapur.

Anda perlu bantuan untuk menjaga dapur industri Anda bersih? Silakan isi form dibawah.

food safety

Food Safety atau Keamanan Pangan merupakan tindakan pencegahan makanan/minuman dari risiko pencemaran zat-zat kimia, biologi, atau lainnya yang mengancam kesehatan jika dikonsumsi.

Tindakan ini diterapkan dalam industri makanan karena bersinggungan langsung dengan kebutuhan primer masyarakat sebagai konsumen.

Aturan Perundangan Food Safety

Food Safety dijelaskan khusus dalam hukum di Indonesia, tepatnya dalam Peraturan Pemerintah RI No. 28 Tahun 2004 dan praktiknya merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 1096 Tahun 2011 mengenai Higiene Sanitasi Jasa Boga. Dengan adanya regulasi itulah ditegaskan sanksi jika pelaku industri makanan/minuman ketahuan belum menerapkan kebijakan Food Safety apalagi jika sudah terlanjur muncul keluhan konsumen terkait risiko atau dampak kesehatan akibat produk-produk yang dipasarkan.

Food Safety, GMP, dan Peningkatan Keuntungan Industri Makanan

Setiap jenis industri termasuk makanan/minuman wajib mengimplementasikan GMP atau Good Manufacturing Practice, yaitu cara produksi yang baik dengan tujuan mewujudkan kualitas produk. Standar penerapan GMP industri makanan biasanya mengacu pada sertifikasi oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang memberikan penilaian berdasarkan beberapa aspek yaitu:

  • Desain dan fasilitas
  • Pengendalian operasional (produksi)
  • Jaminan kualitas
  • Metode penyimpanan
  • Perlindungan dari hama/bakteri
  • Tingkat kebersihan karyawan
  • Pemeliharaan, perawatan, dan sanitasi
  • Penanganan dan regulasi limbah
  • Training
  • Edukasi ke konsumen

Penerapan Food Safety berdasarkan GMP akan meningkatkan keuntungan industri makanan/minuman:

  • Reputasi positif perusahaan
  • Kepercayaan konsumen
  • Peluang menembus pasar global

Bagi semua pelaku industri makanan/minuman, kebijakan Food Safety ini wajib diterapkan. Faktor-faktor penting mulai dari kebersihan dan sanitasi lingkungan, higiene makanan, higienis sarana dan peralatan, dan higiene individu/operator produk makanan. Berikut ini akan kita uraikan satu persatu cara menjaga food safety dalam industri makanan:

  1. Higienitas/Kebersihan dan Sanitasi Lingkungan

Kebersihan dan sanitasi lingkungan produksi industri makanan wajib diwujudkan. Sejumlah tindakan diupayakan demi mengendalikan dan mengelola beragam faktor risiko kontaminasi atau keracunan bahan makanan/minuman supaya aman dikonsumsi.

Praktik higiene dan sanitasi diupayakan sebagai tindakan pencegahan resiko dan ancaman kesehatan secara detail mulai dari persiapan produksi, pengolahan, penyimpanan, loading, pengemasan, sampai siap dipasarkan ke konsumen.

Kebijakan seperti apakah yang dapat mewujudkan tujuan kebersihan dan sanitasi industri makanan ini?

Perusahaan harus mewajibkan semua karyawannya untuk selalu menjaga kebersihan tubuh dengan penyediaan fasilitas-fasilitas kebersihan untuk mencuci tangan, mencuci wadah, dan pemisahan limbah makanan dengan hasil olahan produk.

Tujuannya pun bukan cuma untuk produk-produk olahan yang siap di pasaran, tapi kondisi lingkungan area produksi secara menyeluruh. Artinya, kebijakan ini juga diterapkan di setiap sudut kantor, pabrik, lokasi penyimpanan, ruang-ruang kantin, dan sebagainya. Melalui kebijakan higiene dan sanitasi lingkungan inilah perusahaan mampu mewujudkan tenaga kerja produktif, sehat, dan berkualitas.

  1. Higienitas Makanan

Yang dimaksud sebagai makanan adalah semua bahan selain obat-obatan yang dapat dikonsumsi, mengandung nutrisi, aman, dan higienis karena masuk ke dalam tubuh manusia; berupa produk siap olah atau disajikan/disantap langsung.

Higienitas makanan berarti kualitas yang sudah sesuai standar kesehatan dan diawasi secara ketat sesuai dasar-dasar sanitasi. Dasar-dasar penerapan sanitasi meliputi:

  • Pengecekan dan pengawasan kualitas bahan baku/mentah
  • Storage/penyimpanan bahan
  • Sistem penyediaan dan aliran air
  • Perlindungan kontaminasi dari lingkungan produksi, perlengkapan, dan tenaga kerja

Food safety dalam industri makanan diuraikan dalam lima langkah ketat:

  1. Sterilisasi Alat. Semua alat operasional pengolahan produk makanan/minuman wajib steril demi mencegah risiko mikroorganisme yang berasal dari tubuh manusia.
  2. Perlindungan Risiko Kontaminasi. Semua produk makanan harus terlindung dari debu/kotoran lainnya, dengan wadah/pembungkus yang aman.
  3. Penyimpanan dalam Lemari Es. Penyimpanan dalam lemari es mencegah risiko pembusukan atau kerusakan produk makanan.
  4. Sistem Pemanasan Makanan. Mencegah risiko bakteri dari jenis makanan yang harus disantap dalam keadaan hangat.
  5. Durasi Penyimpanan Makanan. Semua produk makanan memiliki durasinya jika disimpan dalam wadah atau pembungkus sehingga pengawasan mesti ketat dan detail.
  6. Higiene Sarana dan Peralatan

Industri makanan/minuman wajib memakai sarana dan peralatan yang dibuat dari bahan yang aman, selalu bersih, dan tidak punya risiko reaksi dengan bahan makanan. Setiap saran dan peralatan produksi produk itu juga sebaiknya dari bahan yang gampang dibersihkan.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan juga diatur secara detail bagaimana sarana dan peralatan itu dikelola demi mewujudkan tujuan higiene, berdasarkan syarat-syarat berikut:

  • Memisahkan lokasi/wadah pencucian bahan makanan dari tempat produksi.
  • Semua perlengkapan wajib dibersihkan dan dicuci menggunakan bahan deterjen.
  • Khusus untuk bahan makanan yang disantap secara mentah atau tidak melalui proses pengolahan, metode pembersihan/pencuciannya wajib memakai larutan kaporit atau kalium atau direbus dalam air mendidih.
  • Penyimpanan semua peralatan pengolahan produk makanan di tempat yang bersih dan aman dari berbagai jenis hama/bakteri.
  1. Higiene Individu/Operator Produk Makanan

Semua individu atau operator produk makanan wajib menjaga higenitasnya, sejak dari masa persiapan bahan makanan hingga pengemasan untuk siap dipasarkan.

Industri makanan/minuman wajib memperhatikan faktor ini secara seksama karena jangan sampai kecolongan jika ada tenaga kerja yang sakit dan berpotensi menulari bahan makanan yang siap diolah.

Bahkan masih dalam Peraturan Menteri Kesehatan juga diatur secara spesifik mengenai aturan-aturan tenaga kerja/operator produk makanan/minuman yaitu kepemilikan sertifikat khusus, berbadan sehat sesuai keterangan dokter, penggunaan sarung tangan, masker, celemek, penutup rambut, sepatu kedap air, dan sebagainya.

Butuh bantuan? RMC Indonesia siap memberi solusi food safety bagi bisnis Anda.

Menjaga kebersihan pesawat adalah salah satu cara menjaga kepuasan pelanggan dalam dunia aviasi. Membersihkan pesawat sama sekali berbeda, tidak seperti membersihkan truk atau mobil yang tinggal semprot dan sikat. Pembersihan pesawat tidak lah mudah dilakukan banyak tantangan pembersihan pesawat dalam dunia aviasi. Padahal banyak sekali manfaat yang didapatkan maskapai dari kegiatan membersihkan pesawat.

Manfaat Membersihkan Pesawat Bagi Maskapai

Bukan tanpa alasan pesawat harus dibersihkan karena sesungguhnya banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan. Dalam kegiatan pembersihan pesawat banyak hal yang akan didapatkan oleh pesawat atau maskapai pemiliknya. Berikut ini adalah manfaat membersihkan pesawat bagi sebuah maskapai:

  • Penampilan luar lebih bagus. Dengan melakukan prosedur pembersihan pesawat secara rutin maka penampilan eksterior sebuah pesawat akan semakin bagus. Cat eksterior atau body pesawat akan terlihat berkilau dan tampil lebih menawan. Ini akan menarik perhatian bagi konsumen pengguna jasa penerbangan di seluruh dunia. Perhatian konsumen akan lebih besar terhadap maskapai yang memiliki unit pesawat dengan penampilan luar yang menawan.
  • Aerodinamis terjaga. Dengan permukaan pesawat yang bersih maka tidak ada kotoran atau debu yang menempel, sehingga hambatan gaya aerodinamis akan menurun. Maka dari itu pesawat yang bersih aerodinamisnya akan lebih terjaga dengan baik.
  • Hemat bahan bakar. Pesawat yang rutin dibersihkan akan menyebabkan seluruh komponennya terjaga dengan baik. Kinerja mesin pesawat akan lebih baik sehingga akan irit penggunaan bahan bakar dibandingkan dengan pesawat yang tidak dibersihkan.
  • Penghematan biaya. Mungkin prosedur pembersihan pesawat membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi tujuan akhirnya adalah penghematan. Dengan melakukan prosedur pembersihan secara rutin pada pesawat maka aerodinamis terjaga, bahan bakar irit dan hemat biaya.

Itulah manfaat dari membersihkan sebuah unit pesawat bagi maskapai yang memilikinya. Oleh sebab itu sangat penting melakukan kegiatan pembersihan pesawat secara rutin baik eksterior atau pun interior. Namun banyak kendala atau tantangan pembersihan pesawat dalam dunia aviasi saat ini.

Kendala Saat Pembersihan Pesawat Dalam Dunia Aviasi

Upaya peningkatan mutu pelayanan maskapai salah satunya adalah dengan cara melakukan pembersihan pesawat, menurut Kusuma. Namun banyak kendala atau tantangan pembersihan pesawat dalam dunia aviasi yang harus dihadapi. Berikut ini kendala-kendala yang harus dihadapi sebuah maskapai dalam hal pembersihan pesawat:

  1. Banyak Area Yang Harus Dibersihkan

Membersihkan pesawat memang tidak semudah membersihkan alat transportasi kecil seperti mobil, bus atau truk. Pesawat memiliki banyak sekali bagian yang harus dibersihkan baik eksterior maupun interior. Bagian dalam pesawat mulai dari kokpit, kursi penumpang, pantry, toilet, cargo, area cabin, lantai karpet, pintu pesawat dan lavatory.

Tantangannya saat membersihkannya adalah setiap bagian tersebut membutuhkan perlakuan pembersihan yang berbeda. Tidak semua pembersihan bisa dilakukan kru pesawat atau maskapai, seringkali prosedur pembersihan rutin diserahkan kepada pihak lain yang lebih ahli.

  1. Banyak Metode Berbeda Yang Harus Diterapkan

Membersihkan pesawat baik eksterior atau pun interior memang membutuhkan banyak sekali metode yang harus dilakukan. Contoh metode yang sering digunakan untuk membersihkan interior pesawat adalah, metode dusting, interior cleaning, metode spot removing, vacuuming dan banyak lagi.

Setiap bagian dari pesawat memang membutuhkan metode berbeda-beda untuk dapat membersihkan secara maksimal. Dengan banyaknya metode yang harus dilakukan ini menjadi tantangan pembersihan pesawat dalam dunia aviasi. Sering kali maskapai tidak melakukan prosedur yang benar untuk pembersihan.

  1. Membutuhkan Air Yang Sangat Banyak

Selain pembersihan interior, eksterior pesawat juga harus dibersihkan demi penampilan luar dan menjaganya dari korosi. Untuk melakukan pembersihan bagian luar pesawat dibutuhkan jumlah air bersih yang sangat banyak. Menurut Isaac Low, karena pesawat sangat besar, ribuan liter air diperlukan untuk membersihkan kotoran yang sudah tertanam di permukaan pesawat.

Itulah kekurangan pembersihan pesawat secara konvensional, sehingga saat ini mulai dikembangkan drywash. Senada dengan Isaac Low, dirut Garuda juga menyatakan pembersihan pesawat bisa menghabiskan air hingga 2000 meter kubik.

  1. Dibutuhkan Ketrampilan Khusus

Tantangan pembersihan pesawat dalam dunia aviasi selanjutnya adalah butuh ketrampilan khusus untuk melakukannya. Membersihkan pesawat tidak semudah kelihatannya, penyemprotan airnya pun harus benar agar tidak merusak bagian pesawat.

Sebagai contoh dalam penyemprotan air tidak boleh langsung disemprotkan ke jendela. Untuk itu sebuah maskapai akan menyerahkan kepada perusahaan lain sebagai rekanan dalam hal pembersihan pesawat.

  1. Waktu Terbatas

Keterbatasan waktu juga menjadi tantangan pembersihan pesawat dalam dunia aviasi, terutama pembersihan bagian kabin. Sering kali pesawat harus segera terbang kembali sebelum kru maskapai selesai membersihkan. Padahal kebersihan pesawat adalah kebutuhan bagi setiap penumpang yang menggunakan jasa maskapai tersebut. Jika pun sebuah maskapai melakukan prosedur pembersihan dengan benar maka efeknya pada terjadinya delayed penerbangan.

  1. Membutuhkan Chemical Khusus

Seperti membersihkan alat transportasi lainnya, pembersihan pesawat juga membutuhkan chemical khusus. Hal ini karena kotoran yang menempel dan tertanam pada permukaan pesawat atau bagian pesawat yang tersembunyi butuh dibersihkan. Terkadang pembersihan menggunakan air saja tidak akan maksimal sehingga dibutuhkan chemical untuk meluruhkan kotorannya.

  1. Biaya Terbatas

Tantangan atau kendala klasik yang sering dialami maskapai dalam pembersihan pesawat adalah keterbatasan biaya. Banyaknya maskapai dengan biaya murah sering menjadi kendala sebuah maskapai dalam menyediakan budget khusus prosedur pembersihan.

Akhirnya karena keterbatasan dana pembersihan dilakukan sekedarnya tidak sesuai prosedur. Padahal ini akan sangat merugikan maskapai di masa yang akan datang karena kerusakan pesawat akan segera terjadi.

Demikianlah kendala yang seringkali dialami saat harus melakukan pembersihan pesawat. Ini tantangan pembersihan pembersihan pesawat dalam dunia aviasi yang harus segera diatasi agar maskapai dapat memperoleh manfaat dari pembersihan pesawat.