Mengapa Alat - Alat Konstruksi Wajib Dibersihkan

Mengapa alat-alat konstruksi wajib dibersihkan? Ketika sedang ada kegiatan konstruksi bangunan biasanya identik dengan berbagai macam bahan material yang tersebar di mana-mana, debu yang beterbangan karena pasir, semen, dan kapur yang digunakan untuk membangun, dan aneka macam perlengkapan yang digunakan untuk konstruksi dalam keadaan yang kotor.

Kadang pekerjaan bangunan akan membersihkan perlengkapan yang digunakan pada setiap penghujung hari tapi biasanya cara membersihkannya hanya dibilas menggunakan air lalu disimpan begitu saja.

Padahal campuran bahan material, cat-cat, dan berbagai macam komponen bangunan lainnya yang menempel di perlengkapan konstruksi tidak semudah itu untuk dibersihkan. Berikut adalah alasan alat konstruksi harus bersih dan bagaimana cara membersihkannya.

Pentingnya kebersihan alat konstruksi bangunan dan kegiatan proyek lainnya

Setiap kali selesai pekerjaan konstruksi maka biasanya perlengkapan yang digunakan akan dipenuhi dengan bahan-bahan material yang menempel dan sudah mengeras pada perlengkapan.

Apakah alat-alat tersebut masih bisa digunakan? Mungkin. Tapi apakah alat konstruksi yang kotor tersebut bisa bekerja dengan maksimal? Jawabannya adalah tidak. Sama seperti pisau tajam yang digunakan setiap hari tanpa dibersihkan maka lama kelamaan ia akan tumpul. Kendaraan bermotor yang tidak rutin dibersihkan pun mesinnya lama kelamaan akan terasa berat dan mesinnya mudah rusak. Jadi jika ditanya mengapa alat-alat konstruksi wajib dibersihkan maka jawabannya cukup sederhana karena untuk menjaga performa dari perlengkapan yang digunakan agar bisa dipakai di proyek konstruksi selanjutnya.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah hal-hal yang bisa terjadi jika alat-alat konstruksi tidak dibersihkan dengan baik setelah digunakan:

  1. Penurunan performa bisa terjadi pada peralatan konstruksi baik yang manual maupun alat mesin yang tidak secara rutin dibersihkan.  Membersihkan peralatan konstruksi merupakan langkah preventif agar bagian-bagian yang bergerak maupun tidak bergerak tetap berfungsi dengan baik.
  2. Proses konstruksi bisa berjalan dengan lebih lama karena alat yang tidak dibersihkan mudah rusak. Ketika alat rusak saat proses konstruksi masih berjalan maka alat tersebut harus diperbaiki atau diganti. Waktu yang digunakan untuk mencari pengganti dan memperbaiki alat bisa menghambat laju konstruksi.
  3. Mengapa alat-alat konstruksi wajib dibersihkan? Karena alat yang tidak dibersihkan bisa kehilangan kapasitasnya. Misalnya ember yang digunakan untuk memindahkan adukan semen dari satu tempat ke tempat lain yang tadinya memiliki kapasitas 2 liter jadi berkurang karena ember yang tertutup oleh semen yang telah mengeras dan membuat ember jadi makin berat. Meski nampaknya sedikit namun jika diakumulasikan hal ini bisa membuat pekerjaan proyek jadi kurang efisien.
  4. Alat yang bersih juga lebih aman untuk digunakan. Keamanan pekerja konstruksi tentunya merupakan hal yang juga harus diperhatikan dan menjaga kebersihan alat adalah salah satu cara untuk membuat lingkungan kerja berisiko tinggi jadi lebih aman.

Cara membersihkan alat-alat konstruksi

Saat ini, ada banyak perusahaan yang menawarkan jasa untuk membersihkan perlengkapan konstruksi mulai dari berbagai macam alat-alat pertukangan hingga alat berat.

Anda bisa menggunakan jasa profesional tersebut untuk mendapatkan hasil perlengkapan yang lebih bersih pasca konstruksi sehingga saat mendapatkan proyek konstruksi selanjutnya alat bisa langsung digunakan. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membersihkan alat konstruksi misalnya adalah:

  1. Semprotan air bertekanan tinggi adalah salah satu alat bersih yang wajib ada untuk membersihkan alat konstruksi terutama untuk alat berat. Dengan semprotan air bertekanan tinggi, bahan-bahan material dan puing-puing yang menempel pada alat bisa lebih mudah untuk dirontokkan serta bisa menjangkau ke sela-sela alat yang sulit dijangkau dengan tangan.
  2. Jasa bersih alat konstruksi juga biasanya memiliki alat khusus yang digunakan untuk membersihkan sisa bahan material yang menempel setelah disemprot dengan air. Alat khusus ini juga meliputi sistem pengolahan limbah agar air yang telah terkontaminasi dengan bahan bangunan tidak langsung terbuang ke tanah atau ke sumber air dan bisa merusak lingkungan.
  3. Alat-alat konstruksi juga dibersihkan dengan menggunakan deterjen khusus yang bisa membersihkan minyak serta kotoran yang menempel di alat-alat konstruksi. Makin rutin alat konstruksi dibersihkan makin mudah sisa material yang menempel bisa makin mudah untuk dibersihkan sempurna.
  4. Untuk perlengkapan konstruksi yang berhubungan dengan pertukangan atau hand tools bisa dibersihkan dengan menggunakan bahan pelarut khusus yang bisa didapatkan di toko-toko. Bahan pelarut serba guna ini biasanya memiliki fungsi untuk membersihkan kotoran, meluruhkan puing-puing, dan juga zat minyak yang menempel pada perlengkapan. Cara menggunakannya cukup dengan disemprotkan langsung ke alat kemudian lap hingga alat kembali mengkilap.
  5. Untuk alat-alat pertukangan yang sulit untuk dibersihkan, misalnya karena bahan material semen, pasir, maupun kapur yang sudah menempel dan mengeras, Anda bisa merendamnya terlebih dahulu ke dalam ember berisi air panas. Kemudian sikat dengan menggunakan sikat kawat untuk menghilangkan material yang menempel, bilas, ulangi prosesnya hingga kotoran bersih dari alat.
  6. Alat-alat konstruksi yang sudah dibersihkan bisa dibiarkan mengering secara alamiah atau digunakan mesin kompresor udara untuk mempercepat proses pengeringan sehingga alat bisa diperbaiki jika ada kerusakan atau langsung disimpan di tempatnya yang benar.

Baik Anda memiliki proyek konstruksi kecil-kecilan misalnya memasang pagar di depan rumah hingga konstruksi berskala besar tetap perhatikan kebersihan alat yang digunakan. Bekerja dengan alat yang kotor tidak hanya bisa menghambat produktivitas kerja tapi juga bisa membahayakan keselamatan pekerja.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *