Industri konstruksi adalah salah satu industri yang perkembangannya sangat pesat di Indonesia. Sebagai negara berkembang yang memiliki begitu banyak proyek pembangunan infrastrukur, Anda bisa melihat sendiri selalu ada bangunan yang baru yang muncul dari permukaan tanah baik bangunan gedung maupun sarana-sarana umum seperti jembatan, jalan raya, jalan tol, tempat fasilitas umum lainnya, dan bangunan lain.

Pembangunan yang cepat selesai memang bisa menguntungkan namun jangan sampai mengabaikan keselamatan. Berikut adalah tips keselamatan yang wajib dipatuhi dalam dunia industri konstruksi baik untuk para pekerja, perusahaan, maupun orang-orang di sekitarnya.

  1. Hati-hati dengan risiko jatuh

Pekerja harus bisa mengenali tanda-tanda area tertentu memiliki risiko benda jatuh dan harus menghindari bekerja di area yang belum dipasang pengaman untuk mencegah guguran bahan material.

Selain itu bagi pekerja yang bekerja di ketinggian dan menggunakan tali pengaman harus memastikan panjang tali yang digunakan lebih pendek dari ketinggian sehingga ketika jatuh maka pekerja tidak mengalami benturan dengan permukaan.

  1. Ketika bekerja menggunakan scaffolds

Scaffolds adalah alat konstruksi bangunan yang sangat sering digunakan, dan karena hubungannya dengan ketinggian maka ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Ketika bekerja menggunakan alat ini wajib untuk mengenakan pelindung kepala yang keras, dilarang meninggalkan alat bangunan di atas scaffolds setelah selesai kerja, dilarang untuk membawa beban di luar batas kapasitas beban, pekerja harus menggunakan sepatu anti slip dan sebaiknya tidak bekerja dengan scaffolds yang licin atau basah.

Scaffolds harus dipasang dan dibongkar oleh orang yang ahli dan harus dilakukan inspeksi sebelum digunakan.

  1. Ketika bekerja menggunakan tangga

Kecelakaan konstruksi yang berhubungan dengan tangga  biasanya disebabkan karena kesalahan dalam penempatan tangga, menggunakan tangga dengan bahan material yang kurang baik.

Banyak pekerja bangunan yang membuat tangganya sendiri dengan menggunakan kayu, bambu, dan juga paku atau kawat seadanya. Jika konstruksi tangga tidak bagus maka bisa menyebabkan risiko cedera bahkan kematian.

Hindari membawa barang dengan tangan ketika menggunakan tangga, perlengkapan bisa dibawa di pinggang atau dibawa menggunakan mekanisme menimba.

  1. Inspeksi rutin

Proyek pembangunan konstruksi harus dilakukan inspeksi secara rutin yang memastikan semua area bangunan terlindungi dari risiko reruntuhan atau adanya bahan material yang berjatuhan.

Pengawas atau perusahaan harus memberikan pelatihan terhadap para pekerja mengenai keselamatan di sekitar bangunan, dan semua orang yang masuk ke dalam wilayah proyek harus dilindungi kepalanya menggunakan penutup kepala yang keras. Orang yang tidak terlibat langsung dalam pembangunan sebaiknya tidak masuk ke area yang belum stabil strukturnya.

  1. Perlindungan untuk mata dan wajah

Pekerja di lingkungan konstruksi sebaiknya menggunakan pelindung mata dan juga wajah ketika bekerja di lingkungan dengan banyak partikel yang beterbangan, ketika bekerja dengan metal yang dicairkan, bahan kimia cair, zat asam, asap, maupun jika pekerjaan melibatkan penyinaran yang memiliki kandungan radiasi. Pilih pelindung wajah dan mata yang nyaman digunakan dan tidak mengganggu pekerjaan serta pastikan pelindung dalam keadaan yang bersih.

  1. Perhatian khusus ketika bekerja dengan bahan kimia

Beberapa bahan kimia berbahaya yang biasa ditemukan di area konstruksi antara lain adalah timah, silika, asbes, seng, merkuri, dan lainnya. Serpihan bubuk kayu yang beterbangan pun juga bisa menjadi zat yang berbahaya apabila terhirup oleh pekerja atau masuk ke mata.

Oleh karena itu jika ada bahan kimia atau bahan berbahaya lain di lingkungan konstruksi maka para pekerja harus dipastikan tahu bagaimana SOP-nya, mengenakan atribut pelindung yang benar, dan membereskan atau membersihkan jika ada tumpahan bahan kimia sebelum mencelakai orang lain.

  1. Bekerja sesuai dengan kapasitas

Para pekerja konstruksi memiliki hak untuk bekerja dengan perlindungan yang disediakan oleh perusahaan kontraktor misalnya dalam bentuk penyediaan atribut keselamatan yang kondisinya dijaga bagus.

Perlindungan pekerja juga bisa diberlakukan dalam bentuk tidak menyuruh pekerja melakukan pekerjaan yang di luar kemampuannya misalnya untuk mengoperasikan mesin atau bekerja dengan bahan kimia tertentu tanpa adanya pelatihan sama sekali.

  1. Inspeksi pada transportasi konstruksi

Terutama pada konstruksi berskala besar, ada berbagai macam jenis transportasi yang digunakan pada kegiatan konstruksi bangunan. Seperti misalnya alat-alat yang digunakan untuk memindahkan pekerja ke bagian yang lebih tinggi, lift, scaffolding, menara vertikal, dan berbagai macam alat transportasi lainnya.

Inspeksi terhadap kondisi alat-alat transportasi tersebut harus selalu dilakukan dan tidak boleh digunakan jika ada tanda-tanda kerusakan atau ada komponen yang hilang barang kecil sekalipun.

  1. Ketika bekerja menggunakan listrik

Kecelakaan yang terjadi pada proyek konstruksi karena listrik juga cukup banyak terjadi. Lingkungan konstruksi adalah lingkungan yang cukup keras jadi pastikan semua komponen kelistrikan sebelum digunakan dalam keadaan yang baik.

Tidak ada kabel yang terkelupas bungkusnya, outlet listrik dan kabel bisa dengan mudah dilihat orang sehingga tidak mudah tersandung oleh pekerja lain, dan jangan mencabut listrik dengan menarik kabelnya karena hal tersebut bisa merusak alat listrik dan membahayakan orang.

  1. Selalu sediakan P3K

Risiko pekerja mengalami luka baik yang luka kecil sekalipun sangat tinggi di lingkungan konstruksi. Oleh karena itu sudah sepatutnya untuk melengkapi kebutuhan P3K dan setiap pekerja harus memiliki pengetahuan tentang bagaimana caranya merawat luka baru agar tidak mengalami infeksi.

Pastikan obat-obatan yang ada di dalam kotak P3K belum kadaluwarsa dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *